Select Page

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Peer learning  Meeting digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Jawa Timur di Jw Marriot Jalan Embong Malang 85-89 Surabaya( 6-8 /10 ). Acara di hadiri puluhan desa  dari 7 Kabupaten / Kota yang ada di Jawa timur. Seperti kegiatan sebelumnya, acara kali ini masih mengulas tentang Program Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial.

Kepala Perpustakaan Nasional melalui Unit Pelaksana Teknis perpustakaan Bung Karno Blitar mengatakan bahwa wajah perpustakaan kali ini sudah berbeda. Perpustakaan  bukan hanya tempat menyimpan koleksi buku, namun menjadi sebuah sarana mencari solusi dan pusat kegiatan.

“Keberadaan perpustakaan sudah berbeda fungsi. Sekarang menjangkau lebih luas dengan berbagai sarana yang ada. Mindset masyarakat harus segera  dirubah. Jangan ada lagi yang menganggap. bila perpustakaan hanya penyedia koleksi bacaan.” Terang Yanti Sukmawati Kepala UPT Perpustakaan Bung Karno Blitar.

Sedang Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Propinsi Jawa Timur melalui sekretaris dinasnya menyampaikan bila tugas perpustakaan cukup berat. Itu didasarkan pada  perubahan yang dilakukan perpustakaan dengan mengubah fungsi secara total. “Tugas kita luar biasa berat untuk masa yang akan datang. Perpustakaan harus mampu mengungkit pendapatan masyarakat.” Terang Hasto Handoko.

Lebih lanjut Hasto mengatakan bila ada banyak persoalan yang saat ini wajib di bawa ke perpustakaan terkait persoalan inklusi sosial. Persoalan tersebut meliputi pelayanan dasar dan kesejahteraan ekonomi. “Perpustakaan harus mampu memberikan kontribusi pada pelayanan dasar dan peningkatan pendapatan masyarakat.”

Seperti pada pertemuan sebelumnya, acara kali ini membahas arah perpustakaan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial. “Desa sudah melakukan kegiatan untuk penuntasan masalah sosial. Dengan tujuan Perpusdes yang mengarah ke masalah yang sama, tentu persoalan akan lebih cepat terselesaikan.” Terang Edy Ranto Sekdes Grudo.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0