Select Page

Grudo.ngawikab.id – Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks komposit yang dibentuk dari Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi atau Lingkungan Desa. Dengan nilai indeks yang terkumpul akan menentukan seberapa bagus peringkat desa secara nasional.

Indeks Ketahanan Sosial terdiri dari Dimensi Modal Sosial (indikator solidaritas sosial, memiliki toleransi, rasa aman penduduk, kesejahteraan Sosial); Dimensi Kesehatan (indikator pelayanan kesehatan, keberdayaan masyarakat, dan jaminan kesehatan); Dimensi Pendidikan (indikator akses ke pendidikan dasar dan menengah, akses ke pendidikan non formal dan akses ke pengetahuan); dan Dimensi Permukiman (indikator akses ke air bersih, akses ke sanitasi, akses ke listrik, dan akses ke informasi dan komunikasi).

Untuk Indeks Ketahanan Ekonomi  terdiri dari Dimensi Ekonomi (indikator keragaman produksi masyarakat desa, tersedia pusat pelayanan perdagangan, akses distribusi/logistic, akses ke Lembaga keuangan dan perkreditan, Lembaga ekonomi, dan keterbukaan wilayah).

Sedangkan Indeks Ketahanan Lingkungan/ Ekologi terdiri dari Dimensi Ekologi (indikator kualitas lingkungan dan potensi rawan bencana dan tanggap bencana).

Pelaksanaan IDM didasarkan pada dua regulasi yang bersumber dari Undang-Undang dan Peraturan Menteri (Permen). Untuk perundangan-undangan mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa dan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No. 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun.

Sementara, status kemajuan dan kemandirian desa yang telah diklasifikasikan dapat di jadikan dasar menentukan anggaran maupun kebijakan pembangunan desa. Berikut merupakan 5 (lima) status Desa :

  1. Desa Mandiri
  2. Desa Maju
  3. Desa Berkembang
  4. Desa Tertinggal
  5. Desa Sangat Tertinggal

Untuk IDM di Kabupaten Ngawi, ada 6 desa yang masuk kategori Desa Mandiri. Desa-desa tersebut berada dalam urutan ratusan hingga ribuan dalam peringkat IDM nasional dengan klasifikasi sebagai berikut:

  1. Desa Gudo berstatus mandiri, peringkat 347 nasional dengan score 0.8989.
  2. Desa Gendingan berstatus mandiri, peringkat 416 nasional dengan score 0.8916.
  3. Desa Mangunharjo berstatus mandiri, peringkat 558 nasional dengan score 0.8790.
  4. Desa Widodaren berstatus mandiri, peringkat 888 nasional dengan score 0.8584.
  5. Desa Kendal berstatus mandiri, peringkat 1612 nasional dengan score 0.8306.
  6. Desa Ngrambe berstatus mandiri, peringkat 1993 nasional dengan score 0.8208

Sedangkan, IDM memiliki dua tujuan. Yang pertama Menetapkan status kemajuan dan kemandirian desa dengan pemenuhan indeks sesuai ketentuan. Kedua, Menyediakan data dan informasi dasar bagi pembangunan desa. Dari dua poin tersebut, diharapkan mampu mengerek pembangunan desa secara terencanan dan berkelanjutan.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0