Select Page
Guru bersama anak didik

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Desa Grudo merupakan bagian dari segelintir wilayah  yang beruntung dalam hal pendidikan. Hal tersebut bukan tanpa alasan, seluruh dari tingkatan pendidikan ada dalam wilayah desa yang masuk dalam wilayah kota ngawi tersebut. Dari mulai Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ), Taman Kanak Kanak ( TK ) Raudhatul Athfal ( RA ), Sekolah Dasar ( SD ), Madrasah Ibtidaiyah ( MI ), Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu ( SMPIT ), Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( STKIP ).

Namun ada yang istimewa dan spesial dari  pendidikan Desa Grudo. Adalah Yayasan Pemerhati Anak Berkebutuhan Khusus “ Beranda Istimewa “. Tempat pendidikan yang beralamat di Jalan Suroko Dusun Ngronggi, Desa grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi tersebut mengkhususkan untuk siswa Inklusi ( Siswa berkebutuhan Khusus ). Sekolahan yang tentu jarang di temukan di tempat lain. Dari sejumlah siswa yang belajar di yayasan tersebut rata – rata mengalami persoalan mental sejak lahir. Bahkan sebagian juga mengalami persoalan traumatis karena peristiwa kekerasan.

Renny Purwitasari, M.Pd.I

Renny Purwitasari M.Pd. I sang inspirator sekaligus pendiri dari yayasan  menuturkan liku – liku perjalanan dari awal berdirinya tempat pendidikan yang jumlahnya  masih terbatas tersebut.  “ Sebenarnya tempat pendidikan inklusi ini berdiri  bermula dari kisah panjang perjalanan hidup saya pribadi. Dari perjungan  membesarkan anak yang mengalami nasib serupa dengan siswa yang ada pada saat ini membuat  saya ingin mencoba untuk meringankan beban mereka. Sebagai orang tua saya paham betul betapa berat beban mendidik anak yang berkebutuhan khusus.”

Guru Beranda Istimewa

Lebih lanjut Renny menjelaskan bahwa dalam menjalankan aktifitasnya di bantu empat orang pendidik. Namun hal itu dirasa  belum cukup bila melihat siswa inklusi yang jumlahnya 15 orang dengan kategori perlu pendampingan khusus.“ Memang kalo dilihat dari jumlah pendidik saya kira masih kurang. pendidikan inklusi itu sangat berbeda dengan pendiddikan umum. Ini sangat terkait dengan anak didik yang memerlukan pendampingan secara personal. Selain itu kami juga dituntut dengan kesabaran extra mengingat mereka secara mental dibawah rata – rata anak umumnya.”

Suprapti S.Pd

Dari rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari pendidikan khusus adalah evaluasi. Hal itu menjadi agenda yang rutin dalam mengukur keberhasilan selama masa proses belajar. Seperti halnya yang dilakukan pada Sabtu 23 Maret 2019 dengan menggelar  pertemuan rutin dengan wali murid. “ Pertemuan  dengan wali murid adalah agenda rutin dari yayasan. Dalam kesempatan kali ini kita menghadirkan psikolog untuk memberikan evaluasi dari kegiatan yang telah dilakukan.” Terang Suprapti Spd pendidik yang terlibat dalam kegiatan.

Anita Nurul Febriyanti S.Psi, M.Psi

Sementara Anita Nurul Febriyanti S.Psi, M. Psi mengapresiasi keberadaan pendidikan inklusi tersebut. Tidak hanya sebatas semangat dari pendidiknya saja, namun juga kemandirian dalam pengelolaan management. “ Keberadaan sekolahan ini sedikit memberi angin segar untuk dunia pendidikan inklusi Kabupaten Ngawi khususnya.  Keberadaan sekolahan untuk inklusi masih sangat terbatas bila dibanding dengan jumlah anak yang berkebutuhan khusus. Dan mengingat pendidikan adalah hak dasar dari setiap orang, harapan saya akan berdiri sekolah – sekolah yang sama di tempat lain.”

Kades Grudo bersama siswa, wali murid, guru dan Psikolog

Sementara Kades Desa grudo Triono ST mengapresiasi atas inisiasi berdirinya sekolahan untuk anak berkebutuhan khusus tersebut. “Berdirinya Yayasan Pemerhati Anak Berkebutuhan Khusus sendiri merupakan bentuk keperdulian sosial dari warga yang benar – benar memahami persoalan pendidikan inklusi. Pemerintah memang sudah menyediakan sekolah khusus. Akan tetapi ketika seorang yang berpenampilan fisik normal dengan sisi kekurangan di bagian mental tentu butuh alternatif lain.”

“ Hal yang tidak kalah penting adalah motifasi kepada orang tua siswa. Mereka juga butuh dorongan moril agar tetap memberikan perhatian khusus pada anak masing – masing. Sekali lagi saya atas nama Pemerintah Desa Grudo mengucapkan terima kasih atas segala upaya kepada semua yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan sekolahan umumnya dan inisiator khususnya.” ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0