Select Page
TIPS IBU – IBU DESA GRUDO MEMASAK DAGING AGAR EMPUK

TIPS IBU – IBU DESA GRUDO MEMASAK DAGING AGAR EMPUK

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Hari raya Idhul Adha atau biasa disebut Lebaran Haji memberi berkah tersendiri bagi umat Islam khususnya. Selain berkah bagi umat muslim yang berkesempatan melaksanakan ibadah haji, juga berkah bagi yang menjalankan ibadah kurban.

Untuk ibadah kurban, berkah tidak hanya dirasakan bagi mereka yang telah menyediakan hewan kurban saja. Namun masyarakat umum juga merasakan berkah dari pembagian hewan kurban.

Dari banyaknya daging hewan kurban inilah masyarakat sering memperbincangkan cara memasaknya agar sesuai dengan rasa yang diinginkan. Untuk tip memasak daging agar empuk, berikut resep ibu – ibu RT 04 RW 02 Dusun Ngronggi Desa Grudo Kecamatan Ngawi.

Inilah 7 tips membuat daging menjadi lembut dan tidak keras saat dimakan.

1. Ukuran daging diperkecil

Mengubah bentuk daging adalah cara cepat membuat daging lebih cepat empuk saat dimasak. Jadi potong daging menjadi kecil maupun tipis. Daging yang tipis dan berukuran kecil lebih cepat matang dan empuk karena rebusan air lebih mudah menembus serat.

Keuntungan lain dari metode ini adalah bumbu lebih mudah meresap tanpa perlu dimasak terlalu lama sehingga menghemat bahan bakar. 

2. Rebus dengan buah Nanas 

Untuk membuat daging cepat empuk, bisa dilakukan dengan mencampur buah nanas saat perebusan. Namun jangan terlalu banyak memasukkan buah Nanas karena daging akan hancur. Jadi cukup memberikan sedikit irisan buah nanas untuk setiap kali merebus daging.

3. Rendam dengan baking powder

Cara lain yang bisa dilakukan untuk membuat daging empuk dikonsumsi adalah dengan cara direndam  selama semalaman dalam bumbu yang telah dibubuhi baking powder. Cara ini cocok saat kita ingin membuat daging lada hitam atau sate. 

4. Lumuri dengan jahe

Setiap ruas jahe mengandung enzim proteolitik alami yang dapat berperan mengurangi ikatan protein. Untuk tip pengolahan daging  dengan jahe, bisa dilakukan  dengan melumuri daging dengan jahe yang telah diparut. Kemudian diamkan selama 30 menit sebelum daging diolah untuk dimasak. 

5. Rendam dengan teh

Daun teh memiliki kandungan tanin yang mampu menjadikan daging lebih lunak dimasak secara alami. Untuk penggunaan teh sebagai media pelunak, upayakan daging direndam pada larutan teh yang berwarna pekat sekitar 30 menit. 

6. Dengan daun pepaya

Tip membuat masakan daging lebih lunak berikutnya dengan menggunakan daun pepaya. Cara ini cukup mudah dan efektif dengan membungkus daging menggunakan daun pepaya yang sudah di remas – remas. Setelah daging sudah terbungkus, bisa dimasukkan kulkas. Upayakan cara ini dilakukan jauh sebelum dimasak sehingga proses alami pelunakan didalam kulkas bisa maksimal.

7.Gunakan panci presto atau pressure.

Dan yang terakhir dapat menggunakan alat presto. Tanpa tambahan apapun, alat presto bisa membuat daging empuk dalam hitungan menit. Dan untuk tip satu ini sudah dikenal dikalangan masyarakat.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
DENGAN BERSEPEDA, PANITIA BAGIKAN DAGING QURBAN HINGGA MENEMPUH BELASAN KILO METER

DENGAN BERSEPEDA, PANITIA BAGIKAN DAGING QURBAN HINGGA MENEMPUH BELASAN KILO METER

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Panitia penyembelihan hewan qurban musholla Al Mubarokah Dusun Ngronggi Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi membagikan daging qurban dengan sepeda kayuh hingga belasan kilometer.

Tujuan pembagian daging qurban kali ini masih sama dengan tahun sebelumnya dengan lokasi Desa Selopuro dan sekitarnya.

“Tahun ini kita agendakan pembagian daging qurban untuk warga yang kesehariannya mencari rezeki di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Selopuro Kecamatan Pitu.” Terang Arifudin Jauhari Ketua RT 04 RW 02 Dusun Ngronggi.

Kegiatan yang masuk tahun ketiga ini sengaja menggunakan transportasi sepeda. Selain terinspirasi dengan maraknya bersepeda, juga sebagai sarana olahraga.

“Kita lihat akses ke lokasi pembagian daging qurban cukup bagus untuk sepeda. Dan kebetulan rekan – rekan hobi bersepeda. Jadi kita putuskan naik sepeda.” Terang Arifudin yang juga panitia penyembelihan hewan qurban.

Jarah tempuh dari tempat penyembelihan hewan qurban ke lokasi pembagian dikisaran 7 kilometer. Bila dihitung, perjalanan panitia penyembelihan ke lokasi sampai kembali ke tempat semula mencapai 14 kilometer.

Bila dilihat akses jalan saat berangkat maupun pulang, tidak ada kendala. Bahkan sepanjang rute yang dilalui sudah dilakukan perabatan beton dan pavingisasi. Namun yang menjadi tantangan justru jalan tanjakan dengan panjang hampir setengah perjalanan.

“Tanjakan cukup panjang. Kira – kira hampir setengah perjalanan. Namun udaranya segar, dan bagus untuk kesehatan.” Terang Rizqi

Pada pelaksanaan penyembelihan hewan qurban tahun 2020, panitia musholla Al Mubarokah menerima titipan 2 ekor sapi dan 5 ekor kambing.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
MASA PANDEMI COVID-19, IBU – IBU MENIKMATI GILIRAN JAGA

MASA PANDEMI COVID-19, IBU – IBU MENIKMATI GILIRAN JAGA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Aktifitas Pos Kamling di Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi masih ramai dengan kegiatan pemantauan keamanan. Bahkan dalam masa pandemi Covid-19, kegiatan jaga keamanan meningkat dibandingkan saat sebelumnya.

Pada pelaksanaan penjagaan keamanan lingkungan, banyak hal baru dan menjadi catatan yang menarik untuk disimak. Bahkan dari perbincangan saat jaga tidak jarang memunculkan ide-ide kreatif sebagai solusi dari banyaknya persoalan dampak Covid-19.

Dari pemantauan Poskamling RT 04 RW 02 Dusun Ngronggi pada Rabu (29/7), terlihat berbeda. Perbedaan kali ini soal petugas jaga yang ternyata tidak hanya pria tetapi juga seorang perempuan.

“Sebenarnya tidak ada petugas jaga perempuan di jadwal Siskamling. Tapi bila diwakilkan pada keluarga lainnya juga tidak di larang.” Terang Arifudin Jauhari Ketua RT 04 RW 02.

Dalam pelaksanaannya, kehadiran perempuan tersebut sebagai wakil dari keluarga yang kebagian giliran jaga karena nama yang dimaksud dalam jadwal berhalangan hadir.

“Kita mengapresiasi pada seluruh yang terlibat dalam menjaga keamanan lingkungan. Dan kehadiran ibu – ibu di pos ronda dalam peran menjaga keamanan tentunya menjadi motifasi tersendiri.” Lanjut Arifudin.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PROGRAM KAMPUNG TANGGUH, DESA GRUDO BAGIKAN BERAS

PROGRAM KAMPUNG TANGGUH, DESA GRUDO BAGIKAN BERAS

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Program Kampung Tangguh Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi terus berlanjut hingga batas waktu belum ditentukan. Selain difungsikan menangani pandemi Covid-19, program Kampung Tangguh dirasa telah memberi banyak manfaat bagi Desa Grudo.

Seperti pada penyaluran bantuan beras di Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi pada Kamis (30/7). Sebanyak 140 warga menerima bantuan beras dari pengurus Kampung Tangguh.

Penerima bantuan merupakan warga Desa Grudo yang terdampak Covid-19 dan tidak terdaftar dalam penerima bantuan sosial dari pemerintah baik secara tunai maupun non tunai.

Pada pelaksanaannya, penerimaan bantuan beras disesuaikan dengan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19. Seluruh penerima diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan begitu sampai di tempat pembagian.

Dalam penyaluran bantuan beras kali ini, masing-masing warga mendapat satu piece yang dikemas kantong plastik. Setiap kemasan berisi 5 Kg beras.

“Sebelumnya kami minta maaf bila Desa Grudo melalui pengurus Kampung Tangguh baru bisa memberikan bantuan berupa beras.” Terang Kades Grudo Triono ST dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Kepala Desa yang terpilih untuk ketiga kalinya itu menjelaskan bila bantuan beras kali ini bersumber dari donasi Polres Ngawi, Kades, Perangkat Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di Desa Grudo.

“Kita patut berterima kasih kepada seluruh danatur. Dengan kemurahan hati mereka, kegiatan bantuan berupa beras ini bisa terlaksana.”

Guna mencegah kerumunan, pembagian beras dipisah sesuai dengan domisili dusun. Setiap dusun, pembagian dikoordinir oleh Kepala Dusun.





Share and Enjoy !

0Shares
0 0
MANFAAT EMBUNG DAN KATEGORI PEMBANGUNANNYA

MANFAAT EMBUNG DAN KATEGORI PEMBANGUNANNYA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Embung atau cekungan penampung (retention basin) adalah permukaan tanah yang lebih rendah dari daratan sekitarnya dengan area cukup luas sebagai penampung air. Secara umum, Embung digunakan sebagai sarana pengendali air untuk keperluan tertentu. Sebagai tempat penampung air, Embung memiliki banyak fungsi. Selain bermanfaat bagi manusia, Embung juga difungsikan untuk keseimbangan alam.

dikutip dari berbagai sumber, Embung yang menjadi program prioritas Kementrian Desa dan Derah Tertinggal memberi banyak manfaat. Untuk lebih jelasnya silakan simak uraian berikut :

Tujuan
Pembuatan embung untuk pertanian bertujuan antara lain untuk :

1.Menampung air hujan dan aliran permukaan ( run off ) pada wilayah sekitarnya serta sumberair lainnya yang memungkinkan seperti mata air, parit, sungai-sungai kecil dan sebagainya.

2.Menyediakan sumber air sebagai suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija, hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.

Sasaran pembangunan embung untuk pertanian antara lain :

1.Tertampungnya air hujan dan aliran permukaan ( run off) pada wilayah sekitarnya serta sumber air lainnya yang memungkinkan.

2.Tersedianya air suplai irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija, hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.

Persyaratan Lokasi

Beberapa syarat yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan pembuatan Embung yaitu :

Embung sebaiknya dibangun pada lahan dengan tanah yang mampu menahan peresapan air. Tujuannya adalah menjaga agar air tidak cepat surut ke dalam tanah.


Kemiringan Lahan

Embung sebaiknya dibuat pada areal pertanahan yang bergelombang dengan kemiringanantara 8 – 30%. Itu dimaksudkan untuk mempermudah aliran air dari permukaan ke area Embung. Bila difungsikan untuk lahan pertanian, Embung diupayakan dibangun
Pada lahan yang lebih tinggi. Untuk kemiringan tanah batas pinggir upayakan jangan terlalu miring (> 30%), hal itu akan menyebabkan endapan tanah karena erosi.

Lokasi

Penempatan Embung sebaiknya dekat dengan saluran air yang ada disekitarnya, supaya padasaat hujan, air di permukaan tanah mudah dialirkan kedalam embung. Lebih baik lagi kalau dibuat di dekat areal pertanian

Ukuran Embung

Embung bisa dibangun secara individu atau berkelompok, tergantung keperluan dan luas areal tanaman yang akan diairi. Untuk keperluan individu dengan luas tanaman (palawija) 0,5 hektar,misalnya, embung yang diperlukan adalah panjang 10 m, lebar 5 m dan kedalaman 2,5 m – 3 m. Namun bila difungsikan untuk lahan luas, maka perlu kajian lebih matang dengan berbagai pihak.

Jenis tanaman dan cara pengairan

Umumnya Embung digunakan untuk mengairi padi musim kemarau, palawija seperti jagung, kacang tanah, kedelai, kacang hijau, dan sayuran. Mengingat air dari embung sangat terbatas, maka pemakaiannya harus seefisien mungkin. Sebaiknya teknik pengairan dilakukan dengan cara irigasi tetesan terutama untuk palawija dan irigasi pada sela-seta larikan.

Apabila air Embung akan digunakan untuk mengairi padi dianjurkan untuk mengairi hanya pada saat-saat tertentu, seperti pada stadia primordia, pembungaan dan pengisian bulir padi. Sedangkan setiapkali mengairi tanah, cukup sampai pada kondisi jenuh air.

Bentuk Embung

Bentuk embung sebaiknya dibuat bujur sangkar atau mendekati bujur sangkar, hal tersebut dimaksudkan agar diperoleh Wiling yang paling pendek, sehingga resapan air melalui tanggul lebih sedikit. Namun beda ketika membangun Embung dengan skala besar, maka bentuk Embung lebih menyesuaikan kontur alam.


Share and Enjoy !

0Shares
0 0
KEJAR PENUHI HAK PILIH, PPS DESA GRUDO TERUS LAKUKAN KOORDINASI

KEJAR PENUHI HAK PILIH, PPS DESA GRUDO TERUS LAKUKAN KOORDINASI

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi terus melakukan koordinasi dengan jajarannya dalam memenuhi data terkait warga yang memiliki hak pilih.

Seriusnya pendataan hak pilih tersebut terlihat dari aktivitas PPS di kantor sekretariat jalan Suryo Nomor 47 Ngawi pada Rabu (29/7).

Dalam proses pemutakhiran, PPS Desa Grudo banyak menemukan kesalahan data. Kesalahan tersebut meliputi data warga yang tidak memenuhi syarat (TMS) seperti sudah meninggal, pindah domisi, tidak diketahui dan bukan penduduk setempat.

“Persoalannya pemutakhiran data hak pilih masih seputar TMS. Saya kira desa lain juga memiliki persoalan sama.” Terang Andesta anggata PPS Desa Grudo.

Lebih lanjut pria yang sudah menjadi anggota PPS beberapa kali tersebut menganggap TMS sesuatu yang suadah biasa dan wajar.

” Warga TMS dalam pelaksanaan pemilihan kali ini merupakan hal biasa. Dan setiap kali ada pemilihan Bupati atau yang lain pasti tetap melakukan pemutakhiran data.”lanjut Desta.

Ditanya terkait pencocokan dan penelitian (Coklit) data, Desta menyatakan bahwa PPS akan mengupayakan seluruh yang memenuhi hak pilih terdata.

“Saat ini Coklit masih berkisar di angka 80%. Kita akan upayakan seluruh warga yang memiliki hak pilih dalam Pilgub terdata.” Pungkasnya.



Share and Enjoy !

0Shares
0 0
TERBUKTI UNGGUL, PETANI DESA GRUDO TANAM INPARI 32

TERBUKTI UNGGUL, PETANI DESA GRUDO TANAM INPARI 32

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Masa tanam lahan petanian utamanya untuk persawahan di Desa Grudo tidak mengenal musim. Hal itu disebabkan melimpahnya kandungan air dari dalam tanah. Dengan kemudahan ini, petani bebas menentukan musim tanam tanpa harus menunggu musim penghujan.

Pada dasarnya, petani yang mengelola lahan sawah lebih condong menanam padi. Selain mudah dalam pemasaran, menanam padi merupakan budaya yang sudah mengakar dilingkungan petani Desa Grudo.

Pada pelaksanaan penanaman padi, banyak varietas yang bisa menjadi pilihan para petani.  Pilihan tersebut biasanya akan menyesuaikan dengan kondisi alam persawahan dan kebutuhan pasar.

Dari hasil pemantauan di lapangan, petani Desa Grudo banyak mnggunakan benih Inpari 32. Benih  jenis ini merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) hasil seleksi Ciherang/IRBB64 oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Varietas ini memiliki gabah dengan bentuk medium, dan warna kuning bersih, serta agak tahan terhadap kerebahan. 

Dari berbagai sumber diketahui bila benih yang dilepas Kementerian  Pertanian tahun 2013 ini memiliki rata-rata hasil mencapai 6.3 ton/ha gabah kering giling (GKG) dengan potensi hasil sebesar 8.42 ton/ha GKG. Varietas ini cocok ditanam di dataran rendah sampai dengan ketinggian 600 m dari permukaan laut (dpl).

Bila melihat hasil yang diperoleh setiap kali panen, bukan tidak mungkin padi jenis Inpari 32 akan bertahan lama menjadi pilihan petani di Desa Grudo. Selain cocok dengan kondisi alam, padi jenis ini sudah terbukti memiliki banyak keunggulan.

“Petani Desa Grudo rata – rata menggunakan benih Inpari 32. Padi jenis ini lebih cocok dengan kondisi sawah Desa Grudo. Selain lebig tahan hama, juga batangnya kuat.” Terang Tukiman Ketua kelompok tani Dusun Brangol

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PENJARINGAN KESEHATAN REMAJA DIHADIRI 100 % UNDANGAN

PENJARINGAN KESEHATAN REMAJA DIHADIRI 100 % UNDANGAN

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Penjaringan kesehatan remaja dilakukan Unit Pelayanan Tehnik (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ngawi di Desa Dusun Brangol Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi Senin (27/7).

Sama seperti di Dusun lain yang masih masuk wilayah Desa Grudo, penjaringan kesehatan remaja melibatkan kader Posyandu dan mendapat antusias dari peserta yang di undang.

Pada pelaksanaannya, seluruhnya warga yang namanya tercantum dalam daftar undangan datang sesuai jadwal. Dari kedatangan remaja yang bejumlah 27 orang ini menggambarkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan.

“Alhamdulillah semua remaja yang diundang dapat hadir. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadirannya pada kegiatan penjaringan kesehatan remaja kali ini.” Terang Surya Bidan Desa Grudo

Seluruh peserta merupakan remaja putra dan putri dari Dusun Brangol Desa Grudo. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan melalui program tahunan UPT Puskesmas Ngawi Kota.

Hasil penjaringan kesehatan remaja kali ini menunjukkan tanda positif. Rata – rata Kesehatan peserta dalam kondisi baik.





Share and Enjoy !

0Shares
0 0
TETAP TANGGUH, DESA GRUDO AKAN BAGIKAN BERAS

TETAP TANGGUH, DESA GRUDO AKAN BAGIKAN BERAS

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Masih dalam pelaksanaan program Kampung Tangguh, Desa Grudo kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi berencana membagikan bantuan beras kesejumlah warganya.

Bantuan beras kali ini dimaksudkan untuk meringankan beban warga Desa Grudo yang terdampak pandemi Covid-19.

Pembagian bantuan beras rencananya dilaksanakan pada Kamis (30/7) dengan mengambil lokasi kantor Desa Grudo.

Dalam rencana pelaksanaan, bantuan beras yang dikemas dalam plastik tersebut disiapkan untuk 120 orang penerima. Dari 120 yang telah disiapkan masing-masing dusun mendapat kuota 20.

Dari sejumlah beras yang akan dibagikan berasal dari swadaya Kepala Desa, perangkat desa dan masyarakat yang dikelola pengurus Kampung Tangguh Desa Grudo.



Share and Enjoy !

0Shares
0 0
CARA BUDIDAYA KANGKUNG

CARA BUDIDAYA KANGKUNG

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Kangkung merupakan salah satu sayuran yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Selain harganya murah, tanaman ini juga memiliki banyak manfaat.

Selain itu, kangkung juga kaya akan berbagai mineral penting seperti kalium, kalsium, magnesium, zat besi, serta zat fosfor, hentriakontan, sitosterol, vitamin B1. 

Untuk pembudidayaan Kangkung tidak memerlukan lahan khusus. Tanaman satu ini tumbuh baik di dataran tinggi maupun rendah. Bahkan juga bisa ditanam di pekarangan baik melalui media tanah maupun hidroponik tanpa harus menunggu musim tertentu.

Usia tanam dari pembenihan hingga panen, Kangkung memiliki rentan relative cepat antara 4-5 minggu. Jadi dalam satu bulan tanaman kangkung sudah siap panen.

Dilihat dari jenisnya Kangkung yang beredar di pasaran ada dua macam. Pertama Kangkung yang ditanam di darat dan kedua Kangkung ditanam dengan media air. Namun, jenis Kangkung darat paling banyak beredar di pasaran, sisanya kangkung air dengan media hidroponik

Bagi yang ingin mencoba budidaya kangkung, berikut cara penanamannya :

  1. Pilih Lokasi Penanaman Kangkung

Sebelum menanam Kangkung, perhatikan lokasi yang akan ditanami agar pertumbuhannya bisa maksimal. yang harus dipahami adalah media penanaman memiliki kandungan air yang cukup. Apabila ditanam di di media dengan kandungan air kurang, maka pertumbuhan kangkung menjadi tidak maksimal dan bisa jadi kangkung akan mati.

2. Olah Media Tanam Kangkung

Setelah menentukan lokasi, maka langkah selanjutnya ialah mengolah lahan. Sekitar kurang lebih 3 minggu sebelum penanaman, lahan disuburkan dengan campuran pupuk kompos. Untuk perbandingan campuran bisa 1banding 10. 1 banding 10 dimaksud adalah setiap 1 hektar tanah dicampur 10 ton pupuk kompos. Bila penanaman hanya sedikit, cukup menggunakan perbandingan luas media dengan jumlah pupuk kompos.

Setelah itu dilakukan pengairan hingga terisi kurang lebih 5 cm diatas permukaan tanah dan biarkan tergenang. Dalam posisi tergenang, taburkan pupuk urea sebanyak 1 kuintal untuk 1 hektar lahan atau menyesuaikan perbandingan tanah dengan pupuk.

Selanjutnya, persiapkan  untuk membuat bedengan atau gundukan tanah dengan panjang 3 hingga 5 meter, dan lebar 0,8 hingga 1,2 meter. Setelah itu di buat lubang dengan ukuran kurang lebih 15 hingga 20 cm.  Untuk setiap gundukan jangan lupa beri jarak dengan selokan kurang lebih 50 cm.

Tujuan dibuatnya gundukan tanah ialah untuk membantu proses kelancaran keluar masuknya air dan memudahkan akses dalam pemeliharaan tanaman.

3. Beri Pupuk

Setelah proses pengolahan lahan selesai, langkah selanjutnya ialah menambahkan pupuk kompos ulang. Taburkan pupuk kandang secukupnya pada lahan, kemudian ratakan media tanam, setelah itu dibiarkan selama 3 hingga 5 hari agar pupuk terserap secara maksimal kedalam tanah.

Pemberian kapur dolomit harus dilakukan agar tanaman kangkung yang dihasilkan jadi baik. Apabila jumlah pupuknya 1 karung, maka gunakan kapur sebanyak 1 ember kecil saja, usahakan jangan terlalu banyak.

4. Pembibitan

Pembibitan merupakan proses penting dalam penanaman Kangkung agar mendapat kualitas yang baik ketika panen. Untuk dapat memperoleh bibit kangkung dengan kualitas terbaik, simak ulasan berikut:

  1. Peroleh bibit kangkung muda dengan ukuran 20 sampai 30 cm yang memiliki batang serta daun yang besar. Bibit ini bisa kalian peroleh dengan dua cara:
    1. Yang pertama dengan cara stek batang, setelah itu kalian tancapkan kedalam tanah
    1. Yang kedua dengan cara menanam biji kangkung yang telah kering dan berkualitas baik. Biji bibit kangkung dapat di peroleh di toko-toko pertanian tempat penjualan bibit tanaman.
  • Selanjutnya, benih kangkung yang telah dipersiapkan tadi di tanam dengan ukuran jarak tanam 1,5 × 1,5 cm. Apabila benih tersebut berasal dari biji, dan ditanam untuk lahan seluas 10 meter persegi, maka isilah setiap lubang tanam dengan 2 hingga 3 butir biji sehingga memerlukan benih sebanyak 300 gram.
  • Pada musim kemarau, lakukan penyiraman secara teratur dan kurangi penyiraman ketika masuk masim penghujan.

5. Tanam Kangkung

Dalam melakukan proses penanaman kangkung, terlebih dahulu media dilubangi sedalam 5 cm dengan ukuran jarak 20 × 20 cm atau bisa menyesuaikan jarak sesuai dengan luas lahannya.

Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari antara jam 4 hingga jam 6 sore, hal ini bertujuan agar benih yang baru ditanam tidak langsung mendapatkan udara kering yang membuat benih cepat berkecambah.

Pada proses pemeliharaan, ada beberapa teknik yang dianjurkan agar Kangkung dapat tumbuh dengan baik. Berikut diantaranya:

Teknik Penjarangan

Tehnik ini dilakukan adalah bila di dalam satu kelompok terlihat terlalu lebat atau berdesakan.

Teknik Penyiangan

Penyiangan adalah kegiatan pembersihan media tanam dari Gulma ( Tanaman Pengganggu ) disekitar tanaman Kangkung. Bila tidak dilakukan, Gulma dapat menyebabkan pengurangan nutrisi yang menghambat pertumbuhan Kangkung. Penyiangan ini dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Teknik Pemupukan

Pemupukan tetap harus dilakukan sekalipun di awal sudah dilaksanakan. Lakukan penyemprotan pupuk pada tanaman kangkung setiap 1 minggu sekali agar unsur hara yang dibutuhkan dapat sepenuhnya diserap oleh tanaman Kangkung. Untuk pupuknya sendiri, jenisnya adalah pupuk kimia seperti Urea yang dilarutkan ke dalam air.

Teknik Penyiraman

Pada saat melakukan penyiraman harus selalu memperhatikan kondisi tanah. Apabila memasuki musim kemarau, lakukan penyiraman 2 kali sehari agar tanaman kangkung tidak kekurangan air. Waktu yang tepat untuk melakukan penyiraman adalah pagi hari sekitar pukul 7 dan pada sore hari sekitar pukul 5 sore.

Teknik Penyemprotan Pestisida

Selama masa pertumbuhan, tanaman kangkung paling sering terkena hama berjenis ulat berwarna putih dan belalang yang menyerang bagian bawah helai daun kangkung.

Untuk membasmi hama tersebut, yang dapat dilakukan adalah menyemprotkan pestisida pada waktu sore hari dengan dosis 2 cc per liter air.

Setelah melakukan pembasmian hama, lahan sebaiknya kalian keringkan selama kurang lebih 4 sampai 5 hari sebelum dialiri air lagi.

6. Panen

Dan tahap terakhir adalah proses panen. Setelah semua langkah diatas dilakukan, maka tanaman kangkung siap untuk dipanen. Berikut adalah beberapa tips untuk memanen kangkung:

  1. Tanaman kangkung harus berusia 21, 25 atau 27 hari ketika hendak dipanen. Jika menginginkan kangkung berusia muda dan segar, bisa memanennya pada usia 21 hari.
  2. Panjang batang kira-kira harus mencapai 20 hingga 25 cm dan memiliki daun yang lebar.
  3. Panen dengan alat pemotong dan menyisakan sekitar 2 sampai 5 cm di atas permukaan tanah, atau bisa juga cabut tanaman hingga ke akarnya. Pastikan cuci sampai bersih dengan air.
  4. Panen dapat dilakukan setiap 2 hingga 3 minggu sekali pada waktu sore hari  dengan kondisi lahan yang basah atau lembab.
  5. Kangkung yang telah di panen selanjutnya dikumpulkan untuk disatukan sebanyak 15 hingga 20 batang dalam setiap satu ikatan.
  6. Bila Kangkung hendak di pasarkan, usahakan dalam keadaan segar dengan mencelupkannya kedalam air tawar yang bersih, kemudian tiriskan.

Itulah panduan menanam dan merawat sayuran Kangkung yang dikutip dari berbagai sumber.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0