Select Page
Edy Ranto

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dalam mempersiapkan program kerja tahun 2019, pengurus Perpusdes Garuda Makmur Desa Grudo bekerja ekstra pasca Bimtek Tanggal 22-26 April di Hotel Crown Prince Surabaya. Hal tersebut bukan tanpa alasan, dari target  tinggi yang diinginkan pengurus Perpusdes tidak begitu banyak mendapatkan  support dari APBDes. Hal itu jelas sangat berpengaruh dalam capaian kerja yang telah ditetapkan untuk tahun 2019.

Bertitik tolak dari hal itu, pengurus Perpusdes sepakat untuk melakukan kegiatan dengan mekanisme efisien anggaran dengan tetap mengedepankan capaian hasil. “ Pada awal April APBDes Grudo sudah di kunci. Selain sudah ditanda tangani Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ), juga sudah di setujui oleh kecamatan. Tentu tidak mungkin akan dirubah lagi. Maka pengurus Perpusdes sepakat untuk melakukan kerja sama dengan kelembagaan dibawah desa maupun lembaga lain.” Terang Edy Ranto Sekretaris Perpusdes Garuda Makmur.

Dari  14 item yang masuk prioritas sasaran Perpusdes Grudo sebagian besar adalah program yang sudah tercover di APBdes. “ Dari sebagian besar kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Perpusdes Garuda Makmur adalah program desa dari 4 bidang. Misal Bidang Pelaksanaan Pemerintahan dengan peningkatan kapasitas aparatur desa. Bidang Pemberdayaan Masyarakat dengan melalui kegiatan sosialisasi kesehatan dan sebagainya.” Lanjutnya

Arys Purwadi

Terkait nominal yang mencapai 70 juta lebih dalam perencanaan anggaran Perpusdes, Arys Purwadi  Kepala Perpustakaan Garuda Makmur Desa Grudo  menjelaskan bahwa bukan uang tunai yang diterima untuk anggaran kegiatan. “ Anggaran sejumlah 70 Juta tersebut tidak bearti harus ada uang tunai. Namun nilai dari kegiatan yang akan kita laksanakan idealnya menyerap sejumlah tersebut. Hitungan itu kalo kita tidak memiliki gedung, tidak memiliki tenaga profesional dari relawan. Namun kita punya gedung, punya tenaga profesional dari relawan.”

“ Di Kabupaten Ngawi banyak komunitas yang masing – masing siap untuk jadi relawan. Di situlah kita akan melobi untuk narasumber maupun sasaran program. Inilah yang saya maksud inovasi efisiensi biaya sebagai solusi minimnya anggaran. Jadi program yang telah di tetapkan Perpusdes dipastikan tetap dijalankan dan sesuai dengan thema  penuntasan masalah sosial berbasis ITE .” Pungkasnya. ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0