Select Page
27 ODR MASIH DALAM PENGAWASAN SATGAS COVID-19 DESA GRUDO

27 ODR MASIH DALAM PENGAWASAN SATGAS COVID-19 DESA GRUDO

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Sebanyak 27 Orang Dalam Resiko (ODR) masih dalam pantauan Satgas Corona Virus Disease (Covid-19) Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten. Sejumlah 27 orang tersebut masih menjalani karantina mandiri karena pulang dari Zona merah.

Selama pemerintah pusat menetapkan darurat Covid-19, Desa Grudo melalui Satgas Covid-19 sudah mengeluarkan keterangan dengan status ODR dan ODP sebanyak 163.

Dari catatan Satgas Covid-19, ODR maupun ODP Desa Grudo cukup koperatif. Mereka cukup disiplin dengan tidak melakukan aktivitas diluar rumah selama karantina mandiri.

“Rata – rata mereka cukup sadar dengan resiko penyebaran Covid-19. Jadi himbauan dari pemerintah sampai saat ini cukup ditaati.” Terang Agus Karyani Kepala Dusun Ngronggi yang juga anggota Satgas Covid-19 Desa Grudo.

Dalam pengawasan ODR maupun ODP, Satgas Covid-19 Desa Grudo berkordinasi dengan pengurus RT maupun RW. “Setiap Ketua RT memantau wilayah masing-masing. Jadi bila ada kedatangan warga dari luar daerah pasti terpantau.”lanjut Agus.

Masih dari data Satgas Covid-19, bila paska Hari Raya Idhul Fitri kedatangan warga dari luar daerah nihil. Selain adanya penyekatan di jalur masuk Kabupaten Ngawi, kebanyakan warga luar daerah juga melakukan perayaan dengan cara virtual.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
ASA PETANI SAAT PANDEMI COVID-19

ASA PETANI SAAT PANDEMI COVID-19

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang belum juga menunjukkan reda memberikan banyak masalah pada terbatasnya aktivitas masyarakat. Jelas, dari keterbatasan tersebut membuat ketidakstabilan berbagai sektor utamanya bidang ekonomi.

Bila dalam waktu dekat belum juga menunjukkan penurunan, bukan tidak mungkin persoalan di masyarakat akan jauh lebih kompleks. Sudah tentu dengan tambahan persoalan juga menjadi persoalan baru bagi pemerintah karena harus bekerja lebih keras lagi.

Dibalik segudang persoalan akibat pandemi Covid-19, ada harapan baik bagi petani Desa Grudo beberapa hari kedepan. Pasalnya, padi yang selama ini dirawat sudah mulai menguning. Bila tidak ada kendala, Minggu pertama bulan Juni akan ada pemanenan padi beberapa petani.

“Hama Tikus dan Burung menjadi kendala utama saat ini. Namun bila kita serius dalam menangani tidak akan terlalu mengurangi hasil.” Terang Agus Karyani Kasun Ngronggi yang juga aktif dalam mengelola lahan pertanian.

Dalam mengatasi persoalan hama burung, para petani Desa Grudo masih banyak menggunakan metode tradisional. Hal itu dianggap masih manjur dalam mengatasi serangan burung pemakan padi seperti Pipit.

“Ada yang memasang tali dengan berbagai gantungan plastik, pemasangan bekas pita kaset maupun orang – orangan sawah.” Lanjut Agus.

Sedang untuk mengatasi serangan hama tikus, petani lebih mengandalkan racun. Selain tidak dilarang, cara ini cukup efektif mengurangi populasi tikus.



Share and Enjoy !

0Shares
0 0
DESA GRUDO SIAP SUKSESKAN KAMPUNG TANGGUH

DESA GRUDO SIAP SUKSESKAN KAMPUNG TANGGUH

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Program Kampung Tangguh yang di gagas Kepolisian Daerah Jawa Timur diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan masyarakat terhadap penyebaran Corona Virus Disease ( Covid-19). Program yang berbasis pada pemerintah tingkat bawah ini sebagai bentuk keseriusan Polda Jatim pada pandemi Covid-19 yang sudah merenggut korban hingga ribuan jiwa.

Dalam pelaksanaannya, Kepolisian Republik Indonesia melalui Kepolisian Sektor (Polsek) di Jawa timur akan memberikan pendampingan terhadap desa, kampung maupun kelurahan yang menjadi ujung tombak program Kampung Tangguh.

Untuk pelaksanaan program Kampung Tangguh, masing – masing Polsek menunjuk Bhabinkamtibmas sebagai perwakilan kepolisian. “Untuk membantu program Kampung Tangguh, setiap Polsek mewakilkan anggotanya.” Terang Bambang Widodo Bhabinkamtibmas Desa Grudo.

Dalam pelaksanaan Program Kampung Tangguh, masing – masing kecamatan diwakili satu desa sebagai percontohan. “Setiap kecamatan diwakili satu desa, untuk Kecamatan Ngawi diwakili Desa Grudo.” Lanjut Bhabinkamtibmas yang memiliki hobi bernyanyi itu.

Dalam pelaksanaan Program Kampung Tangguh, Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi akan berupaya optimal dengan menambah jangkauan program. “Persoalan Covid-19 berdampak luar biasa pada masyarakat. Hal inilah yang menjadi dasar dari pengembangan program.” Terang Kepala Desa Grudo Triono ST.

Salah satu yang menjadi fokus dalam pengembangan program Kampung Tangguh adalah dampak ekonomi yang sudah mulai dirasakan masyarakat.

“Banyak warga kita yang sudah terdampak pandemi Covid-19, utamanya pada sektor ekonomi. Mereka yang jualan diterminal, tukang becak, buruh harian lepas dan lainnya harus segera mendapatkan solusi.” Pungkas Triono ST.

Dalam pelaksanaan pengembangan program Kampung Tangguh, Desa Grudo juga memperhatikan arahan Bupati Ngawi terkait pelibatan aparatur pemerintah dalam pengadaan lumbung pangan. Hal tersebut sesuai dengan isi Video Conference (Vicon) beberapa waktu lalu antar Bupati Ngawi dengan jajarannya.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
BANTUAN JARING PENGAMAN SOSIAL PROPINSI JATIM CAIR

BANTUAN JARING PENGAMAN SOSIAL PROPINSI JATIM CAIR

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Pemerintah terus melakukan penanganan warga terdampak Corona Virus Disease (Covid-19) dengan program Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Bila beberapa waktu lalu telah cair bantuan sosial (Bansos) seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT Kementrian dan BLT Dana Desa (DD), kali ini cair BLT Propinsi.

Seperti Kamis (28/5) di Kantor Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Pemerintah Desa bersama pendamping BLT propinsi melakukan pencairan terhadap 53 orang warga Desa Grudo.

Dari data yang berhasil dihimpun, setiap warga mendapatkan 200.000 ribu. Dan rencananya program berlanjut untuk dua bulan ke depan.

“Hari ini pencairan BLT propinsi senilai 200.000 ribu. Program ini akan dilangsungkan selama tiga bulan. Jadi warga yang terdaftar akan menerima sebesar 600.000 ribu dalam tiga bulan.” Terang Novi pendamping yang hadir pada kegiatan.

Untuk pencairan berikutnya, pendamping BLT melalui Pemerintah Desa Grudo akan memberikan undangan pada masing-masing penerima bantuan.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
DESA GRUDO SIAP SUKSESKAN KAMPUNG TANGGUH

PERAN PENTING DUNIA DIGITAL SAAT PANDEMI COVID-19

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dunia digital berperan sangat penting saat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Hal tersebut terkait teknologi digital sebagai sarana komunikasi, koordinasi dan informasi.

Seperti kita ketahui saat pandemi Covid-19 masih berlangsung sangat membatasi gerak dan aktivitas yang berkaitan dengan kerumunan massa.

Dengan prosedur tetap ( Protap) saat pandemi Covid-19, tehnologi menjadi solusi. Jarak dan waktu yang saat ini sangat terbatas dapat diatasi dengan teknologi melalui sistem video Conference.

“Komunikasi dengan teknologi menjadi pilihan saat ini. Terlebih dalam masa pandemi Covid-19. Sangat beresiko bila sering melakukan pertemuan dengan melibatkan banyak orang.” Terang Kades Grudo Triono ST.

Dalam pelaksanaan Penanggulangan pandemi Covid-19, pemerintahan Desa Grudo menerapkan sistem digital. Sistem tersebut meliputi sarana untuk informasi dan komunikasi.

“Komunikasi banyak kita lakukan lewat group WA. Dari himbauan untuk warga melalui Ketua RT, pantauan Posko Covid-19 hingga penanganan penyaluran bantuan sosial.” Lanjut Kades yang terpilih ketiga kalinya tersebut.

Sebagai sarana sosialisasi sekaligus informasi publik, Desa Grudo menggunakan media resmi desa. Media tersebut meliputi Web Desa dan media sosial seperti Facebook, WA, dan Telegram.

.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0