Select Page
120 ODR DAN 4 ODP DESA GRUDO SEBAGIAN BESAR SUDAH LEWATI MASA KARANTINA

120 ODR DAN 4 ODP DESA GRUDO SEBAGIAN BESAR SUDAH LEWATI MASA KARANTINA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Status 121 Orang Dalam Resiko (ODR) dan 4 Orang Dalam Pantauan ( ODP ) tercatat di Posko Satgas Penanggulangan Corona Virus Desease (Covid-19) Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Sebagian besar mereka telah melewati masa karantina mandiri selama 14 hari.

Data terakhir dari Posko Penanggulaangan Covid-19 Desa Grudo Kamis (30/4) menunjukan jumlah mereka yang masih menjalani karantina mandiri terdiri 37 orang. Jumlah tersebut meliputi 36 orang dengan status ODR dan 1 orang berstatus ODP.

Sedang 85 orang sudah melalui proses karantina mandiri dengan rincian 82 orang berstatus ODR dan 3 orang berstatus ODP. Mereka saat ini sudah bisa melakukan aktivitas dan interaksi di lingkungan masing – masing.

Dalam masa pandemi Covid-19, Desa Grudo menerapkan pengawasan ketat pada seluruh warga yang datang dari luar daerah. Bahkan untuk warga yang bepergian ke luar daerah juga diberlakukan karantina mandiri setelah pulang.

“Sementara ini warga yang telah ditetapkan sebagai ODR maupun ODP cukup koperatif. Mereka menaati karantina mandiri hingga batas waktu 14 hari.” Terang Edy Ranto Sekretaris Desa Grudo.

Dalam masa pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid-19, Desa Grudo juga melakukan pantauan ketat penggunaan masker. Pengawasan penggunaan masker berfokus pada kegiatan masyarakat yang bersifat kelompok seperti pasar, angkringan maupun tempat pertemuan warga yang berpotensi terjadi kontak langsung.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
DILARANG MEMBUNUH BURUNG, HABITAT BANGAU PUTIH KEMBALI TERJAGA

DILARANG MEMBUNUH BURUNG, HABITAT BANGAU PUTIH KEMBALI TERJAGA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Lima tahun sejak diberlakukannya larangan membunuh burung liar, Desa Grudo kembali dihuni berbagai macam burung. Burung – burung tersebut tidak hanya sebatas yang biasa terlihat di pekarangan maupun kebun, namun juga burung yang biasa menjadi piaraan seperti Kutut, Jalak, maupun Puter. Bahkan beberapa burung langka sesekali terlihat terbng di dahan pohon tinggi seperti Kepodang, Pelatuk (Trotok), maupun Elang.

Bila melihat dan membandingkan lima tahun lalu, kondisi habitat di alam liar menunjukkan sangat menggembirakan. hal itu terlihat dari banyaknya kelompok burung yang terus mengalami peningkatan. Selain memberikan suasana alami, tentu kehadiran unggas tersebut juga berfungsi sebagai penyeimbang alam.

Tingginya populasi burung di Desa Grudo juga tidak lepas dari dukungan potensi alam. Di beberapa titik desa seperti pinggiran Sungai Bengawan Solo, kuburan maupun perkebunan warga menjadi menjadi sarang berkembang biak yang baik dengan pohon – pohon yang menjulang.

Dalam beberapa moment, kehadiran burung – burung itu serasa mengembalikan era yang pernah hilang puluhan tahun lalu. Sebuah suasana asri dengan banyaknya kicauan dari lingkungan sekitar. Bahkan kehadiran burung seperti perkutut yang berkembang pesat sejak dua tahun terakhir sudah sangat dekat dengan kehidupan warga. Itu terlihat dari kumpulan maupun secara pasangan berada di atap rumah maupun halaman.

Seperti kelompok bangau Putih yang bergerombol mengikuti pembajak sawah, maupun terbang dengan membentuk formasi tertentu. Jelas moment tersebut hanya ada puluhan tahun silam saat pemburu burung belum begitu banyak. Saat itu sangat sedikit sekali yang memiliki senapan angin. Pemburu biasanya hanya mengandalkan ketapel maupun menjerat dengan getah dari buah Nangka.

“Bila dalam beberapa tahun ke depan tidak ada perburuan liar, bisa jadi populasi burung akan jauh lebih besar dan beragam. Dan tentu kehadiran burung – burung ini akan menjadi penyeimbang alam dengan sistem mata rantai makanan. Dan akan sangat menguntungkan kita.” Terang Sekdes Grudo Edy Ranto.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
ASA PETANI DIBALIK PANDEMI COVID-19

ASA PETANI DIBALIK PANDEMI COVID-19

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Perjuangan petani dalam pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) menang tidak seperti Paramedis yang berada di garda terdepan. Namun diakui atau tidak, mereka telah menyediakan kecukupan pangan untuk masyarakat yang saat ini mengalami dampak Covid-19.

Bila menengok kegigihan petani sebagai pensuply pangan, mereka layak masuk dalam jajaran pahlawan. Selain tidak tidak mendapat honor, mereka berani mempertaruhkan modal di tengah ketidak pastian pandemi Corona untuk tetap tersedianya pangan.

Dari hasil pantauan GRUDO.NGAWIKAB.ID, pandemi Covid-19 memang tidak banyak berpengaruh pada aktivitas petani. Mereka tetap melakukan proses pengolahan lahan tanpa melihat lesunya pasar. Yang mereka fikirkan hanya mengolah lahan, kemudian setelah panen hasilnya dijual untuk biaya hidup keluarga.

“Pekerjaan petani kan mengolah lahan untuk ditanami. Kalo saat ini sedang musibah Corona, yang penting jaga kebersihan, pakai masker. Jadi biarpun ada musibah Corona tetap bertani.” Terang salah satu petani ketika ditemui di lahan.

Beda dengan dunia usaha lain seperti industri maupun perdagangan, dunia pertanian tidak begitu banyak terpengaruh Covid-19. Hal itu dipengaruhi pola kerja dan tempat dalam pelaksanaan.

Dalam pertanian jarang terjadi mobilisasi massa. Pun bila ada mobilisasi tidak begitu lama. Itupun relatif aman bila dikaitkan dengan Covid-19 karena selalu berhubungan dengan air dan tempat terbuka dengan tingkat curah matahari tinggi.

Dalam pelaksanaan pengolahan lahan pertanian di Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi, tidak banyak opsi yang dapat di jadikan pilihan. Bila di lihat dari produk pertanian beberapa waktu terakhir masih di dominasi tanaman padi. Sebagian lahan garapan ditanami Tebu, Bawang dan sebagian buah buahan seperti Melon.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
DIMOTORI TOKOH MASYARAKAT, DUSUN BRANGOL BANGUN POS PANTAU BARU

DIMOTORI TOKOH MASYARAKAT, DUSUN BRANGOL BANGUN POS PANTAU BARU

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Respon cepat dampak pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) dilakukan masyarakat Dusun Brangol Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Kali ini terkait dengan pos pantau warga yang diwajibkan karantina dan penggunaan masker dalam aktivitas.

Dalam proses pembangunan, pos pantau yang terletak di samping pertigaan jalan cendrawasih Dusun Brangol itu dilakukan siang dan malam. Hal tersebut mengingat fungsi pos pantau sebagai saranan monitoring jalan poros desa dengan aktifitas warga cukup padat.

Yang patut menjadi perhatian dalam pembangunan pos pantau kali ini adalah kesadaran masyarakat dalam pembiayaan. Mereka melakukan pembangunan secara mandiri sebagai bentuk sadar kondisi. Dikatakan para pekerja bila pembiayaan material dimotori dua tokoh masyarakat setempat.

“Biaya sebagian besar disokong Pak Tukiman sama Pak Tinton. Masyarakat lain menyumbang tenaga dan sebagian mengirim konsumsi. Tentu budaya ini patut kita pertahankan dan terus dipupuk ” Terang Ketua RW setempat

Dari fungsi pos pantau sendiri sebenarnya tidak hanya sebagai respon dari dampak Covid-19. Secara fisik, pos yang dibangun berbahan kayu Jati dan kayu Taun tersebut sangat kokoh dan tahan lama. Secara teknis bangunan dapat difungsikan dalam jangka waktu yang panjang.

Selain difungsikan sebagai pemantau penanggulangan covid-19, Posko juga dipakai untuk penjagaan keamanan. itu didasarkan pada berita yang berkembang minggu – minggu terakhir bila telah terjadi tindak kejahatan di beberapa wilayah.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
TERDAMPAK EKONOMI, PENGURUS RT DISTRIBUSIKAN SEMBAKO PADA WARGA

TERDAMPAK EKONOMI, PENGURUS RT DISTRIBUSIKAN SEMBAKO PADA WARGA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) mengakibatkan terbatasnya aktivitas masyarakat. Dengan keterbatasan tersebut juga berakibat pada pendapatan ekonomi, utamanya mereka yang menggantungkan hidup dari keramaian.

Seperti beberapa warga Dusun Ngronggi RT 04 RW 02 Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Mereka cukup merasakan dampak Covid-19 dengan tertutupnya lapangan pekerjaan.

Mereka yang merasakan dampak Covid-19 diantaranya buruh bangunan, pengayuh becak penjualan jasa untuk bidang pertanian maupun penjual keliling.

Sedari hal itu, Ketua RT 04 RW 02 Dusun Ngronggi beserta jajaran mendistribusikan Sembilan Bahan Pokok ( Sembako ) kepada masyarakat di lingkupnya Sabtu (25/4).

“Kita melihat sebagian masyarakat sudah terdampak Covid-19, utamanya persoalan bidang ekonomi. “Terang Arifudin Jauhari SH Ketua RT 04 RW 02 Dusun Ngronggi.

Dalam pelaksanaan pendistribusian Sembako, tidak seluruh warga mendapatkan jatah. Namun Ketua RT melalui musyawarah menetapkan penerima paket hanya pada masyarakat yang benar – benar membutuhkan.

Pada pendistribusian paket Sembako kali ini terdiri dari beras, mie instan, telur, minyak goreng dan sabun. “Isi paket kita sesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Bila kondisi belum pulih dalam beberapa waktu ke depan kita akan suplai lagi sesuai kemampuan anggaran RT.” Lanjut Ketua RT yang biasa di sapa Pak Udin itu.

Sebelumnya diberitakan bila pengurus RT yang sama telah mendistribusikan paket pencegahan dampak Covid-19. Paket tersebut meliputi masker dan Vitamin C.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0