Select Page
WARUNG TENGAH SAWAH “ SEDERHANA, DENGAN FASILITAS WIFI ”

WARUNG TENGAH SAWAH “ SEDERHANA, DENGAN FASILITAS WIFI ”

Komunitas Bola

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Satu lagi inovasi dari warga Desa Grudo. Kali ini tidak ada kaitanya dengan dunia ITE yang selalu menjadi buah bibir dalam tahun –tahun terakhir. Namun kejelian dari pemilik usaha dalam melihat peluang bisnis kuliner dengan menyematkan nama Warung Tengah Sawah ( WTS ).

Warung  yang lokasinya di Area Sawah Watu itu begitu strategis . Tidak hanya lokasinya yang  berada di pertigaan jalan saja, namun fasilitas tempat duduk disiapkan cukup luas di bawah pepohonan yang rindang. Hal itu makin menambah kenyaman pengunjung dalam menikmati kuliner.

Dari menu yang disajikan memang tidak terlalu beragam. Dari beberapa jenis kopi saset, gorengan dan beberapa roti basah. Namun dari antusias warga terlihat selalu memenuhi warung yang sederhana tersebut.

Komunitas Motor

Salah satu hal yang menjadi daya tarik adalah fasilitas free wifi. “ Disini selain suasananya nyaman untuk nongkrang juga gratis wifi. Jadi sambil ngobral dengan menikmati kopi juga bebas menggunakan wifi “. Terang salah satu pengunjung.

Selain sebagai tempat nongkrong untuk ngopi, beberapa diantaranya juga dipakai  sebagai tempat ngumpul komunitas. Dari komunitas pecinta sepak bola, komunitas motor, sampai komunitas mobil klasik untuk sekedar ngopi bareng maupun nonton bola melalui tv berbayar.

Dari pengamatan di lapangan sendiri terlihat berbagai usia yang datang sebagai pelanggan tetap. Dari anak – anak yang hanya sekedar jajan sekaligus menggunakan wifi untuk game online ,remaja, maupun usia diatas lima puluhan yang biasanya datang pada jam diatas jam 9 malam. ( REPDO )

TAMAN CINTA “ WAHANA SELVI BARU ALUN ALUN MERDEKA NGAWI ”

TAMAN CINTA “ WAHANA SELVI BARU ALUN ALUN MERDEKA NGAWI ”

Taman Cinta

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Bagi masyarakat Kabupaten Ngawi  Alun Alun Merdeka tentu bukanlah tempat yang  asing. Selain sebagai tempat seremonial untuk kegiatan yang berskala besar, sebagian masyarakat juga memanfaatkat sebagai destinasi wisata. Hal itu bukan tanpa alasan, sarana yang ada selalu menjadi daya tarik baik untuk olah raga, berburu kuliner, maupun hanya sekedar mengantar anak untuk bermain.

Ada yang menarik di minggu – minggu terakhir dari tempat yang tidak pernah sepi pengunjung tersebut. Salah satu dari sudutnya  telah di sulap sebagai tempat yang menjadi faforit untuk selvi. “ Saya lihat banyak teman di Face Book yang meng upload foto Selvinya di Taman Cinta ini. Dan saya juga baru tahu kalo ternyata foto selvi itu bertempat di Alun Alun sini “ Terang salah satu pengunjung.

Taman Cinta

Dari pengamatan di lapangan Senin 31 Desember 2018 sore terlihat antrian dari pengunjung untuk  berfoto Baik dilakukan dengan menggunakan kamera Hand Phone maupun Kamera DSLR.  Dan tidak hanya remaja saja, namun tidak sedikit hal tersebut dimanfaatkan untuk foto keluarga, maupun rombongan yang kebetulan sedang melintas.

“ Kalo kita lihat secara keseharian antusias dari pengunjung untuk berselvi di taman Alun Alun begitu tinggi. Dengan mendasar itu kita dari UPT Alun Alun berinisiasi untuk membuat wahana baru. Dan seperti yang anda lihat, wahana ini mendapat antusias begitu tinggi dari pengunjung untuk melakukan selvi ”. Terang Seno Kepala UPT Alun Alun Merdeka Ngawi ( REPDO )

DUSUN BRANGOL “ Pembangunan Sarana Umum Berbasis Sosial “

DUSUN BRANGOL “ Pembangunan Sarana Umum Berbasis Sosial “

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dusun Brangol sebagai bagian dari Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Dari tahun ke tahun menunjukkan grafik meningkat baik dari segi ekonomi, sosial maupun pendidikan. Hal itu terlihat dari pembangunan, kekompakan dalam kegiatan umum dan lulusan pendidikan tingkat strata.

Bukan hal yang aneh bila itu terjadi di Dusun Brangol. Potensi yang mendukung baik dari sisi potensi alam maupun potensi Sumber Daya Manusia sudah cukup memadai. “ Dengan potensi alam yang ada di Dusun Brangol menjadi sebuah penyeimbang perekonomian. Area pertanian yang ada lebih dari cukup untuk  menjadi penyeimbang bagi mereka yang tidak memiliki keahlian khusus dan berpendidikan rendah”. Terang Juwari Kasun Brangol.

Lebih lanjut Juwari mengatakan kuatnya persaudaraan dalam hubungan sosial menjadi modal untuk pembangunan. “ Sarana umum sangat penting untuk kegiatan bersama masyarakat. Dan pada perencanaan, pelaksanaan, maupun pertanggung jawaban adalah secara bersama juga. Masyarakat di sisi cukup peduli dengan fasilitas umum seperti pos kamling, tempat ibadah, jalan umum, drainase maupun lainnya”.

Seperti halnya Sabtu 29 Desember 2018 sore bertempat di seputaran gardu RT 03 RW 01 dilasanakan kerja bakti. “ Kebetulan hari ini teman teman pada ngumpul di pos Kamling. Sembari ngobrol sekalian kerja bakti pembersihan. Ini kan musim hujan, rumput di area ini sudah tumbuh liar. Jadi sambil ngobral sekalian bersih bersih”. Terang salah satu peserta.

Sementara dari data di lapangan, Dusun Brangol sendiri terdiri dari warga dengan berbagai profesi. Dari yang menjual barang, jasa maupun abdi Negara. Dari Petani, Buruh Tani, Pegawai Pemerintah, Pedagang hingga penjual jasa seperti tukang Pijat dan Mekanik Motor.  ( REPDO )

MBAH MARIJAN IS A HERO

MBAH MARIJAN IS A HERO

Catatan Perjalanan Reporter GRUDO.NGAWIKAB.ID

Gunung Merapi

Dalam perjalanan Gathering Ngawi News sebenarnya saya sudah sangat penasaran dengan Merapi. Terutama sosok seorang Mbah Marijan yang selalu menjadi topik utama dalam setiap perbincangan erupsi Gunung Merapi. Sosok seorang yang memiliki kasta tertinggi dari sejarah kelam erupsi merapi hingga geliat kejayaan ekonomi kerakyatan yang berbasis budaya kearifan lokal saat ini . bagi saya Mbah Marijan adalah figur Fenomenal, figur yang benar – benar memahami arti tanggung jawab dari sebuah amanah dengan segala resikonya.

Dari perjalan hotel ke tempat tujuan dengan kendaraan khusus untuk adventur begitu relax dan enjoi. Sepanjang jalan yang dilalui begitu berkesan. Terlihat pesona dari Kawasan Merapi masih terjaga baik dengan petilasan – petilasan erupsinya.  Di tambah  dengan Driver yang sekaligus merangkap guide yang sangat menguasai medan begitu ramah dan interaktif. Mereka rata – rata sangat profesional walaupun tidak memiliki pendidikan khusus sebagai seorang guide.

Area Banker

Dan sesampainya di petilasan Mbah Marijan terpampang tulisan “ Ajining Manungso iku Gumantung Ono Ing Tanggung Jawabe Marang Kewajibane”. Sebuah Pesan yang sederhana namun bila di maknai secara dalam akan sulit mememukan sosok yang patut untuk dijadikan sebagai contoh. Dan bagi saya Mbah Marijan adalah salah satu figur yang  mewakili dari kata – kata tersebut dengan benar – benar memegang teguh tanggung jawabnya sebagai seorang “ Argo Penewu “ sekaligus konsisten dengan kewajiban yang telah di amanahkan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Dari rata – rata pengunjung yang datang mungkin tidak pernah bertemu dengan sosok mbah Marijan, namun dorongan untuk berdoa maupun mendoakan Mbah Marijan begitu kuat. Dalam rencana 7 kali Al Fatihah yang ingin saya bacakan terhenti di pertengahan. Entah sudah yang ke berapa saya lupa. Tapi saya masih ingat bahwa doa saya terhenti karena terbayang sosok Mbah Marijan di detik – detik terahir dalam liputan salah satu televisi nasional.

Area Batu Alien

Ketika reporter menanyakan kira – kira kapan Merapi meletus, mbah Marijan hanya terdiam dan terus menatap puncak merapi. Terlihat kesedihan diraut wajahnya . Seolah sudah tahu yang akan terjadi dan pasrah dengan yang akan di takdirkan. Tak lama kemudian dengan senyum yang tidak biasa mbah marijan meninggalkan reporter dan masuk ke rumah.

Mungkin tidak hanya saya, rekan lain dalam gathering kali inipun saya kira juga merasakan hal yang sama. Sebuah perasaan haru, sedih sekaligus bangga dengan dedikasi Seorang Mbah Marijan. Seorang suri tauladan yang tetap menjaga amanah sekaligus tuntutan kewajiban seorang abdi keraton Jogjakarta sebagai “ Argo Penewu “. Dan akhirnya Mbah Marijan lebih memilih kehormatan sebagai penjaga amanah sekalipun harus ditebus dengan  nyawa.

MBAH MARIJAN IS A HERO

HIKMAH DARI SEBUAH MUSIBAH

Catatan Perjalanan Reporter GRUDO.NGAWIKAB.ID

By Arys Purwadi

Area Batu Alien

Gathering Ngawi News 2018 begitu bermakna bagi saya. Bukan persoalan relaxasi dengan alam bebas yang begitu berkesan maupun biaya yang digratiskan panitia, namun lebih pada faktor kebersamaan dan sistem dari management  pengelola kawasan terdampak erupsi. Mereka bangkit secara besama membangun kisah baru yang juga tidak beda jauh menantang dari persoalan erupsi Merapi.

Dari masyarakat yang terlibat dalam pemulihan dampak erupsi Merapi tampak begitu bersemangat. Pembangunan destinasi wisata dengan metode murah namun menarik diterapkan di seputar radius bencana. Dan hebatnya lagi, demi efisiensi anggaran mereka lebih mengkomoditikan alur dari peristiwa Erupsi Merapi dari pada keindahan sarana penunjang dengan tanpa mengurangi rasa puas wisatawan .

Panorama Merapi

Kita tahu bahwa beberapa tahun lalu letusan gunung Merapi merenggut ratusan jiwa. Bahkan kerugian materi kalau dihitung bisa menyentuh sembilan digit dalam nilai Rupiah. Namun Tuhan ternyata punya rencana lain dari musibah yang membawa derita mendalam tersebut. Dan bila di maknai, segi positifnya tentu akan jauh lebih besar dari dampak negatif dari erupsi 26 Oktober 2018.

Memang kalo melihat jumlah korban jiwa, jelas tidak mungkin  bisa dikonversi dengan nilai sebuah materi. Namun dibalik peristiwa letusan merapi 26 oktober 2010 silam memberi hikmah yang tiada terkira bagi keluarga korban, bagi alam, dan bahkan bagi masyarakat yang tidak terdampak sekalipun. Itu terlihat dari melimpahnya material pasir maupun batu yang merata di alur sungai Kali Urang serta humus dari debu vulkanik yang menutupi area terdampak.

Area Bunker

Delapan tahun berlalu, namun bagi masyarakat sekitar masih seperti baru terjadi kemarin. Mereka begitu hafal dalam merangkai susunan kata – kata hingga menjadi sebuah kalimat yang mengisahkan  gambaran peristiwa yang begitu lengkap. Begitu detail, begitu runtut dan tetap menarik walaupun nara sumber bukan dari seorang guide profesional.

Dari rangkaian peristiwa letusan Merapi yang begitu komplit dengan alur cerita dari sisi sosial, heroisme, bahkan unsur  mistis tersebut begitu menyentuh. Dan bagi saya, hal itu jauh bernilai dibanding dengan legenda, mite, maupun Fabel yang selama ini sudah familier dengan masyarakat seperti Sangkuriang, Nyi Roro Kidul, maupun Sikancil.

Hal itu bukan tanpa alasan, Letusan Merapi 2010 silam adalah peristiwa nyata dengan sosok Marijan sebagai Pemeran Utama. Dan bukan sebuah cerikta fiksi, bukan sebuah sekenario dari seorang sutradara, namun sebuah peristiwa yang menjadi ketetapan dan harus terjadi sebagai sebuah takdir. Jadi peristiwa letusan Merapi adalah murni skenario Tuhan penguasa alam semesta