Select Page

GRUDO,NGAWIKAB.ID – Penilaian lingkungan sehat tingkat desa se Kabupaten Ngawi dimulai. Dinas Lingkungan Hidup sebagai leading sector menetapkan 16 desa yang masuk dalam nominasi.

Dari 16 desa yang masuk dalam nominasi Salah satunya adalah Desa Grudo Kecamatam Ngawi Kabupaten Ngawi. Desa yang pernah menyabet Juara Nasional Pola Hidup Bersih Dan Sehat ( PHBS ) tersebut menunjuk Dusun mojorejo sebagai percontohan.

Tim Penilai

Bertitik tolak dari hal itu, Senin 22 Juli 2019 panitia penilai dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi melakukan cek lapangan. Dari anggota panitia adalah Anik Sumiatun, Nanda Tri Hapsari, Endang Dwi susilowati dan Gunadi.

Penilaian tersebut meprioritaskan 3 kategori yang akan menjadi tolak ukur. Dari ketiganya adalah pengelolaan administrasi, lingkungan hidup dan inovasi. Ketiga kategori akan di adu dengan 16 desa yang masuk dalam nominasi.

Untuk pengelolaan administrasi, Desa Grudo telah meyiapkan Peraturan Desa sejak 2015 terkalit perlindungan ekosistem. Dari perlindungan tersebut diantaranya pelarangan terhadap pencarian ikan menggunakan setrum maupun dengan obat. Dan juga melarang perburuan burung dengan membunuh seperti menggunakan senapan angin.

Mengenai kategori lingkungan hidup, Pengalaman menjadi juara nasional PHBS masih menjadi acuan. Dari menjaga keseimbangan lingkungan dari polusi dengan penghijauan, pemanfaatan lahan tidur maupun non produktif hingga pengelolaan lahan yang baik dengan menjaga sumber air melalui biopori.

Sedangkan untuk kategori inovasi, desa grudo menetapkan sampah sebagai obyek percontohan. Hal itu di implementasikan dalam pengelolaan bank sampah Desa Grudo. Dari sampah yang dipandang remeh oleh masyarakat dipisah untuk kegiatan komersil. Ini juga sebagai contoh pengelolaan limbah yang menetapka tiga R. Dari R yang di maksud meliputi Reduce, Recycle dan Reuse.

Daur Ulang Sampah

 R yang pertama adalah Reduce yang berarti mengurangi sampah. Pada pelaksanaanya msyarakat Desa Grudo dihimbau untuk tidak menggunakan habis pakai dari bahan yang sulit diurai seperti plastic.

R kedua adalah Recycle yang dalam hal ini dimaksudkan sebagai sampah kategori bisa didaur ulang. Dari sampah yang bisa di daur ulang dipilah untuk di olah kembali menjadi produk komersil.

Sedang R yang ketiga adalah Reuse atau penggunaan kembali benda – benda yang masih bisa dipakai. Dari beberapa benda yang dimaksud adalah benda non organic seperti bekas tempat air mineral baik berupa botol maupun gelas.

Dari rangkaian program kebersihan dan pengelolaan lingkungan, Desa Grudo terus berupaya dalam mempertahankan prestasi. Itu sebagai wujud nyata dari sinkronisasi antara Pemerintah Desa, Kabupaten, Propinsi Maupun pusat. ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0