Select Page

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Tikus merupakan salah satu hama dalam pertanian. Pasalnya hewan satu ini selalu melakukan perusakan tanaman petani dengan memakan buah maupun merusak batang. Tidak hanya padi, hampir seluruh tanaman menjadi sasaran dalam setiap musim tanam. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani.

Dengan berbagai upaya, petani berusaha untuk menanggulangi hama yang masuk dalam kategori binatang pengerat itu. Dari memberi umpan makanan yang telah di bubuhi racun, peracunan dengan obat khusus, berburu tikus hingga memasang setrum tikus. Namun untuk pemasangan setrum tikus sudah dilarang keras karena sudah banyak  menimbulkan korban jiwa.

Sekdes Grudo Bersama Babinkamtibmas

Menindak lanjuti hal itu, Pemerintah Desa Grudo kecamatan Ngawi Kabupaten ngawi bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi mengadakan perburuan tikus pada selasa 3/9/2019. Kegiatan yang biasa disebut “ gropyokan tikus” dilakukan di persawahan yang masuk lingkungan Dusun Brangol. “ Gropyokan tikus ini dilakukan untuk mengurangi hama tikus.” Terang Tukiman Kaur Umum yang turut hadir di lokasi.

Tikus dalam dunia pertanian menjadi hama yang paling sulit di berantas. Selain mampu beradaptasi dengan baik pada segala kondisi lingkungan, hewan satu ini juga berkembang biak secara cepat. Dalam sekali perkawinan mampu menghasilkan 7 anak. Proses selang masa perkawinan juga terhitung singkat. Dalam satu tahun mampu beranak 7 kali.

Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi melalui Badan Penyuluh Pertanian ( BPP ) Kecamatan Ngawi menyoroti pentingnya pengendalian hama tikus secara alami. “ Musuh utama tikus adalah Burung Hantu dan Ular. Kalo kedua hewan tersebut masih ada dengan jumlah yang berimbang akan sangat efektif dalam pengendalian hama tikus.” Terang Kateni.

Hal senada juga di paparkan Babinkamtibmas Desa Grudo. Gropyokan tikus bagian dari solusi mengurangi hama tikus. Namun ia melarang menggunakan setrum karena sangat membahayakan jiwa. Tidak hanya membahayakan pemasang saja, namun juga membahayakan jiwa orang lain. “ Jebakan tikus dengan setrum sangat berbahaya bagi manusia. Jadi jangan sampai ada korban jiwa lagi karena jebakan setrum.” Terang Bambang Widodo.

Sementara koramil ngawi melalui Paniman menosialisasikan kebutuhan pupuk. Dalam pemenuhan permasalahan pupuk petani diharapkan berkomunikasi dengan Babinsa. “ Misal ada kendala dengan pupuk silakan berkoordinasi dengan Babinsa setempat. Sehingga antara petani dan Babinsa bisa  bersinergi dalam menyelesaikan masalah.”

“ Kegiatan gropyokan kali ini lebih memberikan pemahaman penangana masah hama tikus pada petani. Jadi terlepas dari berapa hasil yang didapat tentu tidak bias di jadikan acuan. Dengan kegiatan kali ini Pemerintah Desa Grudo tentu akan menindak lanjuti dengan Perdes dan agenda gropyokan pada saat paska panen.” Terang sekdes Grudo Edy Ranto S.Sos.

Kegiatan gropyokan kali ini tidak banyak mendapatkan hasil. Hal itu disebabkan kondisi lahan dengan tanaman padi yang mendekati panen. Banyak tikus yang masuk ke area lebatnya tanaman padi. Dan perburuan diakhiri dengan pemberian bantuan racun tikus dari Badan Penyuluh Pertanian ( BPP ) Kecamatan Ngawi.  ( RYS )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0