Select Page
PASAR JADUL MAKIN MEMIKAT DAN INOVATIF

PASAR JADUL MAKIN MEMIKAT DAN INOVATIF

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Kehadiran Pasar Jadul terus menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat Kabupaten Ngawi. Pasalnya, kegiatan pasar dengan konsep dagangan tempo dulu itu selalu ramai pengunjung.

Dengan terus meningkatnya antusias pengunjung, Dimas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi sebagai penyelenggara juga merespon dengan meningkatkan kwalitas.

Peningkatan kwalitas terlihat dari berbagai kreasi yang dihadirkan dalam setiap event dengan nuansa kuno sehingga menambah kesan Jadul.

Selain untuk menjaga budaya, Pasar Jadul menjadi pengungkit baru tumbuhnya ekonomi di masyarakat Desa Tawun dan sekitarnya.

Dengan berbagai kreasi yang kesemuanya bersumber dari budaya Jawa, diharapkan semakin tumbuh kecintaan terhadap budaya sendiri sehingga mampu mengurangi gerusan budaya asing.

Untuk pelaksanaan Pasar Jadul ke 2 tahun 2020, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi mengagendakan pada Minggu Legi 1 Maret 2020 di Taman Pemandian Tawun.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
TAMU TIDAK PENTING TAPI ISTIMEWA

TAMU TIDAK PENTING TAPI ISTIMEWA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Pelayanan Pemerintah Desa Grudo ke masyarakat menjadi bagian dari program prioritas. Hak yang melekat pada masyarakat terkait untuk mendapatkan pelayanan tanpa ada pengecualian sudah menjadi bagian rutinitas Pemerintah Desa.

Jauh dari pantauan umum, ada rutinitas unik dilakukan Kepala Desa disela – sela jam kerja. Rutinitas dimaksudkan adalah pelayanan pada tamu tidak penting tapi istimewa. Mereka ada sekelompok anak – anak Taman Kanak Kanak Garuda Sakti.

Baca Juga : RAPAT TIDAK HARUS DI KANTOR, DI PINGGIR JALANPUN OKE

“mereka bagian dari warga yang punya hak untuk dilayani. Telepas kedatangan mereka hanya sebatas pingin ketemu, namun itu juga bagian dari hak mereka.” Terang Triono ST.

Karena seringnya mereka datang ke kantor desa, perangkat desa sering menyebutnya Geng Agus. Sebutan itu didasarkan atas nama dari salah seorang diantaranya bernama Agus. “Geng Agus datang ke kantor biasanya hanya sebatas pengin ketemu atau masuk ke perpustakaan.” Lanjut Triono ST.

Baca juga : UPT PUSKESMAS NGAWI SOSIALISASIKAN BAHAYA TBC

“Namun mereka bagian dari masyarakat yang harus dilayani. Dan itu berlaku bagi seluruh perangkat tanpa terkecuali. Tidak adal hal penting dalam proses pelayanan Geng Agus, tapi penting untuk membiasakan melayani hak masyarakat.” Pungkasnya.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
RAPAT TIDAK HARUS DI KANTOR, DI PINGGIR JALANPUN OKE

RAPAT TIDAK HARUS DI KANTOR, DI PINGGIR JALANPUN OKE

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Gaya kepemimpinan Kepala Desa Grudo memang beda, utamanya dalam melakukan pelayanan publik. Hal itu salah satu yang menjadikan Triono ST mampu bertahan hingga 3 periode.

Sebagai seorang Kades, ia dituntut dengan jadwal padat dan tanggung jawab terhadap jalannya pemerintahan Desa Grudo. Kompleknya persoalan desa membuatnya harus berfikir cepat dalam menyelesaikan masalah.

Namun siapa sangka bila persoalan yang penting banyak selesai di pinggir jalan atau di warung. “Persoalan tidak harus di bawa ke kantor. Ada kalanya persoalan cukup di obrolkan di pinggir jalan atau warung.” Terang Triono ST.

Seperti Rabu (26/2) misalnya, pembahasan persoalan dilakukan di pinggir jalan. “Kita lihat persoalannya. Bila kaitannya dengan umum tidak perlu tertutup di kantor misalnya. Seperti hari ini, cukup di pinggir jalan. Yang terpenting persoalan selesai.” Lanjutnya.

Dalam pengelolaan pemerintahan Desa Grudo, Kades yang akrab disapa Hercules itu juga memberikan kebebasan perangkat desa untuk menjalankan tugas sesuai karakter masing-masing. Namun ia menekankan pada tanggung jawab sesuai tupoksi masing-masing.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
UPT PUSKESMAS NGAWI SOSIALISASIKAN  BAHAYA TBC

UPT PUSKESMAS NGAWI SOSIALISASIKAN BAHAYA TBC

GRUDO.NGAWIKAB.ID – UPT Puskesmas Ngawi mengadakan Sosialisasi bahaya TBC ( Tuberkulosis ) Selasa (20/2). Bertempat di Aula Kantor UPT Puskesmas Ngawi Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, dengan dihadiri puluhan undangan.

Seperti kita ketahui bahwa TBC adalah penyakit menular yang menimbulkan kematian cukup tinggi di Indonesia. Selain menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama, penderita TBC juga akan merasakan beberapa gejala lain, seperti demam, lemas, berat badan turun, tidak nafsu makan, Nyeri dada, berkeringat di malam hari tanpa melakukan aktifitas.

Sementara nara sumberdari UPT Puskesmas Ngawi menekankan pemahaman mengenai TBC. “ TBC merupakan penyakit berbahaya. Angka kematian yang ditimbulkan cukup tinggi. Jadi kita harus paham penyebab, pencegahan dan cara mengatasinya.”

Penyebab TBC (Tuberkulosis) yang juga dikenal dengan TB adalah kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang tulang, usus, atau kelenjar. Penyakit ini ditularkan dari percikan ludah yang keluar penderita TBC, ketika berbicara, batuk, atau bersin.

Untuk kepastian apakah seseorang masuk sebagai penderita TBC dapat dideteksi melalui pemeriksaan dahak. Beberapa tes lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit menular ini adalah foto Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit (Mantoux).

Secara medis, pencegahan untuk penderita TBC  dapat di lakukan dengan pemberian  Vaksin sebelum bayi berusia 2 bulan. Selain itu TBC dapat di cegah dengan cara mengenakan masker saat berada di tempat ramai, menutup mulut saat bersin, batuk, dan tertawa dan tidak membuang dahak atau meludah sembarangan.

Untuk pencegahan TBC, Desa Grudo terus melakukan sosialisasi pada masyarakat melalui kader. Diharapkan dengan adanya informasi ke masyarakat dapat mencegah maupun memberi pemahaman terkait penyembuhan bagi penderita TBC.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
MENJAGA MAKANAN SEHAT DENGAN PROGRAM BERBAGI

MENJAGA MAKANAN SEHAT DENGAN PROGRAM BERBAGI

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Ngawi memprogramkan makanan sehat untuk siswa-siswinya. Hal itu di wujudkan dengan program berbagi yang dilakukan dari murid untuk murid.

Hal itu bukan tanpa alasan, sekolah yang biasa disebut MIN Ngronggi tersebut juga merupakan lembaga pendidikan peraih Adi Wiyata. Sehingga dengan predikat yang telah disandang itu juga harus menjaga komitmen untuk keseimbangan kesehatan dengan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, sistem berbagi di lakukan murid secara bergilir. Masing – masing murid mendapatkan giliran membawa makanan sehat sesuai nomor urut absen. Dalam hal murid sudah mendapat giliran, maka giliran untuk selanjutnya dilaksanakan setelah sumua murid sudah berbagi.

Selain menjaga makanan sehat, Program Berbagi juga memberikan wawasan pada murid pentingnya bersedekah. Diharapkan dengan program ini juga akan tumbuh jiwa dengan karakter peduli sesama.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0