Select Page
BULAN JANUARI HINGGA MARET, NGAWI MUSIM DURIAN

BULAN JANUARI HINGGA MARET, NGAWI MUSIM DURIAN

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Bulan Februari  tahun ini menjadi berkah bagi penjual buah dan penikmat buah utamanya durian. Selain sedang musim durian, hasil panen kali ini cukup melimpah.

Buah durian menjadi berkah bagi masyarakat yang berprofesi sebagai penjual buah. Itu dikarenakan, penjual tidak perlu susah-susah untuk mendatangkan durian dari daerah lain.

Sedang, berkah dari melimpahnya buah durian membuat penikmatnya tidak perlu mencari jauh-jauh keluar Ngawi. Selain itu, dengan melimpahnya durian, harganya dipasaran juga relatif murah.

Terkait buah, Kabupaten Ngawi memiliki peran besar dalam ketersediaan durian. Ini dibuktikan dengan banyaknya pohon durian yang tumbuh subur di Ngawi bagian selatan.

“Ya, ini dipetik dari kebun masyarakat disekitar sini. Jadi tidak ada yang didatangkan dari luar daerah,” terang Sri yang berprofesi sebagi penjual durian sejak tahun 2015.

Mengenai harga, durian dari kabupaten Ngawi relatif terjangkau dengan harga bervariasi. Untuk durian dengan ukuran kecil, dijual mulai 20 sampai 30 ribu rupiah. Sedang untuk ukuran menengah dan besar, harga dipatok mulai 30 ribu hingga 80 ribu rupiah.

“Yang kecil 20 ribu rupiah  dan yang besar hingga 80 ribu,” lanjut perempuan yang tinggal di Dusun mangkleng, desa babatan, Kecamatan Ngrambe itu.

Untuk musim durian di Kabupaten Ngawi, biasanya dimulai Bulan Januari hingga Bulan Maret. Pada bulan tersebut, stok buah durian cukup banyak, utamanya di Ngawi Bagian selatan.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
GUBERNUR JATIM LANTIK 6 KEPALA DAERAH

GUBERNUR JATIM LANTIK 6 KEPALA DAERAH

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melantik sejumlah kepala daerah terpilih dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (26/02).

Pada pelaksanaannya, enam bupati dan wakil bupati terpilih dilantik pada sesi pertama. Mereka adalah Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek, H. Mochammad Nur Arifin dan Syah M. Natanegara, Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo, H. Sugiri Sancoko dan Hj. Lisdyarita, serta Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, H. Karna Suswandi dan Hj. Khoirani.

Tiga pasangan lainnya, Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dan Hj. Dewi Khalifah, Bupati dan Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono dan Dwi Rianto Jatmiko, serta Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan H. Sugiri.

Kepada enam pasangan kepala daerah yang dilantik, Kofifah berpesan agar bekerja serius sesuai fisi dan misi yang diusung. Selain itu dia mengingatkan bupati dan wakil bupati untuk fokus dalam penanganan Covid-19.

“Hari ini masih pada posisi PPKM Mikro, artinya bahwa, para Bupati, Wakil Bupati, yang diharapkan kecepatan kerjanya, bisa dilakukan dengan baik, tetapi masih ada hal yang harus dihadapi, bahwa Covid-19 di Jawa Timur sudah melandai, tapi belum berhenti penyebarannya,” kata Khofifah.

Selanjutnya, Khofifah berharap pada kabupaten yang menjadi Lumbung Pangan di Jatim agar mempertahankan peran petani yang mampu menjadi penyeimbang ekonomi saat pandemi Covid-19.

“Artinya, ini harus dijaga oleh para Bupati dan Wakil Bupati, tolong yang memang menjadi lumbung pangan seperti Ngawi, tolong tetap dijaga. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, nilai tukar petani di Jawa Timur menunjukkan tren positif, di mana provinsi lain mengalami kontraksi,” imbuhnya.

Sementara, Presiden Republik Indonesia melalui Kofifah juga berpesan untuk kepala daerah yang dilantik, agar meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk dijadikan daya saing dengan negara lain.

“Lakukan reformasi sistem kesehatan nasional, untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu yang menjadi ujung tombak dari peningkatan daya saing Indonesia adalah kualitas SDM,” ujarnya meneruskan pesan presiden.

Untuk sesi berikutnya, Gubernur menjadwalkan pelantikan pada enam kepala daerah. Pelantikan dijadwalkan pada siang hari selepas pelantikan gelombang pertama di tempat sama.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
OPERATOR SRIKANDI BERTAMBAH

OPERATOR SRIKANDI BERTAMBAH

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Operator website desa dari unsur perempuan semakin menunjukkan eksistensinya dalam mengelola informasi desa. Itu terlihat saat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kabupaten Ngawi menyelenggarakan pelatihan website di Mini Command Center (MCC) Jalan Teuku Umar 43 Ngawi, Kamis (25/2).

Dari 5 peserta dalam pelatihan, 4 diantaranya perempuan. Mereka merupakan operator website Desa Wonokerto, Bangunrejo Kidul, Katikan dan Pelang Lor. Sedang satu orang  sisanya dari operator website desa Desa Kedunggalar.

Bila melihat pelatihan sebelumnya di Desa Ngrendeng Kecamatan Sine, pelatihan untuk operator website desa wilayah Kecamatan Kedunggalar ini juga mendapat antusias dari peserta perempuan. Mereka aktif dalam mencatat dan menanyakan langkah-langkah dalam mengelola aplikasi WordPress.

Bahkan, saat pelatihan telah selesai, mereka tidak langsung pulang dan terlihat masih berdiskusi. Tentu, operator seperti mereka patut diapresiasi dan bisa menjadi contoh bagi desa yang belum memanfaatkan fasilitas website desa dari Diskominfo Kabupaten Ngawi.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
SOSIALISASI CAPAIAN WEBSITE DI KECAMATAN GENENG

SOSIALISASI CAPAIAN WEBSITE DI KECAMATAN GENENG

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi melakukan sosialisasi pengelolaan website desa di Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi.

Sosialisasi kali ini terkait capaian pengelolaan website desa di wilayah Kecamatan Geneng dan rencana pelatihan operator website desa se-Kecamatan Geneng.

Pada kesempatan kali ini, Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi menyampaikan pentingnya website desa sebagai sarana untuk informasi dalam pemenuhan Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)

“Sesuai Undang Undang KIP, desa memiliki kewajiban menginformasikan penggunaan anggaran yang bersumber dari pemerintah,” terang Noor Soemadijo Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi.

Lebih lanjut, Noor yang didampingi pengurus Forum Operator Website Desa (Forwebsa), juga memaparkan pentingnya website desa sebagai sarana promosi potensi.

“Website desa juga bisa menjadi sarana publikasi potensi desa. Inilah mengapa, kami dari Diskominfo selau menekankan pentingnya website untuk kemajuan desa,” lanjut Noor.

Sementara, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Geneng menyambut baik rencana pelatihan untuk operator website desa. Pihaknya juga mengupayakan tempat berikut jaringan internet sebagai sarana pendukung praktek.

“Kami sangat mendukung pengelolaan website, utamanya untuk desa di wilayah Kecamatan Geneng. Dan secepatnya kita akan jadwalkan untuk pelatihan,” terang Siswanto Sekcam Geneng.

Pada akhir sosialisasi Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi berpesan pada Sekcam Geneng agar tidak melakukan penjadwalan secara mendadak hal itu terkait dengan padatnya agenda yang telah ditetapkan hingga awal Bulan Maret.

“Untuk agenda pelatihan, tolong dikonfirmasikan dahulu Pak Sekcam. Karena agenda untuk bulan ini dan awal bulan depan sudah terisi,” pungkas Noor.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PENYERAHAN SERTIFIKAT PELATIHAN WEBSITE DI MCC

PENYERAHAN SERTIFIKAT PELATIHAN WEBSITE DI MCC

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi mengeluarkan sertifikat untuk peserta pelatihan website desa di Mini Command Center (MCC) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi pada Kamis (25/2).

Penyerahan dilakukan Kasi Pengembangan Ekosistem Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi kepada 6 operator website desa di Kecamatan Paron dan Kedunggalar.

Pengeluaran sertifikat kali ini dilakukan dalam rangka apresiasi terhadap operator website desa sekaligus sebagai bukti telah mengikuti pelatihan dalam pengelolaan informasi desa.

Enam operator website desa tersebut meliputi Desa Wonokerto, Bangunrejo Kidul, Kedunggalar Katikan dan Pelang Lor yang berada di wilayah Kecamatan Kedunggalar. Untuk desa di wilayah Kecamatan Paron, sertifikat diserahkan pada operator Desa Jeblogan.

Dalam penyampaiannya, Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi memastikan bahwa pihaknya akan memberikan sertifikat pada setiap peserta yang telah mengikuti pelatihan website desa.

“Setiap peserta akan mendapat sertifikat sebagai bukti telah mengikuti  pelatihan pengelolaan website desa,” terang Noor Soemadijo Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi.

Lebih lanjut, Diskominfo Kabupaten Ngawi sebagai leading sektor pengelolaan website desa akan terus melakukan peningkatan kapasitas operator selama masih dibutuhkan.

“Diskominfo akan terus memberikan pelatihan pada operator desa, selama ada permintaan. Dan pelatihan juga dilakukan terhadap website desa yang tidak memenuhi persyaratan,” lanjut Noor.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PELATIHAN DI COMMAND CENTER DISKOMINFO KABUPATEN NGAWI

PELATIHAN DI COMMAND CENTER DISKOMINFO KABUPATEN NGAWI

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Sebanyak 5 operator website desa mengikuti pelatihan di Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ngawi Jalan Teuku Umar Nomor 43, dalam rangka peningkatan kapasitas pengelolaan website desa.

Hadir dalam kegiatan, Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi, narasumber dan operator website desa.

Pelatihan pada Kamis (25/2) kali ini menghadirkan narasumber dari operator website Desa  Grudo dengan materi pengelolaan aplikasi WordPress.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi tentang pentingnya pengelolaan website sebagai sarana penyampai informasi.

“Kita tahu bila di era digital ini masyarakat sangat memerlukan informasi. Makan website desa bisa menjadi solusi,” terang Noor Soemadijo Kasi Pengembangan Ekosistem Diskominfo Kabupaten Ngawi.

Sementara narasumber menyampaikan beberapa alasan atau persoalan yang menjadi inti dari belum aktifnya beberapa website desa. Persoalan tersebut meliputi kurangnya pemahaman aplikasi WordPress dan pengelolaan website secara simpel.

“Persoalan utama belum aktifnya beberapa website desa karena operator belum memahami aplikasi WordPress atau cara pengelolaan secara simpel,” terang Arys Purwadi Operator Website Desa Grudo.

Dari operator desa yang hadir kali ini meliputi Desa Wonokerto, Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, Katikan dan Pelang Lor. Kesemua desa berasal dari Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi.

Pelatihan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berjalan sesuai dengan rencana. Dan pada akhir pelatihan, narasumber memberi juga pada masing-masing peserta untuk membuat narasi dan di posting ke website desa masing-masing.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0