Select Page

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Kangkung merupakan salah satu sayuran yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Selain harganya murah, tanaman ini juga memiliki banyak manfaat.

Selain itu, kangkung juga kaya akan berbagai mineral penting seperti kalium, kalsium, magnesium, zat besi, serta zat fosfor, hentriakontan, sitosterol, vitamin B1. 

Untuk pembudidayaan Kangkung tidak memerlukan lahan khusus. Tanaman satu ini tumbuh baik di dataran tinggi maupun rendah. Bahkan juga bisa ditanam di pekarangan baik melalui media tanah maupun hidroponik tanpa harus menunggu musim tertentu.

Usia tanam dari pembenihan hingga panen, Kangkung memiliki rentan relative cepat antara 4-5 minggu. Jadi dalam satu bulan tanaman kangkung sudah siap panen.

Dilihat dari jenisnya Kangkung yang beredar di pasaran ada dua macam. Pertama Kangkung yang ditanam di darat dan kedua Kangkung ditanam dengan media air. Namun, jenis Kangkung darat paling banyak beredar di pasaran, sisanya kangkung air dengan media hidroponik

Bagi yang ingin mencoba budidaya kangkung, berikut cara penanamannya :

  1. Pilih Lokasi Penanaman Kangkung

Sebelum menanam Kangkung, perhatikan lokasi yang akan ditanami agar pertumbuhannya bisa maksimal. yang harus dipahami adalah media penanaman memiliki kandungan air yang cukup. Apabila ditanam di di media dengan kandungan air kurang, maka pertumbuhan kangkung menjadi tidak maksimal dan bisa jadi kangkung akan mati.

2. Olah Media Tanam Kangkung

Setelah menentukan lokasi, maka langkah selanjutnya ialah mengolah lahan. Sekitar kurang lebih 3 minggu sebelum penanaman, lahan disuburkan dengan campuran pupuk kompos. Untuk perbandingan campuran bisa 1banding 10. 1 banding 10 dimaksud adalah setiap 1 hektar tanah dicampur 10 ton pupuk kompos. Bila penanaman hanya sedikit, cukup menggunakan perbandingan luas media dengan jumlah pupuk kompos.

Setelah itu dilakukan pengairan hingga terisi kurang lebih 5 cm diatas permukaan tanah dan biarkan tergenang. Dalam posisi tergenang, taburkan pupuk urea sebanyak 1 kuintal untuk 1 hektar lahan atau menyesuaikan perbandingan tanah dengan pupuk.

Selanjutnya, persiapkan  untuk membuat bedengan atau gundukan tanah dengan panjang 3 hingga 5 meter, dan lebar 0,8 hingga 1,2 meter. Setelah itu di buat lubang dengan ukuran kurang lebih 15 hingga 20 cm.  Untuk setiap gundukan jangan lupa beri jarak dengan selokan kurang lebih 50 cm.

Tujuan dibuatnya gundukan tanah ialah untuk membantu proses kelancaran keluar masuknya air dan memudahkan akses dalam pemeliharaan tanaman.

3. Beri Pupuk

Setelah proses pengolahan lahan selesai, langkah selanjutnya ialah menambahkan pupuk kompos ulang. Taburkan pupuk kandang secukupnya pada lahan, kemudian ratakan media tanam, setelah itu dibiarkan selama 3 hingga 5 hari agar pupuk terserap secara maksimal kedalam tanah.

Pemberian kapur dolomit harus dilakukan agar tanaman kangkung yang dihasilkan jadi baik. Apabila jumlah pupuknya 1 karung, maka gunakan kapur sebanyak 1 ember kecil saja, usahakan jangan terlalu banyak.

4. Pembibitan

Pembibitan merupakan proses penting dalam penanaman Kangkung agar mendapat kualitas yang baik ketika panen. Untuk dapat memperoleh bibit kangkung dengan kualitas terbaik, simak ulasan berikut:

  1. Peroleh bibit kangkung muda dengan ukuran 20 sampai 30 cm yang memiliki batang serta daun yang besar. Bibit ini bisa kalian peroleh dengan dua cara:
    1. Yang pertama dengan cara stek batang, setelah itu kalian tancapkan kedalam tanah
    1. Yang kedua dengan cara menanam biji kangkung yang telah kering dan berkualitas baik. Biji bibit kangkung dapat di peroleh di toko-toko pertanian tempat penjualan bibit tanaman.
  • Selanjutnya, benih kangkung yang telah dipersiapkan tadi di tanam dengan ukuran jarak tanam 1,5 × 1,5 cm. Apabila benih tersebut berasal dari biji, dan ditanam untuk lahan seluas 10 meter persegi, maka isilah setiap lubang tanam dengan 2 hingga 3 butir biji sehingga memerlukan benih sebanyak 300 gram.
  • Pada musim kemarau, lakukan penyiraman secara teratur dan kurangi penyiraman ketika masuk masim penghujan.

5. Tanam Kangkung

Dalam melakukan proses penanaman kangkung, terlebih dahulu media dilubangi sedalam 5 cm dengan ukuran jarak 20 × 20 cm atau bisa menyesuaikan jarak sesuai dengan luas lahannya.

Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari antara jam 4 hingga jam 6 sore, hal ini bertujuan agar benih yang baru ditanam tidak langsung mendapatkan udara kering yang membuat benih cepat berkecambah.

Pada proses pemeliharaan, ada beberapa teknik yang dianjurkan agar Kangkung dapat tumbuh dengan baik. Berikut diantaranya:

Teknik Penjarangan

Tehnik ini dilakukan adalah bila di dalam satu kelompok terlihat terlalu lebat atau berdesakan.

Teknik Penyiangan

Penyiangan adalah kegiatan pembersihan media tanam dari Gulma ( Tanaman Pengganggu ) disekitar tanaman Kangkung. Bila tidak dilakukan, Gulma dapat menyebabkan pengurangan nutrisi yang menghambat pertumbuhan Kangkung. Penyiangan ini dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Teknik Pemupukan

Pemupukan tetap harus dilakukan sekalipun di awal sudah dilaksanakan. Lakukan penyemprotan pupuk pada tanaman kangkung setiap 1 minggu sekali agar unsur hara yang dibutuhkan dapat sepenuhnya diserap oleh tanaman Kangkung. Untuk pupuknya sendiri, jenisnya adalah pupuk kimia seperti Urea yang dilarutkan ke dalam air.

Teknik Penyiraman

Pada saat melakukan penyiraman harus selalu memperhatikan kondisi tanah. Apabila memasuki musim kemarau, lakukan penyiraman 2 kali sehari agar tanaman kangkung tidak kekurangan air. Waktu yang tepat untuk melakukan penyiraman adalah pagi hari sekitar pukul 7 dan pada sore hari sekitar pukul 5 sore.

Teknik Penyemprotan Pestisida

Selama masa pertumbuhan, tanaman kangkung paling sering terkena hama berjenis ulat berwarna putih dan belalang yang menyerang bagian bawah helai daun kangkung.

Untuk membasmi hama tersebut, yang dapat dilakukan adalah menyemprotkan pestisida pada waktu sore hari dengan dosis 2 cc per liter air.

Setelah melakukan pembasmian hama, lahan sebaiknya kalian keringkan selama kurang lebih 4 sampai 5 hari sebelum dialiri air lagi.

6. Panen

Dan tahap terakhir adalah proses panen. Setelah semua langkah diatas dilakukan, maka tanaman kangkung siap untuk dipanen. Berikut adalah beberapa tips untuk memanen kangkung:

  1. Tanaman kangkung harus berusia 21, 25 atau 27 hari ketika hendak dipanen. Jika menginginkan kangkung berusia muda dan segar, bisa memanennya pada usia 21 hari.
  2. Panjang batang kira-kira harus mencapai 20 hingga 25 cm dan memiliki daun yang lebar.
  3. Panen dengan alat pemotong dan menyisakan sekitar 2 sampai 5 cm di atas permukaan tanah, atau bisa juga cabut tanaman hingga ke akarnya. Pastikan cuci sampai bersih dengan air.
  4. Panen dapat dilakukan setiap 2 hingga 3 minggu sekali pada waktu sore hari  dengan kondisi lahan yang basah atau lembab.
  5. Kangkung yang telah di panen selanjutnya dikumpulkan untuk disatukan sebanyak 15 hingga 20 batang dalam setiap satu ikatan.
  6. Bila Kangkung hendak di pasarkan, usahakan dalam keadaan segar dengan mencelupkannya kedalam air tawar yang bersih, kemudian tiriskan.

Itulah panduan menanam dan merawat sayuran Kangkung yang dikutip dari berbagai sumber.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0