Select Page
Budi Prianto

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Program sosial untuk warga miskin masih terus berjalan. Dari beberapa diantaranya terus mengalami pembenahan baik dari segi sarana maupun wujud bentuk bantuan. Dari yang semula tunai menjadi non tunai. Dari yang awalnya bebas untuk belanja di rubah hanya untuk produk tertentu saja.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Ngawi Budi Prianto menegaskan bahwa hal tersebut sudah melalui banyak kajian. “ Program Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) dimaksudkan agar memfokuskan masyarakat pada pemenuhan Karbohidrat dan Protein. Dari kedua elemen tersebut terdapat pada makanan yang terbuat dari olahan beras dan telur.”

Sedangkan sistem yang menggunakan non tunai, Budi Prianto menjelaskan bahwa lebih simpel tepat guna dan terarah. “ Dengan sistem non tunai dan pakai kartu, jelas lebih simpel. Ini sekaligus menghindarkan dari salah sasaran ataupun pembagian ke seseorang yang bukan haknya. Jadi dengan mekanisme non tunai ini diharapkan mampu menyasar ke penerima sekaligus memastikan produk yang diterima sesuai dengan ketentuan pemerintah.”

Terkait  untuk pelayanan BPNT, Budi Prianto mengatakan bahwa desa yang lebih berwenang dalam  menentukan tempat dan pemilik usahanya. “ Dalam penentuan tempat pembelanjaan, itu wewenang desa. Dari keputusan tempat tersebut kemudian di daftarkan ke Bank Nasional Indonesia ( BNI ). Dan bila mana ada hal – hal ketidak profesionalan dalam pelaksanaan, desa bisa meberhentikan tempat usaha yang di tunjuk tersebut.”

Sementara untuk pengawasan kegiatan baik pendataan terpadu maupun pelaksanaan, di lakuan oleh desa melalui operator. “ Kalo memang ada yang sudah mapan secara ekonomi tetapi masih masuk dalam daftar BPNT, silakan di sampaikan ke kami atau operator desa.  Dan diharapkan peran serta dari masyrakat untuk memberikan pengawasan sebagai kontrol sosial.” Terangnya. ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0