Select Page

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Masyarakat Jawa dikenal memiliki budaya unik dengan berbagai pengetahuan yang diuraikan lewat “Kitab Primbon”.

Sama dengan buku – buku terbitan era modern, primbon merupakan buku pedoman yang diterbitkan melalui proses panjang dengan menyimpulkan peristiwa alam dan pencarian petunjuk gaib.

Seiring dengan pergeseran generasi, pengetahuan yang tertuang dalam Primbon mulai dibantah dengan pengetahuan modern yang ditulis melalui hasil riset.

Tidak terbantahkan, pengetahuan modern mampu menggeser pemahaman sebagian besar masyarakat dengan bukti lebih nyata dan logis.

“Sebagai masyarakat Jawa, kita tetap menjunjung tinggi pengetahuan nenek moyang dengan hasil karya – karyanya.” Terang Kepala Desa Grudo Triono ST.

Dibalik mulai bergesernya pemahaman masyarakat dari pola pikir lama kemodern, ternyata masih ada pemahaman kuat dari bagian isi Primbon yang rata – rata dianggap mitos.

Seperti kehadiran burung Bence saat malam hari misalnya. Masyarakat masih meyakini sebagai pertanda akan datangnya kematian.

“Kalo ada suara Bence dimalam hari, biasanya akan ada orang meninggal. Kadang waktunya selang seminggu atau dua Minggu.” Terang Dalikah warga Desa Grudo.

Kuatnya pemahaman Bence sebagai pembawa kabar kematian memang cukup beralasan. Tidak sedikit kematian yang sebelumnya ditandai dengan kehadiran Bence di malam hari.

Berbalik dengan pemahaman masyarakat tentang kehadiran Bence dimalam hari, pengetahuan modern memberi penjelasan lain yang tidak ada kaitannya dengan kematian.

Dari beberapa sumber disebutkan, suara Bence dimalam hari sebagai panggilan kepada pasangan kawin sekaligus penanda keberadaan untuk burung sejenisnya.

Bila digabungkan antara pengetahuan melalui Primbon dan buku modern, tentu tidak ada titik temu karena sistem penggalian data yang berbeda.

Namun dari fakta-fakta yang telah terjadi menunjukkan kebenaran masing-masing. Mengenai Bence, bagaimana pendapat anda ?

Share and Enjoy !

0Shares
0 0