Select Page
POLSEK NGAWI PANTAU PELAKSANAAN KAMPUNG TANGGUH DESA GRUDO

POLSEK NGAWI PANTAU PELAKSANAAN KAMPUNG TANGGUH DESA GRUDO

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Polsek Ngawi Kota melakukan pantauan pelaksanaan program Kampung Tangguh di Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi Selasa (2/6). Pemantauan kali ini dilakukan Polsek Ngawi melalui Kepala Unit (Kanit) Bimbingan Masyarakat (Bimas) di Posko Kampung Tangguh di Jalan Suryo Nomor 47 Ngawi.

Kunjungan kali ini lebih banyak menanyakan proses pelaksanaan penangangan pandemi Corona Virus Disease ( Covid-19). Proses tersebut meliputi sebelum, sedang dan yang akan dilakukan setelah penetapan Desa Grudo sebagai Kampung Tangguh.

“Kita menilai Desa Grudo layak untuk program Kampung Tangguh. Dasar yang dipakai untuk menunjuk Desa Grudo adalah konsistensi dalam penanggulangan pandemi Covid-19 selama dinyatakan darurat oleh pemerintah.” Terang Ipda Eko Kanit Bimas Polsek Ngawi Kota.

Lebih lanjut Eko menjelaskan bila dalam program Kampung Tangguh menjadi program kepedulian Kepolisian lewat Kepolisian Daerah Jawa Timur dalam kesiapan menghadapi pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan penurunan.

“Kepolisian melalui Polda Jatim menggagas Kampung Tangguh sebagai kepedulian terhadap pandemi Covid-19. Dan program ini kita harapkan mampu menjawab persoalan yang disebabkan dari dampak Covid-19.” Lanjut Eko.

Sementara Kepala Desa Grudo Triono ST menilai bila Kampung Tangguh sebagai program positif. Dengan demikian, ia sebagai pimpinan akan menginstruksikan kejajarannya serius dalam pelaksanaannya.

“Program Kampung Tangguh bisa menjadi solusi dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. Jadi petugas yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 harus benar-benar serius dalam menjalankan program.” Terang Triono ST.


Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
PER 1 JUNI 2020, WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS NGAWI KOTA MASIH ZERO COVID-19

PER 1 JUNI 2020, WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS NGAWI KOTA MASIH ZERO COVID-19

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Kerja keras Unit Pelayanan Tehnik (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ngawi Kota dalam penanggulangan Covid-19 membuahkan hasil. Itu ditandai dengan zero penderita Covid-19 hingga 1 Juni 2020 di wilayah kerjanya.

Dari release data peta sebaran UPT Puskesmas Ngawi Kota per 1Juni 2020, diketahui jumlah Orang Dalam Resiko (ODR) 1.178 orang. Jumlah tersebut tersebar di 4 desa dan 4 kelurahan.

Untuk status Orang Tanpa Gejala (OTG) sejumlah 17 orang dengan. Dari data yang sama menunjukkan bahwa semua telah melewati masa inkubasi dan dinyatakan sembuh.

Kemudian untuk jumlah warga dengan status Orang Dalam Perawatan (ODP) cukup menyita perhatian. Pasalnya ada 29 orang dengan kelurahan sakit yang bervariasi. Namun yang menggembirakan adalah semua dinyatakan sudah sembuh.

Sedang untuk Pasien Dalam Perawatan (PDP) sejumlah 4 orang. Diterangkan bila 2 orang dinyatakan sembuh, 1 orang masih dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

Dalam penanggulangan pandemi Covid-19, UPT Puskesmas Ngawi membawahi 8 wilayah. Wilayah tersebut meliputi Desa Watualang, Grudo, Jururejo dan Beran. Sedang untuk kelurahan yang masuk dalam wilayah kerja UPT Puskesmas Ngawi Kota adalah Kelurahan Margomulyo, Karangtengah, Ketanggi dan Pelem.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
DUKUNG “KAMPUNG TANGGUH” RT 04 RW 02 PERLUAS POSKAMLING

DUKUNG “KAMPUNG TANGGUH” RT 04 RW 02 PERLUAS POSKAMLING

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Program Kampung Tangguh Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi mendapat respon positif dari pengurus RT 04 RW 02 Dusun Ngronggi. Respon positif itu ditunjukkan dengan memambah kapasitas daya tampung Poskamling dan penambahan jam ronda.

Penambahan kapasitas Poskamling dilakukan pada Sabtu (30/5) malam mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Bila kapasitas hanya cukup untuk 4 orang, setelah dilakukan perluasan mampu menampung 8 orang.

” Ada penambahan atap galvalum di bagian depan. Jadi Poskamling sekarang muat 8 orang.” Terang Ketua RT 04 RW 02 Arifudin Jauhari SH.

Sebelum terjadi pandemi Corona Virus Disease ( Covid-19) kapasitas Poskamling cukup menampung 8 orang. Namun saat pandemi Covid-19 kapasitas tampung berkurang karena harus jaga jarak.

“Untuk menampung petugas ronda lebih banyak perlu penambahan ruang. Akhirnya musyawarah memutuskan untuk menbah atap bagian depan.” Lanjut Ketua RT yang biasa disapa Udin itu.

Dalam menjaga keamanan lingkungan saat pandemi Covid-19, ketua RT juga menambah jam jaga. Seperti terlihat pada Senin (1/6) pukul 01.15 WIB. Petugas jagaasih terlihat melakukan potroli keliling dusun dengan sepeda.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
27 ODR MASIH DALAM PENGAWASAN SATGAS COVID-19 DESA GRUDO

27 ODR MASIH DALAM PENGAWASAN SATGAS COVID-19 DESA GRUDO

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Sebanyak 27 Orang Dalam Resiko (ODR) masih dalam pantauan Satgas Corona Virus Disease (Covid-19) Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten. Sejumlah 27 orang tersebut masih menjalani karantina mandiri karena pulang dari Zona merah.

Selama pemerintah pusat menetapkan darurat Covid-19, Desa Grudo melalui Satgas Covid-19 sudah mengeluarkan keterangan dengan status ODR dan ODP sebanyak 163.

Dari catatan Satgas Covid-19, ODR maupun ODP Desa Grudo cukup koperatif. Mereka cukup disiplin dengan tidak melakukan aktivitas diluar rumah selama karantina mandiri.

“Rata – rata mereka cukup sadar dengan resiko penyebaran Covid-19. Jadi himbauan dari pemerintah sampai saat ini cukup ditaati.” Terang Agus Karyani Kepala Dusun Ngronggi yang juga anggota Satgas Covid-19 Desa Grudo.

Dalam pengawasan ODR maupun ODP, Satgas Covid-19 Desa Grudo berkordinasi dengan pengurus RT maupun RW. “Setiap Ketua RT memantau wilayah masing-masing. Jadi bila ada kedatangan warga dari luar daerah pasti terpantau.”lanjut Agus.

Masih dari data Satgas Covid-19, bila paska Hari Raya Idhul Fitri kedatangan warga dari luar daerah nihil. Selain adanya penyekatan di jalur masuk Kabupaten Ngawi, kebanyakan warga luar daerah juga melakukan perayaan dengan cara virtual.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
ASA PETANI SAAT PANDEMI COVID-19

ASA PETANI SAAT PANDEMI COVID-19

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang belum juga menunjukkan reda memberikan banyak masalah pada terbatasnya aktivitas masyarakat. Jelas, dari keterbatasan tersebut membuat ketidakstabilan berbagai sektor utamanya bidang ekonomi.

Bila dalam waktu dekat belum juga menunjukkan penurunan, bukan tidak mungkin persoalan di masyarakat akan jauh lebih kompleks. Sudah tentu dengan tambahan persoalan juga menjadi persoalan baru bagi pemerintah karena harus bekerja lebih keras lagi.

Dibalik segudang persoalan akibat pandemi Covid-19, ada harapan baik bagi petani Desa Grudo beberapa hari kedepan. Pasalnya, padi yang selama ini dirawat sudah mulai menguning. Bila tidak ada kendala, Minggu pertama bulan Juni akan ada pemanenan padi beberapa petani.

“Hama Tikus dan Burung menjadi kendala utama saat ini. Namun bila kita serius dalam menangani tidak akan terlalu mengurangi hasil.” Terang Agus Karyani Kasun Ngronggi yang juga aktif dalam mengelola lahan pertanian.

Dalam mengatasi persoalan hama burung, para petani Desa Grudo masih banyak menggunakan metode tradisional. Hal itu dianggap masih manjur dalam mengatasi serangan burung pemakan padi seperti Pipit.

“Ada yang memasang tali dengan berbagai gantungan plastik, pemasangan bekas pita kaset maupun orang – orangan sawah.” Lanjut Agus.

Sedang untuk mengatasi serangan hama tikus, petani lebih mengandalkan racun. Selain tidak dilarang, cara ini cukup efektif mengurangi populasi tikus.



Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0