Select Page
DESA GRUDO RAIH BINTANG TERTINGGI SE JAWA TIMUR DI BIMTEK PERPUSTAKAAN

DESA GRUDO RAIH BINTANG TERTINGGI SE JAWA TIMUR DI BIMTEK PERPUSTAKAAN

Arys Purwadi Peserta Dari Desa Grudo

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Pada pelaksanaan Bimbingan Teknis Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Hotel Crown Prince Surabaya 22-26 April 2019, perwakilan Desa Grudo menyabet perolehan bintang tertinggi dari 44 peserta yang hadir. Hal itu tentu bukan tanpa alasan, dari sejak awal dalam  kegiatan Desa Grudo melalui wakilnya selalu aktif dalam berinteraksi dengan nara sumber maupun ke sesama peserta.

“ Dari awal memang sudah ada tekad untuk aktif dalam interaksi baik ke nara sumber maupun ke peserta yang lain. Dan saya kira untuk peserta yang lain juga berpendapat sama sebagai bentuk perjuangan untuk kemajuan desanya. Jadi kalau panitia memberikan apresiasi berupa penilaian dengan menyematkan bintang pada papan score tentu menjadi sesuatu yang positif .” Terang Arys Purwadi pesrta dari Desa Grudo.

Persaingan Ketat Antar Peserta

Dari perolehan peserta perwakilan Desa Grudo yang meraih 17 bintang menjadi yang tertinggi sampai di tutupnya acara pada kamis sore. “ Penilaian awal di mulai hari senin sampai rabu. Awalnya saya ragu bisa bersaing dengan peserta yang lain. Karena pada hari rabu tidak bisa hadir. kebetulan ada acara evaluasi Web Desa di command centre. Namun ternyata sampai hari rabu masih yang tertinggi.” Lanjutnya.

Untuk peserta kegiatan sendiri meliputi perwakilan Propinsi, Kabupaten dan desa. Dari propinsi diwakili 4 peserta, dari Kabupaten Ngawi, Ponorogo, Blitar masing – masing mewakilkan 3 peserta. Sedangkan dari 14 desa yang mendapat undangan masing – masing mewakilkan 2 orang peserta. ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
DESA GRUDO PASTIKAN KEGIATAN PERPUSDES SINKRON DENGAN APBDes

DESA GRUDO PASTIKAN KEGIATAN PERPUSDES SINKRON DENGAN APBDes

Apresiasi terhadap peserta

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Bimbingan Teknis ( Bimtek ) yang diprakarsai oleh Perpustakaan Nasional tanggal 22-26 April 2019 di Hotel Crown Prince Surabaya telah usai. Banyak hal yang bisa dipetik dari pemateri yang selalu memberi motifasi pada setiap sesinya. Dari perencanaan, pelaksanaan hingga tehnik – tehnik dalam peningkatan kwalitas maupun kwantitas perpustakaan desa menjadi bahasan yang selalu menarik.

Tidak di pungkiri bila peserta terlihat antusias dalam merespon arahan – arahan nara sumber. Hal itu lebih pada mekanisme dalam penyampaian materi yang mengkombinasikan antara keseriusan dengan selingan canda. “ Materi yang di sampaikan memang cukup banyak dan panjang pada setiap sesinya. Namun dari setiap pemateri punya trik dalam memfokuskan peserta. Seperti halnya pak Ahmat Saiful, selalu menyelipkan candaan. Namun saya kira justru hal itu yang menjadi menarik, mudah di ingat dan sangat berpengaruh dalam percepatan pemahaman materi.” Terang Arys Purwadi peserta dari Desa Grudo   

“ Sebenarnya pengurus Perpusdes punya tantangan besar dalam pengelolaanya. Namun dengan adanya Bimtek kali ini tantangan menjadi berkurang karena pemateri banyak sekali memberikan tip – tip sebagai antisipasi terhadap kemungkinan  kendala yang akan di hadapi. Jadi dengan adanya kegiatan kali ini jelas akan sangat membantu dalam pengembangan perpustakaan desa yang berbasis inklusi sosial.” Lanjutnya.

Pembahasan sampai dalam sesi Coffee break

Ditanya terkait program yang akan dilaksanakan perpustakaan Desa Grudo, Arys yang juga sebagai Kepala Perputakaan “ Garuda Makmur” tersebut menjelaskan bahwa harus menyinkronkan dulu dengan Anggaran Pendapatan Belanja Desa . “ Memang desa lain yang ikut dalam Bimtek sudah banyak yang mengirimkan jenis kegiatan untuk tahun ini  ke Dinas Perputakaan Dan Kearsipan Kabupaten. Namun saya berpendapat bahwa kegiatan yang akan direncanakan terlebih dahulu dipastikan sudah teranggarkan dalam APBDes.”

“ Dan tadi ( Jum’at 26 April 2019 ) saya bersama Kaur Perencanaan dan Keuangan sudah menentukan kegiatan yang anggaranya lebih dari 70 Jt bisa di libatkan dalam kegiatan perpustakaan desa. Mungkin paling lambat Senin 29 April 2019 kita sudah bisa memastikan kegiatan untuk di kirim ke Dinas Perputakaan Dan Kearsipan Kabupaten.” Pungkasnya ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
ASISTEN II KABUPATEN NGAWI BUKA KEGIATAN EVALUASI WEB DESA

ASISTEN II KABUPATEN NGAWI BUKA KEGIATAN EVALUASI WEB DESA

peserta Bimtek

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka peningkatan informasi melalui Web Desa, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Sekretariat Daerah menyelenggarakan Evaluasi Web Desa Se-Kabupaten Ngawi yang bertempat di Ruang Command Centre ( Gedung Kesekretariatan Daerah Lantai II ). Acara yang di selenggarakan  24 April – 03 Mei 2019 tersebut mengundang seluruh Editor / Operator Web Desa dengan pengelola keuangan di 213 desa dan 4 kelurahan.

Hadir dalam pembukaan dalam kegiatan pada Rabu 22 april 2019 tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Ngawi, Sekretaris  Dinas Kominfo Kabupaten Ngawi, Editor / Operator Web Desa dan pengelola keuangan desa. Dari sesi pembukaan tersebut, kesekretariatan daerah mengagendakan desa di dua kecamatan yang wajib hadir dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Ngawi. Dari dua Kecamatan yang terjadwal pada sesi pembukaan tersebut adalah Kecamatan Ngawi dan Kecamatan Paron.

Relawan TIK

Dalam sambutanya Asisten II  Kabupaten Ngawi Mas’ud SH menyampaikan pentingnya Web Desa sebagai sarana informasi. “ Web Desa merupakan sarana informasi yang harus di miliki setiap desa di Kabupaten Ngawi. Sehingga Organisasi Perangkat Daerah dalam hal ini Kominfo harus aktif dalam memantau perkembangannya. Dari teknis – teknik aplikasi, pemilihan informasi maupun keaktifan  dalam mengunggah informasi.”

“ Kita tahu bahwa teknologi tidak bisa di hindari dan harus di kejar jangan sampai ketinggalan. Sebagai sarana informasi  dieradigital saat ini, Web Desa sangat penting. Baik  untuk publikasi anggaran sebagai bentuk transparansi desa, sosialisasi kegiatan bahkan sarana promosi potensi desa. Jadi dengan adanya Web Desa diharapkan akan menjadi ujung tombak dalam penyampaian informasi desa secara cepat, tepat dan akurat. ” . Lanjut Mas’ud SH Asisten II Kabupaten Ngawi yang sekaligus membuka acara secara resmi.

Seperti pertemuan sebelumnya di tempat yang sama, kegiatan kali ini juga dijadikan sebagai sarana bimbingan teknis terkait penulisan maupun hal – hal yang berkaitan  dengan aplikasi WordPress. Untuk   materi tentang penulisan lebih banyak ke pemenuhan 5 W dan 1 H. Sedangkan untuk pembahasan  aplikasi WordPress lebih menitik beratkan pada tata cara mengupload berita dan gambar, baik melalui Komputer, Laptop maupun Handphone yang berbasis android. ( Repdo )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
DESA GRUDO KIRIM 2 WAKIL DALAM BIMBINGAN TEKNIS PERPUSTAKAAN DESA

DESA GRUDO KIRIM 2 WAKIL DALAM BIMBINGAN TEKNIS PERPUSTAKAAN DESA

Perwakilan Perpusnas, Propinsi dan Nara sumber

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka meningkatkan pemahaman perpustakaan berbasis inklusi sosial, Pemerintah Kabupaten Ngawi mengirim perwakilan dari 6 desa untuk mengikuti bimtek di Hotel Crown Princes Surabaya 22-26 April 2019. Dari ke enam desa yang mendapat kehormatan adalah Grudo, Watualang, Karanggupito, Kedungprahu, Jambangan dan Ngawi Purba.

Sementara untuk Desa Grudo mewakilkan dua orang pengurus Perpustakaan Desa dalam kegiatan tersebut. “ Perpustakaan Desa memang perlu inovasi. Tidak hanya sekedar menumbuhkan minat baca pada masyarakat saja, namun sekarang sudah mengarah pada program edukasi untuk umum. Terlebih bila melihat dari minat baca masyarakat yang sudah bergeser dari buku ke bacaan elektronik, jelas perpustakaan juga harus menyiapkan buku digital.”Terang Kades Grudo Triono ST.

Peserta Bimtek

Kegiatan yang di selenggarakan Perpustakaan Nasional tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Minat Baca Perpusnas, Perwakilan Perpustakaan Propinsi, Perwakilan Perpustakaan Daerah dan Pengurus Perpusdes. Sedang dari propisi mewakilkan 4 orang , dari kabupaten 4 orang dan dari desa masing – masing mewakilkan 2 orang masing.

Perputakaan Nasional melalui Kepala Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Minat Baca Nanik Suryani menekankan pentingnya memahami perpustakaan melalui Bimtek kali ini. “ Kita harapkan dengan adanya kegiatan kali ini akan menambah wawasan untuk pengelolaan perpustakaan baik di tingkat propinsi, Kabupaten maupun desa.”

Dari rangkaian kegiatan yang sudah tersusun dari tanggal 22 – 26 April 2019  tersebut dimulai pada Senin pukul 13.00 WIB dengan Bimbingan Teknis yang berthemakan Strategi Pengembangan Perpustakaan Dan TIK Untuk Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi. Hal itu mengacu pada uraian – uraian yang telah disampaikan beberapa waktu lalu pada pertemuan yang berthemakan sama di Hotel Red Top Jakarta.

Sedangkan Kepala Perpustakaan Desa Grudo Arys Purwadi yang turut dalam bimtek memahami pentingnya kegiatan tersebut. “ Pepustakaan bukan lagi dikhususkan untuk memencari reverensi ilmu. Namun pada saat ini harus menjadi sarana untuk mencari solusi dari berbagai persoalan. Dari persoalan sosial, budaya, pendidikan, ITE hingga religi. Jadi perpustakaan sudah saatnya menjelma sebagai edukasi centre.”  ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
KETERWAKILAN PEREMPUAN BPD DESA GRUDO DI RAIH PESERTA DUSUN NGRONGGI

KETERWAKILAN PEREMPUAN BPD DESA GRUDO DI RAIH PESERTA DUSUN NGRONGGI

Panitia Pengisian BPD Desa Grudo

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka pemenuhan kuota Keterwakilan Perempuan anggota Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) , Panitia pengisian Anggota Badan Permusyawaratan Desa Grudo melakukan kegiatan Penjaringan dan penyaringan pada Minggu 21 April 2019. Hal itu mendasar dari Peraturan Menteri, Peraturan Daerah maupun Peraturan Bupati Ngawi terkait kuota perempuan dalam Badan Permusyawaratan Desa yang minimal satu orang.

Kegiatan yang di lakukan di kantor Desa Grudo tersebut melibatkan perwakilan dari masing  – masing dusun yang ada di Desa Grudo. Hal itu tertuang dalam berita acara rapat Panitia Pengisian Anggota  BPD Desa Grudo. Dari enam dusun yang ada mewakilkan 3 orang untuk maju dalam persaingan mendapatkan jatah 1 kursi dalam keanggotaan sebagai keterwakilan dari kuota perempuan.

Kegiatan sendiri di mulai pukul  09.00 WIB dengan kehadiran 18 peserta dan undangan untuk masing –  masing Kepala Dusun. “ Kegiatan hari ini merupakan rangkaian dari proses penjaringan sekaligus penyaringan anggota BPD yang menjadi keterwakilan dari kuota perempuan. Kita harapkan dengan terjaringnya satu dari 18 peserta kali ini akan mampu mengakomudir suara dari kaum perempuan.” Terang Gatot Suratman anggota panitia.

Peserta Terpilih

Acara sendiri di bagi menjadi dua tahap dalam penentuan keterwakilan perempuan. Hal itu dimaksudkan memberi pihak yang mencalonkan untuk melobi rekan dari dusun sekaligus dari dusun lain untuk menambah suara. Tahap pertama peserta di berikan waktu untuk mengerucutkan pandangan pada perwakilan masing – masing dusun dengan batas 30 menit. Sedangkan tahap kedua untuk penyaringan ditentukan dengan voting dari jumlah perempuan dari keterwakilan dusun.

Dari hasil yang di lakukan melalui voting  tidak ada suara yang mendominasi. Kekuatan suara dari masing – masing dusun merata di tiga besar perolehan suaran. Itu dapat dilihat dari jumlah perolehan suara yang perbedaanya tidak terlalu signifikan. Dari perolehan suara terbanyak menempatkan Dusun Ngronggi kemudian di bawahnya dari Dusun Grudo dan disusul Dusun lainnya. Dengan  demikian secara otomatis untuk kuota perempuan diwakili oleh Dusun Ngronggi.

“ Dari musyawarah Keterwakilan Perempuan memang berbeda dengan perekrutan Keterwakilan Wilayah. Keterwakilan Perempuan dilakukan di Kantor Desa dengan peserta dari seluruh perempuan yang ada di Desa Grudo dengan masing – masing dusun mewakilkan 3 orang. Sedangkan untuk keterwakilan Wilayah diadakan di dusun dengan musyawarah dusun yang pesertanya dari perwakilan RT masing- masing.” Terang Arys Purwadi ketua panitia. ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0