Select Page

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Budaya merupakan aset yang tidak ternilai harganya. Dari pengertian budaya sendiri adalah kegiatan yang dilakukan secara kontinu ( Continew ) dengan maksud dan tujuan tertentu untuk hal positif. Sebagai aset yang tidak ternilai, budaya wajib untuk dijaga , dikembangkan dan dilestarikan.

Dalam dunia pertanian misalnya, banyak dikenal dengan istilah atau sebutan lokal yang masuk dalam budaya. Dari hal tersebut Editor GRUDO.NGAWIKAB.ID mencoba mengangkat istilah yang masih terjaga di masyarakat. Sebagai satu contoh adalah istilah yang ada di desa grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi Jawa timur  dalam tahap penanaman Padi sebagai berikut:

LEB. Leb adalah istilah untuk mengairi lahan persawahan atau pertanian. Istilah ini biasa diucapkan dalam mengairi sawah baik sebelum maupuan setelah masa tanam. Dalam prosesnya, Leb bisa digunakan dalam mengairi lahan baik menggunakan irigasi buatan maupun alamiah yang bersumber dari sungai.

NGLUKU. Ngluku merupakan proses pengolahan tanah dengan alat Singkal ( Bajak ) yang bertujuan menggemburkan tanah dengan cara membalik muka tanah dengan tanah dibawahnya. Pada masa lampau sebelum ada Traktor, proses Ngluku masih dilakukan secara trdisional dengan menggunakan Luku yang ditarik Kerbau ataupun Sapi.

TAMPING. Pembersihan rumput pada Galengan ( Jalan kecil sebagai penahan air persawahan ) biasa disebut Tamping. Dalam prosesnya, Tamping menggunakan alat Pacul ( Cangkul ) untuk mengupas muka Galengan. Hal itu juga dimaksudkan agar akar dari rumput ikut terpangkas dan tidak tumbuh lagi.

MOPOK. Tahap berikutnya adalah Mopok. Dalamprosesnya Mopok adalah menutupi Galengan bekas proses Tamping dengan tanah yang diambil dari pinggir sawah agar akar rumput tidak lagi tumbuh. Selain tujuan tersebut, Mopok juga di maksudkan untuk  menutup lobang – lobang Galengan  yang disebabkan oleh Cuyu ( Kepiting Sawah )

NGGARU. Setelah lahan  Ngluku, makan lahan perlu diratakan. Meratakan tanah inilah yang disebut Nggaru. Sama dengan Ngluku, Sebelum adanya Traktor prosesnya menggunakan bantuan Kerbau ataupun Sapi. Selain untuk meratakan tanah, Nggaru juga dimaksudkan untuk menggemburkan tanah.

NYEBAR / NGURIT. Istilah ini dipakai dalam mempersiapkan bibit padi. Nyebar sendiri dalam bahasa indonesia bisa diartikan menebar benih padi. Ini biasa dilakukan sebelum proses penggarapan lahan persawahan.

ANGKLER. Angkler adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan kondisi sawah yang sudah siap untuk di tanami. Dalam istilah umum, Angkler adalah proses finishing pengolahan tanah. Dan proses inilah yang biasanya dijadikan patokan sebelum diputuskan untuk ditanami padi.

NDAUD. Ndaud adalah kegiatan mencabut bibit padi dari persemaian dengan usia antara 17-23 hari. Ndaud ini biasanya dikerjakan setelah lahan yang akan ditanami sudah melalui proses Angkler.

BANJAR. Banjar adalah istilah untuk menyiapkan Winih ( bibit padi ) yang sudah diikat ( Pocong ) dalam proses Ndaud. Dalam proses ini biasanya menggunakan Cocol ( Bambu yang ujungnya runcing ) untuk memikul dari Kedo’an ( Sawah yang dibatasi Galengan ) ke Kedo’an lain.

TEMPAH. Istilah Tempah dalam pengertian umum adalah membagi Pocongan dalam bentuk kecil secara terurai. Tujuan dari tempah adalah untuk mempermudah pekerjaan dalam penanaman padi. Dengan dibaginya Winih secara merata di area Kedo’an akan mempermudah penanam padi untuk mengambilnya.

TANDUR. Tandur dalam bahasa Jawa adalah kependekan dari ditoto mundur. Dalam bahasa Indonesia Tandur dikenal dengan istilah menanam padi.  Tandur biasanya dikerjakan oleh ibu-ibu dengan cara harian ( Dibayar per hari ) atau Basan ( Diborong ).

MATUN. Matun adalah kegiatan menyiangi rumput diselah – selah tanaman padi. Kegiatan ini biasanya dilakukan  beberapa minggu setelah padi di tanam. Untuk Matun biasanya dikerjakan secara manual dengan mencabut langsung dengan tangan walaupun sebagian menggunakan dengan alat. Namun Matun dengan tangan biasanya akan menghasilkan kwalitas yang lebih baik dibanding dengan bantuan alat

NGRABUK. Ngrabuk dalam istilah umum disebut memupuk. Ini dimaksudkan untuk memberi nutrisi yang dibutuhkan tanaman padi agar menghasilkan kwalitas baik. Dalam pelaksanaanya, Ngrabuk biasamenggunakan pupuk kimia. Namun untuk keperluan tertentu, petani juga menggunakan pupuk organik.

MRAPU. Mrapu adalah istilah yang menggambarkan padi sedang berbuah. Biasanya usia padi diatas dua bulan.

BYAH. Istilah yang satu ini bisa diartikan seluruh padi sudah mulai berbuah. Dan kata Byah ini mewakili  keseluruhan dari area pesawahan yang dimiliki seseorang sudah seluruhnya bebuah.

TUNGGU MANUK. Tunggu Manuk adalah istilah yang dipakai  pada saat menjaga tanaman padi dari serangan burung. Dalam prakteknya, petani sering menggunakan sarana bantu. Sarana bantu yang dipakaipun beraneka ragam. Dari membuat orang – orangan sawah, umbul – umbul dari plastik hingga tutup kaleng besar untuk membuan bunyi – bunyian dengan cara ditabuh.

DHEREP. Dherep adalah kegiatan memanen padi. Pada masa lampau,  Dherep menggunakan alat yang bernama ani-ani untuk padi jenis khusus seperti Rojo Lele. Proses Dherep mengalami banyak kemajuan dengan adanya alih tehnologi. Namun sebagian masih menggunakan  Arit ( sabit ) sebagai pemotong padi. ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0