Select Page
Bulan Februari, Informasi Dari Website Desa meningkat Tajam

Bulan Februari, Informasi Dari Website Desa meningkat Tajam

grudo.ngawikab.id – Bulan Februari 2021, operator website desa di Kabupaten Ngawi mampu mewujudkan ribuan berita. Jumlah tersebut mengalaminya peningkatan pesat, bila dibandingkan bulan sebelumnya.

Kabar baik lainnya, peningkatan berita juga diikuti meningkatnya keaktifan website desa. Bila bulan Januari 2021 tercatat sebanyak 123, bulan Februari tahun ini, website tercatat aktif lebih dari 150 desa.

Kemajuan ini, tidak lepas dari kerja keras Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi dan Forum Operator Website Desa (Forwebsa) dalam melakukan pendampingan maupun pelatihan.

“Masifnya komunikasi, pendampingan dan pelatihan menjadikan kemampuan operator meningkat. Dan dampaknya, website semakin aktif,” terang Noor Soemadijo Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi.

Sementara, Ketua Forwebsa yang juga operator website Desa Cangakan, memiliki pandangan sama terhadap peningkatan informasi yang bersumber dari website desa.

“Peningkatan Informasi di Februari ini, menjadi support penting untuk terus melakukan pendampingan dan pelatihan, baik mandiri atau penjadwalan dari Diskominfo,” terang Arbangi Ketua Forwebsa.

Selebihnya, Diskominfo maupun Forwebsa meyakini bila keaktifan website desa mencapai 100 %, dan terwujud dalam beberapa bulan ke depan.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Tugas Pokja PKK

Tugas Pokja PKK

grudo.ngawikab.id – Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memiliki peran penting dalam meningkatan taraf hidup masyarakat. Hal itu tercermin dalam 10 program pokok PKK yang kemudian dijabarkan melalui tugas Kelompok Kerja (Pokja)

Bila melihat banyaknya tugas, perlu pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan program. Maka, dalam pelaksanaan program PKK, dibentuk Pokja sebagai pelaksana.

Lantas, bagaimana tugas dan tanggung jawab Pokja, berikut uraiannya.

Pokja I

Program Penghayatan dan Pengamalan Pancasila:

1. Melaksanakan penyuluhan Undang-undang Perkawinan.
2. Ceramah kesadaran hukum, penanggulangan kenakalan remaja dan narkoba bekerjasama dengan dinas / instansi terkait.
3. Pembentukan dan pembinaan terhadap kelompok Majlis Taklim.
4. Penyuluhan tentang Panca Darma Wanita, diadakan dalam bina wilayah yang di ikuti oleh kelompok PKK Dusun , Kelompok PKK RT dan Dasa Wisma.
5. Melaksanakan Pembinaan kepada BKB 4 ( Empat ) kelompok BKR 3 (Tiga) Kelompok, dan BKL 3 ( Tiga ) kelompok.
6. Membina Simulasi gender dilaksanakan pada minggu Ke-4 ( Empat ) setiap bulan.

Program Gotong Royong:

1. Mengikuti Lomba K-3.
2. Melaksanakan kegiatan kerja bakti setiap hari Sabtu ( Sabsih ) di lingkungan desa
3. Mengadakan kegiatan arisan, jimpitan, dan rukun kematian.
4. Monitoring Kegiatan K-3 di lingkungan Dusun dan RT di desa
5. Memelihara dan memupuk gotong royong dilingkungan desa
6. Pemberian sumbangan kepada anak yatim piatu, orang jompo, dan korban bencana alam.

Pokja II

Program Pendidikan dan Keterampilan:

1. Mengadakan latihan keterampilan, kursus bunga dari sedotan, kain perca, atau plastik, membuat boneka gantungan dari pita, hantaran pengantin dan membuat emping dari melinjo.
2. Melaksanakan pendataan dan pencatatan kader yang sudah ada dan mencari kader yang baru.
3. Membina dan mengembangkan kader BKB dan PAUD , untuk meningkatkan pengetahuan Ibu dalam kembang anak dalam keluarga.
4. Menyempurnakan dan menambah BKBN yang sudah ada.
5. Pembinaan Kelompok BKB.
6. Pembinaan Kelompok Anak Usia Dini ( PAUD ).
7. Pembinaan kelompok BKR dan BKL.

Program Pengembangan Kehidupan Berkoprasi:

1. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat tentang manfaat koperasi.
2. Membina dan mengembangkan UP2K di semua kelompok PKK Dusun dan Kelompok PKK RT sehingga manfaatnya semakin berarti bagi usaha masyarakat, terutama bagi kelompok yang memerlukan modal.
3. Penyuluhan dalam upaya meningkatkan peran serta dalam pembentukan dan peningkatan simpan pinjam pra koperasi dan koperasi.

Pokja III

Program Sandang:

1. Penyuluhan berbusana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam cara berbusana yang baik dan sopan sesuai dengan situasi dan keadaan.
2. Pembinaan keterampilan menjahit untuk memenuhi kebutuhan pakaian keluarga dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga.
3. Menciptakan kesadaran cinta pakaian daerah dan nasional.
4. Meningkatkan kemampuan membuat keterampilan dan memasarkan hasilnya.

Program Pangan:

1. Mengadakan lomba cipta menu sehat dan bergizi serta lomba menghias kue baik di tingkat kelurahan maupun tingkat kelompok PKK Dusun/RT.
2. Mengadakan penyuluhan Tabulapot dan Tabulakar.
3. Sosialisasi tentang mutu bahan pangan asal hewan.
4. Mengadakan lomba tumpeng tingkat Dusun
5. Penyuluhan tentang manfaat pekarangan bukan hanya untuk keindahan dan kesejukan saja tetapi juga untuk peningkatan perekonomian keluarga.
5. Penyuluhan tentang keanekaragaman makanan nusantara dari bahan pokok non beras.
6. Menumbukan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi, dan berimbang ( 3B ).
7. Program Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga
8. Penyuluhan lingkungan pemukiman
9. Penyuluhan mengenai K-3 dan sampah agar dikelola oleh masyarakat menjadi pupuk kompos / organic.
10. Peningkatan sarana air bersih agar masyarakat memperoleh air bersih dan mampu memperbaikinya.
11. Melaksanakan penyuluhan rumah sehat dan layak huni serta meningkatkan pemanfaatan halaman dan tanah pekarangan dengan hatinya PKK.

Pokja IV

Program Kesehatan:

1. Sosialisasi tentang pentingnya olahraga.
2. Pemanfaatan Posyandu untuk peningkatan mutu dan pencakupan posyandu.
3. Penyuluhan GSI di setiap posyandu, agar tercapainya penurunan angka kelahiran dan kematian bayi serta ibu hamil.
4. Peningkatan imunisasi.
5. Penyuluhan dan pengembangan tentang obat-obat tradisional bekerjasama dengan Puskesmas.
6. Penyuluhan tentang kepedulian dan peran keluarga terhadap Lansia
7. Pembinaan keluarga sadar gizi, mengenal keanekaragaman makanan, pemeriksaan kesehatan, menggunakan garam yodium, ASI dan sarapan pagi.
8. Pembinaan Posyandu.
9. Pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan Lansia.

Program Kelestarian Lingkungan Hidup:

1. Penyuluhan PHBS ( Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ).
2. Penyuluhan tentang pemanfaatan tanah kosong / pekarangan.
3. Penyuluhan tentang air bersih, penyegaran dan penhijauan.
4. Penyuluhan tentang pengertian dan kesadaran mengenai arti peran pentingnya peran lingkungan hidup yang sehat, bebas polusi, mencegah erosi, dfan melestarikan lingkungan.
5. Penyuluhan pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah DBD (Demam Berdarah Dengue) dengan cara 3M.

Program Perencanaan Sehat:

1. Penyuluhan tentang Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera ( NKKBS ) yang dilaksanakan dalam kegiatan Posyandu.
2. Penyuluhan gemar menabung untuk kehidupan dan penghidupan masa depan.
3. Penyuluhan tentang KB mandiri.
4. Melaksanakan penyuluhan tentang 8 ( delapan ) fungsi keluarga.
5. Melakukan penyuluhan reproduksi KB di Usia subur.
6. Melaksanakan penyuluhan tentang pengelolaan keuangan keluarga dengan cara hidup yang hemat dan sederhana.
7. Melaksanakan pendataan keluarga.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Bupati Blora Bersama Bupati Ngawi Bahas Pembangunan Perbatasan

Bupati Blora Bersama Bupati Ngawi Bahas Pembangunan Perbatasan

grudo.ngawikab.id – Bupati Blora,  Arief Rohman, langsung tancap gas dengan mematangkan sejumlah rencana kerjasama pembangunan kawasan perbatasan dengan Kabupaten sekitar. Itu terungkap dari unggahan akun Media Sosial (Medsos) Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Setelah pertengahan Februari lalu bertemu Bupati Bojonegoro, pada Minggu sore (28/2), Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini menemui Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono di kediamannya jalan Hassanudin Ngawi.

Ketika dihubungi, Mas Arief membenarkan bahwa dirinya baru saja bertemu dan berdiskusi dengan Bupati Ngawi.

“Ya, tadi dengan suasana santai, kita duduk bersama berdiskusi sekaligus berkoordinasi sambil menikmati secangkir kopi. Salah satunya membahas pematangan konsep peningkatan ruas jalan Randublatung – Getas hingga Banjarejo Ngawi dan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko,” ungkap Bupati Arief Rohman.

Menurutnya, kedua rencana pembangunan ini butuh koordinasi dengan pimpinan daerah untuk percepatan.

“Keduanya, peningkatan ruas Jl Randublatung – Getas – Banjarejo Ngawi dan Bendung Gerak Karangnongko yang akan membendung Bengawan Solo merupakan usulan proyek strategis nasional yang tertuang dalam Perpres No. 79 Tahun 2019. Sehingga kita yang ada di daerah harus mendukung sepenuhnya,” tambah Arief Rohman.

Pihaknya juga menambahkan bahwa di kawasan Desa Getas, Kecamatan Kradenan yang berbatasan dengan Banjarejo, Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi, terdapat KHDTK Getas Ngandong seluas ribuan hektar hutan jati yang dikelola oleh Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.

masih menurutnya, jika aksesnya dibuka, maka kawasan ini bisa menjadi pusat pengembangan Kehutanan untuk percontohan, hutan penelitian, konservasi, hingga perhutanan sosial bersama masyarakat.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Paska Pelatihan, 14 Operator Website Desa Menerima Sertifikat

Paska Pelatihan, 14 Operator Website Desa Menerima Sertifikat

grudo.ngawikab.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi mengeluarkan sertifikat untuk peserta pelatihan website desa di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi, Selasa (2/3). Sertifikat diserahkan kepada 14 operator website desa di wilayah kerja Kecamatan Kwadungan.

Penyerahan dilakukan Kasi Pengembangan Ekosistem Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi, Ketua Forum Operator Website Desa Forwebsa (Forwebsa) dan operator website Desa Gunungsari.

Pengeluaran sertifikat kali ini dilakukan dalam rangka apresiasi terhadap operator website desa sekaligus sebagai bukti telah mengikuti pelatihan untuk peningkatan kapasitas operator website desa guna pengelolaan informasi.

Empat belas operator website desa tersebut meliputi Desa Kwadungan, Kendung, Tirak, Banget, Pojok, Karangsono, Budug, Kwadungan, Mojomanis, Sumengko, Dinden, Purwosari, Simo dan Waruk Kalong.

Dalam pesannya, Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi memastikan bahwa pihaknya akan memberikan sertifikat pada setiap peserta yang telah mengikuti pelatihan website desa.

“Setiap peserta akan mendapat sertifikat sebagai bukti telah mengikuti pelatihan pengelolaan website desa,” terang Noor Soemadijo Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi.

Lebih lanjut, Diskominfo Kabupaten Ngawi sebagai leading sektor pengelolaan website desa akan terus melakukan peningkatan kapasitas operator selama masih dibutuhkan.

“Diskominfo akan terus memberikan pelatihan pada operator desa, selama ada permintaan. Dan pelatihan akan diprioritaskan untuk desa yang belum mampu memenuhi persyaratan 8 berita dalam satu bulan,” lanjut Noor.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Pelatihan Website Desa Di Kecamatan Kwadungan

Pelatihan Website Desa Di Kecamatan Kwadungan

grudo.ngawikab.id – Pemerintah Kecamatan Kwadungan bekerja sama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi mengadakan pelatihan pengelolaan informasi desa pada Selasa (2/3) diikuti operator website desa se-Kecamatan Kwadungan.

Hadir dalam kesempatan kali ini, Sekretaris Camat Kwadungan, Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi, pengurus Forum Operator Website Desa (Forwebsa) dan operator website desa se-Kecamatan Kwadungan.

Dalam sambutannya, Camat Kwadungan menjelaskan bila perkembangan informasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pemerintah desa. Sehingga, harus dilakukan percepatan, dengan peningkatan kapasitas operator website desa.

“Informasi desa menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan pemerintahan desa. Jadi, desa harus mengejar ketinggalan dari desa lain,” terang Puguh Nugroho Santoso Sekretaris Camat Kwadungan.

Sementara, Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi menyampaikan capaian rekap pengelolaan informasi desa di Kecamatan Kwadungan. Dikatakan, bila hasil rekap masih perlu peningkatan.

“Rekap keaktifan berita Februari 2021 menunjukkan, bila desa-desa di Kecamatan Kwadungan masih perlu meningkatkan kuantitas dan kualitas,” terang Noor Soemadijo Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi.

Sementara, ketua Forwebsa menyampaikan bila mengelola informasi desa itu tidak sesulit yang dibayangkan. Ia mencontohkan website Desa Cangakan yang dikelolanya mampu memposting lebih 30 berita dalam satu bulan.

“Mengelola website desa itu tidak sesulit yang dibayangkan. Hanya saja perlu keyakinan dan niat kuat. Untuk teknisnya bisa ditanyakan pada narasumber,” terang Arbangi Ketua Forwebsa.

Pelatihan kali ini diikuti 14 operator website desa se-Kecamatan Kwadungan, yang beberapa diantaranya operator website desa baru. Di akhir pelatihan, peserta ditugaskan memposting dua berita untuk mengukur keberhasilan.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0