Select Page

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Embung atau cekungan penampung (retention basin) adalah permukaan tanah yang lebih rendah dari daratan sekitarnya dengan area cukup luas sebagai penampung air. Secara umum, Embung digunakan sebagai sarana pengendali air untuk keperluan tertentu. Sebagai tempat penampung air, Embung memiliki banyak fungsi. Selain bermanfaat bagi manusia, Embung juga difungsikan untuk keseimbangan alam.

dikutip dari berbagai sumber, Embung yang menjadi program prioritas Kementrian Desa dan Derah Tertinggal memberi banyak manfaat. Untuk lebih jelasnya silakan simak uraian berikut :

Tujuan
Pembuatan embung untuk pertanian bertujuan antara lain untuk :

1.Menampung air hujan dan aliran permukaan ( run off ) pada wilayah sekitarnya serta sumberair lainnya yang memungkinkan seperti mata air, parit, sungai-sungai kecil dan sebagainya.

2.Menyediakan sumber air sebagai suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija, hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.

Sasaran pembangunan embung untuk pertanian antara lain :

1.Tertampungnya air hujan dan aliran permukaan ( run off) pada wilayah sekitarnya serta sumber air lainnya yang memungkinkan.

2.Tersedianya air suplai irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija, hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.

Persyaratan Lokasi

Beberapa syarat yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan pembuatan Embung yaitu :

Embung sebaiknya dibangun pada lahan dengan tanah yang mampu menahan peresapan air. Tujuannya adalah menjaga agar air tidak cepat surut ke dalam tanah.


Kemiringan Lahan

Embung sebaiknya dibuat pada areal pertanahan yang bergelombang dengan kemiringanantara 8 – 30%. Itu dimaksudkan untuk mempermudah aliran air dari permukaan ke area Embung. Bila difungsikan untuk lahan pertanian, Embung diupayakan dibangun
Pada lahan yang lebih tinggi. Untuk kemiringan tanah batas pinggir upayakan jangan terlalu miring (> 30%), hal itu akan menyebabkan endapan tanah karena erosi.

Lokasi

Penempatan Embung sebaiknya dekat dengan saluran air yang ada disekitarnya, supaya padasaat hujan, air di permukaan tanah mudah dialirkan kedalam embung. Lebih baik lagi kalau dibuat di dekat areal pertanian

Ukuran Embung

Embung bisa dibangun secara individu atau berkelompok, tergantung keperluan dan luas areal tanaman yang akan diairi. Untuk keperluan individu dengan luas tanaman (palawija) 0,5 hektar,misalnya, embung yang diperlukan adalah panjang 10 m, lebar 5 m dan kedalaman 2,5 m – 3 m. Namun bila difungsikan untuk lahan luas, maka perlu kajian lebih matang dengan berbagai pihak.

Jenis tanaman dan cara pengairan

Umumnya Embung digunakan untuk mengairi padi musim kemarau, palawija seperti jagung, kacang tanah, kedelai, kacang hijau, dan sayuran. Mengingat air dari embung sangat terbatas, maka pemakaiannya harus seefisien mungkin. Sebaiknya teknik pengairan dilakukan dengan cara irigasi tetesan terutama untuk palawija dan irigasi pada sela-seta larikan.

Apabila air Embung akan digunakan untuk mengairi padi dianjurkan untuk mengairi hanya pada saat-saat tertentu, seperti pada stadia primordia, pembungaan dan pengisian bulir padi. Sedangkan setiapkali mengairi tanah, cukup sampai pada kondisi jenuh air.

Bentuk Embung

Bentuk embung sebaiknya dibuat bujur sangkar atau mendekati bujur sangkar, hal tersebut dimaksudkan agar diperoleh Wiling yang paling pendek, sehingga resapan air melalui tanggul lebih sedikit. Namun beda ketika membangun Embung dengan skala besar, maka bentuk Embung lebih menyesuaikan kontur alam.


Share and Enjoy !

0Shares
0 0