Select Page

GRUDO.NGAWIKAB.ID – UPT Puskesmas Ngawi mengadakan Sosialisasi bahaya TBC ( Tuberkulosis ) Selasa (20/2). Bertempat di Aula Kantor UPT Puskesmas Ngawi Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, dengan dihadiri puluhan undangan.

Seperti kita ketahui bahwa TBC adalah penyakit menular yang menimbulkan kematian cukup tinggi di Indonesia. Selain menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama, penderita TBC juga akan merasakan beberapa gejala lain, seperti demam, lemas, berat badan turun, tidak nafsu makan, Nyeri dada, berkeringat di malam hari tanpa melakukan aktifitas.

Sementara nara sumberdari UPT Puskesmas Ngawi menekankan pemahaman mengenai TBC. “ TBC merupakan penyakit berbahaya. Angka kematian yang ditimbulkan cukup tinggi. Jadi kita harus paham penyebab, pencegahan dan cara mengatasinya.”

Penyebab TBC (Tuberkulosis) yang juga dikenal dengan TB adalah kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang tulang, usus, atau kelenjar. Penyakit ini ditularkan dari percikan ludah yang keluar penderita TBC, ketika berbicara, batuk, atau bersin.

Untuk kepastian apakah seseorang masuk sebagai penderita TBC dapat dideteksi melalui pemeriksaan dahak. Beberapa tes lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit menular ini adalah foto Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit (Mantoux).

Secara medis, pencegahan untuk penderita TBC  dapat di lakukan dengan pemberian  Vaksin sebelum bayi berusia 2 bulan. Selain itu TBC dapat di cegah dengan cara mengenakan masker saat berada di tempat ramai, menutup mulut saat bersin, batuk, dan tertawa dan tidak membuang dahak atau meludah sembarangan.

Untuk pencegahan TBC, Desa Grudo terus melakukan sosialisasi pada masyarakat melalui kader. Diharapkan dengan adanya informasi ke masyarakat dapat mencegah maupun memberi pemahaman terkait penyembuhan bagi penderita TBC.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0