Select Page
TIPS MENGATASI SUNDEP ATAU BELUK

TIPS MENGATASI SUNDEP ATAU BELUK

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Sundep atau Beluk merupakan musuh utama petani padi saat musim hujan. Selain dapat membunuh tananman padi, juga dapat membuat padi tidak berisi.

Namun, bila dilihat dari hasil panen utamanya saat musim hujan, Sundep dan beluk sudah tidak banyak lagi berpengaruh pada hasil. Itu tidak lepas dari pemahaman petani setelah dapat masukan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Dikutip dari berbagai sumber, petani sudah menerapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sehingga Sundep dan Beluk tidak banyak berpengaruh pada padi.

Secara umum, pengertian PHT adalah pengendalian populasi hama agar tetap berada di bawah ambang kerugian sehingga petani masih dapat meneruskan penanaman padi pada periode berikutnya.

Pada pelaksanaannya, PHT tidak bersifat pemusnahan, pembasmian, pemberantasan, melainkan pembatasan serangan Sundep maupun Cabuk yang disebabkan ulat.

PHT tidak terpaku pada satu cara, namun menerapkan pengendalian hama dengan berbagai cara dan saling terkait. Langkah tersebut meliputi :

  1. Budidaya tanaman sehat.

Dengan pemupukan berimbang tanaman akan tumbuh sehat dan lebih tahan dari serangan hama.

Secara alami jerami yang melimpah di sawah mengandung unsur Silika (Si) bila dijadikan kompos membuat tanaman padi batangnya lebih kuat sehingga Sundep dan Beluk tidak mampu menembusnya.

  1. Pengaturan Pola tanam.

Tanam serempak minimal 100 hektar dalam satu hamparan dengan tujuan persediaan makanan hama menjadi terbatas. Selanjutnya pergiliran tanaman selain padi untuk memutus siklus hidup hama. Dan tanam varietas padi berumur genjah.

  1. Cara mekanik.

Dengan mengumpulkan kelompok telur di persemaian dan pertanaman. Telur dipelihara dalam bumbung bambu, apabila keluar parasitoid dilepaskan kembali di pertanaman.

  1. Pengendalian Hayati.

a. Pengembangbiakan parasitoid Trichogramma untuk dilepas ke pertanaman padi.
b. Konservasi musuh alami dengan cara menghindari aplikasi insektisida kimia.
c. Konservasi musuh alami dengan cara pengembangan tanaman Refugia.

  1. Penggunaan Insektisida Kimia.

Segera dilakukan pengendalian jika ditemukan rata-rata 1 kelompok telur/m2 atau intensitas serangan mencapai 5% atau lebih, selambat-lambatnya 3 minggu sebelum panen. Sebelum menggunakan produk insektida, baca dan pahami informasi yang ada di label biar tidak salah insektisida yang disemprotkan.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
MIMPI MENURUT KITAB BETALJEMUR ADAMMAKNA

MIMPI MENURUT KITAB BETALJEMUR ADAMMAKNA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Mimpi merupkan peristiwa yang terjadi diluar kesadara manusia karena dalam kondisi tidur. Pada saat mimpi, umumnya manusia mengalami peristiwa atau menyaksikan sebuah peristiwa yang bisa jadi di akibatkan sebuah persolan yang belum usai menjelang tidur.

Namun, masyarakat Jawa memiliki pemahaman yang berbeda terhadap mimpi sejak berabad lalu. Pemahaman itu didasarkan pada tulisan yang tertuang dalam Kitab Betaljemur Adammakna dan masih banyak dipakai acuan hingga saat ini.

Dalam kitab tersebut, mimpi dibedakan menjadi 3 bagian sebagai berikut :

  1. Sasmitaningroh,  sasmita bisa diartikan isyarat atau isyarat roh. Jika jumlah hari dan pasaran dijumlah ketemu 7, atau 10, 13, 16  dan seterusrnya .  Jenis mimpi ini merupakan mimpi yang ada wahananya, baik berupa kebaikan atau sebaliknya yang bakal terkena pada orang yang mimpi atau orang yang dimimpikan. . Contoh hari Selasa Wage, dimana Selasa dihitung 3 dan Wage dihitung 4, dijumlah ketemu 7.  
  • Daradasih, jika hari dan pasaran saat mimpi dijumlahkan adalah 8, 11, 14, 17, dst.  Ini juga mimpi yang ada wahananya.  Contoh haris Senin (4) Wage (4).
  • Cakrabawa, ini bukan mimpi yang ada wahananya. Terjadi pada hari dan pasaran jika ditotal berjumlah 9, 12, 15, 18, dst.  Contoh hari Sabtu Paing, dimana sabtu dihitung 9 dan paing juga 9, jumlah 18.

Mendasar pada kitab yang sama, hitungan hari dan pasaran adalah berikut, hari : Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9, Ahad 5. Sedangkan hitungan Pasaran : Wage 4, Kliwon 8, Legi 5, Paing 9, Pon 7. 

Terkait terjadinya peristiwa dari isyarat mimpi tersebut tergantung hitungan dari jumlah hitungan hari dan pasaran. Hasil hitungan akan menunjukkan urutan waktu yang terbagai atas hari, bulan, tahun dan windhu.

Semisal mimpi terjadi dihari Rabu Wage, maka hari dan pasaran berjumlah 7 yang ketemu hari. Jika ketemuhari, maka wahana mimpi tersebut dalam hitungan hari atau paling lama dalam 7 hari bakal kejadian. 

Contoh selanjutntnya Senin Wage dengan jumlah hari dan pasaran 8, maka mimpi terjadi dengan wahana hitungan bulan.  Kalau ketemu bulanberarti sekitar satu bulan diperkirakan wahana mimpi tersebut terjadi. Demikian pula dengan hitungan ketemu tahun dan windhu.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
INGIN BERPARTISIPASI DALAM MEMBANGUN NGAWI, SEGERA “LAPOR”

INGIN BERPARTISIPASI DALAM MEMBANGUN NGAWI, SEGERA “LAPOR”

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus berinovasi dalam mewujudkan good government (Pemerintahan baik). Upaya tersebut terus dilakukan diberbagai lini dengan ragam inovasi.

Dalam pelaksanaan menuju good government, Pemerintah Kabupaten Ngawi juga melakukan pelibatan masyarakat berupa kesempatan dalam memberikan sumbangsih aspirasi, koreksi maupun kritisi.

Untuk mengakomodir sumbangsih masyarakat, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) meluncurkan aplikasi “lapor”. Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa menyuarakan pendapat melalui tulisan pada kolom yang disediakan.

Aplikasi lapor dapat diakses melalui komputer maupun smartphone dengan alamat akun lapor.ngawikab.go.id.

Lalu bagaimana cara melapor lewat akun lapor.ngawikab.go.id ? Silakan simak berikut ini.

Pertama, ketahui dahulu arti dan fungsi dari form pengaduan yang ada di dalam aplikasi lapor.ngawikab.go.id.

Kedua, pastikan hal – hal berikut ini sebelumnya melapor :

  1. Laporan relefan dengan kinerja pemerintah.
  2. Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
  3. Bukan merupakan ujaran kebencian, SARA dan caci maki.
  4. Bukan merupakan laporan yang sudah disampaikan dan masih dalam proses penanganan.

Terakhir, perhatikan kolom – kolom yang wajib dan obsional diisi.

Wajib meliputi :

  1. Judul laporan : merupakan kesimpulan dari persoalan, inti dari suatu laporan yang disampaikan.
  2. Isi laporan : menceritakan kronologis kejadian yang ingin dikeluhkan, jika dibutuhkan sertakan data diri anda berupa nama dan nik serta keterangan lainnya seperti nomor KIP, BPJS,KKS, PKH atau KPS
  3. Tanggal kejadian : tanggal ketika menerima pelayanan kurang memuaskan.
  4. Lokasi kejadian : lokasi ketika mendapatkan pelayanan kurang memuaskan.

Opsional meliputi :

  1. Instansi tujuan : instansi berwenang terhadap pengaduan yang diberikan.
  2. Kategori laporan : kategori sesuai dengan laporan yang diadukan.
  3. Anonim : membuat nama pelapor tidak muncul pada halaman publik.
  4. Rahasia : membuat nama pelapor tidak muncul di halaman publik, misalnya pada pelaporan menyertakan Nomor identitas, maka jika pertimbangannya demi keamanan data, sebaiknya dirahasiakan.
  5. Lampiran : data dukung laporan berupa gambar, dokumen dan video dengan maksimal upload 2MB dan dan bisa dilakukan lebih dari satu kali upload.

Ingin berpartisipasi dalam pembangunan, manfaatkan aplikasi lapor dari komputer atau smartphone dengan mengakses akun lapor.ngawikab.go.id.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
MASIH TERKAIT BLUSUKAN, DISKOMINFO SAMBANGI KARANGANYAR

MASIH TERKAIT BLUSUKAN, DISKOMINFO SAMBANGI KARANGANYAR

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka mempercepat penyebaran pengelolaan website desa secara profesional, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi terus melakukan upaya jemput bola. Selain memberi arahan, kegiatan itu juga sebagai motivasi sekaligus penggalian data terkait kendala operator dalam mengelola website desa.

Seperti Rabu (28/10) di Desa Pandean Kecamatan Karanganyar kabupaten Ngawi. Diskominfo melalui Kepala Seksi (Kasi) Ekosistem Government (E-Gov) bersama operator website desa Grudo melakukan tinjauan sistem pengelolaan website desa.

Masih sama dengan beberapa kunjungan sebelumnya, masalah jaringan internet, pembuatan narasi dan lamanya proses upload masih menjadi persoalan operator.

“Sinyal di sini kurang stabil, jadi kalo upload perlu waktu agak lama.” Terang Didik operator website Desa Pandean.

Bila melihat pergerakan pengelolaan website, operator Desa Pandean cukup aktif dalam mengunggah berita dibanding  desa lain di wilayah Kecamatan Karanganyar. Namun secara kwalitas dan kuantitas masih perlu ditingkatkan.

“Pengelolaan website Desa Pandean cukup aktif. Namun masih perlu ditingkatkan  untuk mampu berkompetisi dalam lomba tahun ini.” Terang Noor Soemadijo Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi.

Dalam perbincangan juga diungkap rencana penerapan aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) yang masuk dalam agenda Diskominfo Kabupaten Ngawi. Sistem ini diharapkan mampu menyederhanakan proses dan meningkatan pengelolaan administrasi desa

“SID sanngat diperlukan desa untuk mempercepat proses dan meningkatkan kwalitas pengelolaan administrasi. Namun perlu banyak masukan untuk  penerapan aplikasi SID. Ini berkaitan dengan penyesuaian konten yang ada di dalamnya.” Lanjut Noor.

Ada yang menarik dalam kunjungan Diskominfo di Desa Pandean. Selain dilakukan saat hari libur, tuan rumah menjamu dengan hidangan spesial berupa masakan khusus.

Masakan khusus tersebut berupa olahan ikan Gabus yang dihidangkan sebagai pelengkap nasi  diperoleh dengan cara menjaring di Embung Pandean.

Kunjungan Kasi E-gov bersama operator website Desa Grudo kali ini atas undangan Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Pandean yang merangkap operator website.

Selain mengharap masukan dalam pengelolaan website desa, operator website Pandean mengundang Diskominfo Kabupaten Ngawi juga bermaksud untuk memperkenalkan potensi desa.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
MEMASUKI MUSIM HUJAN, HATI HATI DENGAN SUNDEP

MEMASUKI MUSIM HUJAN, HATI HATI DENGAN SUNDEP

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Memasuki musim hujan, petani mulai waspada terhadap serangan hama utamanya begi pengelola lahan pertanian untuk tanaman padi.

Kewaspadaan petani padi bukan tanpa alasan. Mereka sangat mengenal hama yang sering datang pada musim hujan yaitu Sundep.

Dikalangan petani padi, Sundep atau Beluk dikenal sebagai hama Penggerek Batang Padi Kuning (PBPK) yang masih sulit dikendalikan.

“Musim hujan sangat sulit mengendalikan hama Sundep.” Terang Tukiman pengelola lahan pertanian padi Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi.

Dari pengalaman petani, serangan hama Sundep selama ini tidak dapat dihindari, namun masih bisa diminimalisir sehingga tidak banyak berpengaruh banyak pada hasil panen.

“Sundep tidak bisa dihindari, namun bisa dilakukan pencegahan atau mengurangi dampaknya.” Lanjut Tukiman yang juga perangkat Desa Grudo.

Dari istilah Sundep dan Beluk sebenarnya berbeda  dalam penyebutan. Itu sangat tergantung pada fase penyerangan terhadap padi.

Sundep menyerang pada fase vegetatif (fase pertumbuhan) yang ditandai dengan  daun padi muda menguning kemudian tergulung lalu mengering dan mati.

Sedangkan Beluk menyerang pada fase generatif (fase berbunga/berbuah) yang ditandai dengan bunga atau buah padi yg baru keluar berwarna putih, berguguran, gabahnya kosong (gabuk).

Dari berbagai sumber disebutkan bila Sudep maupun Beluk hanya sebuah istilah kerusakan pada tanaman padi berdasarkan fase pertumbuhan.

Sedangkan penyebab Sundep dan Beluk adalah ulat kecil berwarna putih yang masuk ke dalam batang padi dan memotong serat tumbuh utama.

Tanaman padi yang terserang Sundep pada umumnyasih bisa dikendalikan karena dimungkinkan bisa tumbuh lagi dengan membentuk tunas baru.

Sedangkan tanaman padi yang terserang Beluk sudah tidak bisa diselamatkan lagi karena titik tumbuh sudah putus saat bulir padi mulai muncul.

“Jadi yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasi dengan sesering mungkin mengontrol keberadaan ulat penyebab Sundep maupun Beluk.” Pungkas Tukiman.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0