Select Page

grudo.ngawikab.id – Bupati Blora,  Arief Rohman, langsung tancap gas dengan mematangkan sejumlah rencana kerjasama pembangunan kawasan perbatasan dengan Kabupaten sekitar. Itu terungkap dari unggahan akun Media Sosial (Medsos) Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Setelah pertengahan Februari lalu bertemu Bupati Bojonegoro, pada Minggu sore (28/2), Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini menemui Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono di kediamannya jalan Hassanudin Ngawi.

Ketika dihubungi, Mas Arief membenarkan bahwa dirinya baru saja bertemu dan berdiskusi dengan Bupati Ngawi.

“Ya, tadi dengan suasana santai, kita duduk bersama berdiskusi sekaligus berkoordinasi sambil menikmati secangkir kopi. Salah satunya membahas pematangan konsep peningkatan ruas jalan Randublatung – Getas hingga Banjarejo Ngawi dan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko,” ungkap Bupati Arief Rohman.

Menurutnya, kedua rencana pembangunan ini butuh koordinasi dengan pimpinan daerah untuk percepatan.

“Keduanya, peningkatan ruas Jl Randublatung – Getas – Banjarejo Ngawi dan Bendung Gerak Karangnongko yang akan membendung Bengawan Solo merupakan usulan proyek strategis nasional yang tertuang dalam Perpres No. 79 Tahun 2019. Sehingga kita yang ada di daerah harus mendukung sepenuhnya,” tambah Arief Rohman.

Pihaknya juga menambahkan bahwa di kawasan Desa Getas, Kecamatan Kradenan yang berbatasan dengan Banjarejo, Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi, terdapat KHDTK Getas Ngandong seluas ribuan hektar hutan jati yang dikelola oleh Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.

masih menurutnya, jika aksesnya dibuka, maka kawasan ini bisa menjadi pusat pengembangan Kehutanan untuk percontohan, hutan penelitian, konservasi, hingga perhutanan sosial bersama masyarakat.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0