Select Page
Sembako Bantuan

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Bencana banjir yang melanda sebagian wilyah Kabupaten Ngawi sudah mulai reda. Dari daerah – daerah yang terdampak berat, sedang maupun ringan sudah mulai surut dan bahkan nampak normal seperti biasanya. Hanya di bagian tertentu saja yang masih meninggalkan genangan – genangan air .

Namun  Hal itu bukan berarti persoalan bagi masyarakat yang terdampak sudah selesai. Ada persoalan baru yang masih berkaitan dan berlanjut untuk beberapa waktu yang sulit untuk dipastikan. Dari mulai kesehatan, keperluan kosumsi, dan perbaikan dari kerusakan tempat tinggal. Bahkan peralatan yang dibutuhkab anak – anak untuk sekolah juga bnyak yang terbawa banjir.

Dari pemantauan dilapangan terhadap dampak banjir, memang menggugah jiwa sosial dari berbagai lapisan masyarakat melalui pribadi, komunitas, klub maupun kelompok. Ini dibuktikan dengan banyaknya bantuan yang masuk pada masa ataupun paska banjir. Dari yang menyumbang tenaga untuk evakuasi, makanan siap saji maupun obat – obatan bahkan pembersihan rumah dari warga yang terdampak.

Lia Marissa dan rekan

Seperti halnya pada Minggu 10/03/2019 di Dusun Gambuhan Desa Purwosari Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi. Terlihat masyarakat masih menyalurkan bantuan dengan berbagai kebutuhan pokok. Dari mie instan, air mineral sampai nasi bungkus. “ Kami mengucapkan terima kasih atas segala upaya dari siapapun yang telah bersimpati pada dampak dari banjir di di Dusun Gambuhan “ Terang Amir Thohir warga setempat.

Sementara Lia Marissa, salah satu relawan yang menyalurkan bantuan mengatakan bahwa kegiatan tersebut hanya respon sosial. “ Memang kegiatan ini tidak terencana sebelumnya. Kebetulan ada yang Inbox di Facebook saya untuk memesan nasi bungkus bagi warga yang terdampak banjir. Jadi sekalian saya mengajak teman – teman untuk ikut berdonasi di kegiatan hari ini “.

Namun di balik suasana yang berangsur pulih tersebut menyimpan cerita yang cukup mendalam yang terungkap melalui relawan. Dari kisah kehilangan harta benda dalam rumah yang tidak sempat terselamatkan, puluhan herktar sawah yang tidak dapat di panen hingga putusnya komunikasi dengan keluarga saat puncak banjir terjadi. ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0