Select Page

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Biawak adalah salah satu reptil endemik yang  ada di hampir seluruh wilayah Indonesia. Perkembangbiakannya cukup pesat karena masuk dalam kategori ketiga dalam rantai makanan . Itu terlihat dari jumlah populasinya yang sangat banyak dan beragam.

Dengan populasi yang cukup tinggi dan tersebar di berbagai wilayah, biawak  tidak jarang menimbulkan masalah. Selain masuk kategori binatang buas, Biawak menjadi pemangsa binatang ternak seperta Ayam, Itik maupun Angsa.   Hal itu membuat keberadaannya diburu masyarakat.

Dari data yang dapat dihimpun, musuh utama Biawak adalah manusia. Selain sering  memangsa hewan ternak, Biawak diburu karena untuk kosumsi dan koleksi. Bahkan beberapa penyedia kuliner  menyediakan menu khusus dari daging Biawak. Untuk koleksi, biawak biasa dipelihara maupun diawetkan dengan air keras untuk pajangan.

Dibalik maraknya perburuaan Biawak, banyak yang tidak mengetahui bahwa hewan yang masuk kategori reptil tersebut dilindungi. Walaupun pada jenis tertentu yang masuk dalam perlindungan, namun bukan tidak mungkin sebagian sudah menjadi korban.

Dasar perlindungan tersebut tertuang dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya. Berikut kutipannya:


(2) Setiap orang dilarang untuk:
a. menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup;
b. menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati;
c. mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;
d. memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;
e. mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan atau sarang satwa yang dillindungi.


Pelanggarnya bisa dijatuhi sanksi berupa penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000 bagi yang dengan sengaja melanggarnya sesuai Pasal 40 UU No 7/1999. Kemudian bagi yang dianggap lalai melanggarnya maka bisa disanksi pidana maksimal 1 tahun dan denda paling banyak Rp 50.000.000.

Sedangkan untuk jenis Biawak yang dilindungi adalah Biawak Kalimantan, Biawak Coklat, Biawak Maluku, Biawak Komodo, Biawak abu-abu, Biawak hijau, Biawak Timor, Biawak Togian. ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0