Select Page
MUSIM TANAM BERPACU DENGAN COVID-19

MUSIM TANAM BERPACU DENGAN COVID-19

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Musim penghujan sejak akhir tahun lalu membuat ketersediaan air di kabupaten Ngawi cukup melimpah. Tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi warga yang memiliki pekerjaan di pertanian. Selain mendapat kepastian tersedianya air, petani juga diuntungkan dengan turunnya biaya dalam proses pengerjaan. Hal itu dikarenakan biaya untuk operasional pengadaan air bisa terpangkas.

Memang dalam kondisi saat ini tidak semua petani bisa merasakan berkah musim hujan secara keseluruhan. Utamanya para penggarap lahan di dataran rendah yang jauh dari irigasi, namun setidaknya mereka cukup dimudahkan dengan stok kandungan air dalam tanah.

Dalam musim tanam saat ini, mereka cukup terganggu dengan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Namun mereka tetap melaksanakan aktivitas sekalipun harus merubah mekanisme yang biasa dilakukan dalam musim panen.

“Biasanya kalo berangkat tanam padi secara bergerombol. Karena adanya Virus Corona, sekarang berangkat sendiri- sendiri.” Terang Yatmi buruh tanam padi.

Ditanya tentang Covid-19, mereka sebenarnya juga merasa was – was. Terlebih bila membaca berita korban jiwa yang terus bertambah. “Saya juga kepikiran anak di Jakarta. Walaupun sering telepon dan dalam kondisi sehat, tetap saja was – was.” Lanjut Yatmi.

Bila melihat kondisi saat ini, peran mereka cukup besar dalam kontribusi ketahanan pangan. Apalagi bila diberlakukan Lock down, maka sumber makanan menjadi vital dalam bertahan hidup.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
BABINKAMTIBMAS GRUDO TERUS KAWAL PERBURUAN COVID-19

BABINKAMTIBMAS GRUDO TERUS KAWAL PERBURUAN COVID-19

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Perburuan mahkluk tak kasat mata Corona Virus Disease (Covid-19) terus dilakukan di Desa Grudo kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Meskipun Perburuan dengan penyemprotan desinfektan sudah beberapa kali dilakukan, namun untuk memutus mata rantai Virus Corona ( Covid-19 ) perlu dilakukan berulang – ulang.

Seperti dilakukan beberapa kelompok warga Grudo hari Minggu (29/3) kali ini.
Mereka menyemprotkan cairan desinfektan ke titik – titik yang berpotensi menjadi sarana penularan Covid-19. Titik – titik yang diduga menjadi sarana penyebaran kali ini masih seputar Fasilitas Umum (Fasum) dan rumah warga.

Bambang Widodo Babinkamtibmas Desa Grudo

­

Dari pantauan di lapangan terdapat dua kelompok besar yang terdiri belasan anggota dalam penyemprotan. Kelompok tersebut melakukan penyemprotan di Dusun Cupo dan Duaun Pojok. Sedang untuk penyemprotan skala kecil merata di setiap dusun dengan sistem mandiri.

Untuk penyemprotan desinfektan di Dusun Pojok, pelaksanaannya didampingi Babinkamtibmas Desa Grudo Bambang Widodo. “Kita patut mengapresiasi kesadaran warga dalam bahu – membahu mencegah penyebaran Covid-19.” Terangnya.

Dalam penanganan wabah Covid-19, Pemerintah Desa Grudo juga sudah mengeluarkan himbauan pada Rabu (25/3) sesuai himbauan Bupati Ngawi.

Dalam himbauan tersebut bahwa masyarakat diharapkan menghindari keramaian, menjaga jarak dalam interaksi sosial ( sosial distance ), menjaga kesehatan melalui asupan makanan bergizi dan lainnya.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
“DEDE” CARA SEHAT WARISAN NENEK MOYANG

“DEDE” CARA SEHAT WARISAN NENEK MOYANG

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Berjemur di pagi hari atau masyarakat jawa biasa menyebut “DEDE” banyak memberi manfaat bagi kesehatan manusia.  Entah kapan  Dede di kenal memberikan kontribusi positif bagi kesehatan. Namun Dede  sudah biasa dilakukan sejak nenek moyang ketika kesehatan mengalami gangguan..

Selain baik untuk kesehatan dan imunitas tubuh, berjemur di pagi hari juga bermanfaat untuk kulit wajah dan wajah berjerawat. Seperti dikutip dari Detik.com berikut ini 10 manfaat berjemur di pagi hari:

  1. Berjemur di Pagi Hari Menurunkan Tekanan Darah

Manfaat berjemur di pagi hari yang pertama adalah untuk menurunkan tekanan darah. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang berasal dari University of Edinburgh, senyawa yang disebut nitric oxide akan dilepaskan ke dalam pembuluh darah segera setelah sinar matahari menyentuh kulit. Senyawa tersebut dapat berfungsi untuk membantu menurunkan tekanan darah. Temuan ini sangat penting karena sebelumnya orang-orang menganggap bahwa satu-satunya manfaat berjemur di pagi hari bagi manusia adalah untuk merangsang produksi vitamin D.

Selain itu, Richard Weller, dosen senior di bidang dermatologi juga menemukan bahwa manfaat berjemur di pagi hari tidak hanya berpengaruh bagi kesehatan, tetapi juga dapat memperpanjang umur seseorang. Itu dikarenakan manfaat yang diberikan untuk menurunkan tekanan darah, termasuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

  1. Berjemur di Pagi Hari Meningkatkan Kesehatan Tulang

Manfaat berjemur di pagi hari yang kedua adalah untuk meningkatkan kesehatan tulang. Seperti yang sudah banyak diketahui, vitamin D merangsang penyerapan kalsium dan fosfor yang dapat menguatkan tulang. Namun tidak hanya itu saja, vitamin D3 juga ternyata memiliki peran penting untuk kepadatan tulang. Vitamin D3 adalah vitamin yang larut dalam lemak yang terbentuk selama proses pembuatan vitamin D ketika sinar matahari mengenai kulit. Hal tersebut dapat mengatur penyerapan kalsium. Jika kamu memiliki kandungan vitamin D3 yang lebih tinggi di dalam darah maka kecil kemungkinannya kamu akan menderita patah tulang dan begitupun sebaliknya. Itulah mengapa berjemur di pagi hari sangat penting untuk kesehatan tulang pada orang dewasa hingga yang lebih tua.

  1. Berjemur di Pagi Hari Meningkatkan Fungsi Otak

Manfaat berjemur di pagi hari yang ketiga adalah untuk meningkatkan fungsi otak. Salah satu penelitian yang dipimpin oleh ilmuwan saraf, David Llewellyn dari University of Cambridge menilai kadar vitamin D pada lebih dari 1.700 pria dan wanita dari Inggris yang berusia 65 tahun atau lebih dan menemukan bahwa fungsi kognitif semakin berkurang ketika tingkat vitamin D rendah pada orang tersebut.

Beberapa penelitian lain juga menemukan bahwa sinar matahari dapat membantu memacu pertumbuhan sel saraf di hippocampus, yang merupakan bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk membentuk, mengatur, dan menyimpan memori. Jadi kesimpulannya, vitamin D yang didapatkan dari berjemur di pagi hari dapat meningkatkan fungsi otak pada seseorang.

  1. Berjemur di Pagi Hari Menghilangkan Depresi Ringan

Manfaat berjemur di pagi hari yang keempat adalah untuk menghilangkan depresi ringan. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan gangguan yang disebut Seasonal Affective Disorder (SAD). SAD adalah depresi yang umum dirasakan saat berada di musim dingin. Hal serupa juga terjadi pada orang-orang yang bekerja berjam-jam di gedung perkantoran dan jarang keluar untuk berjemur.

Berjemur di pagi hari dapat meningkatkan kadar anti depresan alami di otak yang dapat membantu meringankan dan menghilangkan bentuk-bentuk depresi ringan. Hal itu dikarenakan saat berjemur di pagi hari otak dapat memproduksi lebih banyak serotonin, bahan kimia yang dapat mengangkat suasana hati.

  1. Berjemur di Pagi Hari Meningkatkan Kualitas Tidur

Manfaat berjemur di pagi hari yang kelima adalah untuk meningkatkan kualitas tidur. Hal itu dikarenakan saat sinar matahari mengenai mata, sebuah pesan dikirim ke kelenjar pineal di otak dan produksi melatonin (hormon yang membuat kita mengantuk dan membantu kita tidur) ditutup sampai matahari terbenam lagi. Sinar matahari akan membuat tubuh memiliki gambaran yang jelas bahwa ini bukanlah malam hari, sehingga akan membantu mempertahankan ritme sirkadian yang normal. Ketika di luar mulai gelap maka tubuh akan mendapatkan gambaran yang jelas sehingga merasa lelah dan mengantuk menjelang waktu tidur.

  1. Berjemur di Pagi Hari Mengurangi Gejala Alzheimer

Manfaat berjemur di pagi hari yang keenam adalah untuk mengurangi gejala Alzheimer. Pasien Alzheimer yang terpapar sinar matahari sepanjang hari dari jam 9 pagi hingga 6 malam, diikuti dengan kegelapan malam memiliki mental yang lebih baik. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menemukan bahwa pasien Alzheimer yang terpapar cahaya terang memiliki lebih sedikit gejala depresi, terjaga saat malam hari, agitasi, dan kehilangan lebih sedikit fungsi dibandingkan mereka yang terpapar cahaya siang hari yang redup.

  1. Berjemur di Pagi Hari Menyembuhkan Beberapa Kelainan Kulit

Manfaat berjemur di pagi hari yang ketujuh adalah untuk menyembuhkan beberapa kelainan kulit. Paparan sinar matahari saat berjemur di pagi hari dapat membantu penyembuhan gangguan kulit seperti jerawat, psoriasis, eksim, penyakit kuning, dan infeksi jamur pada kulit lainnya. Terapi berjemur di pagi hari selama empat minggu terbukti berhasil digunakan untuk menghilangkan gejala psoriasis secara signifikan pada 84% subjek. Untuk mencegah efek samping negatif dari radiasi UV dan memastikan manfaat yang didapat lebih besar dari risiko yang ditimbulkan maka sebaiknya lakukan metode pengobatan alternatif ini di bawah pengawasan medis.

  1. Berjemur di Pagi Hari Meningkatkan Pertumbuhan pada Anak

Manfaat berjemur di pagi hari yang kedelapan adalah untuk meningkatkan pertumbuhan pada anak, terutama bayi. Jumlah paparan sinar matahari dalam beberapa bulan pertama kehidupan bayi dapat memberikan efek pada seberapa tinggi anak tersebut nantinya akan tumbuh. Itulah mengapa banyak orang yang menjemur bayi mereka di pagi hari guna meningkatkan pertumbuhan dan tinggi badan.

  1. Berjemur di Pagi Hari Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Manfaat berjemur di pagi hari yang kesembilan adalah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Paparan sinar matahari dapat membantu menekan sistem imun yang terlalu aktif, yang dapat menjelaskan mengapa sinar matahari digunakan untuk mengobati penyakit autoimun seperti psoriasis. Selain itu, karena sel darah putih akan mengalami peningkatan saat terpapar sinar matahari maka hal tersebut akan membantu untuk memerangi penyakit dan mencegah infeksi pada tubuh. Berjemur di pagi hari sangat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang kamu miliki.

  1. Berjemur di Pagi Hari Mengurangi Risiko Kanker

Manfaat berjemur di pagi hari yang terakhir adalah untuk mengurangi risiko kanker tertentu. Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko kanker, seperti kanker payudara dan usus besar. Tapi dengan berjemur di pagi hari, maka risiko kanker tersebut bisa menjadi lebih rendah. Drs. Frank dan Cedric Garland dari University of California mengamati bahwa pasien kanker usus besar di New York tiga kali lebih tinggi daripada di Mexico. Selain itu, suplementasi vitamin D terbukti dapat menurunkan risiko pengembangan segala bentuk kanker hingga 60%.

Sinar Matahari Pagi Terbaik Jam Berapa?

Lantas jam berapakah waktu terbaik untuk berjemur sinar matahari di pagi hari? Seperti dikutip dari detikHealth, ahli gizi komunitas dr Tan Shot Yen dalam sebuah wawancara mengatakan jam 10 pagi adalah waktu terbaik karena sudah ada sinar ultraviolet B.

“Yang kita butuhkan sebetulnya adalah ultraviolet B. Ultraviolet B ini gelombangnya lebih pendek. Itu sebabnya, kita harus tunggu sedikit mataharinya naik. Jadi, untungnya kita di khatulistiwa, jam 10 sudah ada. Itu adalah alasan kita jemurnya jam 10.00,” katanya.

Ilmuwan yang pernah meneliti vitamin D, Prof dr Siti Setiati, SpPD, KGER, MEpid, juga sependapat bahwa berjemur lebih efektif jika dilakukan tidak terlalu pagi. Lebih tepatnya, di atas jam 9 pagi.
“Iya, di atas jam 9, hasil penelitian saya tahun 2003. Mungkin perlu diteliti lagi karena sudah lama,” kata Prof Siti saat dikonfirmasi.

Itulah penjelasan pakar mengenai jam yang baik atau waktu paling tepat untuk berjemur di pagi hari. Dengan melakukannya kamu bisa merasakan berbagai manfaat dari berjemur sinar matahari pagi.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
KOMPAK, MASYARAKAT SEMPROT FASUM DAN RUMAH WARGA DENGAN DESINFEKTAN

KOMPAK, MASYARAKAT SEMPROT FASUM DAN RUMAH WARGA DENGAN DESINFEKTAN

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Himbauan Bupati Ngawi terhadap pencegahan maupun pemutusan mata rantai penyebaran Corona Virus Disease ( Covid-19 ) mendapat antusias dari masyarakat. Salah satunya terlihat dari penyemprotan desinfektan secara serempak yang dilakukan instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat pada Sabtu (28/3).

Selain mencegah berkembang Covid-19, penyemprotan desinfektan juga berpotensi membunuh virus maupun bakteri lain yang  bisa mengancam kesehatan manusia.

Dalam pelaksanaannya, desinfektan yang dipakai rata – rata menggunakan bahan kimia produksi pabrik yang diracik ulang. Itu dilakukan karena sulitnya mendapatkan desinfektan beberapa waktu terakhir di pasaran.

Seperti Desa Grudo kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi khususnya, dalam pelaksanaan penyemprotan menggunakan bahan kimia dari campuran pemutih pakaian, pembersihan lantai maupun cairan pencuci piring yang di campur air dengan takaran tertentu.

Dalam pemilihan bahan pembuatan desinfektan, Pemerintah Desa Grudo telah menyediakan berbagai merek yang pengadaannya dilakukan oleh Kepala Dusun masing – masing, dengan disertai cara dan perbandingan takaran pencampuran.

“Respon masyarakat begitu kuat dalam penanganan wabah Covid-19. Kepedulian mereka dalam membantu pemerintah parut diapresiasi.” Terang Kades Grudo yang turut dalam penyemprotan.

Dalam merespon Covid-19, Desa Grudo telah mengeluarkan edaran sebagai tindak lanjut himbauan Bupati Ngawi. Diharapkan dengan edaran tersebut masyarakat memahami hal – hal yang mesti diperhatikan dalam menanggapi wabah Covid-19.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
TIM EDHIE BASKORO YUDHOYONO SEMPROT DESINFEKTAN FASUM DESA GRUDO

TIM EDHIE BASKORO YUDHOYONO SEMPROT DESINFEKTAN FASUM DESA GRUDO

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) benar – benar menjadi persoalan yang tidak bisa diremehkan. Sudah Puluhan Ribu jiwa menjadi korban dan ratusan ribu lainnya dinyatakan positif terjangkit. Ditambah lagi dengan tingkat penyebaran yang begitu cepat menjadikan tantangan besar bagi masing masing negara terjangkit.

Begitupun dengan Indonesia yang sudah menyatakan darurat Covid-19 sejak 14 Maret 2020. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan jumlah korban dan jumlah terjangkit yang terus bertambah.

Dalam kondisi darurat tersebut, tidak hanya pemerintah yang berjuang dalam menanggulangi wabah, namun tumbuh kepedulian dari berbagai elemen masyarakat utamanya untuk memutus penyebaran Covid-19.

Salah satunya yang tergerak adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR RI) Edhie Baskoro Yudhoyono. Legislator dari Partai Demokrat dengan Daerah Pilihan (Dapil) VII Jawa timur tersebut mengirim tim untuk melakukan penyemprotan desinfektan di Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi Kamis (26/3).

Dalam pelaksanannya, tim yang terdiri 4 orang tersebut menyasar ada Fasilitas Umum (Fasum) seperti Kantor Desa, musholla, masjid, hingga sekolah.

“Kita terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk memutus penyebaran Covid-19 dengan penyemprotan di area yang berpotensi menjadi tempat penularan.” Terang anggata tim

Lebih lanjut dikatakannya bila penyemprotan Fasum idealnya berulang – ulang. Hal itu dilakukan atas dasar penggunaan Fasum yang sifatnya diperbolehkan untuk siapapun. Dan tentunya dengan penggunaan fasilitas umum oleh masyarakat yang selalu bergantin berpeluang menjadi sarana penularan Covid-19.

“Penyemprotan Fasum idealnya tidak hanya sekali, namun berkali – kali. Penggunaan Fasum sangat berpotensi menjadi sarana penularan karena menjadi tempat kegiatan yang melibatkan massa.”

Sementara Kepala Desa Grudo menyampaikan terima kasih. “Saya atas nama pribadi sekaligus mewakili Pemerintah Desa Grudo mengucapkan terima kasih atas kepedulian Mas Edhie Baskoro Yudhoyono.” Terang Kades Grudo Triono ST.

Selain melakukan sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan, tim juga membagi selebaran himbauan untuk menjaga diri dan keluarga dari bahaya Covid-19.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0