Select Page
Lagi, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Pembina Produktivitas Paramakarya Tahun 2021

Lagi, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Pembina Produktivitas Paramakarya Tahun 2021

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menerima penghargaan sebagai Pembina Produktivitas Paramakarya. Gubernur Khofifah menerima penghargaan ini sebagai kali kedua setelah di tahun 2019 menerima penghargaan yang sama.

Penghargaan Paramakarya ini diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin kepada Gubernur Khofifah di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta Pusat pada Kamis (18/11).

“Alhamdulillaah kembali Kami menerima penganugerahan Paramakarya tahun ini, ini adalah penghargaan yang juga untuk menyemangati Dunia Usaha Dunia Industri di Jawa Timur agar tetap berusaha meningkatkan produktivitas di tengah pandemi Covid-19 tentu butuh kegigihan yang luar biasa,” Kata Gubernur Khofifah usai menghadiri penganugerahan Paramakarya tahun 2021.

Pada tahun 2021 ini penghargaan yang diprakarsai oleh Kementerian Tenaga Kerja RI ini kembali diraih Gubernur Khofifah atas dukungan dan pembinaannya kepada perusahaan yang telah mendapatkan Penghargaan Produktivitas Paramakarya tahun 2021. Penghargaan Produktivitas Paramakarya tahun 2021 ini diberikan kepada PT. Agung Bumi Argo dari Kabupaten Pasuruan.

“Selamat kepada PT. Agung Bumi Argo dari Kabupaten Pasuruan yang tahun ini mewakili Provinsi Jawa Timur dan berhasil mendapatkan penghargaan Paramakarya tahun 2021,” ucapnya.

Orang nomor satu di Jatim ini menjelaskan bahwa sebelum mencapai tahap ini ada 6 (enam) perusahaan yang Penerima Penghargaan Produktivitas Siddhakarya tahun 2020, yang sekaligus mewakili Provinsi Jawa Timur sebagai nominator penerima Penghargaan Produktivitas Paramakarya tahun 2021. Diantaranya PT. Putra Restu Ibu Abadi dari Kabupaten Mojokerto, PT. Utomodeck Metal Work dari Kota Surabaya, PT. Agung Bumi Agro dari Kabupaten Pasuruan, CV. Dua Putri Sholehah dari Kabupaten Probolinggo, PT. Pareto Estu Guna dari Kabupaten Bojonegoro, dan UD. Legend Trend dari Kabupaten Gresik.

“Sebelum mendapatkan penghargaan ini, mereka ada enam perusahaan di Jawa Timur yang memperoleh penghargaan Siddhakarya tahun 2020 salah satunya PT. Agung Bumi Agro tersebut dan keenam perusahaan itu mewakili Jawa Timur di ajang anugerah Paramakarya tahun 2021,” jelasnya.

Sebagai informasi, Penganugerahan Paramakarya, adalah Penganugerahan produktivitas tingkat nasional, yang diberikan oleh Presiden/Wakil Presiden RI setiap dua tahun sekali pada tahun ganjil.

Sedangkan Siddhakarya merupakan Penganugerahan produktivitas tingkat propinsi yang diberikan oleh Gubernur/Wakil Gubernur pada setiap tahun genap. Siddhakarya dan Paramakarya adalah istilah yang berasal dari bahasa Sansekerta, dimana Paramakarya berarti Karya Unggul, sedangkan Siddhakarya berarti Karya Prima yang diciptakan oleh perusahaan.

“Penghargaan Paramakarya diberikan setiap dua tahun sekali dari Pemerintah pusat sementara Penganugerahan Siddhakarya diberikan kepadanya perusahaan-perusahaan dari Pemerintah Provinsi di tiap tahun genap,” tegasnya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Penghargaan Produktivitas Siddhakarya dan Paramakarya merupakan Penghargaan yang diberikan kepada perusahaan yang terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan produktivitas, kualitas dan daya saing serta berhasil mempertahankan tingkat produktivitas yang dicapai selama minimal 3 (tiga) tahun berturut-turut.

“Dua penghargaan ini menjadi tolok ukur dalam peningkatan produktivitas, kualitas, daya saing dan keberhasilan dalam mempertahankan produktivitas selama tiga tahun berturut-turut,”lanjutnya.

Gubernur Perempuan Pertama di Jatim ini menuturkan untuk menentukan perusahaan yang layak memperoleh Penganugerahan produktivitas, telah dilakukan penilaian dengan menggunakan Malcolm Baldrige Criteria yang terdiri dari 7 (tujuh) kriteria, ditambah 1 (satu) kriteria baru sehingga menjadi 8 (delapan) kriteria yaitu Leadership atau Kepemimpinan, Strategic Planning atau Perencanaan Strategik, Human Resources Development and Management atau Fokus pada Pengembangan kompetensi SDM dan Organisasi, Customer and Market Focus atau Fokus pada Pelanggan dan Perluasan Pasar, Information and Analysis atau Data, Informasi dan Analisa, Process Management atau Manajemen Proses, lalu Business Results atau Hasil Usaha, dan Productivity atau Produktivitas.
“Parameter atau alat penilaian yang digunakan untuk memberikan penilaian tingkat produktivitas pada penghargaan ini adalah Malcolm Baldrige Criteria dengan 8 kriteria yang beragam, salah satunya adalah sektor produktivitas itu sendiri,” tuturnya.

Penghargaan ini diberikan dengan tujuan untuk memotivasi Dunia Usaha/Dunia Industri (DuDi) sekaligus memberikan pengakuan kepada perusahaan-perusahaan yang telah berhasil meningkatkan dan mempertahankan produktivitasnya serta menunjukkan kinerja terbaiknya. Selain itu penghargaan ini juga salah satu bentuk kepedulian pemerintah DuDi terus berupaya menerapkan prinsip-prinsip efektivitas, efisien, kualitas dan ramah lingkungan dalam melakukan usaha sehingga tetap produktif dan semakin meningkat produktivitasnya.

“Tujuannya tentu memotivasi DuDi di Jawa Timur sehingga mereka terus berusaha meningkatkan produktivitasnya terlebih meski dalam suasana Pandemi Covid-19 seperti saat ini. Semangat dan produktifitas mereka pasti berkontribusi dalam mewujudkan Jatim Bangkit,” ucapnya.

Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa ada banyak sekali kendala yang di hadapi para pengusaha dan pelaku UMKM di masa pandemi ini. Diantaranya harus mematuhi protokol kesehatan yang mewajibkan mereka harus memenuhi syarat tambahan terkait pemenuhan protokol kesehatan, mengurangi karyawan agar jarak antar karyawan aman, prosentase sesuai level PPKM dan level asesment, sementara produk tertentu sebenarnya kebutuhan marketnya sedang mengalami peningkatan.

Kemudian juga kendala terbatasnya kontainer yang digunakan untuk mengirim produk mereka ke luar negeri. Oleh sebab itu Gubernur Khofifah menyampaikan kembali menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pengusaha dan pelaku UMKM yang mampu bertahan dan berupaya keras menjaga bahkan meningkatkan produktivitasnya di masa yang sulit seperti saat ini.

“Harus digarisbawahi semuanya itu harus dengan kerja keras , keuletan dan kemudian mereka harus yakin bahwa Allah akan membuka pintu-pintu kemudahan dan pintu rizki bagi kita semua. Apresiasi yang luar biasa untuk para pelaku UKM dan juga pengusaha besar yang terus bisa melakukan ikhtiar produktivitasnya disaat yang tidak mudah untuk bisa ditembus. Jadi mereka memberikan referensi dan kontribusi yang luar biasa,” kata Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin menyambut baik inisiatif Kementerian ketenagakerjaan dalam mendorong upaya peningkatan produktivitas perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Wapres RI ini menambahkan bahwa tantangan terberatnya adalah untuk mempertahankan produktivitasnya, karena tidak semua perusahaan berhasil melewati tantangan tersebut.

Namun demikian Wapres RI yang juga kyai ini bersyukur karena banyak perusahaan di Indonesia yang adaptif, lincah dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan sehingga produktivitasnya tetap terjaga keberhasilan perusahaan untuk tetap produksi atau bahkan meningkatkan produktivitasnya.

“Saya mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan paramakarya tahun 2021 dan saya sungguh mengharapkan perusahaan perusahaan yang menerima penghargaan akan semakin berkembang dan naik kelas sekaligus menjadi motivasi bagi perusahaan-perusahan dan memenuhi berbagai standar dan sertifikasi sehingga mampu bersaing menembus pasar global,” harap Wapres RI.

Di sisi lain, Menteri Tenaga Kerja RI Ida Fauziyah menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa memperbaiki kondisi produktivitas tenaga kerja sendiri, pemerintah sangat memerlukan dukungan kolaborasi yang sinergis dengan perusahaan dan masyarakat. Terlebih pada kondisi seperti saat ini dimana pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan bagi semua sektor. Oleh sebab itu pemerintah sangat menghargai kerja keras dan berbagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas.

“Dalam pandangan Kami perusahaan yang mampu menjaga tingkat produktivitasnya khususnya dalam menghadapi tantangan di masa pandemi covid 19 ini patut mendapatkan penghargaan yang setinggi-tingginya. Perusahaan-perusahaan ini adalah aset dan inspirasi bagi Kemajuan perekonomian nasional kita di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih,” kata Menaker RI Ida Fauziyah.

Selain Provinsi Jawa Timur ada 12 provinsi lain yang juga menerima penghargaan Paramakarya tahun 2021 diantaranya Provinsi DKI Jakarta, Nangroe Aceh Darussalam, Lampung, Jambi, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat.

Sumber: FB Pemprov Jawa Timur

Share and Enjoy !

Shares
Puskemas Ngawi, Raih Penghargaan 30 Top Inovasi Pelayanan Publik

Puskemas Ngawi, Raih Penghargaan 30 Top Inovasi Pelayanan Publik

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono menerima Penghargaan 30 Top Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2021 yang diserahkan langsung oleh Menteri Kemenpan RB, Cahyo Kumolo disaksikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (19/11) di Grand City Surabaya.

Penghargaan top 30 inovasi pelayanan publik diperoleh dari inovasi Sinar Masa Senja (Sinegitas Tenaga Kesehatan Mengantar Masyarakat Desa Sehat Sejahtera) yang diinisiasi oleh UPT Puskesmas Ngawi.

Atas capaian tersebut, Bupati Ngawi memberikan apresiasi pada kinerja UPT Puskesmas Ngawi, dan berharap penghargaan ini menjadi trigger instansi lain untuk berinovasi.

“Harapannya ini bisa menjadi pemacu semangat untuk terus berinovasi mewujudkan pelayanan publik yang lebih prima,” katanya.

Ony Anwar berharap inovasi Sinas Masa Senja ini bisa direplikasi oleh instansi lain di lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi.

“Saya yakin banyak inovasi lainnya yang bisa memberikan manfaat yang bagus kepada masyarakat,” tandasnya.

Sumber: FB Pemerintah Kabupaten Ngawi

Share and Enjoy !

Shares
Khofifah: Tugas Pokok ASN Melayani

Khofifah: Tugas Pokok ASN Melayani

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak lalai terhadap tugas pokok mereka, yaitu melayani. Melayani sesuai dengan tugas dan jabatan yang diamanahkan, serta sesuai dengan institusi masing-masing.

“Baik di lingkungan Pemerintah Pusat, Pemprov maupun Pemkab/Pemkot, semua ASN tugasnya melayani masyarakat, bukan dilayani,” ungkap Khofifah saat memberikan arahan kepada para peserta Latsar dan Pelatihan ASN di lingkungan Pemprov Jatim dan Pemerintah Kab/Kota di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, Selasa (16/11).

“Pola-pola kerja seperti ingin dilayani, dihormati, dapat fasilitas lebih adalah cara lama yang harus ditinggalkan,” tambah dia.

ASN di era Society 5.0, kata Khofifah, harus terpacu untuk terus berupaya menciptakan sesuatu yang baru dan menghadirkan layanan-layanan inovatif, kreatif, dan solutif. ASN harus berorientasi pada bagaimana caranya agar pelayanan dan kinerja bisa lebih cepat, lebih baik, lebih efisien, efektif, akuntabel dan lebih responsif.

Khofifah mengatakan, dengan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, maka diharapkan dapat memberikan percepatan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Jatim. Menurutnya, hal tersebut sangat sesuai dengan apa yang tertuang dalam program Nawa Bhakti Satya, yakni untuk memuliakan masyarakat Jawa Timur.

“Saya ulangi, memuliakan masyarakat Jawa Timur. Kita menyebut bahwa 9 program dalam Nawa Bhakti Satya yang kita ingin baktikan untuk memuliakan masyarakat Jawa Timur. Untuk itu lakukan kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas,” terangnya.

Khofifah menyebut, tidak jarang orang merasa dirinya sudah kerja keras, kerja cepat dan kerja profesional. Padahal, pihak lain justru bekerja dengan melakukan lompatan-lompatan dan inovasi digital. Hal tersebut haruslah menjadi pelecut dan penyemangat para ASN untuk tidak mudah berpuas diri, sehingga terus meningkatkan kompetensi, kapasitas dan integritasnya.

“Bagaimana persepsi publik melihat birokrat harus kita perhatikan. Maka kita harus terus melakukan improvisasi, open minded dan melakukan usaha terbaiknya bagi masyarakat. Barangsiapa melayani masyarakat dengan upaya terbaiknya, maka yang di langit akan melayani kita, barang siapa membahagiakan masyarakat maka yang di langit akan membahagiakan kita,” katanya.

Lebih lanjut, Khofifah menekankan pentingnya penanaman Employer Branding dan Core Values di dalam diri ASN Pemprov Jatim. Hal ini mengacu pada arahan Presiden RI Joko Widodo, bahwa setiap ASN harus memiliki unsur ‘BerAKHLAK’ di dalam dirinya.

Slogan ‘BerAKHLAK’ yang merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif ini, harap Khofifah, dapat diterapkan para ASN dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari.

Untuk itu, sesuai arahan Presiden Jokowi tersebut, Khofifah kembali menegaskan bahwa para ASN harus dapat memegang teguh nilai-nilai dasar yang sama, memiliki jiwa melayani dan membantu masyarakat, dan otoritas atau sumber daya yang diberikan negara pada ASN harus digunakan secara akuntabel dengan loyalitas tinggi kepada pemerintah, bangsa dan negara.

“Selain itu pula diharapkan ASN dapat terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya, serta adaptif terhadap perubahan yang terjadi. Apalagi saat ini perkembangan dunia yang penuh dengan disrupsi dan perkembangan teknologi yang pesat,” terangnya.

Tidak hanya itu, Khofifah juga meminta para ASN melakukan transformasi digital dan inovasi-inovasi yang berbasis digital. Menurutnya, transformasi digital adalah sebuah keniscayaan, sehingga pelayanan publik bagi masyarakat saat ini dituntut untuk bertransformasi ke sistem digital yang tentunya lebih cepat, lebih murah dan lebih luas lagi.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Jatim Aries Agung Paewai mengatakan bahwa BPSDM Jatim selain menyelenggarakan Latsar bagi CPNS juga terus menyelenggarakan berbagai diklat seperti diklat peningkatan ekonomi masyarakat berbasis makanan dan minuman ringan, kemudian diklat handling obat yang ditujukan bagi para tenaga kesehatan seperti apoteker.

Tidak hanya itu, BPSDM Jatim juga terus melakukan kegiatan pengembangan kompetensi bagi para ASN salah satunya melalui kegiatan ASN Belajar. Dimana dalam kegiatan ini setiap minggu ASN diharuskan belajar dimanapun berada baik di kantor maupun di luar kantor. Para ASN ini diharapkan terus mengembangkan kompetensinya melalui event ASN belajar yang rencananya diselenggarakan setiap Kamis.

“Apakah itu materi tentang kepemimpinan, materi teknis, materi tentang fungsional sosial kultural, kami akan menghadirkan narasumber praktisi maupun akademiai. Diharapkan materi-materi yang diberikan dapat menjadi upaya pengembangan kompetensi pada ASN,” jelasnya.

Selanjutnya, terkait aturan tentang peralihan dari jabatan struktural ke fungsional, kata Aries, BPSDM Jatim akan menyiapkan diklat ataupun pelatihan serta sertifikasi untuk para pejabat fungsional. Hal ini dikarenakan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, para pejabat fungsional wajib memiliki sertifikasi, dan sertifikasi itu hanya bisa didapat setelah mengikuti pelatihan atau diklat.

“Tentunya tidak mudah bagi BPSDM Jawa Timur untuk menyiapkan diklat atau sertifikasi jabatan struktural atau fungsional, oleh sebab itu, teman-teman kami di perguruan tinggi apakah itu PTN dan PTS akan siap membantu kami agar para ASN ini memenuhi persyaratan menjadi jabatan fungsional,” terangnya.

Selanjutnya, terkait penandatanganan kerjasama dengan Pascasarjana Unair, menurutnya hal tersebut sebagai bagian upaya memperkuat Jatim Corporate University. Dirinya meyakini corporate University ini tidak dapat diselenggarakan sendiri sebagai tempat lembaga pelatihan terintegrasi, namun juga membutuhkan dukungan dan harapan dari berbagai pihak.

Sebagai informasi, CPNS yang mengikuti Latsar Tahun 2021 formasi 2019 sebanyak 10.853 peserta, dimana yang telah selesai menjalani Latsar sebanyak 6.156 peserta dan yang masih berjalan mengikuti Latsar yakni sebanyak 4.697 peserta. Sedangkan CPNS formasi 2019 yang mengikuti Latsar di Tahun 2022 sebanyak 1.511 orang.

Latsar ini sendiri diselenggarakan secara hybrid yakni secara offline sebanyak 150 orang PNS golongan III dan peserta diklat online sebanyak 1.139 orang PNS golongan II dan III serta peserta PKP. Para PNS yang mengikuti latsar ini terdiri dari berbagai profesi diantaranya guru, dosen, analis, perawat, auditor, apoteker dan arsiparis yang berasal dari berbagai daerah di Jatim.

Dalam kesempatan ini juga turut dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara BPSDM Provinsi Jatim dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga tentang pengembangan kompetensi SDM ASN dalam rangka mewujudkan ASN yang profesional dan berkualitas melalui Jatim Corporate University.

Sumber: FB Pemprov Jawa Timur

Share and Enjoy !

Shares
Gubernur Khofifah Tinjau Tiga Rumah Pompa Kemuning Sampang

Gubernur Khofifah Tinjau Tiga Rumah Pompa Kemuning Sampang

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau tiga Rumah Pompa aliran Sungai Kemuning, Sampang, Sabtu (13/11/2021). Masing-masing ke Rumah Pompa Jl. Bahagia, Rumah Pompa Jl. Delima dan Rumah Pompa Jl. Raya Panggung Kampung Dhabhukor.

Khofifah ingin memastikan kesiapan alat pompa air serta petugas jaga yang akan mengantisipasi potensi hujan lebat dan banjir. Turut mendampingi Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Kepala Dinas PU SDA Prov. Jatim M. Isa Anshori, Kadis PUCK Jatim Baju Trihaksoro dan Kalaksa BPBD Jatim Budi Santoso.

“Peninjauan ini sebagai salah satu langkah mitigasi guna mengantisipasi banjir luapan Kali Kemuning yang hampir setiap tahun melanda Kabupaten Sampang,” ungkap Khofifah.

Khofifah mengatakan jika dirinya telah memerintahkan Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Prov. Jatim beserta jajarannya untuk melakukan check and recheck di semua sektor. Bahkan khusus untuk kawasan Rumah Pompa di Sampang ini, Gubernur Khofifah mengaku telah menginstruksikan jauh sebelum dilakukan apel kesiapsiagaan bencana Oktober lalu.

“Ini betul-betul harus check and recheck . Saya sudah memerintahkan ke Ka Dinas PU SDA, bahkan jauh sebelum kita lakukan apel siaga banjir,” imbuhnya.

Desember tahun lalu (2020) saat terjadi banjir cukup luas dan agak lama sekitar 2 minggu , Khofifah menyebut menemukan sejumlah persoalan diantaranya pintu air tidak terbuka karena fiber opticnya hilang, hingga genset dan aki yang tidak berfungsi. Untuk itu, Gubernur Khofifah juga meminta langkah cepat baik dari Provinsi maupun Pemerintah daerah setempat untuk terus melakukan mitigasi dan cek secara berkala.

“Saya minta untuk memastikan agar Rumah Pompa bisa berjalan dengan baik. Walau masih ada genset yang harus dilengkapi disini, mudah-mudahan bisa membantu proses percepatan sirkulasi air,” tutur Gubernur perempuan pertama Jatim ini.

Keberadaan Rumah Pompa ini disebut Gubernur Khofifah menjadi sangat vital. Tak hanya sebagai pusat pengatur sirkulasi air untuk mencegah banjir, namun juga sirkulasi air pertanian.

Sesuai dengan prediksi dari BMKG, dimana Fenomena La Nina akan melanda pada penghujung tahun, Gubernur Khofifah meminta kewaspadaan dari semua pihak untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Warning semacam itu harus tetap menjadi catatan tersendiri untuk tetap waspada. Utamanya untuk check and recheck proses-proses yang bisa membantu sirkulasi air,” pungkasnya.

Share and Enjoy !

Shares
Arumi Ajak UMKM Dekranasda Jatim Manfaatkan TIK untuk Perluas Pasar

Arumi Ajak UMKM Dekranasda Jatim Manfaatkan TIK untuk Perluas Pasar

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak para pelaku UMKM Jatim untuk dapat memanfaatkan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) guna membaca peluang pasar, dan menciptakan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Hal ini mengingat banyaknya pelaku UMKM terdampak Covid-19 yang mengalami pengurangan penghasilan dan bahkan merumahkan pegawai. Menurut Arumi, penguasaan TIK dapat menjadi salah satu jalan bagi UMKM agar produktivitasnya senantiasa terjaga.

“Kemampuan untuk menangkap peluang melalui TIK ini harus senantiasa diasah dengan mengikuti forum-forum sehubungan TIK,” ungkap Arumi dalam Workshop TIK untuk UMKM Anggota Dekranasda Prov. Jatim di Hotel Arcadia Surabaya pada Senin (15/11).

Arumi mengatakan, penguasaan TIK dapat menjadi solusi bagi anggota Dekranasda Jatim, agar bisa melakukan riset pasar serta promosi, dan menjaga roda perekonomian berputar.

“Promosi dan perluasan pasar melalui media internet bisa menjangkau pasar yang lebih luas, tanpa ada lagi batasan waktu dan geografis,” jelasnya.

Ketua Dekranasda Jatim itu turut menambahkan, inovasi dan kolaborasi pelaku UMKM adalah kunci bagi bertahannya usaha-usaha yang ada di Jatim. Ditambahkan oleh Arumi, kolaborasi ini bisa dalam bentuk membangun jariingan, suplai bahan baku, produksi, hingga pemasaran.

“Inovasi bisa dilakukan dengan cara memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan internet atau media sosial,” sebutnya.

Pemanfaatan internet ini, Arumi melanjutkan, didukung oleh adanya pergeseran pola konsumsi dari masyarakat seiring dengan adanya Pandemi Covid-19.

Selaku ketua Dekranasda, Arumi mengamati adanya ketergantungan yang meningkat dari UMKM di Jatim terhadap internet. Dimana hampir semua kegiatan berbelanja dilakukan secara online.

Arumi mengapresiasi keinginan pelaku UMKM untuk terus mencari peluang-peluang baru ini, Utamanya, mengingat UMKM Jatim merupakan tulang punggung perekonomian Provinsi Jawa Timur.

“Hasil survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 196,71 juta jiwa pengguna internet (73,7%) dari 266,91 juta jiwa total populasi penduduknya. Ini peluang pasar yang besar dan seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan penjualan,” jelasnya.

Di akhir, sekaligus membuka Workshop TIK untuk UMKM Dekranasda Jatim, Arumi berharap agar UMKM di Jatim terus berkarya dan berkontribusi dalam pemulihan perekonomian Jatim di masa pandemi.

“Saya ucapkan semangat untuk workshop ini, semoga bermanfaat dan dapat saling menguatkan kita dalam pemulihan ekonomi di Jawa Timur,” tutupnya.

Sumber: Pemprov Jawa Timur

Share and Enjoy !

Shares
Hari Kesehatan Nasional, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Menerapkan Kebiasaan Hidup Sehat

Hari Kesehatan Nasional, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Menerapkan Kebiasaan Hidup Sehat

Kadang Mencintai diri sendiri lebih sulit dari pada mencintai orang lain. Terutama dalam menjaga pola hidup sehat. Pesan itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Surabaya Jum’at (12/11/2021). Salah satu cara untuk mencintai diri sendiri adalah disiplin menerapkan pola hidup sehat.

Pesan yang disampaikan Mantan Menteri Sosial itu bertepatan dengan peringan Hari Kesehatan Nasional. Karena itu, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat membiasakan menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya. Yakni dengan makanan bergizi, olahraga, menjaga kebersihan dan lingkungan, tidur cukup, memelihara kebersamaan, dan interaksi sosial. Pola hidup sehat merupakan wujud nyata mencintai diri sendiri, katanya.

Hari Kesehatan Nasional ditetapkan pemerintah pada tahun 1964. Kala itu, pemerintah bekerja keras melawan wabah malaria yang muncul sekitar 1950. Ratusan ribu jiwa masyarakat Indonesia terkena wabah tersebut. Pada 1959, pemerintah membentuk dinas pembasmian malaria.

Empat tahun kemudian, nama dinas tersebut diubah menjadi Komandi Operasi Pemberantasan malaria atau KOPEM. Pemerintah Indonesia bersama WHO dan USAID menarget malaria hilang pada 1970. Namun, pada 1963, sekitar 63 juta penduduk Indonesia sudah terlindungi dari penyakit malaria. Atas keberhasilan itu, pemerintah menetapkan 12 November sebagai Hari Kesehatan Nasional.

Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional kali ini, pemerintah mengangkat temat Sehat Negeriku Tumbuh Indonesiaku. Tema yang selaras dengan kondisi saat ini. Menurut Khofifah “Kesehatan menjadi indikator yang sangat penting dalam proses pembangunan. Itu bisa dilihat ketika tren pandemi Covid-19 meningkat. Pembatasan diberlakukan sehingga laju ekonomi menjadi terdampak,” ucapnya.

Mantan Menteri Sosial itu mengutip ucapan Presiden RI Joko Widodo bahwa pemerintah harus pandai dalam menjaga rem dan gas. Pemerintah harus tepat dalam menentukan kebijakan kapan menginjak gas, dan kapan menginjak rem. Ketika masyarakat sehat, pemerintah bisa menginjak gas untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, baik skala lokal, regional, nasional, internasional, tuturnya.

Karena itu, kesehatan menjadi unsur penting dalam mewujudkan Indonesia tumbuh. Untuk itu, pemerintah dan semua elemen strategis perlu sinergi dan kolaborasi. Seperti halnya, pola penanganan Covid-19 yang berjalan dengan kolaborasi dan sinergitas antar semua komponen saat ini. Yakni penerapan protokol kesehatan dan percepatan perluasan cakupan vaksinasi.

Data pesebaran Covid-19 Jawa Timur per 11 November menunjukkan cakupan vaksinasi dosis pertama di Jawa Timur mencapai 65,63 persen, lalu dosis dua mencapai 40,62 persen. Pasien aktif positif tinggal 315 orang atau setara dengan 0,08 persen. Saya meminta masyarakat tidak lengah, tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan, ujarnya.

Selain itu, masyarakat perlu menyikapi dampak Fenomena La Nina. Antisipasi bukan hanya pada aspek penanggulangan bencana. Ada aspek lain yang tidak kalah penting, yakni kesehatan. Tubuh manusia membutuhkan waktu untuk menyesuaikan pergantian musim. Wabah yang kerap muncul pada pergantian musim antara lain, demam berdarah, influenza, batuk, dan berbagai penyakit lainnya. Mari menjaga kesehatan sebagai bentuk cinta terhadap diri sendiri, seringkali lebih mudah mencintai orang lain daripada mencintai diri sendiri, Selamat Hari Kesehatan Nasional, pungkas Khofifah.

Sumber: FB Pemprov Jawa Timur

Share and Enjoy !

Shares