Select Page
MASIH TERKAIT “ILMU TITEN”, SEBENTAR LAGI MUSIM LARON, JAMUR DAN ENTHUNG JATI

MASIH TERKAIT “ILMU TITEN”, SEBENTAR LAGI MUSIM LARON, JAMUR DAN ENTHUNG JATI

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Seminggu terakhir intensitas hujan disebagian besar wilayah Kabupaten Ngawi cukup tinggi. Tentu menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat berpencaharian petani, utamanya pengolah lahan tadah hujan.

Bila merujuk pemahaman masyarakat Jawa terhadap keyakinan “Ilmu Titen”, intensitas hujan Minggu ini pertanda memasuki musim hujan. Itu ditandai dengan buah mangga yang rata – rata mulai menua.

Datangnya musim hujan satu dasawarsa terakhir memang tidak begitu mendapat perhatian khusus dari masyaraka. Itu lebih di karenakan kemudahan mendapatkan air dari sumber buatan seperti sumur bor maupun lewat jalur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Bahkan sebagai petani justru kurang respek dengan datangnya musim hujan. Mereka beranggapan bila keberadaan air yang berlebih dapat menimbulkan berbagai masalah pada tanaman.

Terlepas dari persoalan melimpahnya air, masyarakat banyak menantikan berkah dari kedatangan musim hujan. Mereka sangat percaya dengan “Ilmu Titen” yang sebentar lagi akan musim jamur, Laron dan Enthung Jati.

“Biasanya tidak lama akan musim Laron, Jamur Barat dan Enthung Jati.” Terang Dalikah Warga Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi.

Dari pengamatan di lapangan, fenomena musim jamur, Laron dan Enthung Jati memang tidak berlangsung lama. Namun fenomena ini menjadi bagian khusus dari awal datangnya musim hujan.

“Pokoknya seneng aja bareng – bareng nyari jamur, Laron dan Enthung Jati.” Lanjut Dalikah yang usianya sudah kepala tujuh itu.

Munculnya fenomena musiman tersebut (Jamur, Laron dan Enthung Jati) memang tidak terlalu banyak berdampak pada penghasilan ekonomi. Namun hal itu lebih menjadi kebiasaan yang akhirnya menjadi sebuah tradisi masyarakat.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
BENCE, BURUNG PEMBAWA KABAR KEMATIAN ?

BENCE, BURUNG PEMBAWA KABAR KEMATIAN ?

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Masyarakat Jawa dikenal memiliki budaya unik dengan berbagai pengetahuan yang diuraikan lewat “Kitab Primbon”.

Sama dengan buku – buku terbitan era modern, primbon merupakan buku pedoman yang diterbitkan melalui proses panjang dengan menyimpulkan peristiwa alam dan pencarian petunjuk gaib.

Seiring dengan pergeseran generasi, pengetahuan yang tertuang dalam Primbon mulai dibantah dengan pengetahuan modern yang ditulis melalui hasil riset.

Tidak terbantahkan, pengetahuan modern mampu menggeser pemahaman sebagian besar masyarakat dengan bukti lebih nyata dan logis.

“Sebagai masyarakat Jawa, kita tetap menjunjung tinggi pengetahuan nenek moyang dengan hasil karya – karyanya.” Terang Kepala Desa Grudo Triono ST.

Dibalik mulai bergesernya pemahaman masyarakat dari pola pikir lama kemodern, ternyata masih ada pemahaman kuat dari bagian isi Primbon yang rata – rata dianggap mitos.

Seperti kehadiran burung Bence saat malam hari misalnya. Masyarakat masih meyakini sebagai pertanda akan datangnya kematian.

“Kalo ada suara Bence dimalam hari, biasanya akan ada orang meninggal. Kadang waktunya selang seminggu atau dua Minggu.” Terang Dalikah warga Desa Grudo.

Kuatnya pemahaman Bence sebagai pembawa kabar kematian memang cukup beralasan. Tidak sedikit kematian yang sebelumnya ditandai dengan kehadiran Bence di malam hari.

Berbalik dengan pemahaman masyarakat tentang kehadiran Bence dimalam hari, pengetahuan modern memberi penjelasan lain yang tidak ada kaitannya dengan kematian.

Dari beberapa sumber disebutkan, suara Bence dimalam hari sebagai panggilan kepada pasangan kawin sekaligus penanda keberadaan untuk burung sejenisnya.

Bila digabungkan antara pengetahuan melalui Primbon dan buku modern, tentu tidak ada titik temu karena sistem penggalian data yang berbeda.

Namun dari fakta-fakta yang telah terjadi menunjukkan kebenaran masing-masing. Mengenai Bence, bagaimana pendapat anda ?

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
MULYANA, KERJA KERAS MENJELANG PURNA TUGAS

MULYANA, KERJA KERAS MENJELANG PURNA TUGAS

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Kerja keras Mulyana sebagai perangkat Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi patut diapresiasi. Pasalnya, pria berusia 59 tahun tersebut masih sanggup beradaptasi dengan Ilmu dan Transaksi Elektronik (ITE) sekalipun harus bekerja keras.

Sebagai seorang perangkat, Mulyana tercatat dalam Struktur Organisasi Tata Kelola (SOTK) Pemerintah Desa Grudo di Kepala Urusan (Kaur) Kesejahteraan.

“Pak Mul tugas utamanya ngurusi kesejah teraan rakyat. Tapi masyarakat lebih mengenal sebagai pejabat pernikahan.” Terang Kepala Desa Grudo Triono ST sembari bercanda.

Dalam pemenuhan tugas – tugas berkaitan administrasi, Mulyana cukup cakap mengoperasikan perangkat komputer sebagai sarana penunjang.

“Kita tahu bahwa untuk seluruh keperluan administrasi menggunakan sarana komputer. Dan Pak Mul mamapu beradaptasi sekalipun usianya tidak lagi produktif.” Lanjut Triono.

Diawal pengenalan komputer, pria yang masa kerjanya habis bulan November 2020 tersebut pesimis mampu beradaptasi dengan dunia digital karena faktor usia.

Namun atas dorongan tugas, ia akhirnya mampu mengoperasikan komputer sekalipun harus bersusah payah belajar.

“Awalnya saya nggak yakin bisa komputer. Tapi karena setiap hari latihan, akhirnya bisa juga.” Terang Mulyana

Bila melihat masa purna tugas yang tinggal hitungan Minggu, Mulyana terlihat masih semangat kerja. Pada kesehariannya masih sibuk mengurusi administrasi untuk pernikahan.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
BANSOS DAPM CAIR, 18 BALITA DAPAT PMT

BANSOS DAPM CAIR, 18 BALITA DAPAT PMT

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Bantuan Sosial (Bansos) berupa makanan sehat untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita dari Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) cair pada Kamis (21/10).

Beda seperti bantuan sosial yang sudah cair beberapa bulan terakhir, bantuan kali ini dikhususkan untuk Balita rawan stunting di Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi

Seperti biasanya, pelaksanaan PMT dilakukan kader Posyandu dengan mengantarkan ke rumah masing-masing balita untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Hari ini kita membagikan sebanyak 18 porsi makanan sehat ke Balita yang sudah kita tetapkan namanya selama 12 hari berturut – turut.” Terang Danik Kader Posyandu Desa Grudo.

Untuk pembagian PMT dari Bansos DAPM tidak seperti biasanya dengan pengelolaan tiap dusun. Kali ini melibatkan seluruh kader Posyandu Desa Grudo dengan perwakilan masing-masing dusun.

“Pembagian PMT kali ini melibatkan seluruh kader Posyandu. Kalo PMT dari anggaran desa biasanya dikelola per dusun.” Lanjut Danik.

Terkait jenis PMT, Danik mengatakan bila dalam 12 kali pembagian akan menyajikan menu berbeda. Menu tersebut sudah ditetapkan dan Posyandu sebatas pelaksana lapangan

“Menu sudah ditetapkan dari petugas DAPM. Kita tinggal mewujudkan anggaraan dalam bentuk menu makanan.”

Secara umum, Program Bansos dari DAPM dimaksudkan sebagai bentuk dukungan program bebas stunting Pemerintah Kabupaten Ngawi dan sebagai tindak lanjut program nasional generasi sehat.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
MEMASUKI MUSIM PENGHUJAN, WARGA DIHIMBAU BERHATI – HATI

MEMASUKI MUSIM PENGHUJAN, WARGA DIHIMBAU BERHATI – HATI

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Memasuki musim hujan, Pemerintah Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi menghimbau warga berhati – hati dengan hujan disertai angin.

Himbauan itu dilakukan sebagai antisipasi peristiwa tahun – tahun sebelumnya saat hujan angin merobohkan rumah maupun menumbangkan pohon – pohon besar di beberapa titik wilayah Kabupaten Ngawi

“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat memasuki musim hujan. Utamanya hujan disertai angin.” Terang Kepala Desa Grudo Triono ST.

Himbauan kali ini juga mencakup dampak lain seperti banjir dan petir yang biasa ditimbulkan bila curah hujan terlalu tinggi.

“Untuk mengantisipasi genangan air, kita harapkan masyarakat melalukan pembersihan saluran agar tidak ada sumbatan.” Lanjut Triono.

Pada peristiwa musim hujan sebelumnya, Desa Grudo termasuk tidak mendapat banyak masalah dengan curah hujan tinggi. Namun dari beberapa catatan, bwberapa genteng rumah warga terbawa terpaan angin.

“Banyaknya genteng yang terbawa angin musim hujan tahun lalu bisa jadikan pelajaran. Jadi kita upayakan antisipasi agar peristiwa sama tidak terulang.” Pungkas Triono.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0