Select Page
KREATIF, ANGKRINGAN MBAK KONYIL JADI TEMPAT KONSELING KB

KREATIF, ANGKRINGAN MBAK KONYIL JADI TEMPAT KONSELING KB

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Angkringan Mbak Konyil di dusun Grudo Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi merangkap tempat konseling Keluarga Berencana (KB).

Sekilas agak aneh membayangkan angkringan dijadikan tempat konseling. Namun faktanya menang demikian dan kegiatan itu sudah berjalan.

Konyil atau pemilik nama resmi Narsih itu cukup kreatif dalam mengemban amanah. Selain disibukkan dengan pengelolaan angkringan, dia juga sebagai kader KB Desa Grudo.

Saat ditanya soal angkringan konseling KB, Narsih mengatakan bila ide itu muncul karena tempat usahanya sering dipakai konsultasi dan komunikasi kader KB.

“Banyak yang tanya masalah Keluarga Berencana di sini. Rata – rata mereka pembeli.” Terang Narsih.

Bila mencermati perbincangan kader KB Desa Grudo, mereka juga sepandangan bila dalam pelaksanaan program KB tidak harus di kantor desa.

“Bila kegiatan dilakukan di sini, saya masih bisa jualan. Tentu ada manfaat. Jualan sekaligus sosialisasi KB.” Lanjut Narsih.

Dalam mengelola Angkringan Mbak Konyil, Narsih juga menjadi contoh program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga sejahtera (UPPKS). Diharapkan dengan ide tersebut, masyarakat bisa mengadopsi antara usaha dan pekerjaan dalam bentuk lain.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

TERHITUNG 186 WARGA DESA GRUDO WAJIB KARANTINA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Sejak dietapkan darurat Covid-19, Pemerintah Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi telah menetapkan 186 warga harus melakukan maupun dilakukan karantina. Kewajiban karantina didasarkan pada kedatangan mereka dari luar daerah.

Sejumlah warga yang diwajibkan karantina berstatus Orang Dalam Resiko (ODR), Orang Tanpa Gejala (OTG) maupun Orang Dalam Pengawasan (ODP). Dua orang dari mereka dikarantina di ruang isolasi desa, sedang yang lainnya diwajibkan karantina mandiri.

Pada pelaksanaannya karantina, 179 orang sudah diperbolehkan aktifitas normal sedangkan 7 orang masih karantina mandiri.

“Pelonggaran aktifitas untuk warga tetap harus dipantau. Pengetatan protokol kesehatan menjadi tameng utama dalam mempertahankan Desa Grudo berstatus zona hijau Covid-19.” Terang Kades Grudo Triono ST.

Untuk pelaksanaan karantina mandiri saat diberlakukan pelonggaran beraktivitas berbeda dengan sebelumnya. Bila sebelumnya wajib tinggal dirumah selama 14 hari sejak kedatangan, kini langsung bisa beraktivitas selama mengantongi surat sehat.

“Pembatasan aktivitas selama pandemi Covid-19 cukup menyulitkan perekonomian warga. Untuk percepatan pemulihan ekonomi, desa tidak mewajibkan karantina mandiri bagi warga yang mengantongi surat sehat. Utamanya bagi mereka yang sudah rapid test dan hasilnya non reaktif.” Lanjut Triono ST.

Dalam menyikapi pelonggaran beraktivitas dan mempertahankan status zona hijau Covid-19, Pemerintah Desa Grudo menerapkan program berimbang. Program berimbang dimaksud adalah pelaksanaan program desa yang membagi prioritas penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
ZERO PENDERITA COVID-19, DESA GRUDO TETAP WASPADA

ZERO PENDERITA COVID-19, DESA GRUDO TETAP WASPADA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi berhasil mempertahankan status zona hijau. Hal itu terkait dengan tidak ditemukannya warga yang terdeteksi positif Corona Virus Disease (Covid-19) hingga Senin (29/6).

Dengan keberhasilan tersebut, bukan berarti terbebas dari Covid-19. Justru saat masa pelonggaran beraktivitas, Pemerintah Desa Grudo lebih waspada dan gencar dalam melakukan sosialisasi.

“Kita tetap melakukan kegiatan penanggulangan Covid-19 saat pelonggaran beraktivitas diberlakukan. Justru dengan adanya pelonggaran ini lebih rentan terhadap penyebaran Covid-19.” Terang Kades Grudo Triono ST.

Pelaksanaan pelonggaran aktivitas di Desa Grudo berjalan cukup baik. Masyarakat cukup patuh dengan aturan yang ditetapkan pemerintah dalam menjalankan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19

“Masyarakat umumnya sudah sadar pentingnya memakai masker saat berinteraksi dengan warga lain. Dan keberadaan tempat cuci tangan di fasilitas umum sudah dimanfaatkan dengan baik.”
Lanjut Triono.

Disadari bila dalam mempertahankan Desa Grudo berstatus zona hijau cukup berat. Selain kerja keras selama ditetapkan darurat Covid-19, Pemerintah Desa Grudo juga harus menjalankan program yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Penanggulangan Covid-19 masih menjadi prioritas utama Pemerintah Desa Grudo. Namun program yang lain juga harus dilaksanakan. Dan itu penting untuk masyarakat.” Pungkasnya

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
FOKUS COVID-19 WASPADA AEDES AEGYPTI

FOKUS COVID-19 WASPADA AEDES AEGYPTI

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Pemerintah Desa Grudo terus foskus terhadap penanggulangan Covid-19. Namun dalam pelaksanaannya tetap waspada terhadap bahaya penyakit lainnya seperti Demam Berdarah.

Kewaspadaan itu ditunjukkan oleh kader Juru Pantau Jentik (Jumantik) sebagai garda terdepan desa dalam membasmi nyamuk Aedes aegypti.

“Setiap dusun memiliki satu orang kader Jumantik. Mereka secara rutin memantau keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti dari rumah ke rumah warga.” Terang Surya Bidan Desa Grudo.

Dalam pelaksanaannya, tugas kader Jumantik tidak hanya mendata keberadaan Jentik. Namun juga memberikan pemahaman bahaya penyakit Demam Berdarah.

“Dalam pemantauan jentik, kader Jumantik juga memberikan pemahaman bahaya Demam Berdarah sekaligus cara menjaga kebersihan lingkungan.” Lanjut Surya.

Pada pelaksanaan pemantauan jentik, setiap Kader Jumantik melakukan pendataan. Kemudian hasil pendataan dilaporkan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
DUKUNGAN MASYARAKAT GRUDO SUKSESKAN KAMPUNG TANGGUH

DUKUNGAN MASYARAKAT GRUDO SUKSESKAN KAMPUNG TANGGUH

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Masyarakat Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi mendukung penuh program Kampung Tangguh dalam penanganan Covid-19. Itu dibuktikan dengan sumbangsih berupa materi, tenaga pikiran dan waktu.

Untuk sumbangan materi, masyarakat Desa Grudo sebagian berdonasi lewat Lumbung Pangan. Selain Kepala Desa dan perangkat desa, masyarakat yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) juga sudah berkontribusi.

Untuk masyarakat lainnya, donasi justru dilakukan sebelum ada program Kampung Tangguh. Mereka berdonasi lewat pengadaan masker, makanan untuk pos jaga maupun pendirian pos pantau Covid-19.

Dalam masa pandemi Covid-19, persoalan keamanan maupun pantauan kedatangan warga dari luar daerah cukup menyita waktu bagi Satgas Covid-19. Dan lagi – lagi masyarakat berperan penting dengan memberikan informasi kedatangan mereka maupun pemantauan karantina mandiri.

“Pengakuan pemerintah pada Desa Grudo tentang Desa Siaga bukan hanya isapan jempol. Itu kita buktikan melalui ketangguhan Pemerintah Desa Grudo yang berkolaborasi dengan masyarakat dalam penanganan pandemi Covid-19.” Terang Kades Grudo Triono ST.

Lebih lanjut, Kepala Desa tiga periode tersebut juga menyampaikan rasa optimis bila persoalan pandemi Covid-19 akan teratasi.

“Selama pemerintah dan masyarakat berkomitmen, saya yakin persoalan pandemi Covid-19 akan teratasi.” Pungkas Kades yang sering mengucapkan salam Yes You itu..

Share and Enjoy !

0Shares
0 0