Select Page
MASA BAKTI BUPATI DAN WALI KOTA HABIS, GUBERNUR TUNJUK PLH

MASA BAKTI BUPATI DAN WALI KOTA HABIS, GUBERNUR TUNJUK PLH

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Masa jabatan beberapa Kepala Daerah untuk kabupaten maupun kota madya di Provinsi Jawa Timur telah berakhir pada Rabu (17/2). Namun berakhirnya masa tugas tersebut tidak langsung dibarengi dengan pelantikan pejabat baru dari hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) karena masih menungggu Keputusan Menteri Dalam Negeri.

Untuk mengisi kekosongan pimpinan daerah, Gubernur Jawa Timur melalui Surat Keputusan Nomor 131/163/011.2/2021 sampai dengan Nomor 131/178/011.2/2021 tertanggal 17 Februari 2021, menetapkan Pelaksana Harian guna menjalankan roda pemerintahan.

Kabupaten atau kota dimaksudkan dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur dimaksud adalah Kabupaten Jember, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Malang, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Kediri, Kabupaten Sumenep, Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Mojokerto.

Sedangkan, pelaksana harian untuk daerah dimaksud sebagai berikut:

  1. Dr. Ir. Hadi Sulistyo, M.Si sebagai Plh Bupati Jember.
  2. Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M sebagai Plh Bupati Malang.
  3. Ir. Joko Irianto, M.Si sebagai Plh Bupati Trenggalek.
  4. Ir. H. Mujiono, M.Si sebagai Plh Bupati Banyuwangi.
  5. Dr. Abimanyu Ponco Atmojo, I. MM sebagai Plh Bupati Gresik.
  6. Ir. Hendro Gunawan, M.A sebagai Plh Wali Kota Surabaya.
  7. Drs. H. Syaifullah, M.M sebagai Plh Bupati Situbondo.
  8. Dr. Ir. Aris Mukiyono, MT, MM sebagai Plh Bupati Lamongan.
  9. Dede Sujana, S.Sos, M.Si sebagai Plh Bupati Kediri.
  10. Ir. Edy Rasiyadi, M.Si sebagai Plh Bupati Sumenep.
  11. Drs. Hermansyah Permadi, M.Si sebagai Plh Wali kota Blitar.
  12. Anom Surahno, SH, M.Si sebagai Plh Wali kota Pasuruan.
  13. Drs. Mujianto sebagai Plh Bupati Blitar.
  14. Dr. Drs. Agus Pramono, MM Sekda sebagai Plh Bupati Ponorogo.
  15. Drs. Mokh. Sodiq Triwidiyanto, M.Si sebagai Plh Bupati Ngawi.
  16. Dr. Didik Chusnul Yakin, S.Sos, M.Si sebagai Plh Bupati Mojokerto.

Dalam Surat Keputusan tersebut juga disebutkan bila seorang pelaksana harian adalah melaksanakan tugas sehari-hari kepala daerah yang tidak berkaitan dengan pengambilan kebijakan. Utamanya kebijakan bersifat strategis dalam aspek keuangan, kelembagaan, personil higga perijinan.

“Jadi untuk kebijakan strategis baik itu personil hingga keuangan kita ambil. Harapannya pada saat Plh ini tidak muncul hal-hal yang sifatnya strategis,” jelas Emil Dardak saat penyerahan Surat Keputusan Gubernur.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PURNA TUGAS, BUPATI NGAWI BANJIR UCAPAN TERIMA KASIH

PURNA TUGAS, BUPATI NGAWI BANJIR UCAPAN TERIMA KASIH

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Masa purna tugas Ir Budi Sulistyono sebagai Bupati Ngawi dua periode disambut ribuan ucapan terima kasih. Ucapan tersebut dituangkan pada banner yang terpampang pada pinggir jalan, perkantoran maupun rumah warga di Kabupaten Ngawi pada Rabu (17/2).

Dari keterangan tulisan, ucapan terima kasih datang dari warga Ngawi, perusahaan, lembaga swasta maupun pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma).

Hadirnya ribuan ucapan terima kasih tersebut bukan tanpa sebab. Namun, banyak pertimbangan, diantaranya capaian prestasi saat memimpin Ngawi selama dua periode.

Capaian prestasi tersebut meliputi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip) dari Predikat CC hingga ke Predikat A, peningkatan produksi pangan, destinasi wisata, pembangunan akses jalan, penerapan pola hidup sehat dan sebagainya.

Untuk capaian Sakip, Budi Sulistyono telah melakukan revolusi. Dalam hitungan singkat Pemerintah Kabupaten Ngawi berhasil mempersembahkan Sakip predikat A, dari sebelumnya yang berstatus predikat CC.

Dalam peningkatan produksi pangan, Ngawi menjadi lumbung pangan Nomor 6 di Indonesia dan Nomor 2 di Jawa timur. Bahkan untuk urusan pangan, Kabupaten Ngawi mampu menyabet juara nasional dengan duta pemuda pelopor lewat karya padi organik.

Pada pertengahan periode ke-2, Budi Sulistyono berhasil mengurangi keluarnya uang masyarakat Ngawi ke daerah lain. Itu dilakukan dengan menumbuhkan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Ngawi, sehingga masyarakat tidak perlu keluar daerah untuk rekreasi.

Dampak lainnya, perputaran transaksi keuangan di sekitar destinasi wisata tumbuh cukup signifikan. Dengan tumbuhnya transaksi itu, perekonomian masyarakat juga mengalami pertumbuhan.

Sedangkan untuk infrastruktur, masa dua periode kepemimpinan Budi Sulistyono telah mewujudkan akses jembatan, paving, rigid beton maupun aspal. Tercatat ratusan kilo meter jalan telah dibangun atau dinormalisasi dan juga puluhan jembatan dibangun maupun mengalami normalisasi.

Ditilik dari awal perjalanan karir hingga akhir masa jabatan, bupati yang biasa disapa Mbah Kung itu, memiliki riwayat fantastis. Prestasi demi prestasi ditorehkan dalam masa kepemimpinannya sehingga berhasil membawa Kabupaten Ngawi ke level atas.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
STANDAR MASKER MENURUT KEMENTERIAN KESEHATAN

STANDAR MASKER MENURUT KEMENTERIAN KESEHATAN

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan Covid-19 harus memenuhi spesifikasi khusus. Hal itu sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan dalam buku Standar Alat Pelindung Diri Dalam Managemen Penanganan Covid-19.

Lantas, seperti apa spesifikasi standar APD untuk penanganan Covid-19, berikut penjelasannya, dimulai dari masker.

Masker Bedah (Surgical Mask)

Masker bedah berfungsi melindungi pengguna dari partikel yang dibawa melalui udara (airborne particle), droplet, cairan, virus atau bakteri.

Untuk material, masker bedah terbuat dari non woven spunbond meltblown spunbond (sms) dan spunbond meltblown meltblown spunbond (smms).

Dalam penggunaannya, masker bedah hanya sekali pakai (Single Use) dan selepas penggunaan tidak bisa dipakai lagi untuk APD. Masker bedah tidak direkomendasikan untuk penanganan langsung pasien terkonfirmasi Covid-19.

Secara kemampuan, masker bedah harus dapat menahan penetrasi cairan, darah dan droplet.

Secara fisik, bagian dalam dan luar masker harus terindentifikasi dengan mudah dan jelas melalui warna yang berbeda. Penempatan masker pada wajah longgar (loose fit). Masker dirancang agar tidak rusak dengan mulut (misalnya berbentuk mangkok atau duckbill).

Masker bedah juga harus memiliki Efisiensi Penyaringan Bakteri (bacterial filtration efficiency) 98%. Dengan masker ini pengguna dapat bernafas dengan baik saat memakainya (Differential Pressure/∆P < 5.0 mmH2O/ cm2).

Jenis Masker bedah juga harus lulus uji Bacteria Filtration Efficiency in vitro (BFE), Particle Filtration Efficiency, Breathing Resistance, Splash Resistance, Dan Flammability.

Respirator N95

Respirator N95 atau biasa disebut Masker N95 difungsikan melindungi pengguna atau tenaga kesehatan dengan menyaring atau menahan cairan, darah, aerosol (partikel padat di udara), bakteri atau virus.

APD Respirator N95 terbuat dari 4-5 lapisan (lapisan luar polypropilen, lapisan tengah electrete (charged polypropylene) dengan frekuensi penggunaan sekali pakai (Single Use).

Secara fisik, Respirator N95 harus menempel ketat pada wajah (tight fit). Masker dirancang untuk tidak dapat rusak dengan mulut (misalnya berbentuk mangkok atau duckbill) dan memiliki bentuk yang tidak mudah berubah.

Berikutnya, Respirator N95 harus memiliki efisiensi filtrasi baik dan mampu menyaring sedikitnya 95% partikel kecil (0,3 micron). Kemampuan filtrasi Respirator harus lebih baik dari masker bedah, karena dipakai dalam penanganan langsung pasien terkonfirmasi Covid-19.

Sekalipun berlapis, Respirator N95 harus bisa digunakan bernafas dengan baik saat memakainya (Differential Pressure/∆P < 5.0 mmH2O/ cm2).

Masker jenis ini juga harus lulus uji Bacteria Filtration Efficiency in vitro (BFE), Particle Filtration Efficiency, Breathing Resistance, Splash Resistance, dan Flammability.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
STANDAR MASKER MENURUT KEMENTERIAN KESEHATAN

STANDAR APD SESUAI KEMENKES

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Masih tingginya angka pasien Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) membuat pemerintah terus bekerja keras. Tidak hanya sebatas penanganan pasiaen, pencegahan juga dilakukan dengan berbagai cara agar Covid-19 segera berhenti.

Salah satu upaya pemerintah itu adalah dengan menetapan stadar Alat Pelindung Diri (APD) Dalam Manajemen Penanganan Covid-19. Standarisasi tersebut dimaksudkan guna dijadikan acuan bagi produsen APD.

Standar APD tersebut dituangkan dalam bentuk  file yang bisa diunduh pada laman akun Kementrian Kesehatan yang berisi 17 lembar dengan berbagai macam APD beserta fungsi dan spek bahannya.

Standar-APD-dalam-Manajemen-Penanganan-Covid19

Sedangkan, tujuan dari dikeluarkan standar APD dalam penanganan Covid-19 ini dimaksudkan agar mampu melindungi petugas medis maupun petugas penanganan Covid-19 lainnya.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Pasien Sembuh COVID-19 Sudah Mencapai 681.024 Orang

Pasien Sembuh COVID-19 Sudah Mencapai 681.024 Orang

Perkembangan harian penanganan COVID-19 Per 10 Januari 2021 masih menambahkan pasien sembuh cukup tinggi yakni sebanyak 7.513 orang dan meningkatkan kesembuhan kumulatif menjadi 681.024 orang atau 82,2%. Angka pasien sembuh hari ini mendekati pencapaian angka kesembuhan tertinggi sebelumnya yakni sebanyak 7.582 orang per 2 Januari 2021. 

Sementara untuk penambahan pasien terkonfirmasi positif harian, hari ini sebanyak 9.640 kasus. Jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, mencapai 828.026 kasus. 

Melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, per hari ini berjumlah 122.873 kasus dan persentasenya menjadi 14,8%. Sementara, pada pasien meninggal hari ini bertambah sebanyak 182 kasus dan kumulatifnya mencapai 24.129 kasus. Untuk persentase kematian hari ini di angka 2,9% dari pasien terkonfirmasi. 

Selain itu, dari data hasil uji harian pada 566 laboratorium jejaring COVID-19 di Indonesia hari ini, jumlah spesimen selesai diperiksa per hari sebanyak 46.025 spesimen dan kumulatifnya 7.883.009 spesimen. Jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 31.743 orang dan kumulatifnya 5.264.664 orang. 

Sementara jumlah negatif COVID-19 dari hasil periksa, per hari ini sebanyak 22.103  orang dan kumulatifnya 4.436.638 orang. Untuk jumlah suspek tercatat ada 70.381 kasus. positivity rate berada di angka 15,7%. Dan pada sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

Selanjutnya, untuk perkembangan penanganan COVID-19 dilihat secara urutan kesembuhan per provinsi, DKI Jakarta hari ini urutan menjadi tertinggi dengan peningkatan pesat yakni menambahkan pasien sembuh sebanyak 2.903 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 184.438 kasus. Kedua harian di Jawa Timur harian dengan 969 kasus dan kumulatifnya di urutan ketiga mencapai 79.571 kasus. 

Jawa Barat menempati ketiga harian menambahkan sebanyak 952 kasus dan kumulatifnya menempati urutan kedua mencapai 81.774 kasus. Sulawesi Selatan keempat harian menambahkan pasien sembuh sebanyak 545 kasus dan kumulatifnya mencapai 31.671 kasus. 

Kalimantan Timur masuk urutan kelima menambahkan 316 kasus dan kumulatifnya mencapai 25.022 kasus. Sementara Jawa Tengah dengan jumlah kumulatif urutan keempat sebanyak 62.111 kasus termasuk tambahan hari ini 143 kasus. 

Disamping itu, pada sisi penambahan kasus terkonfirmasi positif DKI Jakarta juga menjadi tertinggi harian dengan tambahan 2.711 kasus dan kumulatifnya urutan pertama mencapai 206.122 orang. Kedua harian berada di Jawa Barat menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1.468 kasus dan kumulatifnya urutan kedua mencapai 97.570 kasus. 

Ketiga harian ada di Jawa Tengah sebanyak 1.045 kasus dan kumulatifnya mencapai 90.670 kasus. Disusul Jawa Timur keempat harian dengan menambahkan 1.004 kasus dan kumulatifnya masih urutan ketiga mencapai 92.613 kasus. Dan kelima di Sulawesi Selatan menambahkan 585 kasus dan kumulatifnya mencapai 36.513 kasus.

Untuk penambahan pasien meninggal harian, secara urutan tertinggi berada di Jawa Timur sebanyak 61 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi bertambah menjadi 6.441 kasus. Kedua harian di DKI Jakarta menambahkan 31 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 3.485 kasus. Jawa Tengah urutan ketiga dengan menambahkan 17 kasus dan kumulatifnya urutan kedua, menembus angka 4.031 kasus. 

DI Yogyakarta masuk urutan keempat menambahkan 9 kasus dan kumulatifnya menjadi 324 kasus. Dan Jawa Barat urutan kelima harian menambahkan 8 kasus dan kumulatifnya masih pada urutan keempat sebanyak 1.219 kasus.

Sumber : https://covid19.go.id/berita/pasien-sembuh-covid-19-sudah-mencapai-681024-orang

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Pengawasan Mutu Vaksin COVID-19 Menerapkan Standar Internasional

Pengawasan Mutu Vaksin COVID-19 Menerapkan Standar Internasional

JAKARTA – Dalam proses penerbitan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin COVID-19, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) menggunakan standar penilaian mutu yang berlaku secara internasional. Termasuk mengikuti perkembangan uji klinis di berbagai negara.

“Salah satu diantaranya adalah melalui inspeksi langsung ke sarana produksi vaksin Coronavac,” jelas Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Lucia Rizka Andalusia memberikan keterangan pers perkembangan vaksinasi COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/1/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Berdasarkan hasil evaluasi pengawasan mutu tersebut, Badan POM memastikan bahwa vaksin tidak mengandung bahan-bahan berbahaya seperti pengawet, boraks dan formalin. Dalam proses evaluasi untuk penerbitan EUA, Badan POM melakukan kajian bersama Komite Nasional Penilai Obat serta tim ahli bidang imunologi dan vaksin yang tergabung dalam Indonesian Technical Advisory Group on Immunitation, dan juga tim ahli lainnya yang terkait.

Evaluasi dilakukan terhadap data dukung keamanan, khasiat dan mutu yang disampaikan oleh industri farmasi pendaftar, yang diperoleh dari hasil penelitian dan pengembangan produk vaksin termasuk uji kliniknya. Apabila berdasarkan hasil evaluasi vaksin COVID-19 memenuhi syarat keamanan, khasiat dan mutu serta pertimbangan bahwa kemanfaatan jauh lebih besar dari risiko, barulah EUA dapat diterbitkan.

Lalu, untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19 secara nasional, pendistribusian vaksin sudah mulai dilaksanakan. Hal ini sebagai langkah persiapan bagi petugas-petugas di daerah. Meski demikian vaksin baru bisa digunakan setelah mendapat EUA dari Badan POM sesuai yang diatur Peraturan Presiden No. 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Aspek lain yang juga menjadi pengawalan Badan POM ialah mutu vaksin di sepanjang jalur distribusi mulai keluar dari industri farmasi hingga digunakan dalam pelayanan vaksinasi kepada masyarakat. Hal ini penting, karena vaksin produk yang rentan rusak apabila penyaluran tidak sesuai persyaratan yaitu 2 – 8 derajat celsius.

“Pengawasan dan pemantauan mutu vaksin melalui sampling berbasis risiko, dan pengujian oleh Unit Pelaksana Teknis Badan POM di seluruh Indonesia terhadap sarana industri, distribusi dan instalasi farmasi provinsi, instalasi kabupaten atau sarana pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Proses pemberian vaksin tentunya akan dilakukan bertahap dan memerlukan waktu. Dan saat pelaksanan vaksinasi, masyarakat diminta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya. “Sambil menanti proses vaksinasi, masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menajga jarak dan mencuci tangan dengan sabun,” pesan Lucia menutup agenda keterangan pers.

Jakarta, 4 Januari 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Sumber : https://covid19.go.id/berita/pengawasan-mutu-vaksin-covid-19-menerapkan-standar-internasional

Share and Enjoy !

0Shares
0 0