Select Page

Liputan Khusus ( I )

Drs. Moch Sodiq triwidiyanto

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dalam edisi  berita ke 200, pengelola web Desa Grudo mengadakan liputan khusus. Hal tesebut sebagai bentuk eksistensi media desa yang dalam perkembangannya sudah menjadi kebutuhan untuk Pemerintah  Desa ( Pemdes ) maupun masyarakat.  

Untuk liputan kali ini, pengelola GRUDO.NGAWIKAB.ID menghadirkan pandangan terkait perkembengan desa dalam berinovasi. Dari pengelolaan administrasi, potensi Sumber Daya Manusia Hingga Sumber Daya Alam.

Liputan khusus kali ini mengambil  narasumber dari pemangku kebijakan Pemeintah Kabupaten Ngawi. Dari nara sumber sebagai berikut :

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN NGAWI Drs. MOCH SODIQ TRIWIDIYANTO

GRUDO.NGAWIKAB.ID :  Sebagai sekretaris  Daerah ( Sekda ) dan pejabat yang pernah terlibat langsung menangani Pemerintahan Desa, apa yang menjadi pokok persoalan di 213 desa yang ada di Kabupaten ngawi ?

Drs. Moch sodiq triwidiyanto : Waktu itu Sumber Daya Manusia ( SDM ) di Pemerintahan Desa. Sebelum adanya Perbup Tentang Perangkat Desa, pemahaman Perangkat Desa tentang ITE masih jauh dari kurang. Itu yang menjadi kendala. Namun saat ini sudah teratasi dengan adanya pengisian kekosongan perangkat.

GRUDO.NGAWIKAB.ID : Pemkab Ngawi sudah menunjukka kinerja dengan meraih  Sisem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( SAKIP ) Predikat A, Apakah ada wacana untuk menerapkan hal yang sama terhadap kinerja pemerintahan desa sebatas kategori cc misalnya?

Drs. Moch sodiq triwidiyanto : Peningkatan kinerja Aparatur Sipil Negara ( ASN ) memang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Ngawi. Dan dengan kerja keras bersama, Pemerintak Kanbupaten Ngawi berhasi menyabet SAKIP Predikat A. Tentu prestasi ini akan kita bawa ke desa agar masyarakat juga bisa menikmati pelayanan melalui kinerja Pemerintah Desa.

GRUDO.NGAWIKAB.ID : Dari luas area secara geografis, pemerintahan desa menempati posisi tertinggi. Dari pandangan Pak Sekda berapa besar fokus pemerintah kabupaten dalam skema peningkatan pemerintahan desa ?

Drs. Moch sodiq triwidiyanto : Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa selalu allout dalam melaksanakan agenda tiap tahunnya. Kalau ditanya soal fokus, jelas selalu fokus. Terlebih lagi ada 213 desa dengan ratusan ribu penduduk yang terlibat langsung dengan pemerintahan desa.

GRUDO.NGAWIKAB.ID : Dari sudut pandang Pak Sekda, seberapa jauh desa memberi kontribusi untuk Kabupaten Ngawi ?

Drs. Moch sodiq triwidiyanto : Kontribusi desa sangat tinggi sekali. Terutama dengan adanya Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa. Infrastruktur  sudah mulai merata disetiap desa. Dan itu memberi kontribusi pasitif pada perekonomian masyarakat.

GRUDO.NGAWIKAB.ID : Harapan paska terbitnya UU Desa ?

Drs. Moch sodiq triwidiyanto : Secara keseluruhan harapan sudah mulai terlihat. Dari peningkatan Pelayanan Dasar, ekonomi, sosial. Tinggal bagaiman desa berinovasi. Itu sangat penting mengingat besarnya anggaran yang dikelola desa. Jadi pemerintah pusat maupun daerah berharap banyak pada inovasi Pemerintah Desa dalam peningkatan segala bidang melalui terbitnya UU Desa.

KEPALA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUL TUNGGUL WINARNO

Kadin DPMD Bersama Pengelola GRUDO.NGAWIKAB.ID

GRUDO.NGAWIKAB.ID : Beberapa tahun terakhir desa Menjadi isu yang krusial dengan anggararan yang besar setiap tahunnya. Seperti apa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebagai leading sektor pemerintah untuk turut hadir dalam pengelolaanya ?

Kabul Tunggul Winarno  : Sosialisasi produk hukum terkait pemerintahan desa selalu kita lakukan. Apalagi terkait regulasi baru. Dan tentu Peraturan Bupati tentang APBDes salah satu yang akan mengontrol dan mengarahkan desa ke jalur perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggaran.

GRUDO.NGAWIKAB.ID : Dari persoalan yang ada di desa, apa yang menjadi prioritas untuk segera di benahi ?

Kabul Tunggul Winarno  : Sumber daya manusia harus ditingkatkan dengan pengisian kekosongan Perangkat Desa yang memahami sistem pemerintahan berikut kredibilitasnya. Perencanaan pembangunan desa harus terfokus pada solusi dari persoalan yang ada di masyarakat. Pengembangan potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa . Dan Mindset masyarakat harus dirubah agar tidak selalu berfikir top down namun juga buttom up.

GRUDO.NGAWIKAB.ID : Pengisiaan kekosongan  perangkat desa menjadi kunci dalam pengelolaan administrasi berbasis ITE dua tahun terakhir, bagaimana sikap DPMD menanggapi  SDM perangkat desa ?

Kabul Tunggul Winarno  : Peaturan Bupati tentang Perangkat Desa sudah jelas untuk menjaring personil yang  mumpuni dengan persyarata wajib bisa ITE. Untuk Perangkat Desa non produktif, desa punya kewenangan menata ulang struktur Organisasi Tata kelola dengan menggeser posisi sesuai kebutuhan. Jadi silakan posisikan perangkat sesuai dengan keahlian masing – masing.

GRUDO.NGAWIKAB.ID : Dari sekian banyak program yang direncanakan oleh DPMD, seperti apa harapan  atau gambaran desa untuk kedepan ?

Kabul Tunggul Winarno : Perencanaan DPMD hanya menjadi sarana tindak lanjut dari perintah Undang – Undang saja. Dengan UU Nomor 6 tahun 2014, desa memiliki kewenangan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pertanggung jawaban. Sebagai leading sektor, DPMD berharap muncul desa inovasi dengan berbasis kemandirian dari Sumber Daya Manusia maupun Sumber Daya Alam Lokal. ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0