Select Page

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Konsistensi petani Desa Grudo dalam  pengelolaan lahan produktif memberi keseimbangan perekonomian desa. Pasalnya dengan adanya ketersediaan bahan pokok sangat mengurangi ketergantungan dari daerah lain sehingga menciptakan kesetabilan harga pangan.

Bahkan saat musim kemarau seperti saat ini. Tidak ada istilah lahan ‘ bero ‘ atau lahan di non aktifkan. Itu tidak lepas dari ketersediaan air yang sangat melimpah dengan adanya sumur buatan.

“ Sekarang sudah tidak ada kendala dengan air. Jadi sewaktu – waktu bisa menggarap lahan. Dan biasanya tinggal kita yang menentukan untuk tanam padi atau palawija.” Terang Murjani warga Dusun Brangol desa Grudo.

Dari pemantauan di lapangan, areal pertanian Desa Grudo memproduksi beberapa jenis tanaman. Dari tanaman sayuran, padi hingga buah – buahan. Dilihat dari beberapa titik lahan saat ini ditanami buah seperti Melon Dan Semangka maupun Jagung.

Namun sebagian besar petani lebih memilih Padi sebagai tanaman utama. Itu didasarkan pada ketahanannya terhadap musim maupun prosesnya yang tidak begitu sulit. Bahkan dalam proses pengelolaannya jarang sekali terjadi kerugian.

Sebagian kecil dari lahan pertanian di Desa Grudo mulai mendekati panen. Seperti di Dusun Grudo Maupun Brangol. Padi terlihat sebagian sudah menguning. Dan dari perhitungan kurang lebih tinggal 2 minggu lagi panen. ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0