Select Page
MASA PANDEMI COVID-19, IBU – IBU MENIKMATI GILIRAN JAGA

MASA PANDEMI COVID-19, IBU – IBU MENIKMATI GILIRAN JAGA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Aktifitas Pos Kamling di Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi masih ramai dengan kegiatan pemantauan keamanan. Bahkan dalam masa pandemi Covid-19, kegiatan jaga keamanan meningkat dibandingkan saat sebelumnya.

Pada pelaksanaan penjagaan keamanan lingkungan, banyak hal baru dan menjadi catatan yang menarik untuk disimak. Bahkan dari perbincangan saat jaga tidak jarang memunculkan ide-ide kreatif sebagai solusi dari banyaknya persoalan dampak Covid-19.

Dari pemantauan Poskamling RT 04 RW 02 Dusun Ngronggi pada Rabu (29/7), terlihat berbeda. Perbedaan kali ini soal petugas jaga yang ternyata tidak hanya pria tetapi juga seorang perempuan.

“Sebenarnya tidak ada petugas jaga perempuan di jadwal Siskamling. Tapi bila diwakilkan pada keluarga lainnya juga tidak di larang.” Terang Arifudin Jauhari Ketua RT 04 RW 02.

Dalam pelaksanaannya, kehadiran perempuan tersebut sebagai wakil dari keluarga yang kebagian giliran jaga karena nama yang dimaksud dalam jadwal berhalangan hadir.

“Kita mengapresiasi pada seluruh yang terlibat dalam menjaga keamanan lingkungan. Dan kehadiran ibu – ibu di pos ronda dalam peran menjaga keamanan tentunya menjadi motifasi tersendiri.” Lanjut Arifudin.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PROGRAM KAMPUNG TANGGUH, DESA GRUDO BAGIKAN BERAS

PROGRAM KAMPUNG TANGGUH, DESA GRUDO BAGIKAN BERAS

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Program Kampung Tangguh Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi terus berlanjut hingga batas waktu belum ditentukan. Selain difungsikan menangani pandemi Covid-19, program Kampung Tangguh dirasa telah memberi banyak manfaat bagi Desa Grudo.

Seperti pada penyaluran bantuan beras di Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi pada Kamis (30/7). Sebanyak 140 warga menerima bantuan beras dari pengurus Kampung Tangguh.

Penerima bantuan merupakan warga Desa Grudo yang terdampak Covid-19 dan tidak terdaftar dalam penerima bantuan sosial dari pemerintah baik secara tunai maupun non tunai.

Pada pelaksanaannya, penerimaan bantuan beras disesuaikan dengan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19. Seluruh penerima diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan begitu sampai di tempat pembagian.

Dalam penyaluran bantuan beras kali ini, masing-masing warga mendapat satu piece yang dikemas kantong plastik. Setiap kemasan berisi 5 Kg beras.

“Sebelumnya kami minta maaf bila Desa Grudo melalui pengurus Kampung Tangguh baru bisa memberikan bantuan berupa beras.” Terang Kades Grudo Triono ST dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Kepala Desa yang terpilih untuk ketiga kalinya itu menjelaskan bila bantuan beras kali ini bersumber dari donasi Polres Ngawi, Kades, Perangkat Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di Desa Grudo.

“Kita patut berterima kasih kepada seluruh danatur. Dengan kemurahan hati mereka, kegiatan bantuan berupa beras ini bisa terlaksana.”

Guna mencegah kerumunan, pembagian beras dipisah sesuai dengan domisili dusun. Setiap dusun, pembagian dikoordinir oleh Kepala Dusun.





Share and Enjoy !

0Shares
0 0
MANFAAT EMBUNG DAN KATEGORI PEMBANGUNANNYA

MANFAAT EMBUNG DAN KATEGORI PEMBANGUNANNYA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Embung atau cekungan penampung (retention basin) adalah permukaan tanah yang lebih rendah dari daratan sekitarnya dengan area cukup luas sebagai penampung air. Secara umum, Embung digunakan sebagai sarana pengendali air untuk keperluan tertentu. Sebagai tempat penampung air, Embung memiliki banyak fungsi. Selain bermanfaat bagi manusia, Embung juga difungsikan untuk keseimbangan alam.

dikutip dari berbagai sumber, Embung yang menjadi program prioritas Kementrian Desa dan Derah Tertinggal memberi banyak manfaat. Untuk lebih jelasnya silakan simak uraian berikut :

Tujuan
Pembuatan embung untuk pertanian bertujuan antara lain untuk :

1.Menampung air hujan dan aliran permukaan ( run off ) pada wilayah sekitarnya serta sumberair lainnya yang memungkinkan seperti mata air, parit, sungai-sungai kecil dan sebagainya.

2.Menyediakan sumber air sebagai suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija, hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.

Sasaran pembangunan embung untuk pertanian antara lain :

1.Tertampungnya air hujan dan aliran permukaan ( run off) pada wilayah sekitarnya serta sumber air lainnya yang memungkinkan.

2.Tersedianya air suplai irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija, hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.

Persyaratan Lokasi

Beberapa syarat yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan pembuatan Embung yaitu :

Embung sebaiknya dibangun pada lahan dengan tanah yang mampu menahan peresapan air. Tujuannya adalah menjaga agar air tidak cepat surut ke dalam tanah.


Kemiringan Lahan

Embung sebaiknya dibuat pada areal pertanahan yang bergelombang dengan kemiringanantara 8 – 30%. Itu dimaksudkan untuk mempermudah aliran air dari permukaan ke area Embung. Bila difungsikan untuk lahan pertanian, Embung diupayakan dibangun
Pada lahan yang lebih tinggi. Untuk kemiringan tanah batas pinggir upayakan jangan terlalu miring (> 30%), hal itu akan menyebabkan endapan tanah karena erosi.

Lokasi

Penempatan Embung sebaiknya dekat dengan saluran air yang ada disekitarnya, supaya padasaat hujan, air di permukaan tanah mudah dialirkan kedalam embung. Lebih baik lagi kalau dibuat di dekat areal pertanian

Ukuran Embung

Embung bisa dibangun secara individu atau berkelompok, tergantung keperluan dan luas areal tanaman yang akan diairi. Untuk keperluan individu dengan luas tanaman (palawija) 0,5 hektar,misalnya, embung yang diperlukan adalah panjang 10 m, lebar 5 m dan kedalaman 2,5 m – 3 m. Namun bila difungsikan untuk lahan luas, maka perlu kajian lebih matang dengan berbagai pihak.

Jenis tanaman dan cara pengairan

Umumnya Embung digunakan untuk mengairi padi musim kemarau, palawija seperti jagung, kacang tanah, kedelai, kacang hijau, dan sayuran. Mengingat air dari embung sangat terbatas, maka pemakaiannya harus seefisien mungkin. Sebaiknya teknik pengairan dilakukan dengan cara irigasi tetesan terutama untuk palawija dan irigasi pada sela-seta larikan.

Apabila air Embung akan digunakan untuk mengairi padi dianjurkan untuk mengairi hanya pada saat-saat tertentu, seperti pada stadia primordia, pembungaan dan pengisian bulir padi. Sedangkan setiapkali mengairi tanah, cukup sampai pada kondisi jenuh air.

Bentuk Embung

Bentuk embung sebaiknya dibuat bujur sangkar atau mendekati bujur sangkar, hal tersebut dimaksudkan agar diperoleh Wiling yang paling pendek, sehingga resapan air melalui tanggul lebih sedikit. Namun beda ketika membangun Embung dengan skala besar, maka bentuk Embung lebih menyesuaikan kontur alam.


Share and Enjoy !

0Shares
0 0
KEJAR PENUHI HAK PILIH, PPS DESA GRUDO TERUS LAKUKAN KOORDINASI

KEJAR PENUHI HAK PILIH, PPS DESA GRUDO TERUS LAKUKAN KOORDINASI

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi terus melakukan koordinasi dengan jajarannya dalam memenuhi data terkait warga yang memiliki hak pilih.

Seriusnya pendataan hak pilih tersebut terlihat dari aktivitas PPS di kantor sekretariat jalan Suryo Nomor 47 Ngawi pada Rabu (29/7).

Dalam proses pemutakhiran, PPS Desa Grudo banyak menemukan kesalahan data. Kesalahan tersebut meliputi data warga yang tidak memenuhi syarat (TMS) seperti sudah meninggal, pindah domisi, tidak diketahui dan bukan penduduk setempat.

“Persoalannya pemutakhiran data hak pilih masih seputar TMS. Saya kira desa lain juga memiliki persoalan sama.” Terang Andesta anggata PPS Desa Grudo.

Lebih lanjut pria yang sudah menjadi anggota PPS beberapa kali tersebut menganggap TMS sesuatu yang suadah biasa dan wajar.

” Warga TMS dalam pelaksanaan pemilihan kali ini merupakan hal biasa. Dan setiap kali ada pemilihan Bupati atau yang lain pasti tetap melakukan pemutakhiran data.”lanjut Desta.

Ditanya terkait pencocokan dan penelitian (Coklit) data, Desta menyatakan bahwa PPS akan mengupayakan seluruh yang memenuhi hak pilih terdata.

“Saat ini Coklit masih berkisar di angka 80%. Kita akan upayakan seluruh warga yang memiliki hak pilih dalam Pilgub terdata.” Pungkasnya.



Share and Enjoy !

0Shares
0 0
TERBUKTI UNGGUL, PETANI DESA GRUDO TANAM INPARI 32

TERBUKTI UNGGUL, PETANI DESA GRUDO TANAM INPARI 32

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Masa tanam lahan petanian utamanya untuk persawahan di Desa Grudo tidak mengenal musim. Hal itu disebabkan melimpahnya kandungan air dari dalam tanah. Dengan kemudahan ini, petani bebas menentukan musim tanam tanpa harus menunggu musim penghujan.

Pada dasarnya, petani yang mengelola lahan sawah lebih condong menanam padi. Selain mudah dalam pemasaran, menanam padi merupakan budaya yang sudah mengakar dilingkungan petani Desa Grudo.

Pada pelaksanaan penanaman padi, banyak varietas yang bisa menjadi pilihan para petani.  Pilihan tersebut biasanya akan menyesuaikan dengan kondisi alam persawahan dan kebutuhan pasar.

Dari hasil pemantauan di lapangan, petani Desa Grudo banyak mnggunakan benih Inpari 32. Benih  jenis ini merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) hasil seleksi Ciherang/IRBB64 oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Varietas ini memiliki gabah dengan bentuk medium, dan warna kuning bersih, serta agak tahan terhadap kerebahan. 

Dari berbagai sumber diketahui bila benih yang dilepas Kementerian  Pertanian tahun 2013 ini memiliki rata-rata hasil mencapai 6.3 ton/ha gabah kering giling (GKG) dengan potensi hasil sebesar 8.42 ton/ha GKG. Varietas ini cocok ditanam di dataran rendah sampai dengan ketinggian 600 m dari permukaan laut (dpl).

Bila melihat hasil yang diperoleh setiap kali panen, bukan tidak mungkin padi jenis Inpari 32 akan bertahan lama menjadi pilihan petani di Desa Grudo. Selain cocok dengan kondisi alam, padi jenis ini sudah terbukti memiliki banyak keunggulan.

“Petani Desa Grudo rata – rata menggunakan benih Inpari 32. Padi jenis ini lebih cocok dengan kondisi sawah Desa Grudo. Selain lebig tahan hama, juga batangnya kuat.” Terang Tukiman Ketua kelompok tani Dusun Brangol

Share and Enjoy !

0Shares
0 0