Select Page

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Masyarakat Jawa dikenal memiliki budaya unik dalam kehidupan bermasyarakat. Budaya unik itu tidak hanya soal sosial kemasyarakatan, namun juga pemahaman ilmu yang bersumber dari alamĀ  yang dipercaya secara turun – temurun.

Bila melihat perkembangan teknologi yang mencakup segala bidang, pengetahuan masyarakat Jawa terkait ilmu yang bersumber dari alam cukup mendapat tantangan. Geenerasi muda mulai meninggalkan pengetahuan dari “Ilmu Titen”.

Dalam pengetahuan umum “Ilmu Titen” adalah pengetahuan yang didasarkan pada kode alam. Tidak ada yang tahu kapan ilmu Titen mulai ada, namun diyakini sudak ada sejak nenek moyang.

“Anak sekarang banyak yang tidak memahami situasi dari kode alam. Mereka selalu mengedepankan ilmu dari sekolah.” Terang Suman warga Desa Grudo.

Bila melihat keakuratan Ilmu Titen, sebagian masyarakat masih menggunakan sebagai acuan. Utamanya masyarakat berusia di atas 60 Tahun.

“Sekarang musim mangga dan sudah menua. Biasanya sebentar lagi memasuki musim hujan. Itu pemahaman orang jaman dulu dan masih terbukti sampai sekarang.” Lanjut Suman.

Ilmu Titen sendiri sebenarnya sudah menjadi bagian pengetahuan yang diakui di lingkungan. Namun perkembangannya sangat lambat karena metode pembelajarannya lebih banyak lewat cerita.

“Kalau anak sekarang ada yang tahu Ilmu Titen, rata – rata dari cerita orangtua dan bukan dari belajar lewat buku.” Pungkas Suman.

Dalam pengetahuan Ilmu Titen, semua peristiwa penting akan ditandai dengan peristiwa alam. Tanda tanda tersebut bisa melalui tumbuhan maupun hewan yang muncul pada saat – saat tertentu.


Share and Enjoy !

0Shares
0 0