Select Page
OLAHAN KRUPUK SURATMI “ SEBAGAI NAFAS HIDUP SAYA DAN KARYAWAN “

OLAHAN KRUPUK SURATMI “ SEBAGAI NAFAS HIDUP SAYA DAN KARYAWAN “

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Salah satu usaha rumahan warga Dusun Pojok Desa Grudo adalah Pengolahan Krupuk. Memang kalo dilihat dari kwantitas tidak begitu banyak yang menekuni bidang tersebut. Namun hal itu tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari beberapa usaha yang ada, cukup efektif dalam penyerapan tenaga kerja.

Adalah Suratmi yang selama ini menekuni usaha pengolahan krupuk. “ Kegiatan pengolahan krupuk ini sudah berjalan hampir 20 tahun. Awalnya hanya saya dan suami yang menangani. Namun setelah beberapa tahun mulai berkembang akhirnya kami putuskan untuk menambah tenaga untuk produksi“  Terangnya.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintis mulai tahun 1998 itu mulai menampakkan hasil. Bukan hanya sebagai penopoang ekonomi keluarga Suratmi saja. Namun juga sepuluh orang kariawan yang ada di sekitar tempat usahanya. “ Untuk pengolahan kita melibatkan 10 orang tenaga. Untuk menggoreng dua orang dan untuk packing 8 orang’.  Terangnya

Sementara untuk pemasaran produk Suyatmi mengatakan tidak ada kendala. “ Kalo untuk penjualan sekarang nggak ada masalah. Sudah ada yang mengambil untuk dijual di pasar – pasar di seputaran ngawi. Kalo lagi banyak yang order kita juga drop sendiri. Jadi disini fokus untuk pengolahan. “ Terang warga RT 02 Rw 01 Dusun Pojok Desa Grudo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi itu.

Untuk bahan baku Krecek Suyatmi saat ini belum mengolahnya sendiri. “ Memang untuk Krecek masih membeli dari Beran. Kalo ada tambahan modal kita sebenarnya juga ingin memproduksi sendiri. Mudah mudahan kedepanya kita tidak lagi membeli krecek dari luar lagi”. Harapnya.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
DUSUN CUPO ” BASIS USAHA MIKRO/KECIL DESA GRUDO “

DUSUN CUPO ” BASIS USAHA MIKRO/KECIL DESA GRUDO “

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Usaha Mikro Kecil Menengah Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Hal itu tidak lepas dari pentingnya peran pelaku UMKM yang  menumbuhkan tingkat perekonomian Desa grudo. Dari penyerapan tenaga kerja hingga  perputaran transaksi keuangan cukup menekan pertumbuhan pengangguran dan memicu geliat perekonian di sektor bawah.

Dari penelusuran di lapangan dapat di simpulkan bahwa Dusun Cupo merupakan pusat tumbuhnya perekonian diantara dusun lain di Desa Grudo. Itu terlihat dari banyaknya pelaku usaha yang bermunculan tiap tahunnya. Dari Kuliner, Jasa simpan pinjam Koperasi, Jasa Rental Mobil, Penyedia Sarana Komunikasi dan  berbagai macam usaha jasa lainya.

Namun bila di lihat dari populasi yang berkembang tentu dapat di pastikan bahwa jasa bidang kuliner masih merupakan yang tertinggi diantara lainnya. Dari sepanjang jalan desa yang masuk Dusun Cupo terlihat deretan usaha bidang kuliner. Dari penjual Mie Ayam, fried chicken, steak, Nasi Pecel, Kripik Tempe hingga jamur crispy begitu menjanjikan keuntungan.

Seperti halnya Depot Miroso yang beralamat di jalan M duryat Dusun Cupo. Dari tahun ke tahun selalu mengalami kemajuan baik dari segi aneka kuliner yang di sajikan maupun jumlah pelanggan. “ Kalo hanya melihat sekarang saja tentu tidak akan tahu bagaimana perjalanan jauh sebelumnya saat baru merintis usaha. Semua pasti melalui proses untuk sebuah hasil. Kalo boleh saya sarankan, jangan putus asa dalam berwira usaha. Kalaupun belum berjalan dengan baik itu hanya bagian dari proses saja.” Terang pria berkumis yang biasa di panggil Boimin.

“ Dari berbagai usaha kuliner dengan aneka ragam produk yang ada di Dusun Cupo tentu menjadi pertimbangan untuk di adakan kegiatan khusus. Rencananya Tahun 2019 desa Grudo mengagendakan wisata kuliner dengan memperkenalkan produk dari berbagai makanan yang ada saat ini. Di harapkan dengan adanya pengenalan produk secara langsung akan menambah pelanggan baru dari pelaku usaha kuliner.” Terang Triono, ST Kades Grudo.

Lain halnya denga  Mie Ayam Ceker Pak Yatno yang berada di Jalan M Duryat area Sawah Watu. “ Dulu sebelum mangkal di sini saya jualan Mie  Ayam dengan gerobak dorong. Setelah ada program dari pemerintah terkait bantuan pinjaman modal usaha , baru saya menetap di sini. Dan dilihat dari hasil usaha tentu jauh berbeda. Ada peningkatan yang drastis dari waktu masih pakai gerobak dorong dengan sekarang ini”. Terang yatno pemilik usaha.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
KRIPIK TEMPE CUPO SAMPAI KE AMERIKA SERIKAT

KRIPIK TEMPE CUPO SAMPAI KE AMERIKA SERIKAT

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Pertumbuhan ekonomi Desa Grudo dari tahun ke tahun mulai mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal itu tidak lepas dari tumbuhnya usaha – usaha skala kecil menengah setiap tahunnya.  Salah satunya adalah usaha dibidang kuliner Kripik Tempe yang tahun tahun terakhir banyak menjadi tumpuan ekonomi bagi pelaku yang menggelutinya.

Seperti halnya Suparman yang sudah menjalankan usahan produksi Kripik Tempe yang berlabel ” KRISMA ” sejak 1998. Pria yang berdomisili di Rt 04 Rw 02 Dusun Cupo Desa grudo, Kecamatan Ngawi tersebut mulai merasakan dari berkah usahanya.  “ Saya sudah 20 tahun menggeluti usaha Kripik Tempe ini. Dari berawal coba – coba akhirnya mulai serius dan hasilnya seperti sekarang ini. “

Dari hasil penelusuran dilapangan bahwa kegiatan tersebut menyerap 5 orang tenega kerja. Dan jumlah tenaga kerja tersebut bisa bertambah lagi  dalam bulan – bulan tertentu seperti menjelang Romadhon maupun Tahun Baru. Hal itu membuktikan bahwa usaha Kripik Tempe yang dirintis pada era krisis moneter tersebut cukup efektif dalam mengurangi tingkat pengangguran.

Untuk pengadaan bahan baku sendiri Suparman mengatakan tidak mengalami kendala yang berarti. “ Kalo bahan baku tidak ada kendala yang berarti. Tinggal pesan lewat Hand Phonelangsung dikirim. Dan bahan yang diperlukan juga mudah di dapat di pasar. Dari rempah – rempah, penyedap rasa, sampai daun jeruk. Dengan kemudahan itu tentu  juga menjadi salah satu yang berperan dalam menjaga kestabilan produksi”

Sementara untuk persoalan marketing  produk, Suparman lebih mengandalkan tehnologi informasi. “ Awal – awal usaha Kripik Tempe ini berdiri baru sebatas melayani pesanan. Namun seiring berjalanya  waktu dan mudahnya mengakses informasi  juga berpengaruh pada kemudahan dalam penjualan produk. Untuk  empat tahun belakangan memang lebih banyak mengandalkan Media sosial”.

Untuk pesanan sediri suparman mengatakan bahwa pernah mengirim produk sampai America Serikat. “ Beberapa waktu lalu ada pelanggan yang minta dikirim sampai amerika Serikat. Harga kripiknya  seratus lima puluh ribu, tapi ongkos Kirimnya sampai 2 Juta. Namun yang namanya pesanan ya nggak masalah toh ongkos kirim ditanggung penerima “.

Dari pentingnya peran UMKM di Desa Grudo dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan tingkat kemiskinan membuat desa grudo terus memberikan support terhadap pelakunya. “ Desa Grudo terus akan mencoba memberikan dorongan dengan motifasi terhadap warga yang berniat untuk wira usaha. Dan sebagai penunjang  kita juga melakukan pelatihan kewirausahaan setiap tahunnya “. Terang Triono, ST.

“Terkait desa cupo memang ada banyak  jenis UMKM terutama bidang kuliner . Ini bisa di jadikan rujukan untuk dusun lain yang masih dalam wilayah desa grudo. Dan dari geliat UMKM inilah persoalan ekonomi mulai ada titik terang. syukur – syukur dari pelaku usaha sendiri mampu menyerap usaha yang akan membuat penurunan tingkat pengangguran “. Lanjutnya.

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
GETI KHAS BU SUYADI DARI DUSUN CUPO, DESA GRUDO, KECAMATAN NGAWI

GETI KHAS BU SUYADI DARI DUSUN CUPO, DESA GRUDO, KECAMATAN NGAWI

GRUDO.NGAWIKAB.ID – Salah satu jajanan / panganan khas dari desa Grudo , Kecamatan ngawi Kabupaten Ngawi adalah Geti Kacang Wijen . Sebenarnya Geti Kacang Wijen memang sudah dikenal masyarakat luas dari berbagai daerah . Namun dari masing – masing produsen punya inovasi tersendiri terkait kuncian rasa yang menjadi ciri khas produsennya.

Salah satu produsen Geti adalah  Suyadi , warga Dusun Cupo Desa Grudo Kecamatan/Kabupaten Ngawi. Pada keseharianya usaha keluarga yang sudah dirintis  kurang lebih 70 tahun yang lalu itu  mampu memproduksi rata – rata 400 pack. Memang  belum begitu besar kapasitas produksinya seperti di daerah Semarang Maupun Jogja. Namun dengan usahanya Bu Suyadi mengakui sudah berkehidupan layak. Bahkan dengan usaha yang dirintisnya mampum menampung 5 orang kariawan dari tetangga sekitar.

Usaha pembuatan Geti sebenarnya sudah lama sekali. Bahkan sudah dirintis sama orang tua saya semenjak saya masih kecil. Dari dulu sampai sekarang cara membuatnya sama dan bahannya juga sama. Kalo di tempat lain sudah banyak yang memproduksi dengan jumlah besar dan peralatan yang sudah modern. Tapi saya tetap menggunkan alat tradisional biar rasanya tidak berubah”. Terang Suyadi.

Dalam proses pembuatanya diperlukan waktu cukup lama hingga sekitar sekitar 6 jam. Hal itu disebabkan perlunya kehati – hatian agar tidak terjadi kegagalan dalam memasak. Terlihat dari pembersihan bahan baku , sangrai, pencamburan bahan dengan metode sangrai  dilakukan dengan tehnik sederhana dengan alat yang masih tradisional. Namun hal itu justru yang membuat rasa dari Geti terasa alami.

Sedang bahan – bahan yang diperlukan dalam proses tersebut adalah wijen, Kacang Tanah serta Gula putih. Tentu babah – bahan tersebut bukan sesuatu yang sulit untuk didapatkan. Namun Suyadi lebih memilih pembelian secara besar mengingat harga per kilonya bisa lebih murah dan bisa langsung diantar. Dikatakan bila keperluan bahan baku dibeli dengan skala kecil bisa selisih sampai Rp. 500.000.00 per bulan.

” Untuk pemasaran produk saya biasa menggunakan jasa paket bila pesanan dari luar kota seperti Malang, Surabaya, Jakarta, maupun Bandung. Tapi kalo dekat biasa di ambil sendiri atau di antar “. Lanjut Suyadi yang usianya menginjak 73 tahun itu.

Suyadi sendiri sampai saat ini masih berkomitmen untuk tetap menggunakan tehnik tradisional guna menjaga  kwalitas dari hasil produksinya. ” Kalo untuk membeli alat yang modern sebenanya sanggup. Namun yang saya kawatirkan adalah masalah rasa yang puluhan tahun sudah dikenal masyarakat akan berubah karena cara pengolahan yang berbeda dengan alat yang sudah modern“. ( REPDO )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0