Select Page
REST FRESHING AKHIR TAHUN KADER JELITA “MURAH DAN SEHAT”

REST FRESHING AKHIR TAHUN KADER JELITA “MURAH DAN SEHAT”

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Kegiatan satu tahun Kader Jelita Desa Grudo yang padat membuat anggotanya perlu istirahat. Kelelahan tidak hanya dirasakan secara fisik, namun juga di pikiran.

Mendasar hal itu, muncul ide untuk menginstal fisik dan jiwa dengan mengadakan gathering di lokasi Komunitas Hijau Dusun Mojorejo, Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.

Setelah melalui beberapa pertemuan akhirnya diputuskan bila gathering dilaksanakan pada Minggu (29/12) dengan agenda senam bareng dan lanjut dengan organ tunggal.

Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut memang terlihat beda. Anggota Kader yang selalu serius dalam melaksanakan program desa terlihat’ lebih rileks dan ceria. Bahkan mereka bergantian menyumbang lagu dengan iringan musik organ tunggal.

Bila menilik peran Kader Jelita selam tahun 2019 memang wajar bila butuh refreshing . Hal itu dikarenakan jadwal yang telah dilaksanakan begitu padat dengan beberapa agenda yang diantaranya merupakan kompetisi.

Rest freshing kali ini dimaksudkan istirahat dari aktifitas jeda program akhir tahun. Dan harapannya pada program tahun depan dapat memberikan kontribusi pada pelaksanaan program dengan kondisi prima.

Dan yang patut dibanggakan adalah sumbangsih mereka dalam menghadirkan beberapa piala tingkat kecamatan maupun kabupaten baik untuk lomba Desa Sehat, Desa Siaga maupun Desa Asri.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
HIDUP DENGAN USAHA KULINER 02

HIDUP DENGAN USAHA KULINER 02

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Keuletan pria yang satu ini patut di acungi jempol. Entah siapa nama dan dimana alamatnya. Namun ia dikenal masyarakat sebagai penjual kuliner yang berbahan dasar dari 02 (Bekicot).

Dengan sepeda jengki, ia berkeliling keluar masuk desa menjajakan dagangannya. Entah sudah berapa lama menekuni usaha jualan tersebut. Namun Masyarakat mengenalnya sudah puluhan tahun sebagai penjaja kuliner 02.

Seperti terlihat pada Rabu (25/12) di Dusun Cupo Desa Grudo Kecamatan Ngawi. Ia terlihat ramah melayani pembeli. Tidak ada keluhan sama sekali sekalipun pembelinya kalangan anak – anak yang kadang sedikit rewel.

Profesi penjual kuliner berbahan 02 memang tidak banyak mendapat saingan. Hal itu dikarenakan masyarakat umum masih menganggap hal tersebut sebuah profesi yang kurang menjanjikan. Pada umumnya masyarakat lebih memilih menjajakan sebagai pelengkap dagangan pada angkringan.

Dalam menggeluti usaha tersebut memang perlu kesabaran ekstra. Hal itu terlihat dari banyaknya dagangan yang harus dijalankan dengan nilai Rp. 2.000,00 / bungkus untuk Rica – Rica dan Rp. 1.000,00 / plastik kecil untuk 02 goreng.

Bila melihat usia yang berkisar di 60 tahun, bisa jadi pekerjaan berjualan 02 keliling menjadi pilihan tepat. Hal itu dapat di bandingkan bila harus bersaing dengan usaha serupa yang sudah banyak mengandalkan sarana modern dalam mendukung kelancaran usaha.

Dan juga sangat dimungkinkan bila menekuni usaha kuliner modern ia tidak akan mampu bersaing dengan kalangan milenial. Bisa jadi hal itu yang menjadi kajian untuk tetap setia menjajakan kuliner 02 dengan cara berkeliling mengayuh sepeda tuanya.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
DPMD DAN DISKOMIFO NGAWI PERKENALKAN SISKEUDES ONLINE

DPMD DAN DISKOMIFO NGAWI PERKENALKAN SISKEUDES ONLINE

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi mengadakan kegiatan pengenalan aplikasi Siskeudes Online. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Command Center Gedung Kesekretariatan Pemerintah Kabupaten Ngawi Senin (23/12).

Hadir dalam kegiatan Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Kepala Diskominfo Kabupaten Ngawi, perwakilan kecamatan dari Kabupaten Ngawi dan 30 peserta dari operator Siskeudes.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam sambutannya mengatakan bila operator Siskeudes harus mampu beradaptasi dengan sistem yang baru. Hal itu sudah menjadi keharusan bagi mereka agar tidak ketinggalan dengan perkembangan ITE yang semakin cepat.

“Operator Siskeudes harus mampu mengejar aplikasi yang terus dikembangkan. Dan pemahaman tidak hanya untuk aplikasi Siskeudes saja, namun juga untuk aplikasi yang lain.” Terang Kabul Tunggul Winarno.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika menghimbau untuk memenuhi regulasi yang telah ditentukan. Hal tersebut terkait dengan keterbukaan informasi publik untuk pengelolaan anggaran.

“Saat ini sudah masuk era digital. Semua informasi harus tersedia sesuai dengan aturan. Desa juga harus ada PPID agar masyarakat yang membutuhkan informasi dapat terlayani.” Terang Prasetyo Harri Adi

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PASAR JADUL, MAGNET REKREASI BARU WARGA NGAWI

PASAR JADUL, MAGNET REKREASI BARU WARGA NGAWI

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Pasar Jadul Tawun menjadi destinasi baru dalam mengisi hari libur warga Kabupaten Ngawi. Kegiatan bulanan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga ( Disparpora ) Kabupaten Ngawi menjadi itu merupakan magnet baru ditengah menjamurnya tempat hiburan modern.

Identik dengan nama yang disematkan, pada pelaksanaannya Pasar Jadul dikemas dengan konsep tempo dulu yang serba sederhana. Produk yang ditawarkan juga khas tempo dulu seperti kuliner, mainan dan sebagainya. Demikian juga dengan penjual, mereka berpakaian adat Jawa.

Dalam pelaksanaan transaksi, pengunjung akan diarahkan terlebih dahulu untuk menukarkan mata uang Rupiah dengan mata uang yang disediakan panitia. Dengann mata uang khusus inilah pengunjung akan melakukan transaksi pembelian.

Sedang Pasar Jadul hanya dilakukan sebulan sekali pada Ahad Legi. Pemilihan Ahad Legi sebagai hari pelaksanaan Pasar Jadul bukan tanpa alasan. Ahad Legi sendiri merupakan perpaduan hari libur dan hari keramaian pasar bagi masyarakat Jawa. Dipilihnya Ahad sebagai hari libur agar masyarakat memiliki waktu luang, sedang Legi sebagai pengingat untuk hari pasar di budaya jawa umumnya.

Kepala Taman Rekreasi Tawun Bodo Suseno mengatakan bila kegiatan Pasar Jadul dalam perjalanannya terus mengalami peningkatan. “dari awal dilaksanakannya Pasar Jadul hingga sekarang mengalami peningkatan pengunjung. Kita harapkan kedepan akan terus mengalami peningkatan.”

“Sebagai bentuk pelayanan pada masyarakat kita juga akan upayakan peningkatan layanan baik dari segi kebersihan estetika maupun fasilitas yang tersedia.” Lanjut pria yang akarab disapa Seno itu

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
KEGIATAN POS GIZI DESA GRUDO CAPAI TARGET

KEGIATAN POS GIZI DESA GRUDO CAPAI TARGET

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Program Pos Gizi Tahun 2019 Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi Jawa Timur telah usai pada Kamis (12/12). Dari keseluruhan agenda yang telah disusun berjalan dengan baik. Target prioritas untuk penambahan berat badan menjadi hal yang patut diapresiasi.  

Kegiatan Pos Gisi  masuk agenda tahunan untuk Pemerintah Desa Grudo. Itu ditetapkan mendasar dari pertimbangan pentingnya pertumbuhan fisik maupun mental untuk balita. “Generasi Desa grudo harus di tumbuhkan sejak usia dini. Bahkan tim kesehatan di bawah bidan desa selalu melakukan pemantauan sejak dalam kandungan.” Terang Kepala Desa Grudo Triono ST.

Hadir pada hari kesepuluh sekaligus penutupan kegiatan Kepala Unit Pelayanan Teknik (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Ngawi, Kader Gizi desa Grudo, Tim Medis UPT Puskesmas Kecamatan Ngawi Balita sasaran beserta orang tua Balita.

Dalam proses sepuluh hari kegiatan, Balita sasaran mendapat pemeriksaan secara intensif. Dari pemeriksaan tinggi badan, kesehatan gigi hingga kesehatan lainnyan yang berkaitan dengan stunting. Hal itu dilakukan tim medis dari UPT Puskesmas  Kecamatan Ngawi guna mendapat data akurat.

Ketua Penggerak PKK Desa Grudo sebagai  koordinator Pos Gizi memberikan apresiasi pada seluruh yang terlibat pada kegiatan kali ini. Dia menilai bila kelancaran pelaksanaan kegiatan kali ini dikarenakan wujud tanggung jawab  setiap personil di lini masing – masing.

“Sebagai Ketua TIM Penggerak PKK Desa Grudo saya mengucapkan terima kasih pada seluruh yang terlibat dalam pelaksanaan program Pos Gizi. Dan kita  sadari sepenuhnya bila masih bayak tugas yang harus diselesaikan. Namun dengan kekompakan, kita pasti mampu menghadapi seberat apapun persoalannya.” Trang Kushartini Triono.  

Share and Enjoy !

0Shares
0 0