Select Page
TIPS IBU – IBU DESA GRUDO MEMASAK DAGING AGAR EMPUK

TIPS IBU – IBU DESA GRUDO MEMASAK DAGING AGAR EMPUK

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Hari raya Idhul Adha atau biasa disebut Lebaran Haji memberi berkah tersendiri bagi umat Islam khususnya. Selain berkah bagi umat muslim yang berkesempatan melaksanakan ibadah haji, juga berkah bagi yang menjalankan ibadah kurban.

Untuk ibadah kurban, berkah tidak hanya dirasakan bagi mereka yang telah menyediakan hewan kurban saja. Namun masyarakat umum juga merasakan berkah dari pembagian hewan kurban.

Dari banyaknya daging hewan kurban inilah masyarakat sering memperbincangkan cara memasaknya agar sesuai dengan rasa yang diinginkan. Untuk tip memasak daging agar empuk, berikut resep ibu – ibu RT 04 RW 02 Dusun Ngronggi Desa Grudo Kecamatan Ngawi.

Inilah 7 tips membuat daging menjadi lembut dan tidak keras saat dimakan.

1. Ukuran daging diperkecil

Mengubah bentuk daging adalah cara cepat membuat daging lebih cepat empuk saat dimasak. Jadi potong daging menjadi kecil maupun tipis. Daging yang tipis dan berukuran kecil lebih cepat matang dan empuk karena rebusan air lebih mudah menembus serat.

Keuntungan lain dari metode ini adalah bumbu lebih mudah meresap tanpa perlu dimasak terlalu lama sehingga menghemat bahan bakar. 

2. Rebus dengan buah Nanas 

Untuk membuat daging cepat empuk, bisa dilakukan dengan mencampur buah nanas saat perebusan. Namun jangan terlalu banyak memasukkan buah Nanas karena daging akan hancur. Jadi cukup memberikan sedikit irisan buah nanas untuk setiap kali merebus daging.

3. Rendam dengan baking powder

Cara lain yang bisa dilakukan untuk membuat daging empuk dikonsumsi adalah dengan cara direndam  selama semalaman dalam bumbu yang telah dibubuhi baking powder. Cara ini cocok saat kita ingin membuat daging lada hitam atau sate. 

4. Lumuri dengan jahe

Setiap ruas jahe mengandung enzim proteolitik alami yang dapat berperan mengurangi ikatan protein. Untuk tip pengolahan daging  dengan jahe, bisa dilakukan  dengan melumuri daging dengan jahe yang telah diparut. Kemudian diamkan selama 30 menit sebelum daging diolah untuk dimasak. 

5. Rendam dengan teh

Daun teh memiliki kandungan tanin yang mampu menjadikan daging lebih lunak dimasak secara alami. Untuk penggunaan teh sebagai media pelunak, upayakan daging direndam pada larutan teh yang berwarna pekat sekitar 30 menit. 

6. Dengan daun pepaya

Tip membuat masakan daging lebih lunak berikutnya dengan menggunakan daun pepaya. Cara ini cukup mudah dan efektif dengan membungkus daging menggunakan daun pepaya yang sudah di remas – remas. Setelah daging sudah terbungkus, bisa dimasukkan kulkas. Upayakan cara ini dilakukan jauh sebelum dimasak sehingga proses alami pelunakan didalam kulkas bisa maksimal.

7.Gunakan panci presto atau pressure.

Dan yang terakhir dapat menggunakan alat presto. Tanpa tambahan apapun, alat presto bisa membuat daging empuk dalam hitungan menit. Dan untuk tip satu ini sudah dikenal dikalangan masyarakat.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
DENGAN BERSEPEDA, PANITIA BAGIKAN DAGING QURBAN HINGGA MENEMPUH BELASAN KILO METER

DENGAN BERSEPEDA, PANITIA BAGIKAN DAGING QURBAN HINGGA MENEMPUH BELASAN KILO METER

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Panitia penyembelihan hewan qurban musholla Al Mubarokah Dusun Ngronggi Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi membagikan daging qurban dengan sepeda kayuh hingga belasan kilometer.

Tujuan pembagian daging qurban kali ini masih sama dengan tahun sebelumnya dengan lokasi Desa Selopuro dan sekitarnya.

“Tahun ini kita agendakan pembagian daging qurban untuk warga yang kesehariannya mencari rezeki di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Selopuro Kecamatan Pitu.” Terang Arifudin Jauhari Ketua RT 04 RW 02 Dusun Ngronggi.

Kegiatan yang masuk tahun ketiga ini sengaja menggunakan transportasi sepeda. Selain terinspirasi dengan maraknya bersepeda, juga sebagai sarana olahraga.

“Kita lihat akses ke lokasi pembagian daging qurban cukup bagus untuk sepeda. Dan kebetulan rekan – rekan hobi bersepeda. Jadi kita putuskan naik sepeda.” Terang Arifudin yang juga panitia penyembelihan hewan qurban.

Jarah tempuh dari tempat penyembelihan hewan qurban ke lokasi pembagian dikisaran 7 kilometer. Bila dihitung, perjalanan panitia penyembelihan ke lokasi sampai kembali ke tempat semula mencapai 14 kilometer.

Bila dilihat akses jalan saat berangkat maupun pulang, tidak ada kendala. Bahkan sepanjang rute yang dilalui sudah dilakukan perabatan beton dan pavingisasi. Namun yang menjadi tantangan justru jalan tanjakan dengan panjang hampir setengah perjalanan.

“Tanjakan cukup panjang. Kira – kira hampir setengah perjalanan. Namun udaranya segar, dan bagus untuk kesehatan.” Terang Rizqi

Pada pelaksanaan penyembelihan hewan qurban tahun 2020, panitia musholla Al Mubarokah menerima titipan 2 ekor sapi dan 5 ekor kambing.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
MASA PANDEMI COVID-19, IBU – IBU MENIKMATI GILIRAN JAGA

MASA PANDEMI COVID-19, IBU – IBU MENIKMATI GILIRAN JAGA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Aktifitas Pos Kamling di Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi masih ramai dengan kegiatan pemantauan keamanan. Bahkan dalam masa pandemi Covid-19, kegiatan jaga keamanan meningkat dibandingkan saat sebelumnya.

Pada pelaksanaan penjagaan keamanan lingkungan, banyak hal baru dan menjadi catatan yang menarik untuk disimak. Bahkan dari perbincangan saat jaga tidak jarang memunculkan ide-ide kreatif sebagai solusi dari banyaknya persoalan dampak Covid-19.

Dari pemantauan Poskamling RT 04 RW 02 Dusun Ngronggi pada Rabu (29/7), terlihat berbeda. Perbedaan kali ini soal petugas jaga yang ternyata tidak hanya pria tetapi juga seorang perempuan.

“Sebenarnya tidak ada petugas jaga perempuan di jadwal Siskamling. Tapi bila diwakilkan pada keluarga lainnya juga tidak di larang.” Terang Arifudin Jauhari Ketua RT 04 RW 02.

Dalam pelaksanaannya, kehadiran perempuan tersebut sebagai wakil dari keluarga yang kebagian giliran jaga karena nama yang dimaksud dalam jadwal berhalangan hadir.

“Kita mengapresiasi pada seluruh yang terlibat dalam menjaga keamanan lingkungan. Dan kehadiran ibu – ibu di pos ronda dalam peran menjaga keamanan tentunya menjadi motifasi tersendiri.” Lanjut Arifudin.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PROGRAM KAMPUNG TANGGUH, DESA GRUDO BAGIKAN BERAS

PROGRAM KAMPUNG TANGGUH, DESA GRUDO BAGIKAN BERAS

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Program Kampung Tangguh Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi terus berlanjut hingga batas waktu belum ditentukan. Selain difungsikan menangani pandemi Covid-19, program Kampung Tangguh dirasa telah memberi banyak manfaat bagi Desa Grudo.

Seperti pada penyaluran bantuan beras di Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi pada Kamis (30/7). Sebanyak 140 warga menerima bantuan beras dari pengurus Kampung Tangguh.

Penerima bantuan merupakan warga Desa Grudo yang terdampak Covid-19 dan tidak terdaftar dalam penerima bantuan sosial dari pemerintah baik secara tunai maupun non tunai.

Pada pelaksanaannya, penerimaan bantuan beras disesuaikan dengan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19. Seluruh penerima diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan begitu sampai di tempat pembagian.

Dalam penyaluran bantuan beras kali ini, masing-masing warga mendapat satu piece yang dikemas kantong plastik. Setiap kemasan berisi 5 Kg beras.

“Sebelumnya kami minta maaf bila Desa Grudo melalui pengurus Kampung Tangguh baru bisa memberikan bantuan berupa beras.” Terang Kades Grudo Triono ST dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Kepala Desa yang terpilih untuk ketiga kalinya itu menjelaskan bila bantuan beras kali ini bersumber dari donasi Polres Ngawi, Kades, Perangkat Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di Desa Grudo.

“Kita patut berterima kasih kepada seluruh danatur. Dengan kemurahan hati mereka, kegiatan bantuan berupa beras ini bisa terlaksana.”

Guna mencegah kerumunan, pembagian beras dipisah sesuai dengan domisili dusun. Setiap dusun, pembagian dikoordinir oleh Kepala Dusun.





Share and Enjoy !

0Shares
0 0
MANFAAT EMBUNG DAN KATEGORI PEMBANGUNANNYA

MANFAAT EMBUNG DAN KATEGORI PEMBANGUNANNYA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Embung atau cekungan penampung (retention basin) adalah permukaan tanah yang lebih rendah dari daratan sekitarnya dengan area cukup luas sebagai penampung air. Secara umum, Embung digunakan sebagai sarana pengendali air untuk keperluan tertentu. Sebagai tempat penampung air, Embung memiliki banyak fungsi. Selain bermanfaat bagi manusia, Embung juga difungsikan untuk keseimbangan alam.

dikutip dari berbagai sumber, Embung yang menjadi program prioritas Kementrian Desa dan Derah Tertinggal memberi banyak manfaat. Untuk lebih jelasnya silakan simak uraian berikut :

Tujuan
Pembuatan embung untuk pertanian bertujuan antara lain untuk :

1.Menampung air hujan dan aliran permukaan ( run off ) pada wilayah sekitarnya serta sumberair lainnya yang memungkinkan seperti mata air, parit, sungai-sungai kecil dan sebagainya.

2.Menyediakan sumber air sebagai suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija, hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.

Sasaran pembangunan embung untuk pertanian antara lain :

1.Tertampungnya air hujan dan aliran permukaan ( run off) pada wilayah sekitarnya serta sumber air lainnya yang memungkinkan.

2.Tersedianya air suplai irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija, hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.

Persyaratan Lokasi

Beberapa syarat yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan pembuatan Embung yaitu :

Embung sebaiknya dibangun pada lahan dengan tanah yang mampu menahan peresapan air. Tujuannya adalah menjaga agar air tidak cepat surut ke dalam tanah.


Kemiringan Lahan

Embung sebaiknya dibuat pada areal pertanahan yang bergelombang dengan kemiringanantara 8 – 30%. Itu dimaksudkan untuk mempermudah aliran air dari permukaan ke area Embung. Bila difungsikan untuk lahan pertanian, Embung diupayakan dibangun
Pada lahan yang lebih tinggi. Untuk kemiringan tanah batas pinggir upayakan jangan terlalu miring (> 30%), hal itu akan menyebabkan endapan tanah karena erosi.

Lokasi

Penempatan Embung sebaiknya dekat dengan saluran air yang ada disekitarnya, supaya padasaat hujan, air di permukaan tanah mudah dialirkan kedalam embung. Lebih baik lagi kalau dibuat di dekat areal pertanian

Ukuran Embung

Embung bisa dibangun secara individu atau berkelompok, tergantung keperluan dan luas areal tanaman yang akan diairi. Untuk keperluan individu dengan luas tanaman (palawija) 0,5 hektar,misalnya, embung yang diperlukan adalah panjang 10 m, lebar 5 m dan kedalaman 2,5 m – 3 m. Namun bila difungsikan untuk lahan luas, maka perlu kajian lebih matang dengan berbagai pihak.

Jenis tanaman dan cara pengairan

Umumnya Embung digunakan untuk mengairi padi musim kemarau, palawija seperti jagung, kacang tanah, kedelai, kacang hijau, dan sayuran. Mengingat air dari embung sangat terbatas, maka pemakaiannya harus seefisien mungkin. Sebaiknya teknik pengairan dilakukan dengan cara irigasi tetesan terutama untuk palawija dan irigasi pada sela-seta larikan.

Apabila air Embung akan digunakan untuk mengairi padi dianjurkan untuk mengairi hanya pada saat-saat tertentu, seperti pada stadia primordia, pembungaan dan pengisian bulir padi. Sedangkan setiapkali mengairi tanah, cukup sampai pada kondisi jenuh air.

Bentuk Embung

Bentuk embung sebaiknya dibuat bujur sangkar atau mendekati bujur sangkar, hal tersebut dimaksudkan agar diperoleh Wiling yang paling pendek, sehingga resapan air melalui tanggul lebih sedikit. Namun beda ketika membangun Embung dengan skala besar, maka bentuk Embung lebih menyesuaikan kontur alam.


Share and Enjoy !

0Shares
0 0