Select Page
Rekapitulasi Keaktifan Website, Karanggupito Melesat

Rekapitulasi Keaktifan Website, Karanggupito Melesat

Grudo.ngawikab.id – Hasil release keaktifan posting  berita website desa dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi bulan April 2021 kembali menghadirkan kejutan. Selain bertambah aktifnya beberapa desa dalam pengelolaan website, nama baru muncul memberi kejutan di level 5.

Pada rekapitulasi keaktifan bulan April muncul tiga nama yang tidak biasa menepati level lima. Nama-nama itu dari Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Desa Legundi, Kecamatan Karangjati dan Desa Ngrendeng Kecamatan Sine.

Dilihat dari jumlah posting, Desa Karanggupito lebih banyak menyajikan berita dibandingkan Desa Legundi. Selisih antara keduanya sebanyak 33 posting. Desa Karanggupito mampu menyajikan 93 berita, sedang Desa Legundi 61 berita. Sedangkan Desa Ngrendeng mampu menyajikan 65 berita.

Selain selisih jumlah posting, materi berita yang disajikan juga berbeda. Untuk Desa Karanggupito, website lebih banyak menyajikan informasi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Ngawi maupun Jawa Timur. Sedangkan materi berita Desa Legundi rata-rata merelease berita kegiatan desa.

Beda  materi berita dengan Desa Karanggupito dan Legundi, website Desa Ngrendeng lebih banyak menyajikan berita dengan tema umum.    Dan dilihat dari jumlah posting, website desa Ngrendeng melesat jauh dibandingkan bulan sebelumnya dengan 37 berita.

“Informasi Covid-19 sangatlah penting. Masyarakat harus di berikan informasi agar benar-benar paham bahayanya,” terang Harno operator website Desa Karanggupito yang juga Korwil Forwebsa Wilayah Selatan pada Senin (2/5) diruang Command Center Diskominfo Kabupaten Ngawi.

Untuk keaktifan posting bulan Mei 2021, Karanggupito masih menunjukkan eksistensinya. Hingga Minggu (9/5) pukul 11.00 WIB, sebanyak 41 berita sudang diunggah Karanggupito.ngawikab.id. masih sama dengan postingan bulan sebelum, operator website desa Karanggupito masih konsisten dengan berita Covid-19.


Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Forwebsa Menjadi Forwebsa Plus untuk Mewujudkan Desa Digital?

Forwebsa Menjadi Forwebsa Plus untuk Mewujudkan Desa Digital?

Grudo.ngawikab.id – Peran Forum Operator Website Desa (Forwebsa) dalam peningkatan pengelolaan website desa di Kabupaten Ngawi tidak perlu diragukan lagi. Hanya dalam hitungan singkat, desa di Kabupaten Ngawi menunjukkan peningkatan tinggi dalam pengelolaan informasi desa.

Pada pelaksanaan agenda, Forwebsa yang terdiri dari operator website desa terus berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi. Hal itu  lebih dikarenakan Diskominfo yang menjadi leading sektor dalam pengelolaan website desa.

Dalam perjalanan Forwebsa yang belum genap satu semester, masih banyak yang harus dibenahi. Selain jumlah personil tehnis yang terbatas, persoalan yang dihadapi juga bersifat dinamis dan majemuk.

“Ada 213 desa yang setiap operatornya memiliki karakter berbeda. Jadi, Forwebsa harus mampu  memilah satu dengan yang lain dalam peningkatan kemampuan agar kapasitas operator bisa maksimal,” trang Arbangi Ketua Forwebsa.

Selain itu, masih banyak ditemukan persoalan lain yang tidak kalah pentingnya dalam lingkup desa. Persoalan itu meliputi kegiatan yang juga dirangkap operator website desa seperti operasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), Prodeskel, SDGs dan  input data secara digital lainnya.

“Selain website desa, ada beberapa tugas yang harus ditangani operator. Dan ini sering dibahas dalam pertemuan Forwebsa. Maka Dari itu, ada kemungkinan besar melibatkan Forwebsa untuk saling berbagi pengalaman,” lanjut Arbangi.

Bila mencermati diskusi yang sering dilakukan secara Virtual, tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan pelatihan pengelolaan aplikasi yang digunakan desa. Namun, masih perlu kajian lebih dalam dan perhitungan matang sebelum diputuskan.

“Kita paham betul persoalan yang ada di desa. Selain pelayanan, banyak aplikasi yang harus segera di optimalkan. Jadi, kita masih mempertimbangkan secara matang, bila kedepannya Forwebsa akan memperluas cakupan pelatihan,” pungkas Arbangi.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Forwebsa Menjadi Forwebsa Plus untuk Mewujudkan Desa Digital?

Off Pelatihan, Forwebsa Bahas Agenda Paska Lebaran

Grudo.ngawikab.id – Bulan Ramadhan tahun 2021, Forum Operator Website Desa (Forwebsa) menghentikan sementara kegiatan pelatihan pengelolaan website desa. Kegiatan lebih banyak untuk koordinasi kegiatan paska lebaran dan pemantauan keaktifan posting website desa.

“Sementara Kita off dulu untuk  pelatihan. Rekan-rekan juga masih fokus menjalankan ibadah bulan ramadhan,” terang Arbangi Ketua Forwebsa.

Namun, Arbangi menjelaskan bila dalam masa off pelatihan tetap melakukan komunikasi dengan operator website desa yang membutuhkan pendampingan secara personal.

“Bulan puasa ini Forwebsa memang tidak ada agenda pelatihan. Tapi tetap ada agenda kegiatan. Misalkan buka bersama seperti beberapa waktu lalu. Tapi secara personal tetap aktif dalam pendampingan operator,” lanjut Arbangi.

Selama off pelatihan, Arbangi terus berkomunikasi dengan pengurus Forwebsa guna menyusun agenda kegiatan paska lebaran. Dikatakannya,  bila agenda Forwebsa masih banyak yang belum dilaksanakan, utamanya pelatihan di tiga kecamatan.

“Kita masih membahas agenda pelatihan untuk tiga kecamatan yang belum mendapatkan pelatihan. Harapannya, segera dilaksanakan setelah lebaran,” pungkas Arbangi dalam Vicon (29/4).

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Tingkatkan Kualitas, Perpusda Buat MoU dengan Desa

Tingkatkan Kualitas, Perpusda Buat MoU dengan Desa

Grudo.ngawikab.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi mengadakan Memorandum of Understanding (MoU)  dengan beberapa kepala desa untuk pengelolaan perpustakaan desa (Perpusdes). MoU ini merupakan tindak lanjut dari program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang di gaungkan Perpusnas untuk menambah jangkauan Perpusdes.l

MoU yang ditandatangani secara terpisah tersebut dilakukan serah terima pada Rabu (5/5) di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi melalui pengurus Perpusdes.

Penyerahan MoU yang dilakukan bersamaan Peer Learning Meeting (PLM) tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih, utamanya bagi pengurus Perpusdes dalam pengelolaan Perpusdes.

“MoU ini menjadi bagian dari pelaksanaan program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang telah dicanangkan Perpustakaan Nasional. Dan diharapkan kedepannya, Perpusdes mampu memberikan impact lebih besar untuk masyarakat,” terang Nungki dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi.

Secara garis besar, MoU menyepakati peningkatan dalam pengelolaan Perpusdes paska diterimanya bantuan dari Perpusnas, utamanya dalam pengelolaan Perpusdes berbasis inklusi sosial.

“Desa Grudo sangat terbantu dengan adanya hibah dari Perpustakaan Nasional, utamanya untuk 3 unit komputer. Masyarakat yang tidak memiliki komputer bisa menggunakan fasilitas yang sudah disiapkan di Perpusdes,” terang Edi Ranto Sekretaris Desa Grudo.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Tingkatkan Kualitas, Perpusda Buat MoU dengan Desa

Menjelang Berbuka Puasa, Perpusda Ngawi Gelar Peer Learning Meeting

Grudo.ngawikab.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi mengadakan Peer Learning Meeting (PLM) pada Rabu (5/5) diikuti pengurus perpustakaan desa di Kabupaten Ngawi sebagai penerima manfaat dari Perpustakaan Nasional.

PLM dilakukan diruang pertemuan Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi mulai pukul 16.00 WIB.

Pada pelaksanaannya, PLM difokuskan membahas laporan kegiatan secara digital atau dokumentasi online (Dokol). Selain untuk pelaporan, Dokol dianggap sangat penting sebagai tolak ukur kinerja pengurus perpustakaan.

“Hari ini kita mengundang pengurus perputaran desa untuk saling sharing. Mungkin ada masukan atau usulan dari pengelolaan perpustakaan selama ini,” terang Nungki dari Perpustakaan Daerah Ngawi dalam sambutannya.

Sementara, nara sumber menyampaikan  pentingnya melakukan Dokol dan memahami  sistem baru dalam menginput data untuk laporan. Hal itu sebagai bentuk pertanggungjawaban atau pemanfaatan fasilitas yang telah diterima dari Perpustakaan Nasional.

“Yang terpenting jangan lupa username untuk login. Semisal  password lupa,  bisa saya bantu. Untuk Dokol versi lama, kalo sudah mengirim data, tidak terdeteksi apakah sudah tersimpan di Perpusnas atau belum. Sekarang berbeda, kita bisa lihat data itu,” terang Sulis dari narasumber.

Penyampaian materi dilakukan sekitar 60 menit hingga diakhiri saat mulai azan maghrib. Setelah dilakukan penutupan materi, acara dilanjutkan buka puasa bersama. Setelah itu, dilanjutkan dengan sholat Maghrib.

Sebelum sesi penutup, moderator memberikan  kesempatan untuk dilakukan tanya jawab guna menjaring aspirasi maupun berbagi pengalaman dalam pengelolaan perpustakaan desa.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
IDM dan Status Desa Mandiri di Ngawi

IDM dan Status Desa Mandiri di Ngawi

Grudo.ngawikab.id – Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks komposit yang dibentuk dari Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi atau Lingkungan Desa. Dengan nilai indeks yang terkumpul akan menentukan seberapa bagus peringkat desa secara nasional.

Indeks Ketahanan Sosial terdiri dari Dimensi Modal Sosial (indikator solidaritas sosial, memiliki toleransi, rasa aman penduduk, kesejahteraan Sosial); Dimensi Kesehatan (indikator pelayanan kesehatan, keberdayaan masyarakat, dan jaminan kesehatan); Dimensi Pendidikan (indikator akses ke pendidikan dasar dan menengah, akses ke pendidikan non formal dan akses ke pengetahuan); dan Dimensi Permukiman (indikator akses ke air bersih, akses ke sanitasi, akses ke listrik, dan akses ke informasi dan komunikasi).

Untuk Indeks Ketahanan Ekonomi  terdiri dari Dimensi Ekonomi (indikator keragaman produksi masyarakat desa, tersedia pusat pelayanan perdagangan, akses distribusi/logistic, akses ke Lembaga keuangan dan perkreditan, Lembaga ekonomi, dan keterbukaan wilayah).

Sedangkan Indeks Ketahanan Lingkungan/ Ekologi terdiri dari Dimensi Ekologi (indikator kualitas lingkungan dan potensi rawan bencana dan tanggap bencana).

Pelaksanaan IDM didasarkan pada dua regulasi yang bersumber dari Undang-Undang dan Peraturan Menteri (Permen). Untuk perundangan-undangan mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa dan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No. 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun.

Sementara, status kemajuan dan kemandirian desa yang telah diklasifikasikan dapat di jadikan dasar menentukan anggaran maupun kebijakan pembangunan desa. Berikut merupakan 5 (lima) status Desa :

  1. Desa Mandiri
  2. Desa Maju
  3. Desa Berkembang
  4. Desa Tertinggal
  5. Desa Sangat Tertinggal

Untuk IDM di Kabupaten Ngawi, ada 6 desa yang masuk kategori Desa Mandiri. Desa-desa tersebut berada dalam urutan ratusan hingga ribuan dalam peringkat IDM nasional dengan klasifikasi sebagai berikut:

  1. Desa Gudo berstatus mandiri, peringkat 347 nasional dengan score 0.8989.
  2. Desa Gendingan berstatus mandiri, peringkat 416 nasional dengan score 0.8916.
  3. Desa Mangunharjo berstatus mandiri, peringkat 558 nasional dengan score 0.8790.
  4. Desa Widodaren berstatus mandiri, peringkat 888 nasional dengan score 0.8584.
  5. Desa Kendal berstatus mandiri, peringkat 1612 nasional dengan score 0.8306.
  6. Desa Ngrambe berstatus mandiri, peringkat 1993 nasional dengan score 0.8208

Sedangkan, IDM memiliki dua tujuan. Yang pertama Menetapkan status kemajuan dan kemandirian desa dengan pemenuhan indeks sesuai ketentuan. Kedua, Menyediakan data dan informasi dasar bagi pembangunan desa. Dari dua poin tersebut, diharapkan mampu mengerek pembangunan desa secara terencanan dan berkelanjutan.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0