Select Page
DESA GRUDO PASTIKAN KEGIATAN PERPUSDES SINKRON DENGAN APBDes

DESA GRUDO PASTIKAN KEGIATAN PERPUSDES SINKRON DENGAN APBDes

Apresiasi terhadap peserta

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Bimbingan Teknis ( Bimtek ) yang diprakarsai oleh Perpustakaan Nasional tanggal 22-26 April 2019 di Hotel Crown Prince Surabaya telah usai. Banyak hal yang bisa dipetik dari pemateri yang selalu memberi motifasi pada setiap sesinya. Dari perencanaan, pelaksanaan hingga tehnik – tehnik dalam peningkatan kwalitas maupun kwantitas perpustakaan desa menjadi bahasan yang selalu menarik.

Tidak di pungkiri bila peserta terlihat antusias dalam merespon arahan – arahan nara sumber. Hal itu lebih pada mekanisme dalam penyampaian materi yang mengkombinasikan antara keseriusan dengan selingan canda. “ Materi yang di sampaikan memang cukup banyak dan panjang pada setiap sesinya. Namun dari setiap pemateri punya trik dalam memfokuskan peserta. Seperti halnya pak Ahmat Saiful, selalu menyelipkan candaan. Namun saya kira justru hal itu yang menjadi menarik, mudah di ingat dan sangat berpengaruh dalam percepatan pemahaman materi.” Terang Arys Purwadi peserta dari Desa Grudo   

“ Sebenarnya pengurus Perpusdes punya tantangan besar dalam pengelolaanya. Namun dengan adanya Bimtek kali ini tantangan menjadi berkurang karena pemateri banyak sekali memberikan tip – tip sebagai antisipasi terhadap kemungkinan  kendala yang akan di hadapi. Jadi dengan adanya kegiatan kali ini jelas akan sangat membantu dalam pengembangan perpustakaan desa yang berbasis inklusi sosial.” Lanjutnya.

Pembahasan sampai dalam sesi Coffee break

Ditanya terkait program yang akan dilaksanakan perpustakaan Desa Grudo, Arys yang juga sebagai Kepala Perputakaan “ Garuda Makmur” tersebut menjelaskan bahwa harus menyinkronkan dulu dengan Anggaran Pendapatan Belanja Desa . “ Memang desa lain yang ikut dalam Bimtek sudah banyak yang mengirimkan jenis kegiatan untuk tahun ini  ke Dinas Perputakaan Dan Kearsipan Kabupaten. Namun saya berpendapat bahwa kegiatan yang akan direncanakan terlebih dahulu dipastikan sudah teranggarkan dalam APBDes.”

“ Dan tadi ( Jum’at 26 April 2019 ) saya bersama Kaur Perencanaan dan Keuangan sudah menentukan kegiatan yang anggaranya lebih dari 70 Jt bisa di libatkan dalam kegiatan perpustakaan desa. Mungkin paling lambat Senin 29 April 2019 kita sudah bisa memastikan kegiatan untuk di kirim ke Dinas Perputakaan Dan Kearsipan Kabupaten.” Pungkasnya ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
DESA GRUDO KIRIM 2 WAKIL DALAM BIMBINGAN TEKNIS PERPUSTAKAAN DESA

DESA GRUDO KIRIM 2 WAKIL DALAM BIMBINGAN TEKNIS PERPUSTAKAAN DESA

Perwakilan Perpusnas, Propinsi dan Nara sumber

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka meningkatkan pemahaman perpustakaan berbasis inklusi sosial, Pemerintah Kabupaten Ngawi mengirim perwakilan dari 6 desa untuk mengikuti bimtek di Hotel Crown Princes Surabaya 22-26 April 2019. Dari ke enam desa yang mendapat kehormatan adalah Grudo, Watualang, Karanggupito, Kedungprahu, Jambangan dan Ngawi Purba.

Sementara untuk Desa Grudo mewakilkan dua orang pengurus Perpustakaan Desa dalam kegiatan tersebut. “ Perpustakaan Desa memang perlu inovasi. Tidak hanya sekedar menumbuhkan minat baca pada masyarakat saja, namun sekarang sudah mengarah pada program edukasi untuk umum. Terlebih bila melihat dari minat baca masyarakat yang sudah bergeser dari buku ke bacaan elektronik, jelas perpustakaan juga harus menyiapkan buku digital.”Terang Kades Grudo Triono ST.

Peserta Bimtek

Kegiatan yang di selenggarakan Perpustakaan Nasional tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Minat Baca Perpusnas, Perwakilan Perpustakaan Propinsi, Perwakilan Perpustakaan Daerah dan Pengurus Perpusdes. Sedang dari propisi mewakilkan 4 orang , dari kabupaten 4 orang dan dari desa masing – masing mewakilkan 2 orang masing.

Perputakaan Nasional melalui Kepala Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Minat Baca Nanik Suryani menekankan pentingnya memahami perpustakaan melalui Bimtek kali ini. “ Kita harapkan dengan adanya kegiatan kali ini akan menambah wawasan untuk pengelolaan perpustakaan baik di tingkat propinsi, Kabupaten maupun desa.”

Dari rangkaian kegiatan yang sudah tersusun dari tanggal 22 – 26 April 2019  tersebut dimulai pada Senin pukul 13.00 WIB dengan Bimbingan Teknis yang berthemakan Strategi Pengembangan Perpustakaan Dan TIK Untuk Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi. Hal itu mengacu pada uraian – uraian yang telah disampaikan beberapa waktu lalu pada pertemuan yang berthemakan sama di Hotel Red Top Jakarta.

Sedangkan Kepala Perpustakaan Desa Grudo Arys Purwadi yang turut dalam bimtek memahami pentingnya kegiatan tersebut. “ Pepustakaan bukan lagi dikhususkan untuk memencari reverensi ilmu. Namun pada saat ini harus menjadi sarana untuk mencari solusi dari berbagai persoalan. Dari persoalan sosial, budaya, pendidikan, ITE hingga religi. Jadi perpustakaan sudah saatnya menjelma sebagai edukasi centre.”  ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PERPUSNAS GELAR SOSIALISASI TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL

PERPUSNAS GELAR SOSIALISASI TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL

Peserta Kabupaten Ngawi

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Dari rangkaian kegiatan yang diakukan Perpustakaan Nasional adalah memberikan pemahaman terkait informasi umum melalui bacaan dalam perpustakaan baik menggunakan buku maupun secara elektronik.

Salah satu yang menjadi agenda Tahun 2019 Perpustakan Nasional adalah menyelenggarakan Sosialisasi Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi. Acara yang di laksanakan di Hotel Redtop Pecenongan , Jakarta Pusat tanggal 26-28 Maret 2019 tersebut di hadiri lebih dari 400 undangan. Dari yang hadir pada acara tersebut adalah Pengurus pusat Perpustakaan Nasional, Kepala Perpustakaan Propinsi, Nara Sumber, Kepala Dinas , Kepala Desa, dan Kepala Perpustakaan Desa.


Peserta Dari Desa

 Acara yang di mulai pukul 08.00 WIB tersebut dibuka dengan Lagu Indonesia raya yang kemudian dilanjutkan dengan Mars Perpustakaan. Dalam memberikan sambutan, panitia juga menyuguhka   Tarian selamat datang yang mendapat aplous dari peserta.

Dalam  sambutanya Kepala Perpustakaan Nasional yang diwakili kepala Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Ovy Sofiana mengatakan bahwa fungsi dari perpustakan semakin luas sesuai dengan perkembangan jaman. “ Perpustakaan sebagai taman pendidikan harus menyesuaikan dengan  keadaan jaman. Perpustakaan hadir dengan konsep yang baru dengan mengusung terhadap progran pemberdayaan.”


Kadin Perpustakaan Kab. Ngawi Slamet Purwono

Sementara  Kabupaten Ngawi, Jawa Timur melalui Kepala dinas Kabupaten Ngawi sangat mengapresiasi terhadap kegiatan . “ Pemerintah Kabupaten Ngawi  sangat mengapresiasi Perpustakan Nasional dengan program Sosialisasi Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Ini sebuah terobosan baru yang kita harapkan dapat menjadi solusi dalam penurunan tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan memberikan pemahaman tentang perpustakaan sebagai sarana solusi untuk persoalan sosial.” Terang Slamet Purwono

Dari Pemerintah Kabupaten Ngawi sendiri juga menyertakan  desa yang berprestasi dalam pengelolaaan Perpustakaan desa. Dari hasil penilaian menetapkan 6 desa yang menjadi wakil dalam kegiatan Sosialisasi Tranformasi yang di selenggarakan di Jakarta. Desa tersebut adalah Desa Grudo, Watulang, Kedungprahu, Jambangan, Ngawi Purba dan Karanggupito. Dari masing – masing desa mewakilkan 1 orang peserta .  ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0