Select Page
Nunuk Suryo Yatini

GRUDO.NGAWIKB.ID – Penjahit adalah salah satu profesi yang tertu tidak semua orang mampu menjalani. Hal itu bukan tanpa alasan, Banyak yang harus difahami dari profesi yang sudah jelas membutuhkan kesabaran, ketelitian dan ketekunan itu. Dan sudah barang tentu seorang penjahit juga harus menguasai tahapan yang membutuhkan pemikiran. Dari pemilihan kain, pengukuran, pemotongan sampai  penjahitan merupakan rangkaian proses yang memakan waktu dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

Namun dari tingginya tingkat kesulitan yang harus di lalui bukan berarti tidak ada yang berminat terhadap profesi itu. Dari persoalan perlunya keahlian khusus itu, justru banyak yang berasumsi untuk di jadikan sebagai profesi dengan alasan tidak banyak persaingan.

Gunaryo denga Rizki Tailornya

Pemahaman semacam juga berlaku di Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Dari belasan yang berprofesi sebagai penjahit tersebar merata di 6 dusun. Dari rata – rata penjahit tersebut sebagai penjual jasa untuk pembuatan pakaian baik busana pria maupun wanita dengan kriteria anak – anak juga dewasa.

Seperti halnya yang dilakukan Nunuk Suryo yatini yang tinggal di Dusun Ngronggi Rt 03 RW 02 Desa Grudo. Perempuan yang sudah tergolong senior dalam menekuni dunia jasa perjaitan pakaian itu merasa nyaman dengan keseharianya. Saya njahit mulai tahun 1976. Waktu itu alatnya memang sangat sederhana. Memiliki mesin jahit engkol saja sudah bagus. Tapi sekarang sudah serba listrik. Tapi saya masih percaya dengan mesin jahit kecil. Rasanya nyaman karena inikan yang menemani saya puluhan tahun.”

Gunaryo pemilik Rizki Tailor yang juga masuk kategori penjahit senior mengatakan bahwa punya pendapat lain tenang sarana penunjang dalam bekerja. “ saya sudah lumayan lama menggunakan mesin jahir besar. Selain lebih cepat, juga lebih kuat dalam proses penjahitan kain yang tebal. Kalo sarana yang dibutuhkan serba tersedia, tentu akan mempermudah proses pengerjaan dan meringankan beban kita.”

Dari data yang behasil di himpun di lapangan,  mereka yang berprofesi sebagai penjahit di Desa Grudo belum banyak yang mengembangkan usahanya. Sebagian besar masih mengndalkan untuk menjual jasa penjaitan. ‘’ Dari usaha jasa penjaitan memang belum mampu menutupi segala keperluan keluarga. Namun  lebih dari cukup untuk menutupi keperluan dapur. Sedang untuk menutupi kebutuan  yang lain saya berjualan barang keperluan  sehari – hari.” Terang Puji fitri pemilik Tasyayu Tailor ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0