Select Page
PASAR JADUL MAKIN MEMIKAT DAN INOVATIF

PASAR JADUL MAKIN MEMIKAT DAN INOVATIF

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Kehadiran Pasar Jadul terus menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat Kabupaten Ngawi. Pasalnya, kegiatan pasar dengan konsep dagangan tempo dulu itu selalu ramai pengunjung.

Dengan terus meningkatnya antusias pengunjung, Dimas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi sebagai penyelenggara juga merespon dengan meningkatkan kwalitas.

Peningkatan kwalitas terlihat dari berbagai kreasi yang dihadirkan dalam setiap event dengan nuansa kuno sehingga menambah kesan Jadul.

Selain untuk menjaga budaya, Pasar Jadul menjadi pengungkit baru tumbuhnya ekonomi di masyarakat Desa Tawun dan sekitarnya.

Dengan berbagai kreasi yang kesemuanya bersumber dari budaya Jawa, diharapkan semakin tumbuh kecintaan terhadap budaya sendiri sehingga mampu mengurangi gerusan budaya asing.

Untuk pelaksanaan Pasar Jadul ke 2 tahun 2020, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi mengagendakan pada Minggu Lagi 1 Maret 2020 di Taman Pemandian Tawun.

UPT PUSKESMAS NGAWI SOSIALISASIKAN  BAHAYA TBC

UPT PUSKESMAS NGAWI SOSIALISASIKAN BAHAYA TBC

GRUDO.NGAWIKAB.ID – UPT Puskesmas Ngawi mengadakan Sosialisasi bahaya TBC ( Tuberkulosis ) Selasa (20/2). Bertempat di Aula Kantor UPT Puskesmas Ngawi Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, dengan dihadiri puluhan undangan.

Seperti kita ketahui bahwa TBC adalah penyakit menular yang menimbulkan kematian cukup tinggi di Indonesia. Selain menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama, penderita TBC juga akan merasakan beberapa gejala lain, seperti demam, lemas, berat badan turun, tidak nafsu makan, Nyeri dada, berkeringat di malam hari tanpa melakukan aktifitas.

Sementara nara sumberdari UPT Puskesmas Ngawi menekankan pemahaman mengenai TBC. “ TBC merupakan penyakit berbahaya. Angka kematian yang ditimbulkan cukup tinggi. Jadi kita harus paham penyebab, pencegahan dan cara mengatasinya.”

Penyebab TBC (Tuberkulosis) yang juga dikenal dengan TB adalah kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang tulang, usus, atau kelenjar. Penyakit ini ditularkan dari percikan ludah yang keluar penderita TBC, ketika berbicara, batuk, atau bersin.

Untuk kepastian apakah seseorang masuk sebagai penderita TBC dapat dideteksi melalui pemeriksaan dahak. Beberapa tes lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit menular ini adalah foto Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit (Mantoux).

Secara medis, pencegahan untuk penderita TBC  dapat di lakukan dengan pemberian  Vaksin sebelum bayi berusia 2 bulan. Selain itu TBC dapat di cegah dengan cara mengenakan masker saat berada di tempat ramai, menutup mulut saat bersin, batuk, dan tertawa dan tidak membuang dahak atau meludah sembarangan.

Untuk pencegahan TBC, Desa Grudo terus melakukan sosialisasi pada masyarakat melalui kader. Diharapkan dengan adanya informasi ke masyarakat dapat mencegah maupun memberi pemahaman terkait penyembuhan bagi penderita TBC.

ONY ANWAR, : UBAH SAMPAH JADI KOMODITI

ONY ANWAR, : UBAH SAMPAH JADI KOMODITI

GRUDO.NGAWIKAB.ID –  Peringatan Hari Sampah Nasional dilakukan di Taman Candi Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi Kamis (20/2). Acara yang berlangsung di tengah gerimis tersebut mengagendakan penanaman pohon dan penaburan benih ikan.

Hadir dalam acara Wakil Bupati Ngawi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngawi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi dan  Camat  di Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi memaparkan cara penanganan sampah. Dikatakan bahwa cara tersebut dengan pengurangan dan pengolahan, “Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, dan pengolahan sampah mulai dari sampah rumah tangga sampai di TPA,” Kata Setyono.

Sementara Wakil Bupati Ngawi menyampaikan bila pihaknya melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi akan melakukan sosialisasi untuk merubah mindset masyarakat terkait pengelolaan sampah. “Bukan hanya membuang sampah pada tempatnya lalu diangkut dibawa ke TPA, tapi lebih pada pengelolaan 3R (reduce, reuse, recycle) dilingkungan paling kecil bisa didesa,  RT bahkan dalam rumah tangga,” Kata Ony Anwar.

Lebih lanjut Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Ony tersebut menjelaskan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi. Dengan kreativitas sampah bisa disulap menjadi produk bernilai tinggi sehingga kedepannya sampah tidak lagi menjadi sebuah masalah, bahkan menjadi produk komuditi.

PASKA LAUNCHING SISKEUDES ONLINE, DESA ADU CEPAT INPUT APBDES

PASKA LAUNCHING SISKEUDES ONLINE, DESA ADU CEPAT INPUT APBDES

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Bendera start sudah diangkat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi paska pelatihan SISKEUDES ONLINE. Dalam hitungan kurang dari 5 hari belasan desa sudah melesat dan berada di barisan depan.

Mereka sudah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2020. Bahkan untuk gelombang pertama sudah direkomendasikan pentranferan anggaran dari rekening daerah ke rekening desa.

Dari Informasi Kantor DPMD bahwa hanya berselang satu hari dari rekomendasi gelomabang pertama, menyusul gelombang kedua dengan peserta lebih banyak. “Gelombang kedua lebih banyak. Mungkin besok data yang masuk sudah 25% dari 213 desa.” Terang Arif dari DPMD Kabupaten Ngawi.

Selain untuk transparansi, program SISKEUDES ONLINE juga dimaksudkan sebagai penunjang percepatan penyerapan anggaran mulai tahun 2020. Hal itu berlaku untuk seluruh kelembagaan pemerintah di Kabupaten Ngawi. Diharapkan dengan penyerapan anggaran lebih cepat akan memberikan dampak positif pada masyarakat lebih awal.

Dalam pelaksanaan percepatan penyerapan anggaran tahun ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi menekankan pada desa untuk segera melengkapi administrasi. dikatakannya bila sampai batas waktu yang ditentukan belum juga melengkapi administrasi, anggaraan bisa hangus atau tidak bisa ditransfer ke desa.

“Kita sudah menghimbau desa untuk segera melengkapi administrasi. Bila batas waktu yang ditentukan belum melengkapi administrasi, anggaraan bisa hangus. Jadi jangan salahkan kami.” terang Kabul Tunggul Winarno.

Secara keseluruhan proses pelaksanaan SISKEUDES ONLINE tidak banyak mendapat hambatan. Hal tersebut dikarenakan desa sudah terbiasa dengan aplikasi SISKEUDES sebelumnya.

ONY ANWAR, : UBAH SAMPAH JADI KOMODITI

WAKIL BUPATI NGAWI “SAMPAH UNTUK PENINGKATAN EKONOMI”

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Sampah menjadi persoalan tersendiri bagi setiap daerah dalam pengelolaannya.  Tidak hanya sebatas sulitnya menentukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan pengembangannya, namun juga pengendalian dampak negatif yang berpengaruh pada kesehatan manusia dan lingkungan.

Secara umum  sampah dapat diartikan sebagai sisa buangan dari suatu produk atau barang yang sudah tidak digunakan lagi. Sisa buang dimaksud bukan berarti tidak dapat digunakan lagi, namun dengan tehnologi maupun secara alamiah masih banyak jenis sampah yang bisa dimanfaatkan.

Baca juga : POS LANSIA “SEMANGAT HIDUP SERIBU TAHUN”

Dari sisa buang tersebut diklasifikasikan menjadi dua kategori anatara Organic dan Anorganik. Dengan dampak dan pengaruh yang berbeda, sampah organic dan anorganik  juga perlakuan dalam pembuangan maupun pengelolaannya. Dan untuk penampungan sementara biasanya akan ditampung pada tempat sampah yang berbeda.

Sampah Organik sendiri dapat diartikan sebagai sampah ramah lingkungan. Biasanya sampah jenis ini dapat terurai sempurna secara alami dengan bantuan bakteri. Hanya saja dalam proses penguraian perlu disiapkan tempat khusus untuk menghindari bau tidak sedap.

Baca juga : PEDULI ANAK, KASUN AJAR NGAJI

Sedang sampah Anorganik adalah sisa barang atau barang bekas pakai yang sudah tidak gunakan lagi dan sulit terurai. Sampah anorganik biasaya terbuat dari proses kimiawi, dan bahan – bahan tersebut tidak dapat diurai oleh bakteri sehingga bila bercampur tanah akan menyebabkan kerusakan. Sampah anorganik inilah yang saat ini menjadi persoalan besar.

Dalam acara Peringatan Hari Sampah Nasional oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten ngawi Kamis (20/2) di Taman Candi, Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi Wakil Bupati menyampaikan bahwa sampah berbahaya. “Sampah berbahaya bagi manusia maupun alam. Jadi kita harus bijak dalam pengelolaanya. ” terang Ony Anwar.

Baca juga : INTENSITAS HUJAN MASIH TINGGI, KADES HIMBAU TANGGAP DARURAT.

Namun, dibalik dampak negative sampah bukan berarti tidak memberikan manfaat. Justru bila dimanfaatkan dengan baik akan memberi dampak positif dari segi nilai ekonomi. “Namun sampah juga banyak memberikan manfaat bila kita bijak dalam menyikapinya.” Lanjutnya.

PARALAYANG WONOSARI :  SRIKANDI MENJELMA GATUTKACA

PARALAYANG WONOSARI : SRIKANDI MENJELMA GATUTKACA

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Event olahraga Paralayang  di Desa Wonosari Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi mendapat respon positif dari warga setempat. Hal tersebut tidak semata karena memberikan hiburan, namun secara ekonomi mereka juga mendapat pemasukan dari jualan.

Seperti event tahun sebelumnya, kegiatan kali ini diselenggarakan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngawi. Acara dibuka Wakil Bupati Ngawi pada Jum’at (14/2) dan untuk Sabtu (16/2) yang juga menjadi sesi terakhir rencananya akan dilakukan penutupan oleh Bupati Ngawi.

Baca juga : TERDETEKSI DENGUE, DINKES NGAWI KIRIM PASUKAN ASAP DI CUPO

Menginjak hari kedua pelaksanaan, olahraga dengan sarana parasut tersebut mulai memperlihatkan pesonanya. Riuh penonton yang datang dari berbagai wilayah di Ngawi memberi apresiasi pada setiap peserta saat proses pendaratan.

Dari 110 peserta, olahraga yang dikenal masyarakat sebagai kegiatan extreme dan butuh nyali lebih itu, tidak hanya diikuti peserta pria. Namun puluhan kaum hawa juga membuktikan bila Paralayang layak  dan aman untuk olahraga selama dilakukan oleh profesianal.

Baca juga : KEPALA DISKOMINFO NGAWI APRESIASI PERKEMBANGAN PERS

Dengan kehadiran puluhan atlet wanita, mengingatkan pada sosok Srikandi dalam tokoh pewayangan. Ia dikenal sebagai seorang wanita dengan keberanian dan kesaktian yang mampu mengalahkan Buto Cakil. Namun untuk kali ini Srikandi yang datang dari berbagai daerah tersebut menjelma menjadi sosok Gatutkaca yang memiliki kemampuan terbang membelah  langit Desa Wonosari.

Pelaksanaan Festival Paralayang Liga Jatim Seri I Piala Bupati Ngawi open 2020 kali ini tidak hanya sebatas ajang adu kemampuan, namun juga sebagai promosi destinasi wisata di Kabupaten Ngawi, khususnya di area kaki gunung lawu. Diharapkan dengan datangnya peserta dari berbagai daerah akan menjadi sarana informasi potensi wisata Ngawi.

“Ini patut di banggakan, dengan lokasinya yang berada di pegunungan, pemandangan yang indah serta udaranya yang sejuk, festival paralayang ini di harapkan mampu menarik wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” Terang Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar.