Select Page

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Tahun – tahun terakhir ini desa mendapat guyuran pendanaan keuanagan dari pemerintah dengan nominal yang cukup besar. Tentunya menjadi sebuah keuntungan tersendiri mengingat program perencanaan, pelaksanaan  maupun pertanggungjawaban bisa di lakukan secara mandiri. Dengan demikian arah pembangunan akan jauh lebih tertata, terukur dan tidak lepas dari skala prioritas sehingga tujuan pemeratan pembangunan akan jauh lebih efektif dan akurat. Dari hal itu tentunya semua berharap dapat mempersingkat proses pemeratan pembangunan di segala lini dengan pertimbangan azas keadilan yang mencerminkan UU No 06  Tahun 2014 Tentang Desa.

Sumber keuangan  desa yang meliputi Dana Desa ( DD ), Alokasi Dana Desa ( ADD ),  Pendapatan Asli Desa ( PADes ) maupun sumber lain yang syah menjadi pendapatan yang kontinew setiap tahunnya. Dari pendapatan  sumber dana itu tentu tidaklah sama dalam jumlah, penggunaan maupun fungsinya. Ada peran masing – masing dalam pengalokasianya, baik untuk Bidang Pelaksanaan Pemerintahan, Bidang Pelaksanaan  Pembangunan, Bidang Pelaksanaan Pemberdayaan maupun Bidang Pelaksanaan Pembinaan. Terkait besar kecilnya anggaran tentu juga melihat dari manfaat dan fungsi dari bidang yang dilaksanakan maupun skala prioritas yang di kaji melalui Musyawarah  Desa  ( Musdes ) maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah ( RPJM )

Tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Ngawi  telah menetapkan skala prioritas dalam pelaksanaan pemerintahan desa yang meliputi Pemberdayaan Masyarakat, Olahraga , Embung dan Percepatan Pembangunan Desa tertinggal ( Afirmasi ). Dari empat point tersebut, Bidang Pemberdayaan menjadi program yang diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Desa ( PADes ) melalui Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ) yang menitik beratkan pada Sumber Daya Alam ( SDA ) maupun Sumber Daya Manusia ( SDM ) lokal desa. “ Tahun ini pemerintah mengucurkan dana sebesar 60 trilyun untuk kegiatan pelaksanaan pemerintahan desa atau jumlah yang sama pada tahun sebelumnya. Hanya saja pemerintah fokus menitik beratkan pada sektor pemberdayaan melalui Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ). Desa punya peluang besar untuk bisa meningkatkan  Pendapatan Asli Desa ( PADes ) dengan memeksimalkan potensi yang ada “. Terang Kabul Tunggul Winarno Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ada penurunan Pendapatan Transfer Desa di banding tahun yang lalu yang besarnya di kisaran  9 milyar untuk desa di Ngawi. Secara matematis tentunya juga berpengaruh pada target yang di rencanakan desa dalam mengejar Rencana Pemerintah Jangka Menengah. “ Desa yang masuk kategori Swasembada dan Swakarya dipastikan mendapatkan anggaran lebih kecil untuk tahun ini karena pemerintah mengadakan program afirmatif. Jadi sebagian dana dikurangi untuk di alokasikan ke desa yang masuk kategori Swadaya. Ini dimaksudkan agar proses pembangunan desa yang statusnya Swasembada  lebih cepat dalam mengejar ketinggalannya. Jadi untuk desa yang  mendapatkan pengurangan anggaran dibanding tahun lalu juga harus jeli dalam memilah kegiatan yang masuk prioritas di tahun ini ”.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0