Select Page
KEPOLISIAN RESORT NGAWI SEBARKAN PENANGKAL CORONA

KEPOLISIAN RESORT NGAWI SEBARKAN PENANGKAL CORONA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Kepolisian Republik Indonesia melalui Kepolisian Resort Ngawi mensosialisasikan vaksin untuk Corona. Berbeda dengan vaksin umumnya, vaksin dimaksud kali ini adalah perilaku disiplin saat pandemi Covid-19.

Perilaku disiplin dimaksud menurut Bhabinkamtibmas Desa Grudo bahwa masyarakat dengan sadar menjaga kesehatan sesuai anjuran pemerintah saat pandemi Covid-19.

Anjuran itu meliputi sering cuci tangan pakai sabun, memakai masker saat berinteraksi, jaga jarak, dan menghindari keramaian.

Disiplin sebagai vaksin Corona, sebelumnya disampaikan Irjen Muhammad Fadil Imran Kepala kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur melalui reklame yang terpasang di berbagai titik wilayah Kabupaten Ngawi.

Sedang bunyi tulisan yang dikutip dari kata – kata Kapolda Jatim di papan reklame tersebut adalah “Masyarakat diharap mulai terlatih, mulai teredukasi, untuk hidup tertib serta bersih, disiplin ini merupakan vaksinnya corona… obatnya corona…”

Saat masa pandemi Covid-19 belum menunjukkan reda, himbauan untuk disiplin terhadap penerapan protokol kesehatan merupakan solusi.

Diharapkan dengan perilaku disiplin akan menghambat penyebaran Covid-19 sebelum ditemukan vaksin sesungguhnya.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
CARA MUDAH CEK KUALITAS MASKER

CARA MUDAH CEK KUALITAS MASKER

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Masker menjadi sarana pengendali penyebaran Covid-19 paling efektif. Hal itu membuat pemerintah terus mengkampanyekan penggunaan masker dalam beraktivitas.

Namun dari banyaknya masker yang beredar, masyarakat masih banyak yang belum tahu seperti apa masker berkualitas itu.

Pada webinar Kementerian Komunikasi dan Informatika yang difasilitasi Dinas Kominfo dan Informatika Jawa Timur, diungkap cara pengecekan masker secara sederhana.

Cara pengecekan tersebut diungkap Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang hadir sebagai narasumber.

“Cara pengecekannya mudah, cukup menggunakan lilin dan masker.” Terang Daeng MFaqih Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.

Lebih lanjut Daeng menjelaskan bila dalam pengetesan cukup dengan menyalalakan lilin. Kemudian masker yang akan dites dipakai. Tiup lilin yang sudah menyala dengan posisi masker terpakai.

Bila lilin mati, Daeng mengatakan kualitas masker kurang bagus untuk menghambat penyebaran Covid-19. Hal itu bisa diartikan pori – pori kain cukup besar.

Sedangkan untuk kualitas masker bagus tidak akan membuat lilin mati ketika di tiup. “Ketika masker dites pada lilin menyala dan tidak mati, makan pori – pori masker rapat. Dan itu bagus.” Lanjut Daeng.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PECEL, KULINER MERAKYAT HARGA HEMAT

PECEL, KULINER MERAKYAT HARGA HEMAT

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dikalangan masyarakat Jawa Timur bagian barat, Pecel merupakan kuliner yang benar-benar merakyat. Tidak hanya rasanya yang enak dan khas, pecel juga dikenal dengan harganya yang murah.

Sampai saat ini belum jelas, entah dari daerah mana pecel ini berasal. Namun masakan Pecel menjadi kuliner favorit di karasidenan Madiun.

Bila dilihat dari bahan bakunya, Pecel merupakan perpaduan sayuran dan sambal Kacang yang dicampur. Namun dalam perkembangannya, banyak pedagang mengkolaborasikan masakan Pecel hingga banyak ragam dan menjadi kuliner baru.

Seperti di Kabupaten Ngawi, Pecel dikolaborasikan dengan Tumpang atau Lethok dan biasa disebut Pecel Lethok. Masakan Pecel Lethok merupakan kombinasi Pecel dicampur sayur Tempe pedas sebagai pelengkap nasi.

Beda dengan pecel, untuk Pecel Lethok memang menjadi masakan khas dari Kabupaten Ngawi dan sangat populer di kalangan masyarakat.

Untuk mendapatkan kuliner pecel di Kabupaten Ngawi, masyarakat tidak perlu susah. Pecel tersedia di setiap desa dan cukup bervariasi dalam penghidangannya.

Dalam jajaran kuliner di Kabupaten Ngawi, Pecel menempati urutan atas menu favorit. Selain rasanya yang enak, harganya juga ramah dikantong.





Share and Enjoy !

0Shares
0 0
SIAPA SAJA KELOMPOK RENTAN TERHADAP COVID-19 ?

SIAPA SAJA KELOMPOK RENTAN TERHADAP COVID-19 ?

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Webinar Kementerian Kominfo Republik Indonesia yang difasilitasi Dinas Kominfo Jawa Timur pada Kamis (27/9) lalu banyak memberi manfaat.

Salah satunya adalah masalah bahaya Covid-19 terhadap kelompok rentan yang disampaikan Dewi Nur Aisyah Tim Satgas Covid-19.

“Masyarakat harus paham siapa yang rentan terhadap dampak Covid-19.” Terang Dewi Nur Aisyah salah satu pembicara dalam webinar.

Disebutkan Dewi, bila ada 5 kelompok rentan terhadap Covid-19. Mereka yang masuk kelompok rentan harus tahu karena kecepatan penyebaran Covid-19 sangat cepat dan beresiko tinggi.

“Ada 5 kelompok rentan terhadap Covid-19. Tidak hanya rentan terhadap penularan tapi juga rentan terhadap bahaya kematian.”

“Mereka yang masuk kelompok rentan tersebut adalah penderita umur lanjut, yang memiliki daya tahan tubuh rendah, memiliki penyakit penyerta, memiliki berat badan serius dan ibu hamil.” Lanjutnya.

Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) menerangkan bila ada dua hal yang sangat berbahaya bila terjangkit Covid-19. Dua hal tersebut meliputi gagal nafas dan penggumpalan darah.

“Umumnya pasien Covid-19 meninggal karena gagal nafas dan penggumpalan darah.” Terang dr. Daeng M Faqih.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PROGRAM KAMPUNG TANGGUH DESA GRUDO MEMASUKI UJIAN KEDUA

PROGRAM KAMPUNG TANGGUH DESA GRUDO MEMASUKI UJIAN KEDUA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Program Kampung Tangguh Desa Grudo memasuki ujian tahap 2. Ujian dimaksud adalah fase kerja Satgas Penanggulangan Covid-19 Desa Grudo selama pemerintah menetapkan darurat Corona.

Tahap pertama tugas Kampung Tangguh Desa Grudo adalah mempertahankan Grudo bersatus zona hijau dan mengatasi dampak lain yang ditimbulkan Covid-19.

Sedan untuk fase kedua, Desa Grudo melalui Satgas Penanganan Covid-19 Desa Grudo berupaya mengembalikan status zona merah ke zona hijau.

Dalam proses pengembalian ke status zona hijau, Desa Grudo terus melakukan upaya pencegahan penyebaran dengan melibatkan berbagai pihak seperti Kepolisian maupun TNI.

Pelibatan kedua Instansi tersebut diharapkan mampu mencegah penyebaran Covid-19 dengan cara melakukan sosialisasi secara masif.

Selain melakukan sosialisasi secara masif, Pemerintah Desa Grudo juga menerbitkan atauran baru terkait ijin pelaksanaan kegiatan yang melibatkan massa.

Dengan terbitnya aturan baru yang ditandatangani Kepala Desa, Sekretaris Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Bidan Desa tersebut diharapkan mampu memutuskan rantai penyebaran Covid-19.



Share and Enjoy !

0Shares
0 0