Select Page
FIRLY CELL , ” PELUANG BISNIS KOMUNIKASI YANG MENJANJIKAN “

FIRLY CELL , ” PELUANG BISNIS KOMUNIKASI YANG MENJANJIKAN “

Karyawan Firly Cell

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Bisnis dalam dunia komunikasi memang cukup menjanjikan. Hal itu terlihat dari menjamurnya bisnis penjualan  pulsa maupun kartu perdana berikut sarana pendukungnya. Dari pulsa untuk telepon, pulsa paketan sampai pulsa untuk Shot Message Servis ( SMS ). Bahkan beberapa diantaranya juga melayani jasa servis

Demikian halnya yang terjadi di Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten ngawi. Usaha yang berbasis komunikasi  cukup menjadi minat sebagai alternatif untuk mendapatkan keuntungan. Dari yang hanya menjual secara mobile, rumahan samapai dengan membuka kios khusus. Dari yang hanya menyediakan pulsa hingga komkplit sampai sparepart.

Kaur Kesra Desa grudo Mulyono mengatakan  bahwa  persaingan usaha adalah hal yang biasa.  “ Dari tahun ke tahun usaha  jualan pulsa  memang mengalami peningkatan.  Kita melihat ada persaingan diantara satu dengan yang lain. Namun persaingan yang tidak perlu dikawatirkan. Dan diharapkan dari persaingan itu akan memberikan dampak positif.”

Melayani Servis dan Penjualan Spare Part

Dari sekian banyak usaha jasa  komunikasi yang ada di Desa grudo adalah Firly Cell. Usaha jasa penyediaan sarana komunikasi ini beralamat di jalan M. Duryat Dusun Cupo Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Usaha yang didirikan kurang lebih 7 tahun yang lalu itu melayani penjualan pulsa telpon, pulsa paket, Handphone berikut sparepart.

“ Awal berdirinya usaha ini sekitar 7 tahun yang lalu. Dan kebetulan waktu itu saya resign dari salah satu perusahaan operator telekomunikasi. Dari pengalaman selama bekerja sebagai sales akhirnya saya putuskan untuk mendirikan usaha ini. Dan alhamdulillah dalam perjalanannya lancar.” Terang Wargo Dwi Cahyono pemilik usaha.  

Dalam perjalanan selama 7 tahun, Firly Cell menampakkan perkembangan yang pesat. “ Awal berdirinya Firly Cell kios ini berukuran 2.5 X 2.5 M. Dan itu bertahan sekitar 1 Tahun. Kemudian sedikit demi sedikit saya renovasi. Dan seperti yang terlihat sekarang,  ukuranya 2,5 X 8 M. Dari sparepart sendiri juga mengalami penambahan. Dan yang terpenting adalah sudah mampu merekrut 2 orang karyawan.”  ( REPDO )

KANGEN KRIPIK TEMPE, TKI DI ARAB PESAN PRODUK BIMA SENA

KANGEN KRIPIK TEMPE, TKI DI ARAB PESAN PRODUK BIMA SENA

Budi Purnomo

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Bagi masyarakat ngawi, Kripik Tempe bukan hal yang asing. Selain sebagai salah satu kuliner khas , tentu industri yang banyak di dilakukan rumah tangga ini juga merupakan salah satu andalan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Grudo khususnya. Selain proses pembuatan yang tidak begitu rumit, usaha ini mampu meraup keuntungan yang cukup menjanjikan.

Dari segi permodalan sendiri juga tidak terlalu besar. Untuk pembuatan dengan skala kecil dengan tenaga sendiri hanya membutuhkan modal kurang dari Rp. 2.500.000,00. Tentulah hal itu menjadi kabar  positif bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Karena bisa menjadi sebuah alternatip usaha  di saat peluang untuk mendapatkan pekerjaan semakin sulit.


Karyawan Bima Sena



Seperti halnya usaha Kripik Tempe Bima Sena yang beralamat di Jalan M. Duryat  Dusun Cupo Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi yang menunjukkan peningkatan jumlah produksinya tiap tahun. Selain menyerap 6 orang tenaga kerja, tentu hal tersebut membuktikan bahwa usahan di Desa Grudo menunjukkan prospek yang bagus dan ideal untuk usaha kuliner umumnya dan kripik Tempe khususnya.

“ Bima Sena adalah usaha kripik tempe keluarga. Memang kalo di banding dengan usaha kripik tempe yang ada di dusun cupo, merk dagang Bima Sena termasuk pendatang baru. Namun alhamdulillah mampu bersaing dalam pemasaranya. Bahkan  beberapa waktu lalu ada pemesan yang domisilinya di Arab Saudi  “. Terang Budi Purnomo pemilik usaha Kripik Tempe Bima Sena.

Produk Bima Sena

Terkait dengan sistem marketing, Budi Purnomo yang juga memiliki usaha pengadaan bahan bangunan untuk perumahan tersebut menerapkan sistem yang sama dengan kompetitor. “ Kalo masalah pemasaran produk, tentu tidak beda jauh dengan usaha Kripik Tempe Lain. Dari pencantuman alamat dan no telepon di bungkus produk, melalui medsos dan gethok tular ( dari mulut ke mulut ).”

Ditanya soal pendapatan dari hasil produksi Kripik Tempenya, Budi Purnomo menjelaskan bahwa cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “ Mengenai pendapatan dari usaha ini saya kira cukup untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran keluarga. Dari biaya untuk anak sekolah yang masih SMP dan Kuliah, sampai pengeluaran yang lain. Dan Alhamdulillah masih bisa nabung sekitar 2 Jt tiap bulannya.“ ( REPDO )   

SENSASI BAKSO NARTI   BRANGOL

SENSASI BAKSO NARTI BRANGOL

Narti

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Kreasi kuliner dari Desa Grudo memang  tidak ada matinya. Dari makanan yang siap saji , fast food sampai produk yang tahan lama begitu menjamur. Tidak hanya masakan khas saja yang terus mengalami peningkatan. Makanan yang sudah familier dengan masyarakatpun banyak mengalami inovasi.

Seperti halnya  Narti yang membuka usaha  Bakso di dusun Brangol Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi.  Begitu kreatif dalam melihat sebuah peluang usaha dengan mengkolaborasikan antara rasa dan harga yang terjangkau. Dengan rasa yang cocok di lidah disertai harga yang murah tersebut, tentu menjadi salah satu solusi dalam dunia marketing kuliner.

Bakso Jumbo

“ Kalo melihat kondisi sekarang tentu menciptakan  usaha lebih mudah dari pada mencari pekerjaan. Dan kita tahu bahwa UMK Kabupaten Ngawi tidak terlalu tinggi. Ditambah lagi tidak setiap pekerjaan yang tersedia mampu memberi gaji UMK. “ Terang Narti

Dilihat dari pelanggan yang datang juga cukup ramai. “ Terkait rasa tentu yang lebih tahu dan  menilai tentu pembeli. Dan kalo melihat dari langganan yang datang cukup banyak sepertinya mereka cocok dengan rasa bakso saya. Mereka biasanya setelah makan disini juga minta  dibungkuskan dibawa untuk pulang”. Lanjutnya.

Sementara untuk harga yang di tawarkan relatif murah. Satu porsi bakso dengan satu buah bakso super besar berikut segelas es teh hanya di bandrol Rp. 10.000,00. Bila dibanding dengan penjual yang lain dengan porsi yang sama, tentu ada keuntungan tersendiri secara ekonomi. Ini salah satu inovasi yang menarik minat pembeli. ( REPDO )

WARUNG TENGAH SAWAH “ SEDERHANA, DENGAN FASILITAS WIFI ”

WARUNG TENGAH SAWAH “ SEDERHANA, DENGAN FASILITAS WIFI ”

Komunitas Bola

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Satu lagi inovasi dari warga Desa Grudo. Kali ini tidak ada kaitanya dengan dunia ITE yang selalu menjadi buah bibir dalam tahun –tahun terakhir. Namun kejelian dari pemilik usaha dalam melihat peluang bisnis kuliner dengan menyematkan nama Warung Tengah Sawah ( WTS ).

Warung  yang lokasinya di Area Sawah Watu itu begitu strategis . Tidak hanya lokasinya yang  berada di pertigaan jalan saja, namun fasilitas tempat duduk disiapkan cukup luas di bawah pepohonan yang rindang. Hal itu makin menambah kenyaman pengunjung dalam menikmati kuliner.

Dari menu yang disajikan memang tidak terlalu beragam. Dari beberapa jenis kopi saset, gorengan dan beberapa roti basah. Namun dari antusias warga terlihat selalu memenuhi warung yang sederhana tersebut.

Komunitas Motor

Salah satu hal yang menjadi daya tarik adalah fasilitas free wifi. “ Disini selain suasananya nyaman untuk nongkrang juga gratis wifi. Jadi sambil ngobral dengan menikmati kopi juga bebas menggunakan wifi “. Terang salah satu pengunjung.

Selain sebagai tempat nongkrong untuk ngopi, beberapa diantaranya juga dipakai  sebagai tempat ngumpul komunitas. Dari komunitas pecinta sepak bola, komunitas motor, sampai komunitas mobil klasik untuk sekedar ngopi bareng maupun nonton bola melalui tv berbayar.

Dari pengamatan di lapangan sendiri terlihat berbagai usia yang datang sebagai pelanggan tetap. Dari anak – anak yang hanya sekedar jajan sekaligus menggunakan wifi untuk game online ,remaja, maupun usia diatas lima puluhan yang biasanya datang pada jam diatas jam 9 malam. ( REPDO )

ANEKA ROTI BASAH DARSINI DUSUN POJOK DESA GRUDO

ANEKA ROTI BASAH DARSINI DUSUN POJOK DESA GRUDO

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Satu lagi inovasi yang ada di sektor kuliner Dusun Pojok Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Adalah Darsini yang selama 14 tahun menekuni bidang usaha produksi aneka masakan basah. Tentu tidak hanya kreasi olahan saja yang menjadi perhatian. Namun penyerapan kerja juga menjadi sebuah terobosan dalam mengurangi tingginya tingkat pengangguran.

“ Sebenarnya Usaha ini yang merintis adalah suami saya. Dulunya pernah bekerja di Bandung cukup lama. Dari pengalaman Kerja di Bandung pada usaha produksi roti basah itulah akhirnya berkeinginan untuk mendirikan usaha sendiri. Dan alhamdulillah dari produksi ini bisa menjadi penopang hidup  keluarga”. Terang Darsini.

Dari pengamatan di lapangan terlihat aneka makanan olahan yang beraneka. Dari Donat, Onde Onde, Roti kukus hingga pukis tersedia dengan aneka warna kreasi. “ Sebenarnya masih banyak yang bisa di kreasi dari olahan roti basah. Namun kita juga melihat kebutuhan pasar. Kalo saat ini memang hanya sebatas ini saja. Alat yang ada hanya mampu untuk memproduksi dengan empat orang tenaga “. Imbuhnya.

Soal penjualan produk, Darsini mengatakan tidak menemui kendala. Dari yang sudah menjadi pelanggan tetap maupun pesanan untuk kegiatan tertentu menjadikan usahanya tetap bertahan hingga saat ini “ Dari hasil olahan kita kirim ke pasar beran dan Pasar Besar Ngawi. Dan pelanggan rata – rata penjual sayur keliling. Juga sebagian untuk melayani pesanan masyarakat yang sedang hajatan atau ada kegiatan pertemuan. Imbuhnya.

Sementara Kepala Dusun Pojok Juri, turut mengapresiasi usaha rumahan yang sangat menunjang terhadap kemandirian dalam pemenuhan ekonomi. “ Saya melihat ada manfaat besar di balik industri rumahan ysng ada di Dusun Pojok. Itu tidak hanya  sebatas inovasi untuk pemenuhan ekonomi keluarga saja, namun sebagian sudah mampu menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Kita harapkan kedepanya usaha – usaha rumahan akan terus berkembang dan mampu menjadi solusi untuk mengurangi tinginya tingkat pengangguran”.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Grudo yang begitu getol menghimbau terciptanya usaha baru. “ Kita tahu memang tidak semudah yang dibayangkan untuk merintis sebuah usaha. Namun dari sekian banyak usaha rumahan yang sudah berjalan bisa menjadi sebuah acuan. Jadi mendirikan usaha sendiri sebuah solusi  ketika peluang untuk mendapatkan  pekerjaan  sangat  minim. Dan kedepanya kita harapkan akan tumbuh usaha – usaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan” Terang Triono, ST ( REPDO )

OLAHAN KRUPUK SURATMI “ SEBAGAI NAFAS HIDUP SAYA DAN KARYAWAN “

OLAHAN KRUPUK SURATMI “ SEBAGAI NAFAS HIDUP SAYA DAN KARYAWAN “

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Salah satu usaha rumahan warga Dusun Pojok Desa Grudo adalah Pengolahan Krupuk. Memang kalo dilihat dari kwantitas tidak begitu banyak yang menekuni bidang tersebut. Namun hal itu tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari beberapa usaha yang ada, cukup efektif dalam penyerapan tenaga kerja.

Adalah Suratmi yang selama ini menekuni usaha pengolahan krupuk. “ Kegiatan pengolahan krupuk ini sudah berjalan hampir 20 tahun. Awalnya hanya saya dan suami yang menangani. Namun setelah beberapa tahun mulai berkembang akhirnya kami putuskan untuk menambah tenaga untuk produksi“  Terangnya.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintis mulai tahun 1998 itu mulai menampakkan hasil. Bukan hanya sebagai penopoang ekonomi keluarga Suratmi saja. Namun juga sepuluh orang kariawan yang ada di sekitar tempat usahanya. “ Untuk pengolahan kita melibatkan 10 orang tenaga. Untuk menggoreng dua orang dan untuk packing 8 orang’.  Terangnya

Sementara untuk pemasaran produk Suyatmi mengatakan tidak ada kendala. “ Kalo untuk penjualan sekarang nggak ada masalah. Sudah ada yang mengambil untuk dijual di pasar – pasar di seputaran ngawi. Kalo lagi banyak yang order kita juga drop sendiri. Jadi disini fokus untuk pengolahan. “ Terang warga RT 02 Rw 01 Dusun Pojok Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi itu.

Untuk bahan baku Krecek Suyatmi saat ini belum mengolahnya sendiri. “ Memang untuk Krecek masih membeli dari Beran. Kalo ada tambahan modal kita sebenarnya juga ingin memproduksi sendiri. Mudah mudahan kedepanya kita tidak lagi membeli krecek dari luar lagi”. Harapnya.