Select Page

Sejarah Desa

Desa Grudo adalah desa yang masuk wilayah kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi Jawa timur. Desa Grudo yang masuk wilayah kota Ngawi bagian barat terdiri dari  6 Dusun 12 Rukun Warga dan 41 Rukun Tetangga. Dari 6.597 jiwa penduduk pada per bulan januari 2018 terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. Dari masyarakat yang berprofesi sebagai pegawai pemerintahan, Petani, sampai yang berwira usaha tersebar di masing masing Dusun.

Dari beberapa sumber di jelaskan bahwa nama Grudo berasal dari kata Garuda atau burung Garuda. Dari berbagai keterangan yang disampaikan oleh keturunan yang pernah menjadi saksi sejarah menarasikan bahwa sekitar abad 18 ditemukan   burung Garuda dalam keadaan terluka di sekitar Banyakan yang saat ini adalah area seputar terminal Kerto Negoro.  Dan dari Garuda tersebut berasal dari arah barat yang konon lukanya adalah dikarenakan oleh sasaran pemburu yang kebetulan dapat melepaskan diri.

Dari kabar tentang penemuan burung Garuda tersebut tersebar ke berbagai wilayah dengan cara melalui cerita dari mulut ke mulut ( Gethok tular ). Dan pada abad ke 18 itulah area penemuan Garuda tersebut sering di ucapkan Grudo sebagai penanda tempat. Sedang kata Grudo adalah salah satu kata dalam bahasa jawa yang berarti Garuda atau Burung Garuda yang saat ini menjadi lambang negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).

Dari cerita panjang Desa Grudo sebenarnya banyak versi yang itu melibatkan legenda , sejarah, mite maupun fabel. Namun dari keterangan yang dapat dihimpun dari berbagai sumber baik melalui wawancara, data di peperintahan maupun analogi sejarah yang akhirnya mengerucut pada keterangan – keterangan yang terurai di atas.

Dari cerita panjang asal usul Desa Grudo sebenarnya seiring dengan sejarah Dusun Ngronggi yang masih menjadi  kesatuan wilayah teroterialnya. Dan bahkan nama Ngronggi justru menyimpan banyak sejarah perjuangan merebut nusantara dari imperialisme barat yang kental dengan nuansa Islami. Dari sejarah utusan Pangeran diponegoro, berdirinya masjid pertama di Kabupaten Ngawi, pesantren , hingga urusan pemerintahan dengan tata kelola islami.

( Dihimpun dari berbagai sumber oleh reporter GRUDO.NGAWIKAB.ID )