Select Page
Sunan kalijogo & Noyo Genggong

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dalam sejarah budaya Jawa banyak dikenal susunan kata – kata indah lewat Tembang, Kidung, Bowo, Mantra maupun Kitab.  Dari semua susunan kata – kata indah tersebut  memiliki tujuan yang berbeda satu dengan yang lain. Dari tujuan untuk doa, cerita, Petuah hidup maupun sekedar penghibur pada suasana tertenentu.

Kisah  perjalanan masyarakat jawa yang dekat dengan alam mewariskan budaya adi luhung. Dari sebagian besar warisan budaya  tersebut dilahirkan tokoh – tokoh dilingkungan Keraton, Kerajaan, Padepokan  maupun Pesantren lewat para Wali. Tokoh – tokoh besar tersebut di antaranya Sunan Kalijogo, Mpu Tantular, Joyo Boyo hingga Ronggo Warsito.

Salah satu warisan budaya  yang populer pada masanya adalah Kidung. Pada era Walisongo Kidung benar-benar dilestarikan sebagai seni yang mampu menjadi acuan hidup. Bahkan Kidung dijadikan sarana para wali sebagai sarana untuk syiar Agama Islam. Sebagian besar Kidung berisi kata – kata yang mengarah ke petuah dalam perilaku. Dari petuah yang ada di dalamnya, si pengarang mengharap masyarakat tahu arah dari ajaran – ajaran Islam.

Ilustrasi walisongo

Seperti Kidung Wahyu Kolosebo yang sangat populer pada era perjuangan Sunan Kalijogo. Susunan kata – kata didalamnya begitu runtut dengan bahasa tingkat tinggi. Arahan pengetahuan dan anjuran kebaikan dalama syairnya sulit untuk ditemukan pada Kidung lain. Dikisahkan, dari syair kidung yang di lantunkan bisa membuat suasana menjadi hening. Keheningan tidak hanya di alam nyata, bahkan syairnya konon mampu menembus alam gaib hingga menghipnotis makluk astral.

Rangkaian isi Kidung Wahyu Kolosebo sendiri merupakan sebuah gambaran untuk pegangan hidup dari penciptanya yaitu Sunan Kalijogo. Gambaran cara menghadapi tantangan  hidup, Menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Kuasa, hingga cara mencapai kesempurnaan hidup sangat jelas tertuang dalam isi syair.

Kepopuleran Kidung Wahyu Kolosebo membuat banyak seniman menggubah menjadi beberapa jenis lagu. Dari lagu jenis Keroncong, Pop, Dangdut bahkan sampai versi Campur Sari. Gubahan tersebut cukup mendapat respon positif dari masyarakat dengan banyaknya like ataupun sunscribe bahkan juga di download. Itu terlihat dari jumlah pengunjung pada setiap judul lagu Kidung Wahyu Kolo Sebo yang di unggah lewat Youtube.

Sedang isi dari Kidung Wahyu Kolosebo sebagai berikut :

Rumekso ingsun laku nisto ngoyo woro. Kelawan mekak howo, howo kang dur angkoro. Senadyan setan gentayangan, tansah gawe rubeda. Hinggo pupusing jaman.

Hameteg ingsun nyirep geni wiso murko. Maper hardening ponco, saben ulesing netro. Linambaran sih kawelasan, ingkang paring kamulyan. Sang Hyang Jati Pengeran.

Jiwanggo kalbu, samudro pepuntoning laku. Tumuju dateng Gusti, Dzat Kang Amurbo Dumadi. Manunggaling kawulo gusti. krenteg ati bakal dumadi. Mukti ingsun, tanpo piranti.

Sumebyar ing sukmo madu sarining perwito. Maneko warno prodo, mbangun projo sampurno. Sengkolo tido mukso, kolobendu nyoto sirno. Tyasing roso mardiko …

Mugiyo den sedyo pusoko Kalimosodo. Yekti dadi mustiko, sajeroning jiwo rogo. Bejo mulyo waskito, digdoyo bowo leksono. Byar manjing sigro-sigro.

Ampuh sepuh wutuh, tan keno iso paneluh. Gagah bungah sumringah, ndadar ing wayah – wayah. Satriyo toto sembodo, Wirotomo katon sewu kartiko. Kataman wahyu … Kolosebo

Memuji ingsun kanthi suwito linuhung. Segoro gando arum, suhrep dupo kumelun.
Tinulah niat ingsun, hangidung sabdo kang luhur. Titahing Sang Hyang Agung.

Rembesing tresno, tondho luhing netro roso. Roso rasaning ati, kadyo tirto kang suci. Kawistoro jopo montro, kondang dadi pepadang. Palilahing Sang Hyang Wenang.

Nowo dewo jawoto, tali santiko bawono. Prasido sidhikoro, ing sasono asmoroloyo. Sri Narendro Kolosebo, winisudo ing gegono. Datan gingsir … sewu warso. ( REPDO )



Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0