Select Page
Hari Ibu ke-93, Gubernur Jatim Beri Penghargaan Perempuan dan Kepala Daerah Berprestasi

Hari Ibu ke-93, Gubernur Jatim Beri Penghargaan Perempuan dan Kepala Daerah Berprestasi

Memperingati Hari Ibu ke-93 dan HUT ke-22 dharna Wanita Persatuan tahun 2021, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan penghargaan pada perempuan tangguh dan berprestasi serta beberapa lembaga dan kepala daerah yang berperan aktivitas selama pandemi Covid 19.

“Ibu-ibu yang luar biasa diharapkan bisa mendesiminasikan seluruh potensi yang ada didalam diri dan institusi yang Ibu pimpin untuk masyarakat Jawa Timur,” kata Gubernur Jatim saat peringatan Hari Ibu ke-93 dan HUT Dharna Wanita Persatuan tahun 2021 di Kota Probolinggo, Minggu (26/12/2021).

Khusus untuk Ibu-ibu yang mendapat amanah anak difabel, menurut gubernur insyaallah anak-anak ini menjadi jalan untuk membuka pintu surganya Allah.

Berikut daftar penerima penghargaan gubernur Jatim .yakni penghargaan berupa Piagam dana pembinaan sebesarRp2,5 juta dari Bank Jatim serta Rp5 juta dari Gubernur Jawa Timur kepada Santrik Stradewi dari Kabupaten Jember sebagai perempuan kepala keluarga yang kreatif dan inovatif dalam berwirausaha di masa pandemi covid 19 .

Selanjutnya Sri Suryaningsih dari Kabupaten Bangkalan sebagai perempuan pelaku industri rumahan kreatif dan inovatif dalam berwirausaha di masa pandemi covid 19 juga mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp2,5 juta dari Bank Jatim serta Rp5 juta dari Gubernur Jawa Timur.

Rindawati dari Kabupaten Jombang merupakan perempuan kreatif dan inovatif dalam berwirausaha di masa pandemi covid 19 memperoleh Piagam dana dana pembinaan sebesarRp2,5 juta dari Bank Jatim serta Rp5 juta dari Gubernur Jawa Timur .

Mutmainah dari Kabupaten Banyuwangi yang merupakan perempuan purna pekerja migran yang kreatif dan inovatif dalam berwirausaha dimasa pandemi Covid 19 mendapatkan piagam dana pembinaan sebesarRp2,5 juta dari Bank Jatim serta Rp5 juta dari Gubernur Jawa Timur.

Penghargaan selanjutnya untuk kepala daerah responsif terhadap pelayanan perlindungan perempuan dan anak, kepada Bupati Sidoarjo, Bupati Ngawi, Bupati Sumenep, Bupati Situbondo, dan Bupati Malang.

Penghargaan berikutnya diberikan kepada Hartini Muktar sebagai pengurus BKOW Provinsi Jawa Timur Senior yaitu 91 tahun.

Selanjutnya diberikan kepada Ketua Persatuan wanita Muslimat Jawa Timur, atas pendampingan pencegahan stanting di Jawa Timur tahun 2021 dan diberikan piagamdan dana pembinaan dari Gubernur Jatim sebesar Rp25 juta.

Ketua Persatuan Wanita Aisyah Jawa Timur atas pendampingan pencegahan stanting di Jawa Timur tahun 2021 danp diberikan dana pembinaan dari Gubernur Jatim sebesar Rp25 juta.

Ketua Persatuan Wanita Fatayat Jawa Timur atas pendampingan reproduksi perempuan di Jawa Timur tahun 2021 diberitakan dana pendampingan sebesar Rp 15 juta.

Ketua Persatuan Wanita Nasyiatul Aisyah Jawa Timur atas pendampingan reproduksi perempuan di Jawa Timur tahun 2021 diberitakan dana pendampingan sebesar Rp 15 juta.

Selanjutnya penghargaan didapat oleh Risa Santoso Rektorat Institusi Teknologi dan Bianis Asia Malang sebagai perempuan Asal Jawa Timur lulusan Harvard University dan rektor termuda di usia 27 tahun.

Penghargaan juga diperoleh Sumarti ibunda Riski Gusti Priyambodo sebagai Ibu inspiratif dengan kesabaran dan kasih sayang mampu mendorong kreativitas putranya yang difabel mampu berkreasi di seni lukis, Ibu Sumarti memperoleh piagan dan dana pembinaan dari gubernur sebesar Rp 5 juta.

Selanjutnya Ibu Umu Khoiriyah ibunda Raihana Andi Dirgantara yang mampu menumbuhkan kepekaan putranya terhadap sesama dalam penanganan Covid-19 dengan menyumbangkan celengan pribadi.

Ketua Ikatan Bidan Indonesian atas peningkatan mutu pelayanan KIA Jatim tahun 2021 dan penghargaan terakhir diberitakan kepada Ibu Mariyam sebagai Ibu Inspiratif dengan kesabaran dan kasih sayang mengasuh empat anak penyandang difabel.

Sumber: Pemprov Jawa Timur

Share and Enjoy !

Shares
Menkes Beberkan Empat Strategi Pemerintah Hadapi Varian Omicron

Menkes Beberkan Empat Strategi Pemerintah Hadapi Varian Omicron

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pemerintah menerapkan empat strategi dalam menangani varian Omicron.

“Kementerian Kesehatan konsisten melakukan empat strategi untuk menangani pandemi COVID-19 termasuk Omicron. Pertama adalah protokol kesehatan atau 3M, kedua adalah surveilans atau 3T atau TLI (tes, lacak, isolasi), ketiga adalah vaksinasi, yang keempat adalah terapeutik atau perawatan,” ujarnya dalam keterangan pers terkait Perkembangan Penanganan COVID-19 dan Evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (27/12/2021) secara virtual.

Menkes menekankan pentingnya disiplin dalam penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) untuk menekan penularan virus COVID-19. Menkes juga mengimbau masyarakat untuk terus disiplin dalam menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Saya lihat banyak rakyat kita yang masuk mal atau masuk restoran-restoran suka lupa pakai (aplikasi PeduliLindungi). Adalah kewajiban petugas untuk mengingatkan. Kenapa? Karena ini membantu kita untuk menyaring kalau misalnya ada orang yang berpotensi menular tapi tidak disiplin masih jalan-jalan ke luar,” ujarnya.

Selain itu, Budi juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan yang tidak esensial ke luar negeri mengingat tingginya penyebaran kasus Omicron global.

“Tidak usah pergi ke luar negeri kalau tidak sangat perlu karena sekarang sumber penyakitnya ada di sana dan semua orang yang kembali kita lihat banyak yang terkena. Jadi lindungilah diri kita, jangan ke luar negeri,” ucapnya.

Budi mengungkapkan bahwa 98 persen kasus Omicron di Indonesia terjadi pada pelaku perjalanan internasional. Oleh karena itu, pemerintah akan memperketat karantina pelaku perjalanan tersebut.

“Kita harus melindungi 270 juta rakyat kita yang sekarang sudah kondisinya baik. Jadi tolong dipahami bahwa proses karantina kedatangan luar negeri untuk warga negara Indonesia akan kita perketat,” tegasnya.

Beberapa tempat karantina terpusat yang disiapkan pemerintah antara lain di Jakarta, Surabaya, Batam, dan Entikong terutama untuk mengantisipasi kepulangan para pekerja migran Indonesia (PMI).

“Kita sudah menghitung juga berapa orang yang akan datang berdasarkan pola kedatangan tahun lalu. Memang bedanya sekarang karantinanya 10 hari, jadi di awal-awal kemarin ada sedikit kepadatan tapi sekarang sudah kita atur,” terang Menkes.

Selain penegakan protokol kesehatan dan memperketat karantina, pemerintah juga memperkuat surveilans atau deteksi dengan memperbanyak peralatan tes PCR yang dapat mengidentifikasi varian Omicron.

“Kita sudah sebarkan di seluruh pintu-pintu masuk luar negeri utama, sehingga kita bisa lebih cepat mengidentifikasi Omicron menggunakan tes PCR yang cuma 4-6 jam dibandingkan dengan tes genome sequencing yang di antara 3-5 hari,” tuturnya.

Di samping itu, pemerintah juga memperkuat surveilans dengan memperbanyak peralatan genome sequencing sebanyak 15 unit yang akan disebar ke berbagai wilayah di tanah air.

“Mudah-mudahan di awal tahun depan segera datang dan akan kita sebarkan ke seluruh pulau-pulau Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua) agar tes genome sequencing ini menjadi lebih cepat dan juga jaringannya menjadi lebih kuat, tidak hanya di Jawa saja,” ujar Budi.

Terkait vaksinasi, Menkes menekankan bahwa pemerintah akan terus mempercepat guliran vaksinasi nasional terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi jika terpapar COVID-19.

“Penting buat kita mempercepat vaksinasi, terutama kalangan yang berisiko yaitu lansia dan orang-orang yang imunitasnya terganggu. Harus cepat kita vaksinasi agar mereka tidak tertular oleh Omicron ini,” tegasnya.

Menutup keterangan persnya, Budi menyampaikan bahwa pihaknya juga telah mempersiapkan fasilitas kesehatan dan obat-obatan untuk menghadapi kemungkinan adanya lonjakan kasus.

“Kita juga sudah mempersiapkan rumah sakit-rumah sakit kita, baik itu tempat tidurnya, obat-obatannya, oksigennya juga sudah kita pasang cukup banyak, 16 ribu lebih oksigen generator dan 31 oksigen konsentrator sudah kita pasang, agar bisa mempersiapkan mudah-mudahan tidak terjadi,” tandasnya. (FID/UN)

Sumber: https://setkab.go.id/menkes-beberkan-empat-strategi-pemerintah-hadapi-varian-omicron/

Share and Enjoy !

Shares
Tanam Mangrove di Pantai Bohay Probolinggo untuk Kurangi Emisi Karbon Gas Rumah Kaca

Tanam Mangrove di Pantai Bohay Probolinggo untuk Kurangi Emisi Karbon Gas Rumah Kaca

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat berkontribusi dalam mempercepat target pengurangan emisi karbon gas rumah kaca lewat penanaman mangrove. Ajakan ini, menurut Khofifah, sesuai dengan filosofi Sunan Kali jogo “Urip iku Urup”.

“Artinya Hidup itu Menghidupkan, kalimat ini merupakan sebuah referensi sederhana tapi dalam maknanya. Oleh karena itu tidak usah menunggu dengan siapa dan kapan akan menanam. Mulailah menanam kapan saja dan dimana saja. Tanam dan pelihara,” pesan Gubernur Khofifah pada kegiatan bertajuk ‘Nandur Mangrove’, yang diselenggarakan di Pantai Bohay, Kabupaten Probolinggo, Minggu (26/12/2021).

Kegiatan tanam Mangrove tersebut, kata dia, merupakan upaya bentuk dukungan Pemprov Jatim terhadap program rehabilitasi mangrove nasional sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat. Menanam Mangrove bukanlah hal yang asing bagi Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut. Dirinya menceritakan, kala menjabat sebagai Menteri Sosial RI, Khofifah juga berinisiasi untuk menanam mangrove di beberapa Provinsi yang ada di Indonesia.

“Saya mengajak kepada semua elemen untuk melakukannya, saya juga mengajak untuk memiliki semangat menamam di Jawa Timur. Mari kita bangun sinergi dan energi sekuat mungkin,” pesan Gubernur Khofifah.

Selain menanamkan pentingnya menanam, Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya merawat dan mengembangkan ekosistem alam.

“Pokoknya nandur, nandur dan nandur. Alam ini telah banyak diekpsloitasi . Digunakan untuk jalan, rumah, wisata, dan dipakai banyak hal lainnya. Maka kita jangan pernah berhenti untuk nandur,” pungkas Khofifah.

“Apa yang kita tanam hari ini untuk ekosistem alam, tentunya untuk anak cucu dan masa depan ekosistem bangsa kita. Seluruh warga bangsa, Indonesia merupakan paru-paru dunia, mari kita berkontribusi untuk merevitalisasi dalam membangun ekosistem dunia,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim Anik Maslachah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Habib Mahdi, Kadivre Perhutani Jatim Karuniawan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Jumadi, Rektor Unesa Nurhasan, serta beberapa Kepala OPD dilingkup Pemprov Jatim serta pejabat Forkopimda dilingkungan Pemkab Probolinggo dan mahasiswa Unesa serta beberapa anggota Pramuka.

Lokasi penanaman yang juga merupakan lokasi Wisata Bhinor Harmoni (Pantai BOHAY), merupakan area wisata, edukasi dan konservasi ekosistem mangrove dan sebagai upaya perlindungan garis pantai dari abrasi. Penanaman mangrove dengan jenis Avicennia sp. Sebanyak 1.000 batang dan Cemara Laut sebanyak 500 batang yang merupakan kegiatan penanaman simbolis dari total 95.000 batang dengan luas 30 Hektar yang di tanam di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2021.

Pada Tahun 2021 di Jawa Timur telah dilakukan penanaman mangrove sebanyak 881.508 batang pada lahan seluas 295,62 Hektar, yang tersebar di Kabupaten Gresik sebanyak 5.000 batang dengan luas 1,5 Hektar, di Kabupaten Bangkalan sebanyak 254.479 batang dengan luas 104,49 Hektar, di Kabupaten Pasuruan sebanyak 25.000 batang dengan luas 10 Hektar, di Kabupaten Situbondo sebanyak 163.449 batang dengan luas 49,53 Hektar, di Kabupaten Banyuwangi sebanyak 338.580 batang dengan luas 100,1 Hektar dan hari ini di Kabupaten Probolinggo sebanyak 95.000 batang dengan luas 30 Hektar.

Sedangkan di Tahun 2020 telah dilaksanakan penanaman mangrove di Jawa Timur seluas 1.046 Hektar dengan jumlah bibit sebanyak 4.203.200 batang dengan jenis Rhizophora sp., Avicennia sp., dan Sonneratia sp. yang ditanam di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Direncanakan pada Tahun 2022 akan dilakukan penanaman mangrove di Jawa Timur seluas 1.280 Hektar.

Dimana hal ini sebagai salah satu upaya Pemprov Jatim dalam melakukan restorasi mangrove secara nasional yang ditargetkan seluas 600.000 hektar sampai dengan tahun 2024.

Sebelumnya, penanaman mangrove juga telah dilakukan di berbagai lokasi di Jawa Timur seperti di Ujungpangkah Gresik pada tanggal 28 Oktober 2021, di Muncar Banyuwangi pada tanggal 29 Oktober 2021 di Sepulu Kabupaten Bangkalan pada tanggal 4 November 2021 lalu.

Tidak hanya itu, selain melakukan penanaman Mangrove dan Cemara Laut, Gubernur Khofifah memberikan hibah alat ekonomi produktif kepada beberapa Kelompok Tani Hutan ( KTH) diantaranya KTH Teratai Desa Kalipenggung Kecamatan Randuagung Kab. Lumajang, KT Alas Subur ( IPHPS ) Desa Sumberkare Kec. Wonomerto Kab. Probolinggo, KTH Alam Subur Desa Kaliacar Kecamatan Gading Kab. Probolinggo, KT Tunas Harapan ( IPHPS ) Desa Boto Kec. Lumbang Kab. Probolinggo, KTH LMDH Wono Lestari – KUPS Kapulaga Desa Burno Kec. Senduro Kab. Lumajang, KTH LMDH Wonolestari – KUPS Jagung Desa Burno Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, dan KT Rimba Mas Desa Gerbo Kec. Purwodadi Kab. Pasuruan.

Dimana total jumlah bantuan hibah tersebut meliputi 168 buah cangkul, 165 buah golok, 101 unit handsprayer, unit motor roda 3, 39 unit mesin pemotong rumput, 6 unit mesin kompos, 7 unit pencacah rumput, 25 buah gunting pangkas, 26 unit gerobak dorong, 2 unit bak penampung, 7 unit pompa air, 4 unit gergaji mesin, 12 unit timbangan besar, 15 buah kapak, 2 unit gazebo, 5 unit mesin perontok jagung, 1 unit kompresor listrik, 1 unit mesin jahit, 1 unit mesin perajang empon-empon, 1 unit mesin pengering , 4 unit tenda lipat, 1 unit timbangan digital, 4 unit pondok payung, 1 unit kumbung jamur, 1 unit mixer baglog, 1 unit press baglog, 1 unit alat sangrai kopi, 1 unit mesin grinder kopi, 1 unit alat peracik kopi, 1.150 unit botol madu 500 ml, 1.300 botol lebah madu 250 ml, 3 unit ekstraktor madu, 4 unit alat uji kadar air madu, 60 unit corong dan 6 unit pakaian anti sengat.

Tak hanya itu, dikesempatan yang sama Gubernur Khofifah juga melakukan penyerahan sertifikat kenaikan kelas KTH, kepada 9 KTH dari Probolinggo dan 4 dari Lumajang serta penyampaian SK Pendamping Perhutanan Sosial kepada 6 Non ASN dan 3 ASN dilingkup Pemprov Jatim.

Dikesempatan yang sama Kepala Dinas Kehutanan Jatim Jumadi menambahkan, secara pribadi dirinya turut bangga dan mengapresiasi penanaman Mangrove di Jatim yang merupakan inisiasi dari Gubernur Khofifah.

“Bahkan program yang dicanangkan oleh Gubernur Khofifah lebih dulu ketimbang dari arahan Pemerintah Pusat untuk penanaman Mangrove. Mengingat hal ini merupakan kebutuhan kita semua. Kami juga melakukan berbagai program rehabilitasi Mangrove di Jatim dengan berbagai upaya mitigasi perubahan iklim dan antisipasi fenomena global warming,” kata Jumadi.(non)

Sumber: Pemprov Jawa Timur

Share and Enjoy !

Shares
Menkes Beberkan Empat Strategi Pemerintah Hadapi Varian Omicron

Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Capai 2,3 Juta Dosis

Sejak dimulainya vaksinasi anak usia 6-11 tahun, laju rata-rata vaksinasi COVID-19 dalam seminggu terakhir kembali meningkat dengan rata-rata 1,2 juta dosis per hari. Vaksinasi anak ini menambah laju vaksinasi harian lebih dari 300 ribu dosis dalam empat hari terakhir.

“Total sebanyak 2.324.644 dosis telah disuntikkan untuk anak usia 6-11 tahun,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto, dikutip dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang (Kemenko) Perekonomian, Senin (27/12/2021).

Lebih lanjut, Airlangga yang juga merupakan koordinator pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) luar Jawa-Bali ini mengungkapkan bahwa laju vaksinasi di wilayah luar Jawa-Bali juga meningkat dan menyumbang 55,6 persen dari laju rata-rata harian nasional.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, hingga 27 Desember 2021 pukul 12.00 WIB cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 156,99 juta dosis atau 75,38 persen dari target sasaran. Sedangkan untuk dosis kedua mencapai 110,81 juta dosis atau 53,21 persen dari target.

Terkait pelaksanaan Program Vaksinasi Dosis Lanjutan atau Booster Program, Menko Ekon menyampaikan bahwa yang menjadi sasaran utama adalah tenaga kesehatan (nakes), tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), kelompok masyarakat lanjut usia (lansia), serta masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sedangkan, Program Vaksinasi Booster Mandiri menargetkan kelompok masyarakat di luar kelompok sasaran Program Vaksinasi Dosis Lanjutan.

“Program Vaksin Dosis Lanjutan (Booster Program) juga masih menunggu laporan dan rekomendasi ITAGI pada 10 Januari 2022,” imbuhnya.

Dalam keterangannya, Airlangga juga menegaskan bahwa selama Natal dan Tahun Baru pemerintah terus melakukan evaluasi semua kebijakan pengendalian COVID-19, terutama pelaksanaan PPKM. Pemerintah juga terus mendorong kewaspadaan dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mengingat penyebaran varian Omicron yang semakin meluas kasusnya di seluruh dunia.

Terkait fasilitas karantina pemerintah, Menko Marves mengatakan bahwa di fasilitas karantina terpusat Rumah Susun (Rusun) Pademangan, Pasar Rumput, dan Nagrak tersedia kapasitas bagi 13.618 orang. Alternatif tambahan kapasitas juga terdapat di Rusun Pulogebang, Daan Mogot dan LPMP dengan kapasitas sebanyak 3.612 orang. Sedangkan untuk karantina di hotel swasta, total kapasitas sebanyak 16.588 kamar.

“Fasilitas RSDC Wisma Atlet tidak untuk karantina bagi PPLN (pelaku perjalanan luar negeri) yang datang dari luar negeri, tapi untuk isolasi dan perawatan yang positif COVID-19. Sedangkan untuk pelaksanaan karantina bagi WNI PPLN dapat dilakukan di fasilitas Rusun-Rusun atau tempat lain yang telah disiapkan,” pungkasnya. (HUMAS KEMENKO EKON/UN)

Sumber: https://setkab.go.id/vaksinasi-anak-6-11-tahun-capai-23-juta-dosis

Share and Enjoy !

Shares
Wagub Emil Pastikan Pemprov Jatim Dukung Program Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan

Wagub Emil Pastikan Pemprov Jatim Dukung Program Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan selalu menginisiasi dan mendukung program-program terkait perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak.

Menurut Wagub yang akrab disapa Emil tersebut, hal itu penting mengingat berdasarkan survei Pengalaman Hidup Indonesia tahun 2016, perempuan dengan suami pengangguran beresiko 1,36 kali lebih besar mengalami kekerasan. Sementara, berdasarkan data sistem informasi online kekerasan perempuan dan anak di Jawa Timur, ada 668 kasus yang meliputi 340 kekerasan fisik, 272 kekerasan psikis, 80 kasus kekerasan seksual, 6 kasus eksploitasi, 12 kasus trafficking, 107 kasus penelantaran dan 509 kasus kekerasan lainnya.

“Kami di Jawa Timur tentunya memiliki komitmen untuk mengarusutamakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam pembangunan kita. Indeks pembangunan manusia bukan satu-satunya indeks kinerja utama kami, tapi juga indeks pembangunan gender. Jadi, indeks pembangunan gender merupakan main performance indicator untuk provinsi,” ujarnya saat hadir di Forum Nusantara III Wahid Foundation Pembukaan dan Peluncuran Panduan Rencana Aksi Desa/Kelurahan Damai dengan tema “Mencegah Ekstremisme Kekerasan dan Menyebarkan Perdamaian Berbasis Komonitas” di Hotel Grand Mercure, Jalan Ahmad Yani no. 71, Surabaya, Selasa (21/12/2021).

Untuk itu, Wagub Emil mengatakan bahwa Jatim telah berusaha mewujudkan komitmen ini dengan memastikan bahwa holistik dan inklusif ada pada prinsip Nawa Bhakti Satya yang menjadi programnya bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

“Kami tetap mendorong koperasi wanita juga program-program seperti Gerakan Peduli Ibu dan Anak Berbasis Keluarga karena kami ingin meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam aspek kewirausahaan. Kami juga membangun pusat pelayanan terpadu berbasis rumah sakit yang meliputi medikolegal, psikososial dan bantuan hukum secara lintas fungsi dan lintas sektoral. Jadi nanti program dengan pusat pelayanan terpadu akan memastikan ada semacam follow-up untuk menindaklanjuti apa yang ditemukan di tingkat desa maupun kelurahan,” terangnya.

Wagub Emil melanjutkan, program-program tersebut merupakan suatu terobosan yang dipercayanya dapat mengangkat kualitas hidup perempuan dan anak. Yang mana, sulit tercapat dengan banyaknya ketimpangan sosial berbasis gender di berbagai lini.

“Kalau bicara soal perempuan, setengah dari populasi kita adalah perempuan. Jadi, harusnya berbagai sektor juga merepresentasikan perempuan. Tapi biasanya representasi ini tidak proporsional,” tuturnya.

“Ini bisa dilihat dari mereka yang duduk di dewan perwakilan. Terkadang juga tidak ada inovasi seperti perencanaan pembangunan desa yang khusus melibatkan perempuan atau perwakilan anak-anak, sehingga suara mereka tidak terdengar dalam merancang pembangunan program desa maupun kelurahan,” lanjutnya.

Sementara itu, Wagub Emil menyambut baik terkait Rencana Aksi Desa/Kelurahan Damai. Di mana, program itu dapat menjadi sebuah pilar untuk mewujudkan dunia yang lebih baik dan dunia yang jauh dari segala bentuk ekstremisme dan terorisme.

“Selain itu, modul Desa Damai ini akan sangat sejalan dengan apa yang kami cita-citakan di Jawa Timur di mana kami juga ingin meningkatkan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan. Selain itu, kami ingin mendorong penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pencegahan perkawinan dini,” pukasnya.

Di akhir, Wagub Emil mengungkapkan apresiasinya terhadap apa yang telah dilakukan Wahid Foundation dalam kerjasamanya dengan pemerintah untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Suatu kehormatan bagi hatimu tentu dipilih oleh Wahid foundation oleh-oleh untuk menjadi shohibul bait atau tuan rumah. Modul ini bukan teoritis saja tapi sudah hal faktual yang telah digali dari diskusi dan kerja lapangan yang dilakukan bersama-sama,” jelasnya.

“Terima kasih dan selamat atas peluncuran modul ini. Kami akan terus menindaklanjuti program ini dengan upaya-upaya konkret. Nanti, begitu desa-desa ini mulai dapat mengembangkan sistem yang berkelanjutan, mereka akan menjadi teladan dan inspirasi bagi desa-desa lainnya,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Executive Director Of Wahid Foundation Mujtaba Hamdi dan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur Hesti Armiwulan. Sedangkan, Unodc Country Manager UNODC Indonesia Liaison To Asean Collie Brown, Country Representative And Liaison For UN Women Indonesia Jamshed M. Kazi, Direktur Regional dan Multirateral BNPT RI Zaim Khalis Nasution, serta Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Dalam Rumah Tangga Dan Rentan KPPA Valentina Gintings hadir secara virtual.

Peserta forum sendiri berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Di mana, 17 desa dari ketiga provinsi ini akan mengawali program Desa/Kelurahan Damai yang memiliki mekanisme pencegahan kejahatan berbasis gender serta perlindungan terhadap perempuan dan anak. (non)

Sumber: Pemprov Jawa Timur

Share and Enjoy !

Shares
Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 837 SMK di Jatim, Catatkan Rekor Muri

Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 837 SMK di Jatim, Catatkan Rekor Muri

Penguatan implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka terus dilakukan perguruan tinggi dan institusi pendidikan di Jawa Timur.
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Dinas Pendidikan Jawa Timur salah satunya. Pada puncak Dies Natalis UNESA yang ke-57, UNESA bersama Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan Jawa Timur menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama untuk SMK negeri dan swasta di Jawa Timur.

Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Wahid Wahyudi dan Rektor UNESA Prof Dr. Nur Hasan. Menariknya, perjanjian kerja sama dengan 837 SMK ini bahkan tercatat sebagai rekor MURI dengan jumlah kerjasama terbanyak sekaligus.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam puncak Peringatan Dies Natalis Unesa, Selasa (21/12) mengucapkan selamat atas capaian yang dilakukan selama ini oleh UNESA. Terlebih, UNESA telah menyiapkan diri menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

Menurut Khofifah langkah tersebut menjadi starting point bagi UNESA untuk membangun percepatan kemandirian dalam banyak hal. Salah satunya dalam penguatan implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dengan melakukan perjanjian kerjasama dengan 837 lembaga SMK negeri dan swasta dalam kordinasi kewenangan Pemprov Jawa Timur.

“Hari ini dilakukan penandatanganan MoU antara kepala dinas dan pak rektor UNESA bahwa dari 2.181 SMK di Jawa Timur, 837 diantaranya akan melakukan MoU dengan pembimbing tim UNESA yang punya 12 Prodi Vokasi,” urai Khofifah.

Dikatakan Khofifah, kerjasama tersebut menjadi penting bagi pemprov karena format magang dan merdeka belajar membutuhkan ruang yang lebih luas bagi siswa SMK dan tentu bersifat resiprokal bagi mahasiswa UNESA.

“Saya berharap ini menjadi percepatan dari penguatan skill yang dimiliki anak-anak SMK yang ada didalam koordinasi Pemprov Jatim,” tegasnya.

Misalnya saja, lanjut Khofifah melalui program SMA Double Track saat ini dipandu oleh ITS. Nah, untuk SMK jika secara spesifik sudah terjalin MoU dengan UNESA, pihaknya berharap akan ada percepatan, penguatan dan kemandirian terutama dalam penguasaan spesifik skill bagi SMK di Jatim.

Diakui Khofifah, pihaknya juga menyampaikan keinginannya untuk mendirikan pendidikan tinggi vokasi di Tuban sesuai dengan kebutuhan industri di daerah tersebut. Apalagi, 4 tahun kedepan Pertamina Rosneft Insya Allah sudah bisa beroperasi.

“Tadi saya sampaikan ke pak rektor dan pak warek 2 ada kebutuhan pendidikan vokasi di Tuban. Sekarang yang disiapkan di Magetan. Tentu Magetan juga butuh, pun Tuban juga demikian. Karena penguatan TPPI dan 4 tahun kedepan insyaAllah Pertamina Rosneft sudah beroperasi maka pendidikan vokasi adalah kebutuhan yang sangat mendesak untuk wilayah Tuban,” jelasnya.

Karenanya, imbuh Khofifah banyak hal yang perlu dilakukan terkait koordinasi, pelaksanaan teknis dan hal-hal lainnya yang lebih terukur dengan UNESA.

Sementara itu, Rektor UNESA, Prof Nur Hasan menjabarkan ada beberapa bidang yang akan difokuskan dalam kerjasama ini. Diantaranya pada bidang pendidikan yang meliputi pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Kemudian dalam penerimaan mahasiswa baru (PMB), UNESA memberikan kuota 25 persen untuk lulusan SMK di Jawa Timur. Dan beasiswa khusus untuk siswa berprestasi. Selanjutnya, magang mahasiswa atau calon guru di lembaga SMK.

“Kami juga memfasilitasi adanya pelatihan dan pengembangan bagi guru dan tenaga kependidikan termasuk pengawas sekolah,” urai Prof Nur Hasan

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi menambahkan adanya kerjasama ini merupakan bentuk implementasi Merdeka Belajar kampus Merdeka. Sebanyak 837 lembaga dengan rincian 296 SMK negeri dan 541 SMK swasta di Jatim akan menjalin kerja sama dengan empat fakultas di UNESA. Diantaranya, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Bahasa dan Seni serta Fakultas Vokasi.

“Saat ini masing-masing SMK menjalin kerjasama dengan satu fakultas. Untuk tahap selanjutnya akan menyesuaikan dengan linieritas kompetensi keahlian dan fakultas di UNESA,” tandas Wahid.

Sumber: Pemprov Jawa Timur

Share and Enjoy !

Shares