Select Page
SEJARAH TENTARA NASIONAL INDONESIA

SEJARAH TENTARA NASIONAL INDONESIA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Hari ini 5 Oktober 2020 diperingati sebagai hari jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada tahun 2020 Kali ini TNI merayakan Hari Ulang Tahunnya ke-75.

Dengan usia yang sudah ¾ abad, seperti apakah sejarah perjalanan panjang TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dikutip dari Wikipedia, berikut sejarah TNI.

dibentuk melalui perjuangan panjang bangsa Indonesia untuk mempertahankan proklamasi kemerdekaan dari ancaman Belanda yang ingin kembali berkuasa menjajah Indonesia melalui kekerasan senjata, TNI pada awalnya merupakan organisasi yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR). Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan selanjutnya diubah kembali menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Pada masa mempertahankan kemerdekaan ini, banyak rakyat Indonesia membentuk laskar-laskar perjuangan sendiri atau badan perjuangan rakyat. Usaha pemerintah Indonesia untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, sambil bertempur dan berjuang untuk menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi.

Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Pada tahun 1962, dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu.
Pada tahun 1998 terjadi perubahan situasi politik di Indonesia. Perubahan tersebut berpengaruh juga terhadap keberadaan ABRI. Pada tanggal 1 April 1999 TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi yang berdiri sendiri. Sebutan ABRI sebagai tentara dikembalikan menjadi TNI, sehingga Panglima ABRI menjadi Panglima TNI.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
NGAWI TERBAIK DALAM PENANGANAN COVID-19 DI JAWA TIMUR

NGAWI TERBAIK DALAM PENANGANAN COVID-19 DI JAWA TIMUR

Kabupaten Ngawi menjadi daerah terbaik dalam penanganan Covid-19. Itu terungkap lewat unggahan Wakil bupati Ngawi Ony Anwar di media social Whatsapp Komunitas Warga Peduli Ngawi.

Berdasarkan unggahan tersebut, tersaji data penyebaran (attack rate) di Kabupaten Ngawi dengan kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk per kabupaten atau kota di Jawa Timur hanya 10,6. 

Data berupa dokumentasi penyebaran dan tingkat kematian Covid-19 tersebut diberi caption “Alhamdulilah Ngawi penanganan Covid 19 terbaik Jawa Timur, Attack dan Mortality terendah se Jawa Timur. monggo Tetep Disiplin, terus semangat, Laksanakan Protokol pencegahan Covid Maksimal”

Persentase rendah juga berlaku pada dampak kematian yang ditimbulkan di Kabupaten Ngawi. Data kematian (mortality rate) Covid-19 per 1 juta penduduk per kabupaten dan kota  di Jawa Timur hanya 2,4.

Dengan demikian, Ony meminta seluruh kalangan masyarakat tetap memakai masker dan menerapkan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Berbanding terbalik dengan Kabupaten Ngawi, Kota Surabaya menyandang peringkat tertinggi di Jawa Timur. Untuk attack rate mencapai 326,7 dan mortality rate 429,6. Data tersebut per 10 September 2020.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

MASKERMU… SEMANGATKU…

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Webinar Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Kamis (27/8) lalu masih meninggalkan kesan. Perbincangan seputar KIM terhadap kesan pelaksanaan webinar berlanjut hingga ke group WhatsApp.

Selain memberi kesan pada peserta, perhelatan seminar elektronik tersebut banyak memberi manfaat pada masyarakat utamanya pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Jawa Timur.

Salah satu manfaat yang dirasakan peserta adalah pengetahuan baru dari narasumber top seperti Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dirjen IKD Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Staf Ahli Penanggulangan Covid-19.

Hal menarik lainnya dari penyelenggaraan webinar itu adalah saat koordinasi sebelum dilaksanakan acara inti. Dinas Komunikasi dan Informatika Propinsi Jawa Timur sebagai fasilitator mengajak seluruh peserta membuat meme seputar pemakaian masker saat pandemi Covid-19.

Tanpa diketahui peserta, ajakan membuat meme tersebut ternyata dilombakan. Dilihat dari karya meme yang diupload lewat group WhatsApp cukup menarik hingga mendapat banyak respon dari peserta lain.

Salah satu meme yang mendapat banyak respon adalah karya dari Kim Di Pacitan. Meme tersebut mencuri perhatian dengan memanfaatkan kata trending “Bojomu Semangatku”.

Dalam memanfaatkan trending kata tersebut, kreator dari KIM Pena Pacitan membelokkan kata dari “Bojomu Semangatku” menjadi ” Maskermu Semangatku”.

Sebagai keterangan lanjut, meme ditambahkan juga tagline sebagai kata – kata penguat maksud “maskerku lindungimu, maskermu lindungiku”.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
CARA MUDAH CEK KUALITAS MASKER

CARA MUDAH CEK KUALITAS MASKER

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Masker menjadi sarana pengendali penyebaran Covid-19 paling efektif. Hal itu membuat pemerintah terus mengkampanyekan penggunaan masker dalam beraktivitas.

Namun dari banyaknya masker yang beredar, masyarakat masih banyak yang belum tahu seperti apa masker berkualitas itu.

Pada webinar Kementerian Komunikasi dan Informatika yang difasilitasi Dinas Kominfo dan Informatika Jawa Timur, diungkap cara pengecekan masker secara sederhana.

Cara pengecekan tersebut diungkap Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang hadir sebagai narasumber.

“Cara pengecekannya mudah, cukup menggunakan lilin dan masker.” Terang Daeng MFaqih Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.

Lebih lanjut Daeng menjelaskan bila dalam pengetesan cukup dengan menyalalakan lilin. Kemudian masker yang akan dites dipakai. Tiup lilin yang sudah menyala dengan posisi masker terpakai.

Bila lilin mati, Daeng mengatakan kualitas masker kurang bagus untuk menghambat penyebaran Covid-19. Hal itu bisa diartikan pori – pori kain cukup besar.

Sedangkan untuk kualitas masker bagus tidak akan membuat lilin mati ketika di tiup. “Ketika masker dites pada lilin menyala dan tidak mati, makan pori – pori masker rapat. Dan itu bagus.” Lanjut Daeng.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
SIAPA SAJA KELOMPOK RENTAN TERHADAP COVID-19 ?

SIAPA SAJA KELOMPOK RENTAN TERHADAP COVID-19 ?

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Webinar Kementerian Kominfo Republik Indonesia yang difasilitasi Dinas Kominfo Jawa Timur pada Kamis (27/9) lalu banyak memberi manfaat.

Salah satunya adalah masalah bahaya Covid-19 terhadap kelompok rentan yang disampaikan Dewi Nur Aisyah Tim Satgas Covid-19.

“Masyarakat harus paham siapa yang rentan terhadap dampak Covid-19.” Terang Dewi Nur Aisyah salah satu pembicara dalam webinar.

Disebutkan Dewi, bila ada 5 kelompok rentan terhadap Covid-19. Mereka yang masuk kelompok rentan harus tahu karena kecepatan penyebaran Covid-19 sangat cepat dan beresiko tinggi.

“Ada 5 kelompok rentan terhadap Covid-19. Tidak hanya rentan terhadap penularan tapi juga rentan terhadap bahaya kematian.”

“Mereka yang masuk kelompok rentan tersebut adalah penderita umur lanjut, yang memiliki daya tahan tubuh rendah, memiliki penyakit penyerta, memiliki berat badan serius dan ibu hamil.” Lanjutnya.

Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) menerangkan bila ada dua hal yang sangat berbahaya bila terjangkit Covid-19. Dua hal tersebut meliputi gagal nafas dan penggumpalan darah.

“Umumnya pasien Covid-19 meninggal karena gagal nafas dan penggumpalan darah.” Terang dr. Daeng M Faqih.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
ATAS ATENSI KEMENTERIAN, DISKOMINFO JATIM FASILITASI WEBINAR

ATAS ATENSI KEMENTERIAN, DISKOMINFO JATIM FASILITASI WEBINAR

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengadakan web seminar (Webinar) yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Propinsi Jawa Timur pada Kamis (27/8).

Webinar dengan tema “Adaptasi Kebiasaan Baru : Disiplin Pakai Masker, Tetap Produktif dan Aman Covid-19” ini dikuti pengurus dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dengan area se-Jawa Timur.

Webinar kali ini menghadirkan pemateri dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Satgas Covid-19 Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Dalam materinya, Prof. Dr. Widodo Muktiyo Dirjen IKD Kominfo menerangkan pentingnya informasi dalam penanganan Covid-19. Ia menilai KIM harus berperan dalam menyumbang informasi yang benar kepada masyarakat.

Sementara, Dewi Nur Aisyah S.K.M, M.Sc. dari Tim Pakar Satgas Covid-19 menekankan pemahaman tentang pentingnya pencegahan diri secara mandiri. Dalam kondisi saat ini, setiap orang harus mampu menjaga diri agar tidak terjangkit atau menjadi penyebab penularan Covid-19.

Sedang untuk pemateri ketiga dari IDI menyampaikan bila setiap orang jangan terlalu berpegang pada teori penyembuhan secara alami bila terjangkit Covid-19. Dikatakannya dalam teori memang benar bila terjangkit Covid-19 dengan sendirinya bisa sembuh.

“Secara teori, yang terjangkit Covid-19 bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi faktanya bisa berbeda. Apalagi bagi yang memiliki imun lemah.” Terang dr. Daeng M Faqih Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.

Acara yang di mulai pukul 12.00 WIB tersebut berjalan cukup menarik. Pada sesi tanya jawab, panitia memberikan reward pada penanya terbaik. Dalam penentuan penanya terbaik, panitia menyerahkan pada masing – masing pemateri.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0